
Acara HUT AL yang dilaksanakan di sekolah tadi siang sudah terlaksana dan sekarang berpindah haluan di acara yang diciptakan oleh otak gaul Rasya, Party night. Yaa pesta kecil kecilan untuk menyenangkan teman sekolahnya.
Disini di hotel Alric sudah ada beberapa siswa siswi yang hadir menggunakan gaun pesta yang cantik serta untuk pria menggunakan setelan jas yang membuat mereka lebih tampan.
Disini dan malam ini, dentuman musik DJ melantun, beberapa ikut joget menikmati alunan musik ada juga yang hanya mendengarkan musik di meja sembari menikmati hidangan yang sudah disiapkan, ada juga yang yang tidak ikut di dalam ruangan dan lebih memilih diluar ruangan menikmati silir angin malam.
Kini dimana the perfect sudah hadir disana lengkap dengan tamu undangan yang mereka ajak dan itu diperbolehkan ikut hadir menikmati pesta jadi tidak hanya murid AL saja yang hadir namun dengan catatan tidak membuat onar!
The perfect tengah duduk di kursi panjang khusus sambil menikmati pesta dengan suguhan minuman berakohol kecil dan beberapa jajanan pasar juga modern di meja. Mereka mengobrol santai sambil menunggu acara inti dimulai, yaitu dansa dengan pasangan masing masing. Pesta ini betema pesta topeng jadi dimana semua peserta menggunakan topeng yang terpasang diwajahnya.
"Rame juga nih acara gak sia sia lo adain ginian Cha" kata Alen.
"Kapan lagi mereka makan enak" kata Rasya santai.
"Sombong amat" sewot Alen. Mereka tertawa.
Tiba tiba ada yang datang menghampiri mereka dan ternyata adalah Rafka dan dua sahabatnya, Gilang dan Galang yang sudah hadir di acara.
"Wisss cakep nih abang abangan gue" seru Ali seraya membalas salim sapa dari mereka bertiga.
"Duduk bang jan sungkan" kata Arel mempersilahkan, mereka pun bergabung disana.
"Rame juga nih pesta gak kayak dulu sampe mobil gue parkir di parkiran keluarga Alaric atas nama Rafka malu maluin numpang parkir segala" keluh Gilang. Mereka tertawa dengan keluhannya.
"Sans aja bang, lagian disana juga masih luas yang pake juga cuma gue sama bang Raf pastinya" kata Rasya.
"Bener Cha,soalnya ayah sama Om sengaja gak dateng karna acara kita" kata Rafka.
"Weh bang Gilang bawa siapa lu cakep banget" kata Ali yang melihat ada perempuan menghampiri mereka dan berdiri di belakang Gilang dan mereka pun paham jika wanita itu Gilang yang membawanya.
"Kalian kenal kok" kata Gilang sambil menarik perempuan itu untuk duduk di sebelahnya karena kursi disebelahnya itu masih kosong.
"Hai semua, hari ini saya yang minta minuman kalian bukan kalian yang beli minuman ke saya" kata perempuan itu seraya membuka topengnya.
"Benerann mbak Rina nih?" Pekik Ali.
"Wehhh ada hubungan apa mbak Rina sama bang Gilang?" Tanya Alen.
"Jangan mikir aneh aneh lu pada, Rina pacar gue awas lu macem macem" kata Gilang sambil merangkul pinggang Rina posesif.
"Ck. Makannya pas waktu itu dikantin sensi banget ini toh" kata Alen.
"Mimpi apa Mbak Rina sampai nerima cunguk ini?" Kata Ali.
"Pake semar mesem kali bang Gilang" celetuk Rasya.
"Enak aja kalo ngomong, murni perjuangan gue ni" kata Gilang tak terima.
"Pantes kalo bolos suka ke kantin lama pula ternyata apel toh" cibir Galang.
"Shut jomblo diem" Galang mencebikkan bibirnya.
"Keren lu bro, udah cantik mandiri the best tapi kasian Mbak Rina dapetnya modelan elu" ledek Alen.
"Sialan lu Len" Alen tertawa.
