RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
13. 1 eps 3 cerita


__ADS_3

"AAAAAAAAAAA TOLONGGGGGGG" teriakan gadis menggema di lantai 1 itu, terdengar dari ruang tamu membuat 4 lelaki disana kaget dengan teriakan itu.


"Hah siapa? Kok ada perempuan" tanya Raden.


Tampak Arel dan Devano saling pandang, mereka masih loading dan....


"Icha/Bella" pekik keduanya.


Arel dengan cepat berlari ke arah toilet, karena dia ingat tujuan Icha adalah toilet, sedangkan Devano yang ingin berlari di cegah langsung oleh Rasya.


"Li?" Devano mengangguk.


"Samperin cepet" perintah Rasya, kemudian ketiganya menyusul Arel yang sudah duluan ke arah sana. Ya sana! Sana lah pokoknya sana.


Arel yang sudah berada di tkp hanya menatap gadis yang sudah pingsan dengan darah berlumuran di area kaki, dengan rahang mengetat dan mata memerah Arel mengepalkan tangannya kuat hinggaa urat tangannya terlihat.


"Siapa yang sudah naroh barang ini disini? Gue tanya siapa yang sudah naroh kotak ini disini, woi lo pada denger kagaaaaa" dengan amarah yang sudah dipuncak, ia bertanya dengan anak buah di sekitarnya dengan nada yang tinggi membuat mereka bergidik dan ketakutan, takut dengan amarah tuan mudanya apalagi kalo sampe tuan muda besar tau jika teman perempuannya itu celaka bisa habis mereka.


"Saya tidak tau tuan, saya Kel2, baru disini tadi mungkin Kel1 tau tuan" perwakilan dari mereka. Sebenarnya dirinya juga takut untuk menjawab namun semakin tidak menjawab akan lebih bahaya lagi. Menunduk dengan rasa takut dan gemetar ditubuhnya anak buah itu tak berani menatap Arel.


"Panggil Kel1 datang kesini cepat kalo tidak nyawa kalian yang jadi ancaman" semuanya sesegera mungkin berballik arah dan menghubungi semua Kel1 untuk segera datang ke markas2.


"Cha, Cha lo bertahan ya, lo bertahan gue mohon okay?" Lirih Arel, dia sudah dengan posisi menggendong Icha ala bridal style.


"Ada apa ini rel" tanya Rasya yang baru saja datang.


"Icha terluka Cha karena pecahan kaca itu dan mungkin dia ada trauma atau rasa ketakutan yang lebih? Kita gak tau bukan? Yang jelas gue mau bawa Icha ke bang Rian" Rasya tampak mengangguk saja menyetujui ucapan Arel.


Kini mereka sudah ada di lantai tiga tempat medis di rumah/markas BW.


"Bang gimana?" Tanya Arel.


"Gak ada luka yang serius, hanya karena tadi dia kegores pecahan kaca aja dan kena di kakinya, udah gue obatin dan tinggal nunggu dia sadar. Gue saranin aja kondisinya sekarang makin parah, mungkin sebelumnya dia ada banyak pikiran dan sekarang dia ngelihat barang itu jadi nambah bebanya mungkin ada yang dia sembunyiin. Dan gue juga gak tau itu hanya dia yang ngerasain gue sebagai dokter cuma memprediksi saja dan mengatakan dari hasil pemeriksaan gue" jelas dokter yang biasa dipanggil Rian itu dengan kondisi Icha saat ini.


"Lo trauma sama tikus? Ada apa sebenarnya yang terjadi sama lo Li?" Batin Rasya yang sedari tadi hanya diam saja. Dia sebenarnya khawatir namun dia sangat pandai mengatur mimik wajah jadi sekarang dia terlihat santai saja.


"Bos, apa lo gak cemburu?" Tanya Devano yang meledek Rasya karena dari tadi hanya diam saja tanpa niat berkata apapun.


"Jangan mengada ada Van, gue hanya berfikir kenapa bisa Li setakut ini itu pada tikus mati kalo lo mau tau" ucap Rasya.


"Iya juga sih, masih misteri bos dianya. Apalagi kelihatan banget tuan Arel peduli sama Queen Li, apa bos gue ini tidak keberatan?" Goda Devano dengan senyuman yang menggoda membuat Rasya menatap Devano dengan tajam tapi tak membuat Devano takut karena itu sudah menjadi makanan sehari-harinya.


