RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
R 26


__ADS_3

"Kai? Masih betah lo tidur disini? Apa lo gak kangen gue gitu, gak kangen kita gitu. TB butuh lo Kai, Apalagi Carz Company lo tinggalin gitu aja, tanggungjawab lo mana Kai, lo tu ya ihh. Oh iya kemarin ada orang kesini nanyain lo orang Indonesia Kai apa lo mau tau alasan mereka datangin lo kesini? Kai buka ya mata lo?" Lirih Lyli yang berada di samping brankar Caesar yang masih setia dengan tidur panjangnya.


Sudah dua minggu Caesar masih belum sadarkan diri dari komanya, sedangkan Grace sudah bisa beraktivitas kembali. Disini hanya ada Lyli saja sedangkan Grace masih mengurus TB yang katanya sedang kacau, dan Lucas ada di Carz Company untuk menggantikan posisi Caesar sementara, dan Jo seperti biasanya tapi dia sedikit kualahan karena dia selain mengurus lapangan ( proyek ) dia juga kesana kemari dari Carz Company ke usaha usaha Icha lainnya yang ada di Inggris dan Lyli sementara diutus Icha untuk menjaga Caesar selama di rumah sakit dan sedangkan Icha sendiri belum bisa kembali karena di Indonesia juga membutuhkannya, Chazoe Group perusahaan Icha yang ada di Indonesia sedang mengalami masalah, ada yang berusaha menggeser posisinya dan itu disebabkan oleh pesaing yang tidak bisa diremehkan dan Icha pun tidak mau kalah dengan perusahaan itu, jadi semuanya sibuk dan tidak ada waktu.


"Bangun Kai, gue kangen candaan lo gue kangen lo galakin gue hiks" lirih Lyli yang masih berusaha memohon agar Caesar sadar.


"Ly?" Kata orang yang tiba tiba datang, Lucas.


"Eh lo bang" kata Icha sambil mengusap air matanya lesu.


"Makan yuk?" Lyli mengangguk membuat Lucas tersenyum.


"Jangan sedih terus gak baik, gue yakin kok Kai akan bangun hari ini" kata Lucas.


"Semoga"


*


"Lo apa apaan si hah pake segala neror markas gue, emang gue ada apa salah sama lo?" Sentak Icha pada Rasya. Entah apa yang membuat Icha sampai marah sekali padanya(Rasya) saat ini.


"Lah siapa yang neror lo coba" kata Rasya.


"Alah gausah ngeles lo bangstt, udah jelas jelas disana pengirimnya dari lo" kata Icha.


"Lah Cha, kita bahkan semalem gak ke markas dan gak ngapa ngapain, siapa juga yang main teror lo?" Kata Alen membela diri karena merasa jika gangsternya tidak mengusik siapapun juga bahkan BW sendiri juga mendapat teroran juga.


"Terus apaan semalem gue dapet laporan dari anak anak kalo TB dapet teroran yang jelas jelas itu bertuliskan Black World yang kita semua sudah tau kalo itu lo Rasya" ucap Icha dengan menekankan nama 'Rasya sambil menunjuk wajah Rasya. Reflek, Rasya menepis tangan Icha kasar, ia tak suka digituin!


"Gak usah nuduh kalo gak ada bukti" kata Rasya datar.


"Heh, kita udah baik ya sama lo tapi kenapa lo malah nuduh kita, dan gue inget sekarang markas BW juga sempat di teror dan itu 'mybe dari Tiger Bips dan lo ketuanya disana juga ada topeng yang biasa dipakai Riger saat perang asal lo tau" geram Arel yang sudah tak tahan nama baik gangsternya dijelekkan dengan cara murahan seperti ini.


Kini mereka berada di rooftop jam istirahat kedua.


"Apa lo bilang? Gue tidak pernah neror kalian bahkan sebelumnya gue tidak pernah ingin mengusik kalian duluan karena gue tau kalo kalian itu lawan yang gak bisa diremehkan" kata Icha membela diri.


"Dan kalian jangan asal nuduh" imbuhnya.


"Lo pun juga menuduh kita bahkan lo udah jelek jelekin gangster kita kalo lo lupa" sahut Ali.


"Tapi emang kenyataannya begitu dan lo sebagai ketua mereka seharusnya lo harus bisa menjaga nama baik lo, pakai segala cara teror teroran asal lo tau ya cara lo itu sama aja kayak sampah"


"Gue udah bilang, jangan asal menuduh tanpa bukti kalo lo masih kekeh gue ngirim itu ke elo seharusnya lo cari tahu dulu kebenarannya, dari mana lo tau kalo itu kiriman dari gue hah" bentak Rasya di kalimat terakhirnya karena sudah sangat geram sekali, dia tidak suka di tuduh dan di tuding!


"Ya disana tertera 'dari Black World ' nah sudah jelas kan"

__ADS_1


"Ada cap BW ga?"


"Ada, bahkan disana juga lengkap dengan logo kebanggaan lo yang sampah itu" cibir Icha. Karena dirinya juga tidak suka dengan hal hal yang dianggapnya tidak gantle, pengecut!


"Kalo sampe itu semua benar lo boleh hukum kita, dan kalo tuduhan lo salah lo inget sekarang lo ada dikandang BW jangan harap lo bisa lepas dari kita camkan itu" ancam Arel pada Icha.


"Ternyata otak dari ketua gangster yang disegani masyarakat karena dia perempuan yang tangguh 'KA TA NYA huh semua orang salah menilai lo karena lo itu bodoh sekali Queen" kata Rasya meledek dengan seringainya, ia sama sekali tak memperdulikan perasaannya karena dirinya sangat sangat sakit hati mendengar itu semua.


"Brengsek"


Plak!


