RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
10. teror


__ADS_3

Tidak! Jika kalian mengatakan kedamaian duoCha ini secepat itu, kubuat seperti itu ntar bakalan ada konflik diantara mereka sehingga membuat mereka kembali bermusuhan lagi, dan itu hanya bermusuhan kecil saja tidak sampai perang, jadi disini ceritanya gak bakal tegang banget aku mau yang santai karena akupun masih belajar menulis.


*


"Ck. Gak becus jdi orang kenapa bisa sampe kecolongan" decak Rasya malas. Kini dia berada di kantor miliknya sendiri.


Dia telah dikabarkan oleh salah anak buahnya jika markas besarnya mengalami teroran yang entah dari mana.


"Apa harus sekarang gue turun? Gue masih ingin di dunia ini belum mood gue turun ke sana lagi" gumam Rasya lalu mencari handphonenya hendak menghubungi seseorang.


📞Calling Devano


Rasya : gimana?


Devano : masih gue selidiki bos karena gak ada logo apapun disana jadi akan sangat sulit untuk cari tahu


Rasya : lakukan yang terbaik jangan kecewakan gue Van


Devano : gue tau itu Cha


Rasya : lanjutkan kerjaan lo, gue matiin dulu


Devano : iya bos


Tut


Panggilan berakhir. Rasya memijit pelipisnya yang tak pusing. Dia bingung dia sudah tak membuat ulah bebrapa minggu ini tetapi kenapa sangat sulit untuk tenang dari serangan musuh.

__ADS_1


Devano Fanes Ganendra ( tangan kanan Acha)


Si tampan dan pemberani, dia adalah bayangan gelap Rasya ketika di dunianya. Dengan kemampuan yang dimiliki Devano dapat di percaya oleh Rasya karena hasil tak pernah mengecewakan dalam sekejap apa yang diperintahkan untuk Rasya bakal cepat terkabul entah bagaimana dia mengatasinya. Ilmu dan kekuatan dia belajar dari Rasya dan Angga langsung jadi dapat di pastikan jika dirinya sangat baik dalam hal melindungi, insting yang kuat dan kekuatan yang maksimal.


Black World ( dunia hitam ) gangster ternama dan terkenal sadis, tak kenal ampun untuk pengkhianat yang dipimpin oleh Rasya sendiri, meneruskan jejak ayahnya yang dulu adalah ketua gangster terkejam seluruh dunia. NTAR BAKAL DILANJUTIN TENTANG GANGSTER RASYA OKE?


"Sore bapak bos" teriak Alen yang masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu dulu, dia tak datang sendiri dia datang dengan the perfect lainnya.


"Ada pintu dan lo punya tangan, di dalam ada orang apa tidak lo bisa memastikannya kan Len?" Kata Rasya.


" Gue lupa harus ketuk pintu dulu Cha" ucap Alen santai.


"Itu sudah menjadi kebiasaan lo bukan?" Alen menyengir.


"Cha, gue dapet kabar dari Devano kalo markas besar dapat teror apa benar?" Tanya Ali.


"Mungkin kakak dari anggota baru kita? Tapi gue hanya menebak saja ya" kata Alen.


"Kita tidak bisa asal tebak karena gue tau selicik apapun Red Devils gak bakal menggunakan cara rendahan seperti ini" kata Raden .


"Gue setuju sama Raden, dan kita harus mencari tahu dulu siapa sebenarnya pelakunya jadi kita bisa memastikan dan tidak asal menuduh yang bisa mengakibatkan perang salah paham nantinya" kata Rasya membenarkan ucapan Raden.


"Iya Cha, gue heran padahal kita udah gak bikin ulah beberapa Minggu terakhir ya kan? Tapi kenapa musuh masih aja ingin ngegeser posisi kita?"kata Arel.


"Kalau masalah itu gue tidak terkejut lagi karena banyak sekali yang ingin ada di posisi Rasya, secara ketua mafia terkejam nomor 1 siapa yang gak kenal dengan King Rallion ini" puji Alen, Rasya hanya tersenyum saja mendengarnya bahkan dia tak merasa jika nomor satu, dan Rasya tak pernah peduli dengan peringkat itu.


"Tetapi ada yang bisa menyaingi gangster kita, yaitu gangster yang ada di Inggris, mereka juga tak kenal ampun dan sadis sekali ku dengar. Katanya di ketuai oleh 3 perempuan 1 laki laki dan yang menjadi bos besar adalah perempuan dan wajahnya tak terekspos karena setiap pertarungan atau pertemuan selalu menggunakan topengnya" jelas Ali yang sedikit tahu tentang gangster dari negara asing itu yang kedudukannya adalah nomor 3 dari mereka.

__ADS_1


"Nama gangsternya apaan AL?" Tanya Alen.


"Kalo gak salah denger kayaknya Tiger Bips" jawab Ali, Rasya mendengar itu hanya menyeringai saja, dia tahu siapa yang dimaksud bahkan dekat dengan mereka semua.


"Pastikan jangan membuat ulah kalau mereka tidak mengusik kita" peringat Rasya pada sahabatnya itu yang merupakan anggota BW juga.


"Siap bapak bos" seru Alen.


"Oiya Cha gimana lo sama mubar itu?" Tanya Ali kepo.


"Biasa aja dan gue memutuskan untuk damai saja" jawab Rasya santai.


"Wahh bagus kalo gitu. Kalo bisa jadiin dia bu bos kita ya gak?" Kata Ali.


"Kenapa kalian semangat sekali? Kalian ngrencanain apa sama gue? Deket sama dia? Gue tolak oke" ucap Rasya menegaskan.


"Dih pedean lu Cha. Gue cuma bilang kalo bisa kalo gak ya buat gue gak ada masalah kan?" Kata Alen menaik turunkan alisnya menggoda Rasya.


"Ambil dan gue tidak peduli sama sekali" kata Rasya.


"Udah udah kenapa jadi ngeributin cewek itu sih kita kesini kan kumpul buat bahas masalah BW bukan debat gak jelas gini" lerai Raden.


"Iya iya bapak Aden hahaha" kata Alen lalu tertawa melihat wajah kesal Raden, catat! Raden tidak suka dipanggil Aden karena gak suka aja oke skip!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


usahakan jangan menjuliddddd😚

__ADS_1


__ADS_2