
Di kediaman keluarga harmonis dan tidak pernah ada masalah besar, jika ada masalah pun mereka akan menyelesaikannya dengan baik tanpa ada rasa ingin terpecah belah.
Mansion megah milik Alaric Family ini sudah dikenal dengan kemewahannya, kebesarannya dan kecanggihan di dalamnya.
Sudah tidak asing lagi bagi mereka jika melihat kedua putra mereka saling bertengkar namun tidak lama dan hal itu adalah sebuah candaan saja tidak serius, bahkan tidak ada yang bisa melihat jika mereka benar benar perang dingin sekalipun selain mereka sendiri yang tau, sebab mereka pintar sekali menutupi itu semua.
Rumah dengan kehangatan keluarga membuat mereka tumbuh besar dan menjadi orang hebat. Seperti Rasya dan Rafka yang memang dibesarkan dengan kasih sayang walaupun didalam suka maupun duka, apalagi putra sulung mereka yang dulu sewaktu kecil sering sekali mendapatkan penglihatan buruk dimasa balitanya, yang entah musuh menyerang atau ayahnya sendiri membantai musuh.
Dalam keluarga ini tidak ada satupun yang bisa berbohong kecuali terdesak dan itu tidak lama bahkan gak sampai satu hari karena mereka diajarkan untuk tidak pernah berbohong sekalipun kepada siapapun dan jika berbohong maka tidak akan kuat sekali untuk menahan kebohongan itu akhirnya terungkap sendiri dari mulut sendiri atau melalui orang yang ia curhati.
"Bunda kenapa kelihatan sedih gitu? Ayah nyakitin bunda?" Tanya Rafka sambil menatap tajam ayah Angga.
"Lah kenapa ayah juga yang dibawa" kata Angga tak terima merasa jika dirinya dituduh.
"Bunda tidakpapa sayang, jadi kamu jangan khawatir oke" kata bunda Emilia sambil menatap putra sulungnya dengan tersenyum tulus.
"Jika ayah menyakiti bunda katakan saja pada Acha, pasti nanti Acha akan membalasnya" kata Rasya.
"Berani kamu sama ayah hem?"
"Kenapa tidak karena bunda nomer satu ayah nomer sekian wle"
"Benar itu yah, jadi kalau ayah menyakiti bunda kami gak akan segan untuk membalasnya" kata Rafka menimpali Rasya yang sedang menggoda ayahnya itu.
"Mana mungkin ayah berani menyakiti hati bundamu ini secara ayah kan cinta sekali sama bunda kalian, dan ayah gak pernah sekalipun melakukan tindakan kdrt terhadap bunda kalian jadi kalian tenang saja"
"Tetapi ingat kalau sampai bunda menangis karena Ayah maka Acha yang akan maju untuk balas ke ayah"
"Sudah sudah kenapa kalian jadi berdebat sih, apa kalian tidak bosen setiap hari berdebat terus" lerai bunda Emilia.
"Maaf bunda" kata kakak beradik itu kompak.
"Miif bindi" cibir ayah Angga menye dna berakhir mendapat pukulan dilengannya yang dilakukan oleh istrinya sendiri. Sedangkan Rasya san Rafka hanya bisa menahan tawanya saja.
"Kasian wle" ledek Rafka.
"Kalian ini ya" kata Angga dengan wajah garangnya, membuat ide jahit Rafka maju. Kini Rafka memeluk bundanya dengan sengaja.
"Heh apaan tu peluk peluk, jauh jauh sana hus" kata Angga, cemburuan sekali dia pdhal dengan anaknya sendiri lho ini.
"Anak sendiri di usir, bunda cari ayah yang baru saja ya jangan seperti ayah yang posesif, galak" kata Rafka yang sengaja ingin memancing kekesalan Angga saja.
"Rafka, bunda itu punya ayah jadi minggir dasar jomblo" cibir Angga pada anaknya yang diam mematung dengan segera Angga mengambil alih istrinya dan memeluknya posesif.
"Ck. Kena lagi gue" gumam Rafka kesal. Sedangkan Rasya sudah tertawa di bawah sana melihat wajah masam sang kakak.
"Kasian sekali kau ini kak" ledek Rasya.
"Acha, kau ternyata sama ya dengan ayah huh Rafka marah sama kalian" kata Rafka mendengus kesal kemudian ia beranjak ingin pergi dari ruang keluarga.
"Ck. Ngambekan kau ini kak" kata Rasya yang masih bercanda.
"Lihatlah putramu itu sayang seperti bocah saja ngambek segala" Rafka berbalik karena ledekan dari sang ayah.
