
Disinilah letak inti acara, mc yang disewa Rasya sudah di atas panggung untuk menyapa dan memulai acara.
"Oke semua langsung saja kita mulai acara dansa ini dengan iringan musik dari WekanBand, dan dansa kali ini dengan pasangan masing masing kalo jomblo ya terima nasib haha bercanda jomblo" seru Mc.
"Sialan si MC" dengus Ali kesal.
"Lah bukannya lo ada Mila?" Kata Alen.
"Dah putus"
"Lah kapan?"
"Dah lama"
"Kenapa"
"Karena dia tau gue pernah gila- ups" Alen menoleh ke arah Ali dengan tatapan menyelidik.
"Gila? Maksud lo apaan Li" tanya Alen.
"Gak ada, gue terlalu bucin dia gak suka yaudah putus" elak Ali.
"Alasan yang tidak masuk akal" Alen tau ada yang disembunyikan dari temannya in tapi dia diam saja dan mencari tau sendiri sedangkan Rasya yang tadi mendengarkan obrolan mereka berdua kini semakin yakin jika ada sesuatu yang ditutupi oleh sahabatnya itu.
"Oke guys, kita mulaii sekarang musikkkkk" MC memimpin.
Mereka tampak senang dan happy, beberapa dari mereka mengikuti dansa besama pasangan ada juga yang tetap duduk karena tidak ada pasangan berbeda dengan the perfect dna girl squad yang ribut dengan siapa mereka akan berpasangan. Jelas kalau sekarang Raden akan bersama dengan Salsya, Alen dan Thea, Gilang dan mbak Rina, Devano dan Della sedangkan yang lainnya masih sibuk siapa yang akan jadi pasangan mereka masing masing.
*
"Udah sono sama si Ara kasian linglung dia" kata Alen.
"Gak ah sama yang lain aja" kata Ali menolak.
"Lah napa lo, takut gamon lo?" Sahut Amel.
"Kaga"
"Yodah si sama Ara aja emang mau sama siapa lagi? Thea? Mau di cincang pawangnya lo" kata Amel sedikit sewot.
"Sama lo aja deh" kata Ali pada Amel.
"Ogah ah, lo sama Ara aja sono"
"Udahlah mel kalo kaga mau gausah dipaksa" kata Ara menengahi.
"Ya trus lo sama siapa?"
"Gak ikut deh gue lagian juga gak mood" kata Ara lesuh.
"Plis Ra jangan gini, gue gak tega tapi gue masih inget dulu" batin Ali menatap Ara dengan tatapan tak tega.
"Yaudah, yuk Ra sama gue?" Kata Ali. Ara mengangguk singkat.
"Dari tadi kek"
"Terpaksa" tekan Ali.
"Terus lo sama siapa?" Tanya Thea.
"Sama yang belum aja sih" kata Amel santai.
__ADS_1
"Makannya sama gue aja mel, ngeyel lu" kata Ali.
"Lah lo kan udah ada Ara gimana sih"
"Lo yang maksa anj" kesal Ali.
"Kalo lo terpaksa gue bisa sama yang lain kok Al" kata Ara sambil tersenyum.
"Ara sama gue aja gimana?" Tawar Galang.
"Boleh bang, gue juga gak maksa keadaan si gue sama lo aja deh, maaf ya Al, mel" kemudian Ara menghampiri Galang.
"Lo sama gue Mel" kata Arel.
"Boleh"
"Tinggal Acha,bang Rafka , Ali sama Icha neh siapa yang mau?" Kata Amel.
"Bang Raf lo sama gue ya" pinta Icha.
Rafka bingung, antara menyetujui atau tidak dia tak mau mengecewakan kedua pihak, Acha yang cemburu dan Icha yang kecewa. Rafka menoleh ke sang adik terlihat Rasya mengangguk tanda 'mengijinkan lalu Rafka mengangguki permintaan Icha.
"Lo berdua disini hiyu?" Tanya Amel.
"Iya" jawab mereka berdua.
Kemudian mereka pun bersama pasangan masing masing ke tengah untuk menikmati musik dan berdansa bersama. Sedangkan dimeja masih ada Ali dan Rasya yang tetap duduk di kursi masing masing dengan pikiran masing-masing.
"Sshhh arhh" rintih Ali tiba tiba.
"Heh Al lo kenapa" kata Rasya panik.
"G-gue gak-gakpapa g-gue gakpapa lo pergi Cha pergi" kata Ali yang masih memegangi kepalanya yang terasa pusing itu.
"Perhi Cha pergi gue gakpapa gue bisa"
"Tapi lo kesakitan Al"
Tanpa ba-bi-bu Rasya memapah Ali ke tempat yang lebih sepi lebih tepatnya Rasya membawa ke ruangan pribadinya kebetulan ada di lantai 10.
"Al lo kenapa"
Rasya terkejut melihat Ali yang semakin histeris berteriakk dan menjambak rambutnya dengan wajah yang memerah, Rasya semakin dibuat bingung oleh keadaan namun bukan Rasya kalo tidak ada ide dan otak berjalan dengan cepat. Dengan cepat Rasya mengambil sebuah obat penenang untuk Ali ya mungkin bisa menenagkan Ali walaupun Rasya belun tau penyebab Ali seperti ini karena apa.
