RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
R 46


__ADS_3

Disini dimana matahari turun dan menandakan petang akan tiba, untuk meluruskan masalah sahabatnya Rasya membawa the perfect serta girls squad mendatangi A'Caffe, salah satu Caffe milik Rasya yang baru saja dibangun.


"Sebenarnya lo ada masalah apa sama cewek lo?" Tanya Rasya pada Raden.


"Gak ada apa apa gue baik baik aja" jawab Raden.


"Kalo baik baik aja kenapa sampe Icha tadi nampar lo" sahut Alen.


"Lo kalo kayak gini bukan Raden yang gue kenal " timpal Arel.


"Lo kalo ada masalah sama kita lebih baik lo cerita jangan di pendem sendiri dan sekarang apa kita gk tau siapa yang salah siapa yang benar" kata Ali.


"Bener tuh kata Ali, lo kalo kayak gini terus bisa bisa lo stres sendiri" kata Amel.


"Raden selingkuh" kata Icha tiba tiba..


"APAHH" Pekik semuanya.


"Yang bener den? Sya?" Salsya mengangguk dengan kepala yang terus menunduk.


"Tapi itu semua fitnahh gue gak ada selingkuh apalagi tidur sama perempuan lain" kata Raden mantap.


"Tapi kata Icha...


"Sal, please percaya sama aku ya? Please Sal ini semua gak bener kamu salah paham" kata Raden pada Salsya dengan wajah memohon.


"Tapi aku liat sendiri kalo kamu pelukan sama cewek itu dan jelas disitu kamu selingkuh Raden" kata Salsya dengan isakannya, ia menyandarkan kepalanya di bahu Thea.


"Arhhhh bodoh anj kenapa bisa jadi gini sih" kata Raden frustasi.


"Lo yakin kalo lo beneran gak selingkuh?" Tanya Alen.


"Kalo lo beneran kyk yang diomongi Icha tadi gue hajar lo" ancam Arel.


"Bener guys, Swear dah gue gak ada selingkuh gue udah sayang banget sama Salsya" kata Raden.


"Kalo sayang yang kemarin itu apa hah, dipegang mau aja di peluk di cium dan lo diam aja brengsek lo" kata Salsya ngegas tetap dengan air mata yang mengalir.


"Please yank, percaya samaku ini gak benar" kata Raden.


"No Raden, gak ada sayang sayang kita putus"


Deg.


Raden POV.


"Sya aku gak mau sya aku mohon" kata gue sambil memohon di bawah kaki Salsya tetapi ditepis oleh Salsya.


"Pergi den gue gak mau lagi liat lo, kita udah gak ada hubungan apapun" gue menggeleng cepat. Gak mungkin gue mau putus sama cinta pertama gue gak gak mungkin!


"Sya, aku mohon. Aku bakal cari bukti kalo ini memang murni salah paham aku mohon sya jangan tinggalin aku" kata gue dengan melas, gue bener bener gak selinguh!


"dia itu sepupu aku yank"


"No Raden no, lebih baik kita putus. Gue kecewa sama lo"

__ADS_1


"Sya" kata gue dengan lirih menatap nanar Salsya yang menangis itu gue gak tega.


Sial, gue gak bisa hidup tanpa Salsya.


"Sya?"


"Den udah sini lo" kata Alen.


End POV.


Salsya terus menangis dipelukan Thea, dan dia meminta pulang lalu diantar oleh Salah anak buah Rasya.


"Lo beneran ga selingkuh kan?" Kata Arel memastikan.


"Tapi kenapa Salsya bilang ke gue kayak gitu tadi" kata Icha.


"Sumpah demi apapun gue gak ada selingkuh, dan kemarin pun gue gak keluar sama siapapun kecuali sama Adel sama Bimo dan itupun bahas masalah perusahaan"


"Atau jangan jangan?


"Itu Adel sekertaris Acha?" Raden mengangguk.


"Siapa lagi kalo bukan Dia?"


"Jangan jangan bener lagi, lo dijebak dan fitnah lo seakan lo selingkuh sama Adel waktu lo berduaan sama Adel, kita semua tahu kan sedekat apa Raden sama Adel mereka kan sepupuan?" Kata Alen.


