RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
R 66


__ADS_3

Cahaya rembulan bersinar di malam hari dimana seorang Rasya yang tengah menatap indahnya malam dari balkon kamarnya.


"Kenapa Li kayak ngejauhi gue si, padahal gue tadi mau ngasi surprise" monolog Rasya.


Ia berfikir, karena sedari makan malam tatapan Icha sangat berbeda. Yang biasanya menyapa kali ini tidak, didekati malah menjauh. Ada yang aneh dengan kekasihnya ini. Rasya harus bicara!


"Kira kira Li udah tidur apa belum ya" pikirnya.


Saat hendak masuk ke kamarnya lagi, sekilas ia melihat perempuan yang sedang berdiam diri, seorang diri di taman belakang. Ia menyerit dan bertanya siapa dia setelah dilihat lebih jelas ternyata sang kekasih, Icha.


Rasya berniat menghampirinya dan bertanya kenapa sifatnya berbeda hari ini.


*


"Apa benar Acha selingkuh" gumam Icha dengan wajah sendu menatap pemandangan kota dan lampu malam.


"Gue harus percaya sama siapa"


"Gue benci pikiran ini Cha" kata Icha.


"Kenapa harus benci sama aku?" Tanya Rasya yang sudah dibelakang Icha. Icha menoleh lalu segera menghapus air mata yang mendadak menetes.


"Kenapa hmm?" Tak menjawab malah memalingkan wajahnya.


"Kamu kenapa berubah Li, apa aku ada salah"


"Li"


"Sayang"


"By"


"Icha"


"Mi amor"


"Isabelle Siena Navarez Zoe" suara Raysa sedikit meninggi.


"Apa aku ada salah"


"Ada"


"Apa"


"Bagus sih, dramanya ngambek keluar kota eh taunya opo pulang bawa cewek, emang brengsek semua laki sama aja" kata Icha menatap Rasya sinis.


"Maksud kamu?"


"Gausah pura pura bego tuan Rallion, ngaku aja kalau lo itu selingkuh" kembali, Rasya cengo dibuatnya.


"Apasih by"


"Gausah ba bi ba bi bulshit" ketus Icha hendak pergi namun ditahan oleh Rasya .


"Jelasin samaku, kamu kenapa"


"Apa yang perlu dijelasin hah, kita putus" cekalan Rasya terlepas dengan cepat ia menggeleng lalu berdiri menghadap Icha.


"Aku gak mau"


"Gak mau apa, mau punya pacar dua? Iya? Ck. Gak sudi"


"Tapi aku gak ada selingkuh Li"


"Helleh, maling mana ada yang ngaku"


"Li"


"Siapa orang yang udah bilang sama kamu kayak gini hah"

__ADS_1


"Tanya aja sama selingkuhan kamu"


"Oh iya satu lagi, KITA PU TUS" tekan Icha di kata 'PUTUS.


"Aku gak mau"


"Lepas Cha lepas gue gak mau liat muka lo lagi"


"Lepassss Rasyaa"


Rasya melepas tangan Icha dengan tubuh bergetar. Dia tak mau kejadian ini , dia tak suka. Siapa yang udah berani merusak hubungannya, Rasya harus memberinya perhitungan.


"Arrhhhhhh" frustasi Rasya menendang bangku di taman itu.


"Black World" pekik Rasya ketika di lantai tiga, tempat dimana anggota the perfect istirahat.


^_________^


"Ck. Apa sih teriak teriak gini" keluh Alen yang tidurnya terganggu.


^_________^


"Apasih ganggu orang mimpi aja" decak Arel. Disampingnya ada Bianca, seperti biasa dia menjadi teman tidurnya Arel.


"Siapa itu rel" tanya Bianca yang juga terbangun.


"Gak tau, tapi kayaknya Acha" kaya Arel dengan suara serak khas bangun tidur.


"Kayaknya marah gitu gak sih"


"Seperti yang kamu dengar Bi" kata Arel.


"Aku takut"


"Kamu yang tenang ya, sekarang lanjut tidur udah malem juga" Bianca mengangguk lalu menidurkan dirinya. Arel sejenak mengecup kening Bianca sebelum keluar dari kamarnya.


^_________^


^_________^


"Si Acha kenapa tuh" monolong Raden yang memang belum tidur karena ada pekerjaan dari Ryh Group untuknya.


