RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
R 28


__ADS_3

"maafin kakak ya" kata Rafka memohon.


Kini kedua kakak beradik itu sudah di kamar pribadi milik Rafka, mereka sedang membicarakan masalah mereka. Harus hari ini selesai, mereka ingat penuturan dari ayah dan bundanya tidak boleh bertengkar lebih dari satu hari karena kalian saudara dan masih satu rumah.


"Acha sebenarnya tidak marah, hanya kecewa saja sama kakak. Acha tau kakak bingung milih siapa antara Acha atau SA HA BAT kakak" kata Rasya sambil menekankan kata 'sahabat nya itu.


"Acha juga tau kok disini kakak gak bersalah sedikitpun, hanya saja kakak datang tadi diwaktu yang gak tepat" kata Rasya, Rafka menautkan alisnya tak mengerti dan meminta penjelasan.


"Maksud kamu apa?"


"Lupakan saja, Acha gak mau jadi Acha yang manja lagi, Acha ngerti pasti kakak juga capek selalu saja mengurusi Acha dan ketika Acha manja sama kakak pasti kakak repot karena Acha" diam sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya.


"Jangan berbicara seperti itu Cha bahkan kakak tidak merasa keberatan sekalipun, justru merasa senang kalau kita dekat Cha, jangan menjauh ya?" Mohon Rafka pada sang adik.


"Acha sadar kak, Acha udah besar dan juga punya tanggung jawab besar juga di kantor sama BW, jadi Acha gak mau seolah Acha ini ada dua, dan keputusan Acha udah bulet Acha mau berubah jadi Acha yang dikenal banyak orang bukan Acha ketika di rumah karena itu sangat merepotkan semua orang bukan?" Rafka menggeleng cepat.


"Tidak Cha kamu gak ngrepotin, siapa yang bilang kalo kamu ngrepotin hmm?"


"Tidak kak, tidak ada yang bilang hanya menurut Acha saja"

__ADS_1


"No Cha. Jadi Acha yang kemarin ya? Please" Pinta Rafka memohon, wajah melas serta puppy eyes Rafka menatap sang adik, Rasya menghela nafas panjang. Kalau begini bisa runtuh pertahanan seorang Rasya!


"Kaaaakkkkk jangan nyebelin " rengek Rasya membuat Rafka tertawa renyah. Berhasil kan!


"Ulang ulang" kata Rafka.


"Ulang apanya" ketus Rasya.


"Kata kata kamu tadi" Rasya cengengesan tidak jelas.


"Maaf kak"


"Kak, menurut kakak Acha harus gimana? Perjuangin cinta Acha atau menjauh? Jujur kak Acha sakit denger ucapan Li tadi rasanya sama persis kayak dulu, Cindy juga pernah bilang gitu" kata Rasya meminta saran dari sang kakak.


"Beneran kamu suka sama Bella?" Rasya mengedikkan bahunya dan menggeleng.


"Kalau saran kakak perjuangin aja, tapi kakak gak maksa kamu kok"


"Tapi Acha udah terlanjur sakit hati, apalagi pas tangan kecil itu nyentuh wajah Acha, Acha gak suka" kata Rasya sambil menunduk bak anak kecil.

__ADS_1


"Ditampar maksud kamu?" Nada sedikit tinggi Rafka keluarkan kaget mendengar pengakuan sang adik. Rasya yang dikenal tak tersentuh oleh perempuan, dan tidak pernah di bentak ketika dia benar benar tidak salah, Rasya tidak pernah suka hal itu. Kecuali hanya dengan musuh Rasya bersikap kejam dan sadis karena memang itu sifat aslinya, hanya saja berubah ketika sudah di wilayah Alaric.


Takut kejadian dulu terulang lagi, dimana Rasya yang sakit hati karena mantan pacarnya dulu, Rasya sering sekali pulang larut malam, bahkan akan lebih kejam ketika menyiksa tawanan dan sadis ketika ada yang mengusiknya sedikit saja, lebih parahnya dia bahkan tak segan untuk berbuat kasar terhadap perempuan yang menggodanya atau mengganggu ketenangannya, Trauma? Bisa dibilang seperti itu.


Dulu, sebelum Rasya menjadi seseorang yang dingin dan kejam dia adalah Rasya yang periang dan hangat, bahkan bisa dikatakan bucin untuk cinta pertamanya. Rasya selalu memperjuangkan cintanya terhadap perempuan bernama ' Cindy itu yang ternyata diakhir kenyataan kekasihnya berselingkuh dibelakangnya itu yang membuat Rasya tidak percaya dengan namanya cinta lagi, bahkan di awal Rasya mengenal cinta ia sudah di suguhkan dengan perpisahan yang begitu tidak diinginkan oleh siapapun termasuk dia.


"Apa lo akan membenci Bella?" Tanya Rafka ragu.


"Gak tau, otak gue nyuruh gue maju tapi hati gue mengatakan tidak, Acha bingung kak" Rafka mengerti perasaan adiknya ini, dengan inisiatif ia merangkul pundak Rasya.


"Semangat terus, jangan bikin rasa yang dulu hadir di diri lo mungkin tidak sekarang seiring berjalannya waktu pasti kamu bakal bisa nerima semua ini. Kakak yakin kalian itu berjodoh" kata Rafka.


"Kalaupun iya Acha hanya bisa berharap saja, karena bagaimanapun Acha sama Li masih baru kenal dan aku saja yang terlalu gampang tertarik hingga mencintai dalam diam" kata Rasya.


"Nanti kakak bantu ya?" Rasya tersenyum menatap sang kakak. Dia senang rasanya saat ini.


"Thanks kak" Rafka mengangguk.


"Acha mau istirahat ya? Makasih susunya yang kemanisan ini" kata Rasya sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Hehe maafin terlalu bersemangat tadi" Ucap Rafka cengengesan.


__ADS_2