Setelah Ali meminum obat yang diberikan Rasya kini Ali kembali tenang seperti semula, dan suasana tegang ada diantara mereka. Obat yang diberikan Rasya adalah obat penenang( obat depresi) dan ketika diberikan Ali seketika Ali mengambilnya dan meminumnya lalu Ali tidak bertingkah seperti tadi, ada yang aneh! Pikir Rasya.
"Makasih Cha" kata Ali.
"Buat?" Tanya Rasya untuk memastikan tebakannya itu benar atau salah.
"Obatn-" Ali tersadar, dia menutup mulutnya dan merutuki kebodohannya sendiri.
"Jadi?" Tanya Rasya dengan alis terangkat satu tanda mengintrogasi.
"G-gue gakpapa, lo salah denger"
"Salah denger bagian mana? Lo gak ngomong apa apa?"
"Ya-yayaa lo salah denger" Rasya menyeringai.
"Cerita aja sama gue atau lo akan semakin tersiksa"
__ADS_1
"Cerita apa Cha" kata Ali yang masih berusaha mengelak.
"Lo sebenarnya sakit kan?"
"Sakit?"
"Ck. Udahlah Al gue udah tau"
"Tau apa sih Cha gue gakpapa gak sakit"
"Gue tau karena obat yang lo minum itu obat depresi asal lo tau" kata Rasya sambil tersenyum miring.
"G-gue
"Lo depresi?" Ali mengangguk pelan.
"Karena?" Ali diam, tidak mungkin dong dia cerita? Dia malu dan takut di jauhi semua sahabatnya karena dia pernah gila dia takut itu.
"Gak gak mau, gue gak mau cerita gue gak mau kehilangan sahabat gue cukup gue ditinggal sama Mila jangan kalian" kata Ali sambil berdiri dan beberapa langkah mundur.
"Al Al Ali gue gak akan ninggalin lo. Lo sahabat gue lo udah gue anggep saudara gue jangan berpikir seperti itu paham?" Ali mengangguk.
"Iya Cha gue depresi gue gila gua kehilangan akal karena perempuan hahaha gila kan? Gue gila Cha gue gila" akhir pada akhirnya Ali melampiaskan unek-uneknya saat ini, dengan lantang dia jujur dengan keadaannya.
"Waktu lo cuti?" Ali mengangguk.
"Kenapa? Lo mau ngejauh juga sama seperti Mila? Silahkan Cha jangan berteman sama orang gila malu maluin" kata Ali.
"Engga Al hey, gue gak bakal jauh dari lo, sekarang duduk dulu ya tenangin diri lo cerita sama gue" kata Rasya.
"Kenapa sampai bisa lo seperti ini Al" tanya Rasya.
"Gue seperti ini karena seseorang yang telah berani berkhianat sama gue, dari situ gue udah gak percaya lagi sama perempuan yang udah buat gue gila, gue udah tulus cinta dan sayang sama dia tapi apa? Kurang apa gur Cha? Dia selingkuh sama temen gue sendiri asal lo tau, gue bener bener hilang akal saat itu karena cewek gue sampai seperti ini dan akhirnya gue ketemu Mila dia salah satu cewek yang udah bikin gue buat percaya kalau perempuan gak semuanya kayak gitu dan pada akhirnya saat Mila tau gue pernah depresi dan gila dia ninggalin gue gitu aja dan sekarang apa? Gue harus apa? Perempuan mana lagi yang gue bisa percayai? Hah perempuan mana Cha" kata Ali memaparkan tentang awal mula sakitnya.
"Gue ngerti Al, emang bener gak semua perempuan seperti itu, tapi percayalah pasti bakal ada perempuan yang bener bener mau nerima keadaan lo apa adanya yang mau berusaha bareng berjuang bareng terutama buat kesembuhan lo, gue yakin lo pasti sembuh"
"Makasih Cha"
"Gue emang bukan penyaran yang baik, tapi gue cuma mau kasih lo pengertian biar gak menilai perempuan diluar sana sama seperti mantan lo itu"
"Dan satu? Siapa yang buat lo jadi seperti ini?"
"Ara?" Ali mengangguk.
"Sial" umpat Rasya.
"Apa depresi lo kambuh ketika lo dekat samanya atau memikirkan tentangnya(Ara)?" Ali mengangguk.
"Ya lo jangan mikirin dia, jangan buat diri lo tersiksa seperti ini"
"Tapi gue sayang sama dia Cha,gue gak bisa lupain dia, Ara selalu ada di pikiran gue di hati gue"
"Apa lo sudah coba buat omongin baik baik sama Ara?"
"Hati gue terlalu sakit buat bicara sama dia Cha"
"Maka dari itu lo tadi gak mau samanya?" Ali mengangguk.
"Menurut gue sih, lo bicara sama Ara mungkin lo bisa ngeluarin isi hati lo dan besar kemungkinan Ara bisa bantu lo untuk sembuh. Gue yakin tapi balik lagi sama lo nya mau apa nggak gue gak maksa"
"Makasih Cha sarannya, gue pertimbangin"
__ADS_1
"Yaudah sekarang kita balik kesana takut yang lainnya nyariin"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...