Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 62


__ADS_3

Ina mulai mengatur rencananya untuk mengambil harta Dion.


Hari ini dia bertemu dengan Sam, yang merupakan pacar dari Ira yang sesungguhnya.


"Sayang aku rindu sekali padamu" ucap Ira sambil mencium bibir sam.


Sam pun membalas ciuman mesra itu dan meluapkan rasa rindu pada Ira.


"Ia mas juga rindu sama kamu sayang, namun kita harus bermain cantik agar rencana kita tidak gagal"


Sam langsung mengelus perut Ira yang sedang hamil.


"Lalu bagaimana sayang kabar anak kita ini, dia sehatkan di dalam perut, 8 bulan lagi anak kita ini akan lahir di dunia aku sudah tidak sabar juga menanti dia untuk hadir sayang"


"Sabar geh sayang sebelum anak ini lahir semua harta Dion, harus jatuh ke kita, lagian aku juga sudah sangat bosan sekali jadi istri Dion, dia itu bodoh sekali ya, semudah itu dia percaya bahwa bayi yang aku kandung ini adalah anak dia, tapi ya biarlah, aku kira itu dulu ia pintar sekali sayang, orang dia manfaatin 2 wanita lalu mencampakkan wanita sangat mudah sekali namun ternyata ia gampang ditipu"


"Biarkan saja dia bodoh yang penting kita dapat hartanya gitu saja"


"Ia sayang, aku punya kejutan buat kamu sayang"


"Apa itu???"


"Taraaaaaaa" Ira sambil menunjukkan sebuah bpkb mobil atas namanya.


"Wah kamu dapat mobil dari Dion itu"

__ADS_1


"Ia donk sayang, aku tak mau berakhir sama seperti mantan-mantan istri Dion jadi aku harus selangkah lebih pintar dari mereka, aku masih mau merubah surat rumah atas namaku sekarang"


Tapi sayang bagaimana caranya"


"Sudahlah mas diam saja nanti kalau sudah berhasil baru aku kasih tau mas ya, sekarang kita luapkan rasa rindu kita saja"


"Emmmuch.... emmuch. Ini yang buat mas semakin cinta dan sayang padamu Ira kamu wanita yang pintar"


"Ia donk pacarnya siapa dulu"


"Kamu izin sama Dion bagaimana kok dia izinkan kamu pergi, bukankah dia sangat otoriter sekali tak bolehkan kamu kemana-mana"


"Aku bilang mau belanja susu hamil dan lain-lain, lagian juga dia lagi kerja mas. jadi dia tak mungkin tau aku dimana"


"Inilah pacar mas, memang tak ada duanya kalau soal pintarnya"


Sedangkan di tempat kerja Dion merasa sangat pusing dan dadanya seperti sesak sekali.


"Aduh" ucapnya.


"Ada apa pak Dion? "


"Tak tau tiba-tiba aku pusing sekali"


"Mari pak duduk sini, istirahat dan minum sejenak pak"

__ADS_1


"Ia aku juga bingung akhir-akhir ini aku sering sekali pusing padahal pola makanku sudah benar dan aku juga rajin berolahraga"


"Ah mungkin bapak kecapaian saja"


"Ia mungkin staminaku juga mulai berkurang sekarang"


"Maklum pak semakin umur kita bertambah stamina kita akan berkurang, apa bapak mau pulang saja"


"Sepertinya ia, saya akan izin keatasan dulu, tolong telfonkan istri saya ya, beritahu dia saya sakit biar supir istri saya jemput saja"


"Oh ia pak"


Bawahannya langsung menelfon Ira.


"Kringgggg.... kringgggg"


"Ia ada apa"


"Maaf bu, pak Dion tiba-tiba lemas jadi dia minta dijemput supir, karna kalau untuk menyetir mobil sendiri bapak tidak bisa"


"Oh ia pak, jaga suami saya ya, nanti dijemput supir, suruh istirahat saja bapak sambil nunggu supir datang"


"Ia bu"


Ira berpura-pura khawatir pada suaminya, padahal dalam hatinya ia senang suaminya sakit.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2