RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
R 33


__ADS_3

Kita lupakan Raden yang keciduk, dan beralih ke acara saja, biar seru.


Oke, acara hanya biasa saja yang luar biasa nanti malam. Siang ini bagian penting dari ulang tahun sekolah adalah pergantian pemilik sekolah jadi tidak ada yang menarik kecuali siswa siswi yang akan tampil di panggung nanti.


Sudah jam 09.00 semua murid dari kelas sepuluh hingga kelas duabelas sudah siap berbaris sesuai urutan kelasnya. Merekaa semua tampak tidak sabaran dengan acara demi acara.


"Oke guyss, selamat pagi dan salam sejahtera dari kita untuk kalian semua, saya perwakilan dari osis yang akan menjadi pembawa acara di acara kali ini dan perkenalkan nama saya Dinda" kata Dinda membuka acara HUT AL ini.


"Dan saya ditemani oleh wakasis kalian nih kak Arkan" mereka bersorak gembira.


"Hai guys, wih pada cantik cantik dan ganteng ganteng mau pada ngapain si?" Kata Arkan basa basi.


"Mau demo" teriak salah siswi dari kelas 10.


"Asal nyletuk ya ternyata dia" kata Arkan sambil tersenyum.


"Gausah basa basi langsung ke acara panas neh lama lama" protes gadis yang sama.


"Sabar sayang, mau kemana si hm" semua terkejut, dan gadis itupun tampak malu-malu.


Oke lupakan!


"Hiyakkk guys, kita lanjutkan acara pertama yaitu sambutan dari kepala sekolah untuk membuka acara pada hari ini dan dilanjut sambutan pemilik sekolah untuk acara potong kue dan tumpeng" kata Dinda.


Kini nampak kepala sekolah naik ke atas panggung untuk menyapa seluruh anak didiknya dan membuka acara yang diselenggarakan ini.


"Oke semuanya, saya gak mau basa basi lagi biar gak di protes" sindir Sam, yang merasa tersindir terutama gadis kelas 10 itu hanya tersenyum kikuk mendengarnya.


"Disini saya, selaku kepala sekolah kalian yang teramat sangat baik sekali ini ingin mengucapkan selamat ulang tahun SMA Alric yang ke 85 tahun, dan terimakasih untuk kalian yang berpartisipasi hadir dalam acara ini dan bla bla bla...." Sam ( kepsek) melanjutkan pidatonya.


(Gamau nerusin pidato Sam karena bingung kata katanya cemana jadinya bla bla bla saja😭)


"Ck. Narsis sekali Sam ini" decak sebal Dino yang melihat kenarsisan sahabatnya itu.


"Biarlah yang penting dia seneng, kasian dia mana jomblo" ujar Angga dan Dino menatap Angga sengit.


"Apa lo natap gue kayak gitu" ketus Angga.


"Jangan menghina jomblo, mentang mentang udah punya istri semena mena lo" ucap Dino sewot.


"Dih baperan lo"


"Ngga, tuh anak lo diem bae sariawan ya" Angga mengedikkan bahunya tanda tidak tahu.


"Acha denger uncle" kata Acha.


"Hehe canda kali Cha lagian ngomong gitu nimbrung bareng kita kayak kakak kamu nih"


"Males ngomong sama orang tua" kata Rasya membuat gelak tawa dari Rafka dan Angga, sedangkan Dino memasang wajah masamnya .


"Inget ngga lo juga tua"


"Tapi punya istri" ingin meledek Angga, Dino malah kena batunya sendiri.


"Sialan lo"


"Lagian uncle kenapa ga cari cewe gitu itung itung buat abisin duit uncle" sahut Rafka.


"Belom mau, ribet ntaran aja kalo uncle dah kaya"


"Lah sekarang emang belum kaya uncle?" Tanya Rafka.


"Emang lo mau kaya kayak mana lagi tuh saldo nol-nya udah sampe kecil juga kaga nikah nikah lo" cibir Angga.


