RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
R 57


__ADS_3

"KAKAK" pekik Raska.


"Enhhh ahhhh" Rasya merintih.


"ACHA" Icha menjerit menutup mulutnya, ia menangis sesak melihat apa yang telah ia lakukan.


"Shhh As- Aska" rintih Rasya.


"Kak bertahan ya" Raska menahan tubuh Rasya yang hendak terjatuh itu.


"C-ac-Acha" mulut Icha bergetar, ia tak menginginkan ini. Arhh ini semua salahnya.


"Sss-sayang maafin aku huaaa hikss" Icha langsung meluk tubuh Rasya yang sudah terbaring di tanah itu dengan tangis yang pecah.


"Sssttttt ini bukan salah kamu, ini kecelakaan sayang kamu jangan nangis" kata Rasya yang sudah melemah.


"Nggak Cha nggak ini semua salah aku"


"Lucas siapkan mobil sekarang juga" kata Raska. Lucas mengangguk lalu pergi untuk menyiapkan mobil sesuai perintah.


*


**Icha merasa beruntung ada pangeran tampan yang selalu melindunginya, dengan antusias dia memeluk Rasya dengan perasaan senang dan bahagia. Memeluk sang kekasih dengan erat melupakan apa yang ia pegang ditangannya, tangan yang masih memegang pisau kecil nan tajam itu telah menusuk tubuh Rasya. Punggung yang tegap itu saat ini tengah terluka akibat pelukan dari Icha, cukup dalam badan pisau itu menancap di sana.


Jlep!


Icha merasakan itu hingga melepaskan tangannya juga pelukannya, tubuhnya bergetar dengan menutup mulutnya, ia tak menyangka akan melukai kekasih yang amat ia sayangi itu. Mata Icha berkaca-kaca melihat sang kekasih masih tersenyum ke arahnya.


"KAKAK" pekik Raska.


"Enhhh ahhhh" Rasya merintih.


"ACHA" Icha menjerit menutup mulutnya, ia menangis sesak melihat apa yang telah ia lakukan.


"Shhh As- Aska" rintih Rasya.


"Kak bertahan ya" Raska menahan tubuh Rasya yang hendak terjatuh itu.


"C-ac-Acha" mulut Icha bergetar, ia tak menginginkan ini. Arhh ini semua salahnya.


"Sss-sayang maafin aku huaaa hikss" Icha langsung meluk tubuh Rasya yang sudah terbaring di tanah itu dengan tangis yang pecah.

__ADS_1


"Sssttttt ini bukan salah kamu, ini kecelakaan sayang kamu jangan nangis" kata Rasya yang sudah melemah.


"Nggak Cha nggak ini semua salah aku"


"Lucas siapkan mobil sekarang juga" kata Raska. Lucas mengangguk lalu pergi untuk menyiapkan mobil sesuai perintah.


Saat ditengah perjalanan menuju parkiran Lucas bertemu dengan the perfect juga Amel dkk. Lucas nampak bingung dan ragu untuk mengatakan yang sebenarnya apalagi tatapan Alen dan Arel yang mengintimidasi lawannya itu.


"Kenapa Luc, kok lo kayak orang khawatir aja" kata Arel.


"G-gue gakpapa gue duluan mau ke parkiran" kata Lucas.


"Oh gitu yaudah gue mau ke sana nemuin yang lainnya" Lucas terdiam hingga pertanyaan dari Alen muncul. Satu satunya kelemahan Lucas adalah Tatapan Alen di anggota BW, entah kenapa yang penting dia takut dengan tatapan Alen saat mode serius seperti dia ketahuan oleh kakaknya dan takut dimarahi oleh kakaknya, Lucas juga tidak bisa berbohong jika bersama Alen serta sering merasakan kedekatan dan kenyamanan saat berada di sisi Alen. Entahlah Lucas sendiri juga bingung.


"Emmmm King, King- Kin-


"Acha kenapa" tanya Alen.


"King terluka" kata Lucas sambil menunduk. Ia merasa bersalah juga dengan kejadian ini.


"Hah?" Beo mereka.


"Bukannya udah beres?" Kata Arel.


"****, berani beraninya kalian melukai King Lion arhh" sarkas Arel. Dengan langkah cepat diikuti yang lainnya menuju gedung belakang sekolah. Lucas terlihat gugup dan bingung disana menyisakan Ara juga Salsya yang masih setia dihadapannya.


Lucas berjalan tergesa gesa tak sadar dia menabrak Ara.