*
"Ck. Pake macet lagi" keluh Amel didalam mobil terjebak macet. Girl squad janjian berangkat bareng, jadi Amel sengaja menggunakan mobil keluarga untuk datang ke acara biar muat berlima.
"Sialan mana udah mepet lagi waktunya mah dimulai loh acaranya huh" gerutu Thea kesal.
"Gue tau jalan pintas" kata Salsya.
"Yaudah hayuk" Amel pun menepi dan menerobos sedikit jalan kemudian mengikuti arahan Salsya yang katanya ada jalan pintas menuju hotel Alric.
Betul sekali, setelah keluar dari jalan sempit serta jalan makadam mereka bernapas lega karena sudah keluar dari jalan itu dan sekarang mereka ada di jalanan tepat di belakang hotel Alric, Amel pun segara menancapkan gasnya menuju kesana sebelum terlambat. Setelah sampai mereka parkir asal karena tidak kebagian tempat parkir dan langsung menuju ke lantai 10 dimana acara diadakan.
"Hosh hosh hosh auss" kata Amel dengan nafas terengah-engah.
"Gue juga yok cari minum auss banget gue" sahut Ara.
"Gue juga rasanya mau pingsann nih dehidrasi gue" timpal salsya.
Tadi ada pemberitahuan kalau lift ada perbaikan di lantai 9, jadi mereka terpaksa deh naik lift dari lantai 8 ke 10, karena tidak ada penghubung dari tangga 8 ke 9 atau 9 ke 10 dan mereka tidak mengerti arahnya jadi dengan sangat terpaksa mereka naik tangga dari lantai 8 ke lantai 10.
"Gue ambilin minuman kalian tunggu disini atau cari meja sana" kata Icha.
"Gue temenin lo ya" kata Thea.
"Gausah gue bisa kok, lagian lo juga cape kalo gue mah udah biasa" kata Icha menolak.
"Yaudah, cepetan ya?" Icha mengangguk.
*
"Woi girl, sini" teriak Ali melihat empat sahabat perempuan mereka datang.
Sedangkan empat perempuan tadi celingukan mencari sumber suara dan ketemu.
__ADS_1
"Woi sini gabung sama kita" teriak Ali lagi. Mereka berempat pun segera bergabung dan duduk di kursi yang kosong.
"Lah yang satunya mana" tanya Raden yang tidak melihat keberadaan Icha.
"Ambil minuman" jawab Amel.
"Cantik banget kalian kecuali Amel" kata Ali, seketika mereka tertawa sedangkan Amel mendengus kesal.
"Gue tau lo terpana dengan kecantikan gue jadi lo gak sebut gue karena lo insecure kan?" Kata Amel dengan gaya endelnya.
"Dih amit amit masih cantikan ibuk kantin daripada lo"
"Katatak mata lo" kata Amel ngegas.
"Omongannya" sindir Raden.
"Maaf pak nih temen lo ngeselin" kata Amel sambil menatap Ali sinis.
"Nih tumben mulut Alen diam nape lo?" Kata Ara. Alen menggeleng sambil tersenyum.
"Males bacot gaada lawan" kata Alen membuat mereka semua tertawa.
"Yaiyalah orang lawannya sekarang cintanya" kata Amel yang masih tertawa.
"Kalian disini ternyata, maaf telat guys ambil minuman dulu" kata Icha pada semuanya .
"Gakpapa bel, lagian kita juga masih nunggu seseorang kok" kata Rafka.
Mereka disana pun dengan asik saling berbagi lelucon, ada juga sedikit perdebatan namun kembali tertawa lagi itulah mereka yang sejenak melupakan ketercanggungan antara mereka.
"Heyoo everybody" seru seseorang yang barusaja datang dengan satu perempuan di sebelahnya.
"Nah ni dia yang ditunggu tunggu akhirnya dateng juga lo" kata Alen.
"Kangen toh rupanya" seketika Alen memasang wajah ingin muntah.
"Geer lo Van"
"Maaf tuan" kata Devano kembali formal.