__ADS_1
"Tau ah, jangan temuin Rafka lagi oke" kata Rafka yang benar benar pegi dari hadapan mereka, sambil sedikit menahan tawanya, ia yakin pasti akan ada sang adik yang akan merengek meminta maaf kepadanya.
"Ayah ishh tuh kan kakak marah" rengek Rasya sebal.
"Dih, heh bocah masih ingusan belaga jadi ketua gangster gak malu nah sama temenmu" ledek ayah Angga.
"Au ah, mau nyamperin kak Rafka sebelum ngambek sama Acha dih ogah" kata Rasya melenggang pergi ke kamar Rafka untuk meminta maaf.
"Sayang, apa kamu sudah mencari tau tentang saudara kembar Acha? Aku kangen sekali sama Raska , bagaimana dia sekarang masih hidup atau sudah hufttt" tak sanggup melanjutkan perkataannya bunda Mili menghela nafas berat.
"Aku sudah menemukannya sayang, jadi kamu jangan khawatir karena dia sekarang berada ditengah orang orang hebat" kata Angga menenangkan sang istri yang tengah gelisah karena memikirkan kejadian dulu yang membuatnya jauh dari salah satu anak mereka.
*
Disisi lain, dimana Rasya hang masih memcoba meminta maaf kepada sang kakak.
"Kak, maafin Acha" kata Rasya lirih sambil menunduk.
"Emangnya lo ada salah apa hingga lo meminta maaf kepada gue?" Kata Rafka yang sebenarnya tidak tahan dengan kelakuan sang adik.
"Kaakkkk ish maafin Acha ya" rengek Rasya kepada Rafka, dia sama sekali tak ingat kedudukannya seperti apa yang penting dapat maaf udah itu saja.
"Iya iya, jangan cengeng lu"
"Kakakkkkkkkkk" teriak manja Rasya membuat Rafka terkikik kecil saja kemudian merangkul bahu Rasya dari samping.
"Gue gak marah sama lo dek, hanya saja gue ngetes lo apa lo masih bersikap seperti ini setelah lo menyukai gadis Tionghoa itu hmm" kata Rafka.
"Apa sih kak, Acha gak ngerti sama pembicaraan kakak jadi sekarang lebih baik kita ke bawah saja" kata Rasya mengalihkan pembicaraan.
"Kenapa kakak tanya seperti itu, padahal aku sama dia hanya sebatas sahabat saja kak gak lebih" elak Rasya.
"Oh iya, pake aku kamu kak, apa kakak masih marah?" Imbuh Rasya mengoreksi kakaknya.
"Iya iya bocah, kakak gak marah cuma heran aja King Rallion kenapa tiba tiba manja gini ada apa hmm" kata Rafka sambil menatap adiknya itu.
"Tidak ada, aku hanya merindukan kakak saja sebab 1 Minggu kakak gak di rumah itu saja"
"Tetapi kita tinggal bersama tidak 1 tahun saja kan, kakak tau sifat kamu"
"Kak, siapa Liam?" Tanya Rasya membuat Rafka menyeringai.
" Orang yang lo habisi tadi? Hmm dia dulu sahabat gue sama Bella"
"Tapi kenapa kalian kayak benci samanya?"
"Karena dia duluan yang mulai, waktu itu Liam diam diam suka sama Bella dan Bella juga suka sama Liam singkat cerita mereka pacaran udah 1 tahun lebih lah mereka pacaran terus mereka putus karena Bella gak sengaja nangkep basah Liam yang tengah bersetubuh dengan wanita lain, dan akhirnya mereka putus dan buat Bella sakit hati sampai dia gak mau lagi buat buka hati, seiring berjalannya waktu Bella udah damai dengan hatinya tapi Liam datang lagi dengan alasan dia menyesal dan sampai sekarang dia terus mengganggu Bella" lata Rafka menjelaskan hubungan antara Icha dan Liam dulu.
"Apa Liam tau kalau Icha itu Queen Li?"
"Tidak, karena Bella gak sembarangan kasih tau privasinya sama orang sekalipun itu kekasihnya. Kecuali orang tua Bella karena dulu om Abi pun juga ketua mafia dan gangster dan berteman baik sama Ayah di gangster lo itu ya gitulah yang gue tau"
"Kak, kakak masih sayang kan sama Acha?" Kata Rasya tiba tiba.
__ADS_1
"Kenapa kamu ngomong seperti ini sih dek, yaa jelas jelas kakak sayang lah smaa kamu" jawab Rafka kesal karena pertanyaan ngawur dari sang adik.
