
"aku tak pernah menyangka bisa dicantai oleh laki-laki seperti sekarang ini, aku tak ada alasan lagi untuk menolakmu mas, kesetiaanmu padaku sudah kau buktikan dengan mas menunggu aku bertahun-tahun lamanya, padahal mas juga tak tahu mungkin aku tak akan menjadi milik mas karna aku sudah bersuami, namun mas tetap menunggu aku, dan akhirnya Tuhan mempertemukan kita kembali dengan status ku yang sudah tak bersuami, maaf sudah membuat mas menunggu lama selama ini, karna bagi wanita yang pernah gagal dalam pernikahan untuk membuka hati untuk pria lain itu sungguh amatlah sangat sulit sekali, dan terimakasih mas juga mau menerima anakku dan menyayanginya seperti anak mas, tak ada kata lain yang harus aku ucapkan selain sekarang aku siap menjadi istrimu mas, dan aku juga siap menjadi makmummu"
Rian langsung berdiri dan memeluk Dini, terlihat sekali wajah penuh senyum dan amat bersinar di muka putih dan tampan Rian.
"Din!!! terimakasih kamu sudah mau menerima aku sebagai calon imammu, aku berjanji akan selalu sayang denganmu dan aku akan menjaga kalian sampai akhir hayatku selamanya"
"Ia mas aku juga ucapkan terimakasih untuk kasih sayang yang kau berikan padaku"
Suasana cafe semakin romantis apalagi diikuti dengan alunan lagu yang romantis.
"Udah ah mas tak usah terlalu formal perutku sudah sangat lapar ini ayo kita makan"
"Emmmm kamu memang belum berubah juga, cincinnya belum aku pakaikan ke jari manismu masak dah mau makan saja"
"Ups!!!!! ucapan Dini sambil menutup mulutnya. "Aku sampai lupa soalnya aku lapar heeeeee"
Dion langsung memasukkan cincin permata itu di jari manis Dini.
__ADS_1
"Din jaga baik-baik cincin ini ya, ini sebagai tanda bahwa cinta kita sudah menyatu, meski cintaku tak bisa dibandingkan dengan cincin ini, karena cintaku seluas samudra dan sedalam lautan, cincin ini hanya sebagai simbol bahwa kita akan menikah"
"Ia sayangku, terimakasih atas pemberian cincin ini, aku janji akan menjaganya dengan baik, ayo makan yuk aku lapar"
"Emmm Dini kamu ini, aku masih mau romantis malah dah lapar aja"
"Romantisnya nanti lagi, lihat tuh makanan sudah tersusun rapi kalau kita tidak buruan makan kasihan sekali makanannya"
"Ia ayo makan kalau begitu"
Akhirnya mereka makan bersama ditemani alunan musik.
"Kok panggil mas, sayang dong sekarang panggilnya, kan mulai hari ini kamu adalah kekasihku"
"Ehem!!! kita bukan anak ABG lagi mas, kamu aku panggil sayang kalau kita sudah menikah, kalau sekarang belum!!"
"Ah gitu ya"
__ADS_1
"Ia lah nanti aku panggil ayang, eh kita gak jadi nikah dan kamu di tikung orang, selama janur kuning belum melengkung pamali panggil ayang heeerr"
"Ah siapa juga yang mau nikung, orang hati dan jiwa ragaku ini adalah milikmu seorang tak ada orang lain yang dapat menikungnya"
"Wes mulai gombal lagi nih, ayo teruskan makan"
"Orang kamu sih bilang macam-macam, aku cintanya sama kamu jadi jangan berfikir aneh-aneh"
"Ia mas ku sayang"
Mereka melanjutkan makan, Dini terlihat sangat lahap sekali saat makan karna Rian tahu benar kalau Dini menyukai ayam bakar plus es alpukat kesukaannya.
"Pelan-pelan makannya nanti tersedak"
"Habis kamu sih siapin makan kesukaanku jadi aku begini"
"Pasti nanti setelah menikah, tubuhmu yang ramping ini akan membesar seperti balon udara"
__ADS_1
"Ia orang mas kasih aku makan yang aku suka terus"
bersambung