"Ck. Gak asik disini pesta bukan kerjaan" kata Alen kesal.
"Gak bisa gue tinggalin si"
"Terserh lo"
"Punya gue ni" sewot Devano.
"Gak cocok sama lo mending sama gue" kata Ali.
"Lo bocah dia gak suka sama brondong kayak lo lo semua" seketika Devano mendapatkan pukulan dari Della.
"Udah ih malu sama yang muda, kamu juga kenapa ngeladenin mereka" kata Della.
"Nah loh dimarahin kan sama kakak cantik"
"Gausah panggil dia seperti itu alialai gue cincang juga lo lama lama"
"Wah wah kurang ajar nih sama bosnya" kompor Galang.
"Hayoloh dipecat loh" sahut Gilang ikut mengompori.
"Devano pihak gue bukan mereka" kata Rasya.
"Nih bos gue asli lo lo pada mah cuma debu doang" kata Devano songong.
"Sialan lu bang" dengus Ali kesal.
"Duduk Van, kak" kata Rasya mempersilahkan.
Kursi kosong ada di antara girl squad saja, sedangkan Devano melihat disana ada Icha dia ingin sekali emosi. Tetapi ia urungkan karena mendapat genggaman dari Della yang peka terhadapnya seolah mengatakan 'tahan emosi kamu'.
"Heh sebelahnya Gilang pindah duduk di sini, biar gue disana" kata Devano pada Mbak Rina.
"Yang sopan bang, dia pacar gue nih" kata Gilang.
"Sorry gue gak tau, tapi bisa pindahkan? Biar kumpul sama cewek cewek disini" mbak Rina mengangguk kemudian pindah ke antara girl squad.
"Loh mbak Rina? Yang dikantin itukan? Pacarnya bang Gilang?" Pekik Amel kaget.
"Iya teh Amel, jangan kaget gitu biasa aja" kata mbak Rina.
"Beneran pacarnya Bang Gilang?" Tanya Thea memastikan. Mbak Rina mengangguk dan tersenyum.
"Affah iyah" kata Ara yang masih tak percaya.
"Pake pelet apaan lo lang" kata Icha.
"Sialan si Icha, dikata gue dukun apa"
__ADS_1
"Ya namanya juga cewek munafik, suka tuduh tuduh orang gak ngaca pula" sindir Devano ketus.
"Devan, jangan mulai ya" kata Della mengingatkan.
"Gausah natap gitu mata kalian mau gue congkell?" Kata Devano pada The perfect minus Rasya karena tidak berani wkw.
"Jangan mulai dulu, kita disini lagi happy happy jangan ngerusak bang" kata Arel.
"Iya tuan iya sorry"
"Tuan?" Beo Amel, Thea, Mbak Rina.
"Yaiyalah kan mereka bos gue" jawab Devano kelewat santai.
"Iya, Bang Devano ini kerja sama kita jadi asistennya Acha kalian tau kan kalau Acha punya perusahaan?" Elak Arel.
"Lah bukannya tuan Ryan ya?" Kata Thea yang tau tentang Ryan ( asisten Acha di AL corp) karena dulu Thea pernah menggantikan papanya yang bekerjasama dengan AL corp dan bertemu dengan Ryan.
"Ck. Perusahaan Acha gak cuma 1 asal lo tau" cebik Ali.
"Yamaap gue gak tau"
......................
...RASYA ARSHAD DANIYAL ALARIC
...
...RAFKA ASHAZ FATHAN ALARIC...
...FAIREL ATTHARIS CHALIEF...
...NALENDRA ZAVIER AKHTAR...
...DELVIN CALIXTO ...
...RADEN GALAN MAHENDRA ...
...GALANG ARGADANA...
...GILANG RAMADHAN ...
...DEVANO FANES GANENDRA...
...ISABELLE SIENA NAVAREZ ZOE ...
...THEA CHLORINE EMILY...
...AMELIA CLARA ADELIN...
...ARABELLA PHOEBE CORA...
...SALSYA ANGGITA ...
...MBAK RINA ...
...DELLA MADONNINA...
__ADS_1