"Tidak kak, secara kita kan udah dewasa mungkin kakak akan lebih cuek gitu sama Acha dan kakak fokus ke dunia kakak sendiri" kata Rasya sambil menunduk.
"Kakak ngerti dan paham, kita juga laki laki yang kalau dilihat sangat tidak wajar jika terlalu dekat dengan saudaranya tapi kakak gak akan menghilangkan itu semua karena kakak sayang sama kamu Cha, bahkan kalaupun kakak disuruh milih kamu apa dunia kakak juga kakak milih kamu"
"Mau peluk kakak tapi malu, Acha kangen waktu kecil kakak selalu meluk Acha 'pelukan buat jagaian Acha karena Acha adik kakak satu satunya' ih sebel" kata Rasya.
"Hahaha masih inget juga kamu ternyata"
"Tapi kakak belum puas kalau kamu manja gini gak ada maksud lain, jangan mencoba ngalihin pembicaraan karena kakak akan marah sama kamu dek" ancam Rafka.
"Acha beneran kangen aja sama kakak, bahkan Acha kesepian waktu itu dan hufttt" tampak helaan nafas panjang Rasya buat.
"Nah gak bisa boong kan sama kakak?" Kata Rafka.
"Kita tiga bersaudara" tiga kata dari Rasya membuat Rafka melotot kaget.
"Maksud kamu apasih dek?"
"Ya bener, kakak bukan punya satu adik tapi dua, dia kembaran Acha"
"Tau dari mana kamu"
"Gak sengaja denger ayah bicara sama uncle Dino" lirih Rasya sambil menunduk lesuh
"Siapa dia dek? Kenapa bisa terpisah sama kita?"
"Acha juga gak tau, makannya Acha gak mau kalau kakak gak sayang lagi sama Acha" Rafka menatap wajaj adiknya itu merasa kasihan dan cukup gemas.
"Kasih sayang kakak ke kamu gak pernah berkurang Cha, jadi jangan khawatir kalau kamu akan terbagi sama kembaran kamu, toh dia juga belum di jemput ayah kan"
"Iya, dan kakak sangat mengenalinya bahkan Kakak sudah menganggap dia adik sendiri dan kenyataannya juga dia adik kakak" ucap Rasya dengan wajah lesu.
"Kakak sangat kenal dengannya? Siapa cha jangan buat kakak bingung"
"Gak mau ntar kakak ninggalin Acha dan pergi kesana buat temuin dia Acha gak mau"
Bahkan interaksi mereka dapat dilihat dengan jelas di mata Angga yang tadi ingin memanggil mereka untuk makan malam pun ia urungkan karena melihat aduan Putra bungsunya terhadap putra sulungnya. Angga tersenyum melihat kedekatan keduanya dan tidak geli sedikitpun karena dia juga tau kalau tidak hanya saudara perempuan saja yang bisa manja dengan saudaranya bahkan lelaki pun bisa , seperti anaknya ini.
"Ekhem, apa kalian ingin bertemu dengan saudara kalian termasuk kau ( Rasya) saudara kembarmu?" Tanya Angga yang merusak suasana didalam.
"Ck ayah mengangetkan saja" kata Rasya berdecak sebal.
"Ayah tanya, jawablah kalau iya ayah akan segera membawa dia kemari dan dia sama sekali tidak marah dengan ayah untungnya karena dia sangat baik sekali walaupun sudah berpisah dengan ayah selama 15 tahun lamanya"
"Terserah bagaimana baiknya saja yah, Rafka hanya bisa menurut saja, kalaupun emang benar Rafka punya Adik dua itupun tidak jadi masalah yah"
"Acha juga gak masalah asal adil saja sama anaknya" terdengar ketus namun membuat Angga tersenyum, ternyata anaknya cukup baik juga dalam mengambil keputusan.
"Yasudah sekarang ke bawah sudah ditunggu bunda buat makan malam, besok saja merengeknya kepada kakakmu ini" kata Angga kemudian mendahului kedua putranya itu menuju ruang makan.
"Mau peluk kakak lagi boleh?" Pinta Rasya.
__ADS_1
"Boleh adikku sayang, tetap jadi manjanya kakak dan kakak selalu sayang sama kamu Acha bocah" kata Rafka sambil membalas pelukan Rasya dan menepuk punggung Rasya pelan 'semangat serta mengelus pucuk kepala Rasya ketika pelukannya sudah terlepas. Kini mereka akan turun ke bawah menuju ruang makan untuk makan malam bersama keluarga tercinta.