RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
5. Abi dan Rizky


__ADS_3

Setelah kepergian sang bawahan tersetianya, Abi sangat khawatir dengan keadaan Rizky yang sedari kemarin siang belum istirahat dan malam hari harus kembali padahal sudah ia peringatkan agar tidak pergi, huh bandel juga kamu ini Riz!


"Awas aja kamu Riz udah berani buat saya cemas gini, awas kalau kamu dateng saya ceramahin kamu huh" Abi menghela nafas kasarnya setelah mengomeli anak buahnya yang tidak ada disampingnya.


Kini Abi sedang melakukan aktivitas sarapan pagi di meja makan dengan makanan yang ia pesan dari restoran hotel "Alric" hotel milik Alaric dan Maverick.


"Hmm belum balik juga nih anak huh, makan udah selesai masih belum nongol juga, semoga baik baik aja dah lo Riz" Abi kembali mengomel setelah menghabiskan makanannya dan duduk di ruang tamu dengan niat menunggu orang yang sudah membuat surat yang di pegangnya ini dan bersiap untuk merangkai kata kata bijak tentang hatinya pada Rizky Alatas ini, heummmm!


Cklek!


"Maaf bos saya terlambat" tiba tiba ada suara seseorang yang meminta maaf. Yappsss dia adalah Rizky, si tampan dan gigih. Masih muda haha!


"Nah nih dia nih orangnya, dasar kamu yaa huh" membuang nafas gusar Abi langsung menyuruh si lawan bicaranya duduk di kursi sebrang.


"Kenapa kamu pergi sih Riz, kan saya udah bilang besok aja" kata Abi dengan nada kesal.


"Maaf bos, tapi ini sebagai ganti saya yang teledor" ucap Rizky dengan kepala menunduk.


"Tatap saya, kamu gak salah. Saya cuma khawatir aja kamu dari kemarin belom ada istirahat samsek Riz takut saya kalo kamu drop saya juga yang repot" kata Abi.


"Iya bos, sorry gak saya ulangi lagi. Maaf datengnya pas bos udah bangun karena tadi saya istirahat dulu di rest area karena ngantuk dan lapar" kata Rizky jujur.


" Iyaa gakpapa yang penting kamu selamat dan udah disini saya lega" kata Abi tersenyum.


"Ini bos dokumennya" Rizky memberikan dokumen yang ia ambil tadi malam pada Abi. Sang bos mengangguk dan tersenyum.


"Makasih ya Riz kamu udah temenin saya dari nol dahulu kala. Kamu juga udah saya anggap sebagai adik saya jadi jangan sungkan dan tidak enak hati saya tidak suka" tutur Abi. Rizky mengangguk dan tersenyum, dia sangat beruntung dan sangat bersyukur karena bertemu dengan seorang pengusaha sukses ternama yang mau saja menerima dan menganggap dia sebagai anggota keluarganya.


"Sudah menjadi tugas saya" kata Rizky.

__ADS_1


"Oh iya, gimana kuliah kamu?" Tanya Abi agar suasana tidak canggung dan sesekali tidak membahas tentang pekerjaan yang sangat amat banyak ini dengan Rizky yang notabenenya asistennya.


Rizky memang masih muda dan dia juga masih kuliah, tapi dia harus bekerja untuk membiayai hidupnya dan juga kuliahnya karena dia hidup tanpa ada keluarga satupun, sebatang kara! Dan beruntungnya dia bertemu dengan orang yang baik hati menurutnya dan malaikat baginya diangkat sebagai orang kepercayaan pengusaha hebat ini.


"Sejauh ini aman bos, saya kuliah juga online kalau memang lagi jam kerja. Syukur saya masih bisa bagi waktu saya" ucap Rizky.


"Salut saya sama kamu, semoga kelak kamu jadi orang sukses ya" sebagai kakak yang baik dia akan terus mensupport adiknya sebagaimana kala seorang adik kakak kandung. Mereka saling support walaupun sekedar adik kakak angkat saja.


"Makasih bos atas dukungannya"


"Sebenarnya saya risih kamu panggil saya bos, saya maunya kamu panggil saya kak atau abang saja biar lebih akrab tapi terserah kamu nyamannya gimana" kata Abi tulus dan senyumnya terukir diwajahnya. Dia anak tunggal ingin sekali memiliki adik dan ini adalah waktu yang pas, sudah 10 tahun dia bersama Rizky semanjak Rizky menjadi anak magang karena statusnya masih pelajar SMA hingga sekarang menjadi orang kepercayaannya.


"Akan saya usahakan bos, eh bang maksud saya" ucap Rizky.


"Yaudah. Kamu udah makan?" Rizky tampak mengangguk saja.