"Nah bisa jadi, tapi siapa ya yang njebak lo?"


"Gue gak tau gue pusing, Salsya udah gak percaya sama gue terus gue harus gimana"


"Yang benar lo Cha" Rasya mengangguk.


"Wih gercep juga tuh Vano" decak Ali.


"Shh arhh" ringis Rasya tiba tiba.


"Lo kenapa Cha" kata Arel.


"Biasalah" kata Rasya lirih sambil kesakitan.


"Inget gak guys?" Kata Ali.


"RASKA/KAI?" Pekik Icha dan the perfect barengan.


"Kenapa sama Raska" tanya Thea.


"Nanti gue jelasin sekarang lo semua cari tahu dimana Kai berada oke"


"Sial, kenapa gue bisa lupa sih, kalo gue kayaj gini tandanya Aska terluka arhh mana sakit banget lagi" batin Rasya menggeram.


"Astagaa Kaii" pekik Icha.


"Kenapa Cha?"


"Kan setiap 'sahabat gue ada Cincin kalung yang gue kasih dan itu sudah ada gps serta cctv kecil dan sekarang Kai ada di jl J" kata Icha panik.

__ADS_1


"What, Jalan itukan jalanan sepi kenapa bisa Raska disana?" Kata Amel.


"Kita kesana cepat" perintah Rasya, mereka semua pun menghampiri lokasi itu dengan terburu buru.


Icha satu mobil dengan Rasya juga Alen memakai mobil Icha, Ali ada di mobil Amel serta Thea dan Raden, Arel bersama Ara.


Beberapa menit mereka akhirnya sampai di lokasi tujuan, benar dugaan mereka kalau Raska sedang dalam bahaya, dia dikeroyok masa oleh geng motor musuh yang jumlahnya banyak sedangkan Raska seorang diri.


"Cha lo mau kemana?" Kata Rasya mencekal saat Icha mau keluar.


"Mau nolongin Kai lah" kata Icha.


"Lo lupa, disini ada sahabat lo dan lo kan disini nyamar,pake jubah lo" kata Rasya.


"Oh iya ya, terus gue keluar gimana dong sama aja ketahuan"


"Gue nanti nyuruh Raden buat bawa sahabat lo pergi dari sini" kata Rasya diangguki oleh Icha, kemudian Rasya dan Alen pun keluar sedangkan Icha bersiap memakai jubah tak lupa topengnya dengan alat alat yang dibutuhkan ia ambil dari jok mobil.


"Let's play the game" kata Icha bersmirk.


"Pengecut lo 1 vs sekampung" teriak Icha yang sudah turun dari mobil. Oh yaa Thea, Amel dan Ara sudha dibawa Raden menjauh dari lokasi atas perintah Rasya.


"Siapa lo berani ngehentiin kita hah" kata Orang itu yang diketahui si ketua geng itu.


"Lo yang siapa beraninya ngeroyok anggota gue" sentak Icha.


"Queen " lirih Raska yang yang berusaha berdiri namun segera di jegal oleh salah satu anak buah geng motor itu.


"Sialan lo" sarkas Rasya reflek melihat sang kembaran diperlakukan seperti itu.


"Ada masalah apa lo sama dia hah" kata Alen.


"Kita gak ada masalah sama dia tapi kita ada masalah sama bosnya karena udah berani ngebunuh bos kita" kata ketua itu.


"Siapa ketua lo" tanya Icha.


"Gue gak ada urusan sama lo gadis cilik" Icha tersenyum miring.


"Lo nyari gue tapi lo gak ngenali gue cihh bodoh " orang itu nampak kaget tak lama mereka tertawa.


Diam diam Ali dan Rasya membantu Raska keluar dari gerombolan mereka dengan keadaan yang sudah babak belur.


"Are you oke twins?" Raska mengangguk.


"Cha, kasih ini ke Queen dia lupa pake" kata Raska memberikan cincin bunga emas pada Rasya.


"Oke, tapi lo tetap disini ya?"


"Gue tetap disini dan kasih sinyal ke yang lain biar mereka bantu kalian, gak mungkin mereka banyak sedangkan kalian hanya berlima" Rasya mengangguk.


"Terserah lo"


"Hati hati Cha"


__ADS_1


__ADS_2