"Ah males ah kalo bahas cewek"

__ADS_1


"Makanya uncle jangan sibuk sama laptop terus ntar jadi bujang lapuk tau rasa" ledek Rafka.


"Maunya sih nikah ya tapi masi bingung"


"Bingung apaan lagi lo itu dari dulu jawabannya juga gitu mulu" Dino cengengesan.


"Ntar Acha duluan uncle ngiri lagi" sahut Rasya ikut meledek Dino.


"Jangan sampek gue udah gendong cucu lo baru nikah gue cincang lo" kata Angga.


"Target gue akhir tahun ini nikah, tapi gak tau deh liat aja pastinya kalo gak jadi ya tahun" ucap Dino.


"Enteng banget tuh mulut, nikah lo mainin dosa din dosa"


"Udah udah ah, noh udah dipanggil kita" kata Dino yang mendengar panggilan dari panggung. Mereka disuruh menuju panggung untuk acara pemotongan kue dan tumpeng serta kepindahan hak milik Angga ke kedua anaknya.


"Dih kita, gue kali" kata Angga langsung pergi dari hadapan mereka bertiga.


"bapak kalian songong banget jadi orang"


"Sabar om namanya juga ayah Angga" kata Rasya.


"Yuk kesana, sekalian uncle liat siswi sini deh siapa tau ada yang narik perhatian uncle bwahaha"


Mereka pun akhirnya naik ke atas panggung menyusul Angga yang sudah sampai disana duluan.


'beuhhhh Kak Rasya keren bangett


'astaghfirullah Rafka ganteng banget pake jas gitu damagenya sungguh luar biasa.


'Rasyaaa I love you


'om Angga sunat dimana sih anaknya kok ganteng bangett


'ayahnya ganteng anaknya juga uhhh gak kuattt


'iya si tapi serem njir mukanya


Sorak Sorai dari siswi heboh ketika melihat Rafka dan Rasya serta Dino naik ke atas panggung, membuat Angga terkekeh melihatnya, segitunya mereka sama anakku? Batin Angga.


Acara pemotongan kue dan tumpeng sudah mereka laksanakan kini tinggal pengalihan hak milik.


"Maaf semuanya, maaf jika mengganggu acara kalian hari ini. Disini saya akan memberikan hak milik kepada kedua putra saya, karena masa saya sudah habis disini dan akan digantikan oleh kedua putra saya yaitu, Rafka Ashaz Fathan Alaric dan Rasya Arshad Daniyal Alaric serta satu lagi anak saya tapi dia masih belum bisa hadir disini karena ada kesibukan disana, saya Angga selaku pemilik sekolah ini sebelumnya akan menyerahkan hak saya kepada mereka, dan walaupun mereka adalah pemiliknya peraturan tetaplah peraturan" pidato singkat Angga.


"Nah sekarang kalian tanda tangan disini" Rasya dan Rafka pun tanda tangan diatas matrei yang akhirnya mereka resmi menjadi penerus Alaric itu.


"Terimakasih, dan untuk semuanya terimakasih banyak karena sudah memberikan kesempatan saya berada disini silahkan dilanjutkan acaranya saya pamit undur diri" kata Angga.


Angga turun disusul Dino dan kedua putranya.


Acara sudah berganti, sekarang adalah acara pengumuman hasil dari mading yang mereka buat dan juara umum sudah pihak sekolah dapatkan. Di wakilkan oleh Kepsek( Sam ), bu Siska dan pak Rio untuk acara ini.


"Oke guys, setelah tadi kalian melihat kebeningan sang pemilik sekolah, sekarang kita sambut guru kesayangan kita untuk naik ke atas panggung membacakan juara umum mading terbaik tahun ini, bukan begitu kak Arkan?" Kata Dinda.


"Betul sekali kak Dinda, siapa ya kira kira yang akan juara, kak Dinda tahu gak hadiahnya apa aja buatt juara satu sampai tiga?" Kata Arkan menyahuti.