"Sorry Ar" Ara mengangguk.


"Jangan panik gue yakin semua bakal baik baik saja. Jujur gue masih bingung tapi yang gue tangkep Acha terluka apa itu benar?" Lucas mengangguk lesuh.


"Jauh jauh dari Galang Ar, dia gak baik buat kamu. Sekarang setelah kejadian ini aku gak tau akan tetap hidup atau tidak di tangan mereka. Aku cuma mau kasih tahu ini sama kamu. Aku suka sama kamu sejak pertama ketemu kamu tapi setelah tahu kamu dekat sama Galang rasanya hati ini sakit ingin mundur tapi kamu dalam bahaya ingin maju tapi Galang bukan lawan yang sepadan. Aku mohon jauhi dia, dan selesaikan masalahmu sama Tuan Allion, aku pamit semoga kita masih bisa bertemu kembali tapi aku gak tau itu akan terjadi atau tidak, bye Ar" kata Lucas lalu pergi menuju parkiran memgambil mobil sesuai perintah Raska selaku pemimpin bagi Lucas.


Ara masih diam tak bergeming, dia baru saja mencerna setiap kalimat yang Lucas lontarkan.


"Gue bingung sya" lirih Ara.


"Jangan pikirin itu dulu, sekarang kita temui mereka liat kondisi Acha sekarang, yuk" kata Salsya diangguki Ara.


*

__ADS_1


"Punya dendam apa lo sama King, hah seharusnya dari awal kita gak usah percaya sama lo" kata Alen pada Icha. Ya, saat ini mereka sedang saling menuduh dan menyesal. Icha hanya diam, ia tahu semua ini karenanyaa.


"Tuan Nallion yang terhormat, ini bukan sepenuhnya salah Queen, gue saksinya gue ada disini Queen tidak bersalah" kata Raska yang mencoba membela Icha yang saat ini tengah disudutkan.


"Len, udah gue baik baik aja. Gue butuh istirahat. Jangan ada dendam diantara kita. BW sama TB sudah sepakat saling mendukung. Apa kalian ingat?" Kata Rasya yang sudah mulai lemas, dia menatap kekasihnya tak tega yang menangis dipelukannya.


"Udah ya jangan nangis, aku tak apa hanya luka kecil" kata Rasya mencoba menenangkan Icha.


"Ini semua salah aku" lirih Icha dalam isakanya.


"Memang ini semua salah lo"


"Sshh arhh Len udah cukup jangan terus memojokkan Icha. Dia gak salah sepenuhnya"


"Tapi dia tetap salah"


"Sshhh"


"Sayang, bertahan ya kumohon" Rasya mengangguk dan tersenyum.


"Jangan nakal" lalu Rasya memejamkan matanya tubuhkan terhuyung untung ada Raska dibelakangnya jadi dia siap menahan tubuh Rasya agar tidak terbentur tanah.


"ACHAA" pekik semua orang. Tangis Icha semakin menjadi, kini Thea memeluk Icha untuk menenangkannya.


"Puas lo hah" hardik Alen menuding Icha. Tangisnya semakin terisak, dia juga merasakan kekhawatiran tapi kenapa dia disalahkan?


"Yank, udah kasian Icha" Alen menjambak rambutnya frustasi. Dia tak bisa apa apa sekarang.


"Ck. Bodoh bodoh bodoh seharusnya arhhhh" kata Arel frustasi.


"Kenapa lo bodoh sekali Queen" kata Ali dengan nada lirih menatap Icha dengan tatapan tak bisa diartikan.


"Benar kata Alen, punya dendam apa lo sama kita punya dendam apa lo hah" sentak Raden.


"Queen Li yang terhormat, jangan salahkan kita kalau sampai King Lion tidak selamat maka lo juga tidak akan hidup didunia ini" kata Alen. No kali ini dia bukan Alen melainkan Zavier.


"Zav dia perempuan" kata Ali.


"Saya tidak peduli tuan, wanita ini sudah membuat hidup tuan Arshad semakin buruk" kata Zavier.


"Zav kembalilah, ini bukan saat yang tepat"

__ADS_1


Tin tin!


Klakson mobil terdengar, ternyata Lucas sudah sampai disana. Dengan membopong tubuh Rasya, Raska menatap Rasya dengan lekat. Sampai di mobil Raska menidurkan Rasya dibangku yang sudah diatur hingga bisa untuk tidur.


__ADS_2