Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 56


__ADS_3

"Mungkin apa yang aku rasakan sekarang adalah sama apa yang dirasakan kakakku dulu, betapa hancurnya hatiku hari ini harus pergi dari rumah ini"


Saat Nita akan pergi dari rumah itu, terdengar suara teriakan dari Dion.


"Nita!!!!!!"


Nita membalikkan badannya dan melihat Dion yang berlari dihadapannya.


"Ada apa lagi kau Dion panggil aku, bukannya aku sudah tak ada gunanya lagi untuk dirimu"


"Tidak ada yang ketinggalan saja"


"Apa sepertinya sudah tak ada yang ketinggalan"


Tiba-tiba terlihat Ira yang membawa sesuatu dan melemparnya dihadapan Nita

__ADS_1


"Tuh kamu lupa membawanya" ucap Ira sambil melempar foto pernikahan Nita dan Dion serta buku nikah mereka dan beberapa pakaian.


Melihat foto pernikahan yang dilempar dan pakaian yang dibuang Nita jadi ingat atas apa yang ia lakukan pada kakaknya sama persis yang ia rasakan sekarang.


Nita mengambil foto itu sambil. meneteskan air mata sambil ia menguatkan dirinya sendiri.


Nita berdiri tegap setelah mengambil foto itu, dan berkata lantang di depan Ira. sambil menyobek foto pernikahan antara Nita dan Dion.


"Foto ini sekarang sudah tak ada gunanya lagi untukku makanya aku tak membawanya"


"Kenapa kau sobek Nita" ucap Dion tanpa rasa bersalah sedikitpun"


"Sudahlah mas jangan bicara baik-baik dengan wanita ini, biarkan dia pergi sekarangkan ada aku dan calon anak kita, talak saja ia sekarang juga mas"


"Ia juga, kamu juga sudah tak hargai aku, Nita mulai hari ini aku menalak kamu, dan kamu sudah tak ada hubungan lagi dengan aku, tadi aku kasihan sama kamu dan masih membiarkan kamu dirumah ini tapi kamu malah bersikap seperti itu, jadi aku tak akan pernah kamu kemari lagi, kamu mau jadi pengemis atau gelandangan aku sudah tak peduli lagi"

__ADS_1


"Ia terimakasih kamu sudah talak aku, meski aku jadi pengemispun aku tak akan pernah kembali ke rumah ini lagi, Dion aku percaya karma itu ada sekarang kau sakiti hati ku kelak kau akan menuai dari perbuatanmu ini"


"Sudah sana pergi jangan banyak bicara lagi aku muak lihat wajahmu, ayo mas Dion kita masuk dan langsung kita tutup pintunya takutnya dia masuk lagi"


Dion dan Ira masuk ke dalam rumah sedangkan Nita mengusap air matanya dan pergi meninggalkan rumah itu dengan membawa tasnya.


Dalam perjalanan keluar rumah Nita sangat bingung sekali ia akan kemana, dia berfikir kalau ia tak mungkin kerumah kakaknya, ia sangat malu dan tak sanggup bertemu dengan kakak dan ayahnya karna apa yang ia telah lakukan dulu, namun ia juga bingung mau kamana sedangkan ia hanya punya uang 100 ribu yang ada di tangannya sekarang


Ia terus berjalan dan seketika terdiam dan duduk di sebuah halte. terdengar suara ibu-ibu yang mulai bicara tentang dirinya.


"Lihat tuh Nita sekarang gantian di usir dari rumah Dion, sekarang dia tau kan apa yang dirasakan oleh kakaknya dulu makanya jangan jadi pelakor sekarang gantian suaminya di Ambil wanita lain, tapi memang dasar Dion suka sekali mainin hati wanita semoga aja dia dapat karmanya"


Nita yang mendengar celotehan ibu-ibu itu seketika tidak bisa lagi menahan semua tangisnya dan langsung menangis di tempat itu.


Ibu-ibu itupun mendekatinya seraya berkata.

__ADS_1


"Maaf ya kami bicara begitu, kamu yang kuat belajarlah dari kesalahanmu ini jangan lagi kamu jadi perebut suami orang, akhirnya kamu juga dicampakkan"


bersambung


__ADS_2