Icha menampar Rasya dengan keras walaupun Rasya tidak merasa kesakitan, ada sedikit rasa tapi cuma sedikit dan hanya ada bekas tamparan di pipinya yang memerah itu saja.


"Berani lo?" Sentak Ali tak terima ia menunjuk geram ke arah Icha, bahkan Raden, Arel dan Alen pun sudah siap dengan todongan pistol yang mereka sembunyikan di balik seragamnya namun diturunkan atas perintah Rasya.


"Ada apa ini hah" seseorang tiba tiba datang dan orang itu tidaklah asing bagi mereka. Rasya melihat itu hanya menyeringai kecil saja.


"Jangan ikut camput urusan kita kalo lo masih mau hidup" ancam Arel pada orang itu.


"Dan kita tak menandang siapapun kita tidak akan segan jika lo ikut campur urusan kita" timpal Alen.


"Jangan berani sentuh dia atau kalian sendiri yang akan hancur" kata Rasya dengan nada dingin.


"Dia udah neror TB bang" kata Icha seolah mengadu, bahkan kalau yang tidak paham katakanlah Icha mengadu domba adik kakak ini.


"Apa lo percaya bang?" Tanya Rasya dengan senyum smirknya.


"Jangan menuduh, dan lo apa ada buktinya bel?"


"Ada di markas bang yakali Icha sekarang terbang kesana buat ambil tu barang jadi bukti jelas jelas King BW udah neror markas TB"


"Jangan bingung kak, lebih baik kakak pergi atau Acha yang pergi?" Kata Rasya sambil menatap Rafka yang tengah kebingungan.


"Beratt nih, yang satu adek gue yang satu sahabat gue. Pilih salah satu yang satunya ngambek bingunggg ngasuu" batin Rafka menggerutu tak jelas.


"Kita selesaiin ini masalah dengan kepala dingin apa kalian bisa hm?"


"Heh bodoh, hahaha munafik lo jadi ketua. Katanya tidak pernah mengusik lah ini apaan cincin orang kepercayaan lo? Logo TB kan?" Kata Arel yang barusaja mendapat kabar sebuah teroran yang berisikan cincin orang kepercayaannya! Terlihat jelas cincin yang dipakai oleh Caesar.


Arel memperlihatkan foto yang dikirimkan oleh anak buahnya sebuah teroran lagi pada Icha dan ini adalah momen pas untuk memojokkan Icha. Arel sudah sangat geram sekali, bahkan emosinya sudah naik pitam tapi dia ingat jika dirinya tengah di sekolahan.



(cincin Caesar)

__ADS_1


"Apa mau ngelak hah, liat nah buta mata lo" sinis Arel.


"Jaga ucapan lo rel" tutur Rafka.


"I don't care, you know?" Kata Arel santai.


"Ck. Munafik" decak Rasya.


"Gue bahkan disini dari tadi, itu semua pasti bualan kaian kan?"


"Masih ngelak juga lo cewek bodoh" kata Alen sinis menatap Icha.


"Dan lo Rasya, jangan ngatain gue seperti itu kalo lo sendiri juga seorang bajingan" kata Icha sambil menuding Rasya.


"Jaga ucapan lo Bella " sarkas Rafka. Bagaimanapun Rasya adiknya dia tak terima melihat adiknya di jelek jelekkan apalagi di depan mata kepalanya sendiri.


"Kenapa bang, masalah? Atau karena dia adik lo? Gak usah ngebelain gue bang gue bisa berdiri sendiri disini, dan mulai sekarang kita putus persahabatan"


"Bel jangan gitu lah, bisa gak si gak usah emosi apa lo gak sadar hah kita dimana" - Rafka.


"Jangan karena gue lo gak belain dia kak, gue gakpapa karena benar kalo semua itu gue yang lakuin" kata Rasya sambil menatap tajam Icha.


"Ngaku juga lo akhirnya"


"Cha apa apaan si lo hah, kita bahkan gak ngelakuin itu semua, lo tau sendirian kalo kita neror lawan pasti disana sudah ada logo BW dan tanda tangan kita berlima kalo lo lupa Cha " protes Arel, dia merasa kesal dengan sahabatnya ini kenapa mengaku sebagai peneror? Bahkan kita semua tau kalau BW tidak pernah mengusik siapapun kecuali di senggol duluan.


"Diam rel, gue emang ngirim itu tanpa sepengetahuan kalian" kata Rasya kemudian pergi dari hadapan mereka tak lupa melirik sinis arah Icha.


"Nah kan ngaku, gini kan enak dan gue gak capek capek lagi berteman sama orang munafik kayak kalian" kata Icha.


"Bang ikut gue" Rafka menurut saja karena jujur dia benar benar bingung, ia yakin sang adik pasti sangat kecewa dengan dirinya saat ini.


"Lah gimana ceritanya sih? Kenapa coba si Acha segala ngaku kalo dia yang neror" kesal Arel.


"Nah iya itu bingung gue, kesel juga lama lama. Siapa sih yang mempermainkan kita awas aja kalo ketemu siapa dalang dibalik ini gak gue kasih ampun" geram Alen.


"Gue heran, di satu sisi kita di teror TB dan di TB sendiri ngaku kalo kita neror mereka apa jangan jangan ada yang mencoba mengadu domba kita?" Kata Ali menebak nebak situasi.


"Bisa jadi, ada dua kemungkinan sih. Yang satu ada yang mengadu domba TB sama BW dan yang kedua justru TB yang mendapat teroran tapi menuduh kita lalu TB meneror kita begitu " kata Raden, saat ini semuanya benar benar kehabisan akal. Kacau!


"Btw, Acha dimana ya? Pulang atau stay di sekolah ?" Tanya Arel .


"Gue juga gak tau"


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2