RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
17. aneh 2


__ADS_3

"sekarang masih sakit apa udah enggak?" Tanya Icha lembut. Rasya tak heran dan tak merasa hal lebih, dia menggeleng saja karena memang sudah tak sakit.


"Secepat itu kah kalian bergerak? Terimakasih" batin Icha sambil terus menatap Rasya.


"Awhh" keluh Rasya terdapat di punggung tanganny tiba tiba.


"Kenapa Cha" tanya Arel.


"Gatau tiba tiba punggung tangan gue sakit kayak disuntik" mendengar itu semua heran kecuali Icha yang tersenyum lebar.


"Sudah tenang ya, udah gakpapa kok. Gak perlu merasakan sakit lagi, dan sekarang apa lo ngerasain suatu hal?" Tanya Icha.


"Gue ngantuk sekali" Icha mengangguk dan tersenyum.


"Tidur lah, karena itu lebih baik. Istirahat saja disini, yang lainnya duduk saja disana bisa kan?" Tanya Icha. Mereka mengangguk. Mungkin benar jika Rasya tengah mengantuk sekarang telihat jika cepat sekali dia tidur bahkan semuanya tadi melihat jika Rasya baru saja merebahkan dirinya di brankar itu.


"Gue tau kalian bingung. Tapi gue pastikan kalian gak perlu khawatir karena ini tidak buruk tetapi juga buruk bagi yang merasakan" mereka tambah bingung.


"Maksud lo?"


"Lupakan saja yang penting kalo Acha kayak gini lagi usahain telfon gue atau buat penenang atau tanyain dimana sakitnya kalo bisa kabarin gue aja" mereka mengangguk-angguk patuh saja.


"Rasya sering kayak gini?" Tanya Icha.


"Sering banget dan pasti hasilnya sama, gak ada penyakit apapun" jawab Arel.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Bella seolah tahu tentang si bos dan dia juga terlihat santai tadi tapi waktu bos menjelaskan tentang sakitnya dan letaknya dimana mata Bella berkaca kaca, sumpah gue harus nyelidikin ini biar gue gak penasaran" batin Devano kekeh akan menyelidiki masalah Rasya sekarang ini terlihat cukup serius dan menjadi pekerjaan paling utamanya.


Di Inggris kini lebih tepatnya di rumah sakit milik TB sendiri, kabar Caesar di keroyok dan tak sadarkan diri membuat dirinya tengah di rawat di ICU, kritis keadaan dia saat ini.


"Bang, apa ini salah gue ya?" Lirih lyli yang menatap pintu ruangan Caesar.


"Shut selalu aja lo nyalahin diri lo sendiri, plis stop Icha bakal gk suka kalo lo kyk gini"


"Gres belum sadar, sekarang Kai ada disini ? Dia sakit dia kritis, dan apa kemarin lo bilang Queen Li dirawat, gue gak becus ya jagain kalian?"


"Heh seharusnya yang ngomong gitu gue, gue yang gak becus jagain kalian. Kalian semua udah gue anggap adik gue sendiri termasuk Caesar"


"Tapi bang kenapa gak gue aja yang disini kenapa orang hebat seperti mereka yang ada disini?"


"Kalo lo disini gue sendirian ly gue gak mau itu, takdir milih mereka karena mereka kuat kalo lo yang ada disana lo bakal ninggalin abang lo ini. Apa lo mau itu ngeliat gue sedih ?"


"Abang ngerti ly, jadi sekarang banyak berdoa ya? Biar orang orang hebat ini bisa cepat sehat?"


"Abang, Kai bakal sadar kan? Gres juga?"


"Pasti baby"


"Asal lo tau ly, Caesar bakal pertahanin dirinya sebelum dia berhasil buat lo bahagia bahkan dia bakal lebih bahagia jika lo menjadi miliknya namun itu semua sia sia karena lo sudah ada pemiliknya" batin Lucas.


"Bang, gue sayang sama Kai. Gue gak mau kehilangan dia, gue gue cinta sama Kai sama kayak dia yang cinta sama Lyli. Abang tau itu kan? Kenapa abang gak bilang? Lyli sedih lyli gak suka liat Kai terluka lyli sakit bang" lirih lyli yang masih dalam dekapan lucas. Dia mengerti perasaan lyli,

__ADS_1


"Kamu yang sabar, dan maaf ini smua karena Caesar tidak membiarkan lo tau tentang perasaannya karena status kalian berbeda"


"Berbeda gimana sih bang, Kai itu anak pengusaha kalo bang Lucas belum tau " dengan segera dirinya menepuk nepuk mulutnya dan merutuki kebodohannya karena membocorkan rahasia yang dirinya tahu.


"Maksud lo apa dia anak pengusaha, bukannya dia anak hilang ya? Yang dirawat sama mang abdi?"


"Iya, dulu mang abdi pengusaha dan bangkrut bang"


"Oh , kok gue gak tau ya, bentar deh gue tanya mang abdi dulu" ingin memencet nomor mang abdi lyli segera menahannya.


"Jangan bang jangan tanya"


"Kenapa?"


"Y-ya takut nyinggung mang abdi aja"


"Ly, abang kenal kamu udah lama. Tau abang kalo kamu lagi boong kan? Ngaku, siapa sebenarnya Caesar apa lo sudah tau keluarga Caesar?" Lyli mengangguk kemudian menggeleng dengan cepat .


"Oke, kalo gak mau cerita. Abang marah sama lo dan nyelakain abang sendiri terus nyusul bund" dengan cepat Lyli menggeleng, dia menatap mata Lucas disitu terdapat jika Lucas tidak sedang bercanda dia serius! Mata lyli berkaca kaca.


"Jangan jemput bunda dulu, jangan tinggalin lyli bang hiks jangan tinggalin lyli"


"Iya enggak ninggal, tpi jujur sama abang ya? Caesar siapa sebenarnya?"


"Em dia Raska Ardhan Daniyel Alaric, anak pengusaha ternama di Asia dan Eropa ini. Dia punya 1 putra sulung dan 2 putra kembar mereka yang satunya hilang yaitu Kai. Dan ditumi mang abdi pas dia baru pulang dari markas. Kai bocah kecil yang berumur 5 tahun sudah diajarkan kerasnya hidup padahal dia adalah anak pengusaha sukses, sampai sekarang Kai masih mencari informasi tentang keluarganya dan gue tau Alaric dan Maverick masih cari terus keberadaan dan kebenaran tentang Kai. Gue takut bicarain ini soalnya Queen Li ngelarang gue karena dia gak mau kehilangan Kai" jelas Lyli.

__ADS_1


"Jadi? Waktu itu....


__ADS_2