"Wah apa itu kak Arkan, kasih tahu dong"


"Ini hadiah khusus langsung dari pemilik sekolah, Tuan Angga sendiri loh kak Dinda keren kan"


"Wahh kira kira apa ya hadiahnya? Aku pengen tau dong kak Arkan"


"Aku kasih tau ya? Juara tigaa mendapatkan hadiah sebesar 10juta rupiah, juara kedua mendapatkan penghargaan keren nih kak Dinda yaitu uang sebesar 15juta rupiah dann voucher makan gratis di Restaurant Malric, keren kan?"


"Wah beruntung banget ya yang dapet itu, lanjut kak Arkan, penasaran nih sama hadiah juara satu"

__ADS_1


"Juara satu lebih menarik lagi kak Dinda, hadiahnya adalah uang tunai sebesar 50juta rupiah dan penghargaan khusus untuk mereka yaitu mendapatkan beasiswa untuk mereka yang minat meneruskan ke perkuliahan di Andalas university lohh"


"Wahhh hadiahnya sangat menarik sekali ya kak Arkan, jadi mau deh"


"Tenang aja, kita para osis juga dapet amplop coklat kok "


Blabalanlalaaalalalaa...


Di sisi lain, kelas 11C nampak heboh apalagi kegugupan yang dirasakan oleh Thea sedangkan Alen dia santai saja seperti tidak ada beban.


"Udah lah ya, tenang sans woles jangan tegang gini belum juga dimulai" ujar Amel menenangkan.


"Tau nih anak heboh bener" sahut Alen.


"Heh lo sih gak ngerasain apa yang gue rasain makanya asal bacot aja tu mulut" sewot Thea.


"Lagian belum giliran kita, kita masih jauh kali urutan ke 15 jadi sans"


"Ck. Gue takut nefers trus lupa trus mau maluin"


"Udah tenang aja lo itu gugup banget, mau latihan lagi?" Tawar Alen.


"Boleh" Thea mengiyakan, akhirnya mereka beranjak ke kelas untuk latihan disana agar tidak berisik dan tenang.


*


"Cha napa lo muka kusut gitu" tanya Amel pada Icha. Icha menggeleng lesuh.


"Mikirin apaan si"


"Gak ada mel gue gakpapa" kata Icha.


"Yaudah kalau gitu yang semangat dong" Icha tersenyum, mungkin kali ini Icha akan menerima sahabat barunya dihidupnya terlihat mereka nampak tulus sekali.


Tak lama kedua kakak beradik datang ke barisan 11C, siapa lagi kalau bukan Rasya dan Rafka.


"Udah selesai Cha" tanya Arel, Rasya mengangguk.


"Duduk dulu Cha , bang" kata Ali.


"Gak usah deh gue ke kelas gue aja gak enak kalo lama lama gur tinggal" kata Rafka.


"Yaudah kalo gitu, salam buat Galang Gilang" Rafka mengangguk.


"Kenapa lo" Rasya menunjuk ke arah depannya yang mungkin dia belum tau.


"Oh si Raden?"


"Apaan lo panggil panggil gue"


"Eh Cha udah dateng lo" Rasya mengangguk.


"Pacaran mulu Sampe gak nyadar kalo bosnya dateng" cibir Arel.


"Pacaran?" Beo Rasya.


"Iya cha mereka pacaran diam diam di belakang kita, kurang ajar gak tuh?" Kata Arel.


"Heh sya, lo kok mau sama dia ?" Tanya Rasya, oke kali ini sikap Rasya mode tengil.


"Sembarangan lo kaoo ngomong" protes Raden tak terima.


"Gue mau karena gue gak mau sama lo wle" ujar salsya kemudian memeletkan lidahnya meledek.


"Gue juga ogah sama lo kali" kata Rasya.

__ADS_1


"Stop napa jan ribut" lerai Arel. Kemudian mereka diam.


__ADS_2