"Diamlah abangku sayang, lo aja masih ditolak mulu sama kak Della dan gue ingatkan itu kalo lo lupa" kata Rasya tersenyum lebar dengan wajah kekesalan dari Devano.


"Jangan bahas itu adik ipar, dia hanya gengsi saja padaku jadi jangan meledekku? kakakmu itu hanya menghargai lo karena adiknya ini masih jomblo" ledek Devano balik, Rasya berdecak kesal. Selalu saja bisa menyerang balik, disini bosnya siapa sih kok dia yang kalah mulu huh.


Devano yaa benar benar sialan suka sekali buat Rasya kesal. Sudah tidak sayang ATM rupanya dia!


"Rel, pertanyaan gue belum sempet lo jawab tadi" tanya Raden.


"Pria gila yang ambisius dapetin Icha, gue yakin seratus persen kalo ini terjadi pasti karena ulah si banci itu, arhhh kenapa gak gue bunuh aja sih tadi tu orang" kesal Arel mengingat wajah pria yang sempat berantem dengannya waktu di taman.


"Lo tau siapa dia?" Arel bersmrik.


"Cha, pasti lo tau kan siapa dia?" Tanya Arel. Rasya juga bersmirk membuat orang yang tak tau bingung menatap mereka berdua.


Ohiya, penyebab Icha tadi adalah, ada sebuah kotak yang ternyata tak sengaja kesenggol salah satu bodyguard yang sedang terburu buru karena panggilan dari ketua Tim, jadi dia tak sengaja menyenggolnya dan ternyata jatuh di lantai dengan tutup kotak yang terbuka berisikan bangkai tikus berlumur darah hasil dari teroran musuh BW. Dan itu membuat Icha yang tadi melewati berteriak histeris dan mundur perlahan namun saat hendak berbalik dia tak sengaja menyenggol vas kaca di lemari itu dan terjatuh terlihat sangat panik Icha yang ingin merapikan serpihan kaca itu malah terpeleset dengan anak tangga yang menghubungkan lantai dapur dengan lantai utama itu, ia tak tau jika jalannya akan turun dan dari situ Icha terjatuh kemudian kakinya tergores dengan serpihan kaca dan jatuh pingsan. Sekian dan terimakasih!


*


Senyuman Rasya membuat Devano berpikir dengan keras. Kali ini otaknya buntu!


"Siapa Rel, Cha?" Tanya Raden tak sabaran, dibalik sikap dewasa Raden dia memiliki sisi kekepoan yang sangat tinggi dan jika marah akan sangat menyeramkan jika kalian belum tau haha.

__ADS_1


"Sahabat Ali dan sekarang jadi musuhnya, yang dulu pernah cerita dia terobsesi dengan salah perempuan Inggris dan itu adalah Icha" ucap Rasya santai.


"Musuh Ali sekarang ada banyak tapi yang lebih dominan, si Karel sama si Lines?" Tebak Raden.


"Dia adik gue kalo lo lupa" koreksi Rian.


"Cih, masih lo anggap bang?" Ledek Arel menatap Rian sinis.


"Gak juga sih, siapa juga yang mau anggap dia udah berani nusuk bunda didepan mata gue arhhh" kata Rian dengan frustasi, kembali wajah sendu mengingat masa lalu yang buat dia benci sebenci bencinya terhadap sang adik tirinya itu.


"Sudah jangan dibahas itu tak terlalu penting" tutur Rasya.


"Apa itu di Karel?" Tebak Raden.


"Tak salah juga lo menebak, dia si Karel yang licik. Tangan kanan Ghostbusters" sahut Arel.


"What? Karel Ivander Abraham?" Pekik Devano.


"Shuttt diem lu deh bang" protes Arel ketus dengan pekikan Devano yang membuat telinga sakit.


"Sialah lu bocah" Devano berdecak kesal.


Ghostbusters, salah satu gangster yang terkenal dengan ambisinya untuk menjadi orang yang paling utama dan kesombongan yang dimilikinya itu membuat banyak sekali yang memusuhinya. Salah satu geng musuh dari Black World juga, musuh bebuyutan bisa dibilang.


"Sabar bro, mereka memang begitu bukan?" Ledek Rian yang kini ada di sebalahnya.


"Lo juga bang, ah ngeselin lupada" kesal Devano membuat semua orang disana tertawa kecuali Rasya yang sekarang menatap ke arah brankar Icha.


"Enghhh" lenguhan dari Icha yang rupanya sudah sadar dari pingsannya.