"Apa perlu saya antar bang?" Abi tersenyum mendengar kata kata itu lalu dia menggeleng karena dia juga manusia dan dapat melihat dan merasakan jika manusia lain butuh namanya istirahat!


"Tidak usah, saya bisa sendiri kamu disini istirahat saja saya tidak lama Riz" kata Abi. Rizky hanya mengangguk patuh saja. Kenyataannya dia tidak benar benar istirahat melainkan akan melakukan pekerjaan yang menumpuk untuk mengisi waktu luangnya.


"Bodo lah kalau bang Abi ngamuk, yang penting gue gak gabut dan pekerjaan beres jadi kan agak ringan biar bang Abi bisa makan, huh kesel gue sebenernya sama bang Abi, kan bisa makan dulu baru kerja herann gue,kalo pekerjaan kayak gini bisa bisa makan lusa dia huh untung abang gue kalo gak udah tak hih" gumam Rizky dia terkekeh sendiri dengan gumamannya dan jika mengingat kelakuan Abi- bosnya itu dia sangat kesal sekali, membujuk juga percuma karena Abi akan mengancamnya dengan kata kehilangan pekerjaannya, dia tak mau itu dan dia tak mau kehilangan sosok Abi di hidupnya jadi dia hanya menurut saja namun tetap menyiapkan nampan berisi makanan dan minuman sewaktu Abi sudah selesai bisa makan itu tak usah memesan lagi jika dingin di ruangan kerjanya ada mesin pemanas, ruangan cukup besar dan ada dapur kecil kecilan karena Rizky suka memasak dan Abi membuatkan tempat itu. Sungguh idaman sekali!


*


Di satu sisi ada gerombolan pemuda tampan yang sedang duduk melingkar di sebuah meja caffe yang di desain bulat, mereka sedang membicarakan suatu hal yang serius.


Tidak biasanya jika si tukang bacot sekarang hanya diam menyimak penjelasan dari atasannya, heum ketuanya mungkin? Mereka adalah Rasya dkk yang sedang membahas masalah gangster mereka yang sedang mendapati serangan, bukan serangan namun teroran dari musuh lamanya.


"Siapa sih sebenarnya mereka tuh, logo doang mana gak terkenal pula logo itu dih berani beraninya ngusik gangster kita yang dikenal semua orang huh" oceh Alen kesal, Alen kambek gengssss!

__ADS_1


"Lah bener tuh, gak kenal gue logo itu apa mungkin gangster baru atau jebakan aja?" Tebak Ali.


"Gue tau siapa mereka tapi gue mau mereka tunjukin diri dulu baru kita ladenin, sekarang biarin aja teroran seperti ini juga kita udah sering jadi biasa aja" kata Rasya.


"Siap pak bos" kata mereka berempat serempak.


"Cha, gimana soal tahanan kemarin? Dia gak salah loh ternyata yang salah itu kakaknya" ucap Raden.


"Ya gue tau itu, tapi biarin dulu kita pelihara dia kasih kebutuhan yang semestinya jangan makanan tahanan, gue tau dia baik dan gue juga tahu gimana dia di keluarganya" kata Rasya.


"Iya, gue juga bingung sama keluarganya, tega banget gitu pengen tak hih" sahut Ali geram.


"Nah itu makannya gue minta saran lo. Mau di lepas apa digimanain" kata Raden.


"Cha, gue punya usul" sahut Alen tiba tiba.


"Apaan?"


"Gimana kalo kita dukung dan jadi tameng buat dia balesin dendam sama keluarganya, kalo setuju mungkin kita bakal lebih ringan buat nyerang mereka secara kakaknya itu kan musuh lo dan keluarganya juga gak memperlakukan dia dengan baik gimana?" Kata Alen dengan usulan yang absurd, tapi ada benarnya! Tumben pinter lu Len haha.


"Boleh tuh usulan Alen, siapa tau dengan dia masuk di anggota kita jadinya dia makin kuat dan berani gak diam aja kalo dapat serangan dari bapak tirinya" sahur Arel antusias dengan usulan Alen.


"Terserah kalian yang penting ada yang sanggup ajarin dia semua hal yang udah gue ajarin ke kalian" kata Rasya.


"Siap kalo itu mah, kita bakal gantian buat ngajarin dia, gue juga kasihan sama dia sebenarnya nangis mulu tiap hari teriak teriak gak jelas kek orang trauma" kata Alen.


"Haha emang trauma bege, dia keinget sama siksaan si Alex makannya gitu apalagi abangnya suhhh miris nasib dia" ucap Arel mendramatisir haha.


"Haisshh, pengen tak hih tapi kita kudu sabar" kesal Alen dengan wajah yang penuh kekesalan.

__ADS_1


__ADS_2