*


The perfect keluar satu persatu, pemandangan pertama yang mereka lihat adalah wajah yang penuh amarah di diri Rasya.


"Apa apaan ini ha" kata Arel mengucek matanya yang masih berat.


"Kumpul atau kalian yang gue habisin" kata Rasya dingin.


Mereka baris rapat di depann Rasya.


"Cari tahu siapa yang udah berani ngehasut Li hingga akhirnya dia minta putus sama gue" kata Rasya.


"Emangnya kenapa Cha" kata Raden.


"Cari tahu bukan bertanya Delion" kata Rasya.


"Lo kenapa" tanya Alen.


"Kita terima peperangan yang dibuat RD sekalian lo Ellion ngehabisi King RD" kata Rasya tersenyum miring.


"Kenapa tiba tiba menyerang Cha" tanya Ali.


"Diam dan turuti atau lo yang bakal gue habisi" kata Rasya.


"Apa hubungannya sama Queen Cha" tanya Raden.


"Tidak ada"

__ADS_1


"Terus?"


"Hanya ingin pelampiasan saja"


"Gue takut nih kalau Rallion marah pasti imbasnya ke dirinya sendiri" batin Arel khawatir. Dia teringat masalalu Rasya karena cewek.


"Sekarang kita berlatih di belakang, kalau ada yang mengeluh gue tembak sekarang juga" kata Rasya lalu berbalik arah dan mendului yang lainnya menuju halaman belakang villa itu.


Saat sudah di lantai dasar dirinya melihat Icha yang tengah duduk bersama Lyli dan Grace di ruang tamu. Rasya hanya melirik sekilas lalu melanjutkan jalannya tanpa menyapa. Dengan auranya dingin dapat dirasakan oleh mereka bertiga, hingga mereka saling pandang dan bergidik ngeri.


Hilang sudah Rasya dari pandangan mereka lalu disusul dengan empat anggota lainnya.


^_________^


"Gue aja yang bicara sama Icha kalian ke Rasya ntar gue nyusul" kata Arel diangguki oleh semuanya.


^_________^


"Hai guys" sapa Grace pada empat pria tampan itu. Tak ada yang menjawab mereka bertiga begitu saja melewati tiga perempuan itu, Arel sudah berada di depan Icha dengan besikap dada.


"Mereka kenapa" gumam Lyli.


"Siapa yang udah ngehasut lo " tanya Arel pada Icha.


"Siapa apanya"


"Siapa yang berani ngehasut lo sampe nuduh Rallion selingkuh" tanya Arel.


"Gue gak tau"


"Siapa" sentak Arel.


"Gue gak paham maksud lo"


"Lo yang berbuat kita semua yang kena imbasnya, cewe macam apa lo" kata Arel.


"Maksud anda apa ya tuan Ellion?" Tanya Grace.


"Saya hanya berbicara dengan Queen Liger tidak dengan kalian"


"Maksud lo apasih Rel"


"Siapa yang udah ngehasut lo Isabelle" nada dari Arel terdengar pelan namun penuh penekanan tak lupa dengan wajah yang datar.


"Gue gak tau namanya"


"Kapan dia bertemu sama lo"


"Selesai makan malam"


"Apa dia anak kelas kita" Icha menggeleng.


"Siapa"


"SIAPA QUEEN" Sarkas Arel dengan rahang mengeras.


"Gue gak tau namanya, tadi dia hanya bilang sama gue kalau dia ada di lantai dua"


"Perempuan?" Icha mengangguk.


"Ck. Bisa bisanya buat ulah tuh marmut" decak Arel.


"Sorry gue udah bentak lo, gue gak bermaksud. Hanya saja sekarang Rasya diluar kendali" kata Arel.


"Lo salah paham sama dia, dia gak ada selingkuh dan yang lo maksud adalah Nana, sepupu Rasya" Icha terdiam. Ada rasa bersalah menyelimuti hatinya.


"G-gue harus ketemu Acha rel" kata Icha yang bibirnya bergetar.


"Jangan sekarang, dia lagi ngamuk"

__ADS_1


"Tapi-


"Jangan Cha" Icha menurut saja, dia diam dengan menahan air matanya.


__ADS_2