"Takutt g-gue t-takuut" rintih Icha setelah benar benar sadar. Dengan cepat Rasya menghampirinya.


"Takut apa hm, lo ada disini, jadi jangan takut ada gue sama temen temen gue " kata Rasya. Tak menjawab Icha langsung memeluk tubuh Rasya. Nyaman! Ya, Icha merasakan itu.


"Shutt stop bilang takut. Lo gak bakal kenapa kenapa selagi ada gue sama yang lainnya okey jadi tenang ya?" Ucap Rasya menenangkan seraya mengelus pundak gadis yang ada di dekapannya itu.


"Gue takut hiks, gue gak bisa tenang dia selalu ganggu gue hiks gue gak mau sama dia gu-


Ucapan Icha terpotong karena Rasya membalas pelukan itu, pelukan yang hangat, ia merasakan itu.


"Queen Li punya prinsip bukan? Jadi lo gak usah khawatir apa kata anak buah lo kalo pemimpinnya lemah hanya karena bajingan itu?" Kata Rasya, Icha mengangguk,tak lama tangisan itu seperti berhenti, Rasya tersenyum dibalik sana, dia melepaskan pelukannya tetapi tangan mungil itu menghentikan aksinya.


"Biarin dulu ya plis, gue butuh ketenangan" kata Icha sambil berbisik. Rasya pun mengangguk mengiyakan saja.


"Lihatlah leader lo itu kalo udah bucin, Kita disini dianggep angin saja" celetuk Rian.


"Gue seneng sih, secara Rasya yang terkenal tak tersentuh sekarang liat pelukan woilah" balas Arel yang terlihat senang karena ternyata sahabatnya ini kelihatannya sudah move on dari masa lalunya.


"Gue yakin, Bella adalah alasan kebahagiaan bos" imbuh Devano.


"Namanya Rasya kalo lo lupa Devano?" Raden mengoreksi. Devano hanya tersenyum menanggapinya.


"Semoga kali ini memang gak buat hati Acha beku lagi karena perempuan" kata Raden.


Back to twinsCha.


Icha melepaskan pelukannya karena juga dia sudah merasa sedikit tenang walaupun dia sebenarnya butuh seseorang yang bernama Rafka, walaupun di depannya ini adalah adiknya tapi dia masih belum terbiasa dan dia lebih kenal dengan Rafka yang humoris.


"Gue udah boleh balik gak? Gue takut ortu gue nyariin" tanya Icha.


"Om Abi udah tau, dan sekarang terserah lo tapi tanya dulu sama bang Rian udah bisa balik apa belum" jelas Rasya panjang lebar.


"Tanyain dong hehe" cengir Icha,

__ADS_1


"Bang Rian, nih anak udah boleh pulang apa belum" tanya Rasya pada Rian selaku dokter disana.


"Sebenarnya belum boleh Cha,tapi gue gak maksa karena dia perempuan dan sekarang udah mau malem kalo takut dicariin ortunya juga boleh pulang asal harus pake infus dan gak boleh gerak kurang lebih 2 hari karena goresannya cukup dalem" jelas Rian.


"Hah? Pake infus? Tidak Icha kasian mama kalo dia sampe tau tangan mulus gue ini pake selang begini dan papa? Jawab apa gue huh oke gak pulang juga gak buat mereka khawatir karena gue sudah terbiasa nginep di apartemen jadi bisa kasih alasan bukan? Lo pinter memang Isabelle Siena Navarez Zoe gitulohhhh" batin Icha mempertimbangkan kepulangannya atau tidak, dan setelah mendapat keputusan setelah berbicara dengan dirinya sendiri ia yakin dan ia membanggakan dirinya sendiri atas kepintarannya yang dia akui sendiri. Haha ada ada aja!


"Gimana" beralih pada Icha, Rasya ingin tahu keputusan Icha.


"Gue takut kalo pulang ke rumah ntar gue bakal ditanyain dan itu gue gak boleh bohong samsek dan kalo papa sampe tau bisa abis dunia sama kemarahan papa" kata Icha menghela nafas berat.


"Jadi?"


"Gue sementara disini dulu boleh ya? Dan setelah luka gue kering gue baru pulang" final Icha.


"Kalo itu keputusan lo gue juga tidak masalah, yang penting banyakin istirahat kalo butuh apa apa panggil gue, Devano atau yang jaga Disni okey?" Icha mengangguk paham.


Rasya beranjak dari duduknya, sebelum berdiri sepenuhnya tangannya di cekal oleh Icha.


