RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
R 20


__ADS_3

Setelah drama ini itu. Rasya memutuskan untuk tidak kembali ke sekolah, dia nyaman disana karena bisa ngejek Devano dan dibela Della wkwk. Sedangkan sekolah masih kurang 4 jam lagi untuk pulang. The perfect lainnya masih disana dengan amat sangat kesal dan galau.


"Si Acha pergi kaga bilang bilang kaga ngajak juga emang dasar bos selalu main sendiri" gerutu Ali kesal.


"Acha udah bilang ke gue, emang gak boleh ikut kita karena dia juga harus ke Ryh group juga" jelas Arel yang memang hanya dia yang di pamiti Rasya.


"Oh, emang ada masalah di kantor sampe dia harus turun tangan? Biasanya dia betah tu di AL Corp" tanya Alen.


"Mungkin, gue gak dikasih tau juga atau emang dia lagi kangen Della gue juga gak tau kan" jawab Arel.


"Mana masih lama lagi pulangnya duh bosen banget gue" keluh Alen.


"Atap?" Tanya Arel.


"Tanyain babang Raden dulu lah"


"Terserah kalian lah, tapi gue ke kelas aja" kata Raden.


"Yaudah kalo gitu ntar ketemu di parkiran aja" kata Arel. Semuanya mengangguk setuju.


*


Rooftop. Tempat bolos bagi the perfect.


"Len lo inget Lucas ga?" Tanya Arel.


"Nah iya tuh gue juga mau tanya itu sama lo" sahut Ali.


"Emang napa?"


"Dia sekilas mirip kayak lo gak sih" tebak Arel.


"Emang gue bapaknya apa?" Arel berdecak kesal.


"Bukan itu maksud gue weh, barang kali dia adik lo secara namanya sama kan?"


"Itu gak bisa dijadiin bukti kalo Lucas itu adik gue"


"Iya juga si"

__ADS_1


"Bahas lain aja kali ya? Biarin itu urusan gue" kata Alen.


"Oh iya, gak nyangka gue Icha itu Queen Li haha cantik woilahhh dulu kan pernah ketemu sekali cuma pake topeng yekan?" Seru Ali.


"Lah bahas masalah topeng. Gue kemaren ngecek barang teroran itu disana ada topeng dari TB tapi yang biasa dipake Queen Ri" kata Arel.



"Masa sih? Apa mereka buat permusuhan sama kita? Dan Queen Li masuk di kita mau jalan dari belakang kita ? Wahh gak bisa dibiarin ini rel" ucap Alen tak terima ada musuh dalam selimut.


"Gue awalnya juga gitu tapi setelah gue pertimbangkan itu kayaknya jebakan deh" kata Arel.


"Acha udah tau?" Arel menggeleng.


"Sembunyiin dulu. Acha kan lagi deket sama Icha, gue gak mau liat Acha sakit hati lagi terus beku lagi tuh anak gak tega gue" kata Arel diangguki oleh Ali dan Alen.


"Iya sih, kok rumit ya?"


"Gak tau males"


"Gue cari tau dulu kalo gitu soal topeng Queen Ri, kalo topengnya disini berarti bisa jadi Dia ada di Indonesia mungkin" kata Ali.


"Iya dah, semoga hasilnya gak ngecewain. Kasian Acha kalo patah hati untuk kedua kalinya"


*


Senja menjadi saksi kedekatan dan tawa bahagia dari dua remaja yang sedang asyik bermain di tepi danau buatan milik Keluarga Alaric yang berada di dekat komplek Alric( Alaric & Maverick).


Mereka sedang asyik menikmati sore disana, bertukar cerita juga. Mereka adalah remaja beda sifat dan satu dunia. Siapa? Ya siapa lagi kalau bukan Rasya dan Isabelle ini.


