
Berita terkait hubungan Rasya dan Icha mereka sudah tau hingga saat ini semua siswa siswi ada yang memuja juga ada yang memuji Icha sebagai penghalang mereka karena telah berani merebut pujaan hati mereka yang selama ini mereka tunggu. Bahkan sudah didengar oleh Haya, seseorang yang sangat terobsesi dengan Rasya dan dirinya akan membalas semua ini pada Icha, dia benci Icha akan tetap benci sampai kapan pun, itulah tekadnya!
Kini di kelas 11C. Bel istirahat yang sudah dari tadi tapi tak membuat anak buah Rido ke kantin karena sang sekretaris kelas ingin menyampaikan sesuatu pasal minggu lalu rencana liburan.
"Oke guys bisa gue mulai?" Kata Thea yang sudah memimpin didepan.
"Silahkann buksekret"
"Sisa uang setelah kita lomba itu gue usulin buat liburran ke puncak, dan disini gue mau menyampaikan kalau kita bakal berangkat jumat sepulang sekolah pulang minggu apa kalian semua sepakat?" Kata Thea pada semua temannya.
"Silahkan kalau mau tanya gausah dipendem biar gak jadi beban pikiran lo pada" imbuhnya.
"Apa kita bakal ngeluarin dana lagi buat sewa villanya?" - Rayhan.
"Tidak, semua udah gue beresin kalian tinggal bawa diri dan perlengkapan masing masing gak usah mikirin dana apapun" kata Thea.
"Buk, kita rame gini emang villa siapa yang muat buat kita semua?" -Sinta.
"Villa seseorang, gue jamin muat bahkan nyisa"
"Apa boleh bawa temen" Thea menatap ke arah 4 sahabatnya menanyakan kepada mereka. Terlihat mereka mengangguk.
"Boleh asal harus ngadep gue dulu ya buat meminimalisir keadaan"
"Beneran bawa diri doang buk?" -Putra.
"Ck. Iya putput bawel lo" decak Thea.
"Ada yang kalian tanyain lagi ga?" Kata Thea.
"Oke kalau gak ada gue catet nama siapa yang bakal ikut serta dan yang gak ikut uang sisanya buat yang gak ikut oke deal?" Mereka semua tampak setuju dan antusias mendaftar pada Thea.
"Oke dari hasil jari gue semuanya ikut, baiklah kalau begitu"
"Sekian dari gue terimakasih dan sekarang kalian boleh ke kantin" kata Thea lalu bergabung dimeja para sahabatnya.
"Apa bang Rafka sama anteknya itu bakal ikut Cha" tanya Thea pada Rasya.
"Iya, mereka ikut dan bakal tinggal di villanya sendiri gak jauh dari villa gue dan kalau gak cukup bisa sebagian di villa kak Rafka" kata Rasya.
__ADS_1
"Okey masuk list"
"Cha apa teman lo itu ikut " tanya Thea pada Icha.
"Kalau boleh akan gue ajak"
"Gue gak ngelarang juga sih" kata Thea yang terkesan ketus. Dengan kepekaan Alen dengan senyuman mengarah ke kekasih mengacak rambut Thea gemas, dia senang Thea cemburu haha.
"Jangan seperti itu sayang kamu terlihat sangat lucu sekali kalau cemburu" bisik Alen di telinga Thea.
*
Berada di kantin tak membuat mereka semua senang seperti ini contohnya.
"Rel fokus lo kemarin kebanyakan minum kan lo tetap nekat sekolah demi dia ke atap gimana?" Bisik Ali pada Arel.
"Gue masih kuat Al, liat kan jalan gue juga tegap" Ali berdecak.
"Iya tegap gak sempoyongan tapi muka lo keliatan banget dari tadi dikelas juga lo gak ada bicara apapun" kata Ali.
"Al nanti antar gue ke Dexclub lagi Bian nanti memintaku kesana" Ali mengangguk saja toh nanti ia bisa sekalian cek hasil laporan bulanan Clubnya.
"Heh kalian bisikin apaan si" tanya Amel.
"Helleh mau nembak siapa lo palingan juga cabe di gedung duabelas haha" kata Amel sambil tertawa meledek.
"Nembak gadis yang cantik imut iya gue mau nembak dia tapi dia udah ada cowok lain" kata Arel. Rasya dan Alen saling pandang, 'Arel kenapa? Seperti itulah arti pandangan mereka .
"Mabuk?" Bisik Alen pada Ali, si empu mengangguk nyengir Alen hanya geleng geleng kepala saja.
"Rel ke atap" kata Alen.
"Gue tidak mau Len, lo sama saja ya seperti Ali kenapa suka sekali mengajak gue ke atap?" Kata Arel.
"Arel"
"Gue tidak mau gue mau tetap disini memandangi gadisku" kata Arel terkekeh pelan.
"Fairel" hardik Alen.
__ADS_1
"Iya iya ayo" 50% untuk kesadaran Arel. Dia sebenarnya menginap di club dan pergi sekolah dari sana, tetapi dengan keadaan masih dengan wanitanya dia juga sedikit meminum juga mengobat dan menyalurkan hasratnya untuk membuat kepuasan dirinya pagi itu dan jadilah saat ini.
"Kita kr atap dulu kalian lanjut aja" kata Alen berpamitan.
"Guys apa benar kalian bakal liburan lusa?" Tanya Grace.
"Iya kita bakal berangkat Jumat sepulang sekolah dan Minggu pulang" kata Amel.
"Oh ya?" Amel mengangguk .
"Kalo kalian mau ikut ya silahkan" kata Icha.
"Boleh tuh kapan lagi kita liburan ya gak" kata Lyli berbinar.
"Hmmm kalau gitu kita ikut ya?" Kata Grace.
"Iya" jawab Icha.
"Daftar dulu sama Thea biar di catat samanya" kata Amel.
"The gue ikut liburan sama Lyli sama Lucas" kata Grace.
"Iya gue catat" kata Thea.
"Kalo gini kan gue bisa deket sama mycrush, kalau perlu singkirin dulu si Thea ini gue gak peduli. Maafin gue Cha ini masalah hati gue gak bisa dipaksa dan keputusan gue udah bulat apapun caranya Alen bakal jadi milik gue" batin Grace menyeringai.
"Gue pamit ke toilet dulu ya guys" pamit Icha.
"Gue anterin?" Tawar Thea.
"Gue sendiri bisa kok kalian disini dulu tunggu gue" kata Icha lalu pergi ke arah toilet.
"Perasaan gue gak enak" gumam Rasya didengar oleh Raska.
"Sama kak" sahut Raska lirih.
"Kai perasaan gue tiba tiba gak enak kenapa ya?" Kata Lyli pada Raska.
"Hanya perasaan lo aja kali emang lo ngerasain apa" kata Raska.
__ADS_1
"Gak tau juga sih tapi gak tenang aja gitu hati gue" kata Lyli dengan raut wajah khawatir.
"Ada apa sebenarnya? Kenapa bisa barengan gini" kata Rasya dalam hati.