
Bruk! Dug! Deg!
Icha tersandung sama batu yang bersemayan di alas bumi berdasar paving itu yang entah darimana ada disana, lumayan besar.
"Hah sakit? Eh kok engga?" Batinnya yang dari merasakan jatuh dan entah kenapa sekarang tidak merasakan sensasi terjatuh, hmm tidak sakit sama sekali? Mengapa? Kenapa?
Ia memejamkan matanya takut dan sedikit demi sedikit mata cantik itu terbukaa dan melihat jika di hadapannya ini adalah bidang dada seseorang, ya ini adalah dada tapi dada siapa? Pikirnya. Ia mendongak ke atas menatap sang pemilik dada tersebut.
"Lain kali hati hati, jatuh kepentok amnesia tau rasa lo" ucapnya seraya membenarkan posisinya dan dengan sedikit kasar melepaskan tangannya dari tubuh Icha untung aja sigap Icha hanya oleng saja tidak sampai terjatuh.
"Kasar amat lu, kalo gue jatuh tanggungjawab lu" ketusnya menatap ke arah Rasya sengit. Yapp, sang pemilik dada itu adalah Rasya yang membantunya agar tidak terjatuh.
Rasya memutar bola matanya malas, dia malas bicara kali ini. Waitt tunggu sebentar yaak salah mwehe bukan malas bicara tapi memang orangnya sangat amat irit bicara! Catat ya irit! Bukan tidak bisa bicara.
"Heh tembok sialan, gak minta maaf lo sama gue dan ya terimakasih" ucap Icha sedikit berteriak karena Rasya perlahan sudah menjauh dari pandangannya.
"Heh Cha lo gakpapa kan? Tanya Amel.
"Im fine oke?" Balas Icha.
"Yuk gue anter ke kopsis dah kalian balik sana kemeja" perintah Amel. Kemudian mereka berdua ke arah kopsis dan Thea juga Ara kembali ke tempat mereka tadi, karena makanannya masih utuh belum ke sentuh sama sekali.
Hmm skip sekolah!
"Ngga udah siap lom?" Teriakan melengking dari lantai dasar ditujukan ke lantai dua tepat di kamar milik Angga, yap betul jika kalian menebak itu teriakan Dino Zoff, si bujang kolot tajir.
__ADS_1
"Sabar elah otw nih" balas Angga ketus. Dia sudah berjalan dan menuruni anak tangga, dia lupa jika rumah tersebut ada lift, ini semua gara gara si bujang kolot itu! Huhh menyebalkan.
"Lagian bilang jam berapa merintah jam berapa lo sendiri yang molor pengen gue hih" balas Dino tak kalah ketus.
"Dah lah berangkat sekarang kita, noh si Yasa dah stenbe katenye" ucap Angga. Sedangkan Dino hanya mendengus kesal saja mendengar ucapan Angga yang teramat santai itu.
"Yain dah si bos gak pernah salah" pasrah Dino menghadapi bosnya yang satu ini.
Mereka keluar dari rumah mewah itu menuju mobil yang akan mereka bawa dan Dino sudah siap berada di kursi pengemudi dan Angga di sebelahnya. Dino sudah menancapkan gas meninggalkan perkarangan rumah mewah itu ke tujuan mereka. Kota J, tak jauh juga tak dekat memerlukan waktu sekitar 5 jam saja sudah sampai disana.
Kini mereka sudah berada di sebuah hotel, kurang lebih lima jam lamanya Dino menyetir dan sesekali beristirahat agar menghindari hal yang tak diinginkan. Mereka berdua sudah sampai di kota J tersebut dan sudah terlihat memesan kamar di salah satu hotel ternama milik keluarga Narez yang sudah disiapkan oleh pihak pemilik. Satu ruangan isi dua kamar, yakali mereka tidur dalam satu kamar dan satu ranjang kan gak elittttt!
Yah, hari sudah mulai larut kini waktu mereka digunakan untuk istirahat tak lupa mempersiapkan untuk besok, beberapa dokumen dan materi untuk presentasi dan materi tentang proyek yang akan mereka jalankan ini.
Di sisi lain nampak dua pria paruh baya sedang di ujung kegelisahan dikarenakan dokumen yang amat sangat penting untuk besok tertinggal, bisa bisanya tertinggal, ini tidak dekat sayanggkuuhhh!
"Maaf bos, saya lupa" cicit Rizky yang juga merasa bersalah atas kelalaiannya.
"Gak mungkin dong kita balik lagi ke kota M untuk ngambil berkasnya dan meeting dilaksanakan besok, duh pusing banget gue" kata Abi frustasi.