"Kenapa?" Tanya Rasya dengan alis yang terangkat satu.


"Mau kemana?" Tanya Icha dengan wajah yang menggemaskan sekali bagi Rasya, ada rasa ingin menggigit namun ia tahan ia sadar dirinya sekarang ini bukan siapa siapanya.


"Keluar sebentar ada urusan" jawab Rasya.


"Yaudah, kasih gue temen disini satu gue takut sendirian" Rasya mengangguk.


"Rel lo bisa kan temenin Icha? Raden biar lanjut kerja dan Devano ikut gue" kata Rasya. Arel terlihat mengangguk.


"Lah gue?" Tanya Rian cengo.


"Terserah lo" Rian mendengus kesal yang lainnya hanya menahan tawanya saja.


"Gue pergi dulu" pamit Rasya, Icha mengangguk.


"Gue turut seneng kalo lo udah bisa leleh lagi Cha"batin Arel menatap kepergian Rasya.


Arel adalah salah satu sahabat Rasya yang paling dekat, bahkan bisa jadi Rasya lebih sering adu pikiran dengan Arel daripada Raden yang terlihat lebih dewasa, bukan apa apa ya! Rasya hanya lebih nyaman saja dengan Arel bahkan Arel pun juga sama akan lebih sering curhat dengan Rasya dari pada yang lainnya. Itu sebabnya Arel sangat bahagia jika Rasya bahagia karena yang banyak tau tentang Rasya adalah dirinya, begitu juga sebaliknya. Sebrengsek apapun lo tetap temen gue itu prinsip the perfect, selagi tidak melewati batas.


Jika Rasya bersama sahabatnya lengkap akan menjadi pribadi yang seolah cuek dan bodoamat padahal dia hanya menyimak dan akan bertindak jika sahabatnya mengalami masalah dan itu tanpa sepengetahuan siapapun kecuali Devano. Dan jika Rasya bersama dengan Arel atau Alen pasti akan sangat banyak bicara karena merasa cocok sekali pembahasan mereka yang terkadang serius, bercanda ataupun membahas yang mereka suka.


Alen adalah penghibur di dalam geng ini, penghibur agar suasana tidak canggung dan tak terlalu serius, bahkan Alen sangat pintar sekali menutupi kesedihannya dengan mulutnya itu, tidak hanya di the perfect saja, bahkan di BW Alen juga sangat dekat dengan anak buahnya hingga mereka tidak canggung dalam bekerja jadi akan melakukan pekerjaan mereka dengan santai karena celetukan ngawur dari bosnya itu, Alen. Tetapi jika Alen juga berubah menjadi Zavier jangan salahkan jika kota akan hancur dalam sekejab karenanya.


Kepribadian ganda? Yakk betul sekali maka dari itu semua sahabatnya akan menjaga Alen sebaik mungkin agar Zavier tidak muncul kalau masalah kecil saja, jika peperangan mereka bahkan sengaja memancing agar berpindah haluan dari Nalendra menjadi Zavier si mata merah. Akibat Alen memiliki kepribadian ganda juga karena kehidupannya yang rumit, dia dulu sulit mengontrol emosinya karena sering sekali mendapat ejekan karena dirinya dicap sebagai anak pembawa sial karena keberadaannya tidak diakui oleh orang tuanya sendiri. Maka dari itulah hingga sosok Zavier ini muncul ketika Alen benar benar marah sekali.


"Lo gak akan terluka len kalo gue yang kendaliin"


"Lo tenang aja biar gue yang balas semua itu"


"Shitt, berani sekali orang itu menyakiti hati lo len"


"Kurang ajar sekali dia mengatai lo seperti itu"


"Emang brengsek sekali tu orang bisa sekali mancing emosi Alen "


"Gue keluar pun lo gak ngizinin padahal lo belum sehat Nalendra"


"Lo istirahat kek jangan mikirin yang buat lo sedih"


Kurang lebih begitulah posesifnya Zavier ketika Alen terkena cacian atau terluka. Itu dirinya sendiri tapi dia menganggap Zavier adalah orang lain yang bersemayam ditubuhnya, jadi Alen ketika merasa kesepian dirumahnya dia hanya berteman dengan Zavier walaupun kadang Zavier sering meledeknya.


Sedikit cerita tentang Alen, karena besok adalah part dia mwehe! bukan full Alen tapi bakal hari dimana Alen akan memulai cerita baru. dikit aje bocorannya wkwk


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2