Fb on:


Tadi waktu sepulang sekolah Icha ingin mencari ketenangan untuk pikirannya itu, tetapi Icha bingung harus kemana. Lalu Icha membelah jalanan dengan Motor Sportnya itu dengan tujuan tak menentu kemudian saat di perjalanan Icha tak sengaja bertemu dengan sosok Rasya ditepi jalan sedang bersama anak kecil, dan diapun menghampiri Rasya disana. Ternyata Rasya sedang sedekah kepada anak jalanan dan itu sudah menjadi rutinitas Rasya setiap hari. Saat ditanya mau kemana Icha menggeleng tetapi dia ingin sekali merasakan ketenangan, dengan ide cemerlang Rasya mengajak Icha ke suatu Danau buatan yang biasa Rasya kunjungi dan tempatnya tak jauh dari sana. Icha menyetujuinya dan meninggalkan motornya di tempat itu dan dia pergi bersama Rasya menggunakan mobil sport Rasya itu, masalah motor Icha sudah mengabari salah satu orang kepercayaannya untuk mengambil motornya di jalan Xb.


Fb off.


"Hahaha gue seneng bangett sampai kaku perut gue ketawa mulu" seru Icha sambil memegangi perutnya yang terasa keram.


"Udah udah, istirahat bentar sebentar lagi matahari tenggelam" kata Rasya.

__ADS_1


"Emm Cha, makasih ya lo udah bikin gue happy" ucap Icha sambil tersenyum kepada Rasya.


"Gue bakal lakuin apapun untuk lo Cha,karno lo memang perlu kebahagiaan walaupun kehidupan lo sudah sempurna" kata Rasya sambil menatap lurus ke arah matahari yang akan meninggalkan langit senja.


"Tapi kenapa lo tiba tiba jadi hangat gini? Padahal waktu pertama kali ketemu lo itu orangnya cuek banget dingin kek kutub" ledek Icha.


"Ada alasan kenapa gue seperti itu, tetapi lo datang di kehidupan gue yang berhasil buat hidup gue lebih berwarna" kata Rasya tulus.


"Yayaya, oh iya gimana kabar Bang Rafka? Apa udah sehat?" Rasya diam.


"Kak Rafka udah sadar, kondisinya sudah membaik tapi masih belum bisa jalan" ucap Rasya setelah lama berdiam. Icha mendeng itu jadi iba, dia merasa bersalah juga karenanya Rafka jadi seperti ini.


"Besok Minggu anter gue ke rumah lo ya? Mau jengukin bang Rafka, soalnya gue kangen samanya" Rasya tersenyum lalu mengangguk.


"Kakak juga katanya kangen sama lo" kata Rasya.


"Ya jelas lah gue kan berlian berharganya bang Raf" ucap Icha diakhiri tertawa.


"Gue mau tanya sesuatu sama lo"


"Silahkan" ucap Icha sambil tersenyum.


"Sedekat apa lo sama kakak gue?"


"Dekat banget, malah gue lebih dekat sama Bang Raf daripada 4 sahabat gue di Inggris karena Bang Raf dewasa banget jadi gue nyaman gitu kalo samanya" kata Icha.


"Lo tau kalo kakak gue punya Gangster sendiri?" Icha mengangguk.


"Apapun tentang bang Rafka gue tau, dan masalah gangster itu kata anak anak kita tiga besar, padahal gue tidak terlalu mengurusinya karena tujuan gue mendirikan gangster hanya untuk membasmi orang jahat saja" kata Icha.


"Gue setuju sih"


"Lo punya saudara lain selain Bang Rafka?" Tanya Icha.


"Gak ada, gue hanya dua bersaudara saja. Tapi kata om gue waktu itu gue sempat denger kalo gue punya kembaran, tapi gak tau juga karena sejak kecil gue merasa gue memiliki kakak yaitu kak Rafka" Icha manggut-manggut paham. Dia merasa kasihan sebenarnya dengan Rasya.


"Om lo benar Cha, lo punya kembaran dan kembaran lo ada di gue. Beruntung dia bertemu gue dan gue jaga sama keluarga besar gue jadi lo gak perlu khawatir gue akan kasih Kai diwaktu yang tepat" batin Icha sambil menatap Rasya dengan tatapan penuh arti.


"Lo masih betah atau kita pulang? Udah malem juga" tanya Rasya.

__ADS_1


"Yaudah yuk pulang lagian gue juga sudah lelah" kata Icha. Rasya mengangguk lalu berdiri disusul Icha dan mereka keluar dari tempat itu menuju mobil Rasya dan pulang, sebelum itu Rasya akan mengantar Icha pulang ke kediaman Narez di komplek Zoltan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2