"Kalau boleh saran sih bos , saya aja sekarang meluncur ke sana ambil dokumen yang tertinggal sementara bos disini istirahat sampai besok, saya tak apa" usul Rizky yang di tolak mentah mentah oleh bosnya itu, tidak! Mana bisa dia membiarkan seseorang rela melakukan apapun demi dirinya walaupun itu tugasnya tapi waktunya istirahat ya gunakan untuk istirahat tidak dengan pekerjaan, pikirnya.
"No, tidak Riz! Kalo lo kesana sekarang dan balik kesini lagi waktu istirahat lo kebuang dong bisa bisa lo besok gak fokus dan lebih fatal kalo lo sakit" kata Abi.
"Duh baik banget lo bos sama gue, arhh gak enak gue ngelupain dokumen yang penting itu karena buru buru" batin Rizky merutuki kebodohannya.
__ADS_1
"Sekali lagi saya minta maaf bos" ucap Rizky dengan menunduk.
"Sudahlah Riz jangan minta maaf mulu, sekarang lo telfon pihak Alric aja kalau bisa ditunda syukur kalau tidak ya gimana lagi kita mulai ulang usaha kita lagi" kata Abi santai namun terlihat dari sorot matanya ia kecewa, proyek yang ia idamkan belum terwujud. Hmm mereka berteman baik, Narez dan Alric bersahabat sejak masa sekolah dulu. Tapi dalam urusan bisnia mereka sangat profesional tidak memandang apapun, tapi masih ada rasa kasihan dan maklum. Saat ini Abi tidak akan memanfaatkan keadaan, walaupun klien dia adalah sahabat dia sendiri dia tidak akan mengemis waktu, hanya saja dia akan meminta waktu jikalau boleh, kalau tidak ya sudah gimana lagi? Usahanya akan sia sia dan dia harus memulainya lagi dari nol untuk membangun kerja sama dengan Alricgroup ini yang memang sangat sulit untuk diajak kerja sama walaupun itu terus besar sekaligus.
"Baik bos" Rizky dengan segera menelfon pihak Alric, lebih tepatnya dia menelepon Dino yang masih berkutat dengan laptopnya di sebrang sana sementara Angga hmm rupanya dia sudah berada di alam bawah sadarnya.
📞Calling Dino Zoff
Rizky : selamat malam tuan Dino, maaf saya mengganggu waktu malam anda, saya ingin menyampaikan sesuatu bahwa ada masalah tentang dokumen kami, saya menelfon anda dengan tujuan untuk mengulur waktu satu hari untuk menyelesaikan masalah dini, jika bisa kalau tidak saya tidak memaksa anda tuan Dino, maaf jika saya lancang.
Dino : ah sopan sekali anda, panggil saya Dino saja kita sama bukan? Baiklah jika meminta waktu silahkan lagian Yasa jugaa temen gue sama Angga jadi santai aja lah, gue bakal bilang sama Angga tenang aja selesaiin masalah kalian dulu setelah itu kita ketemu okey bro?
Rizky : anda memang sangat baik tuan Dino, terimakasih untuk waktunya dan sekali lagi saya meminta maaf mengganggu malam anda, silahkan dilanjutkan tuan saya tutup dahulu telfonnya. Terimakasih dan selamat malam tuan Dino.
Dino : iya tuan Rizky, kembali kasih dan selamat malam.
Tut
Panggilan berakhir, Rizky tampak menghela nafas lega karena bisa menunda dulu acara pertemuan dengan Alricgroup itu. Saat dia ingin memberi tahu Abi dia melihat jika Abi sudah tertidur di sofa yang dibuat untuk menunggunya menelfon Dino.
Dia merobek secarik kertas dan menuliskan jika dirinya telah berhasil meminga waktu dan sekarang dia harus pergi dengan bekal pamit di kertas tersebut.
Dia pergi untuk kembali ke kota M mengambil dokumen yang tertinggal itu.
'bos saya sudah berhasil meminta waktu satu hari untuk masalah kita sekarang, dan saya pamit sekarang kembali ke kota M untuk mengambil dokumen yang tertinggal, saya tidak apa apa ini juga udah jadi tugas saya bukan? Bos gak perlu khawatir, saya bisa jaga diri saya sendiri dan saya akan istirahat jika sudah tidak kuat mengemudi, selamat malam bos. Maaf tidak membangunkan anda saya tidak enak terlihat anda sangat lelah hingga ketiduran di sofa, semoga hangat ya bos'
__ADS_1
Itulah isi secarik kertas yang singkat ditulis oleh Rizky dan diletakkan di atas meja sengaja agar Abi dapat melihatnya langsung. Sebelum ia benar benar kembali ia mengambilkan selimut dan juga bantal untuk Abi, tidak elit dong jika Abi digendong ke kamarnya jadi Rizky membiarkan dia di Sofanya namun ia tambahin dengan selimut agar tidak kedinginan.