
Hari ini adalah hari dimana acara HUT SMA AL dilaksanakan. Semua siswa dan siswi ada yang sudah hadis di perkarangan sekolah mereka tampak terlihat cantik dan tampan dengan kostum yang mereka kenakan.
Dan disana juga terdapat panggung untuk acara mereka nanti. Semua sudah siap dan hanya menunggu jam untuk memulai acaranya. Sekarang masih pukul 07.00 dan acara akan dimulai jam 09.00. dikarenakan untuk menyiapkan semua yang dibutuhkan. Dimulai dari mading dan stand makanan untuk mereka jual atau konsumsi kelas dan persiapan bagi penampilan perwakilan per kelas.
Terlihat ada beberapa mobil sport mewah datang bersamaan membuat murid disana apalagi para siswi berteriak heboh. inilah yang mereka tunggu, kedatangan Most Wanted SMA AL, the perfect. Siapa lagi kalau bukan mereka. Berlima mereka turun kompak dengan gaya masing masing, dan untuk saat ini si biang rusuh( Alen ) berikap cool membuat fansnya berdecak kagum, sikap konyolnya saja membuat mereka terpesona apalagi kalem gini adem bangett!
(mobil the perfect)
'Uuuu ganteng banget mereka
'aaaaakkk si Rasya cool banget pake gituan auranya kerasa banget jadi pengen karungin.
'meleleh hati gwehh
Masih banyak lagi yang memuji pesona mereka, tak mereka dengarkan dengan berjalan santai mereka memasuki area sekolah dan menuju ke kelas sesuai perintah wali kelas mereka.
Back to gerbang disana sudah ada dua mobil yang belum juga memasuki area sekolah entah apa yang mereka tunggu.
(mobil Thea )
(mobil Amel)
Brum brum!
(Icha) anggap motornya aja orangnya kaga wkw
Suara motor terdengar, dua mobil itupun segera maju dan memberi jalan si pemilik motor yang sedang mereka tunggu.
'wih siapa tuh cewek motor udah kek presiden aja segala di kasih jalan
'wih keren gilaaa tu cewek damagenya beuhh
'Wuihhh mobil limited edition kagak tuh
Begitulah kira kira, ada pujian dan juga cibiran dengan kedatangan 2 mobil dan 1 motor.
Sedangkan si pemilik mobil yang tadi sudah memberikan jalan pemotor kini mengikuti arah motor itu ke parkiran dan memarkirkannya dengan baik disana. Tak lama mereka pun turun dimulai dengan mobil sport berwarna biru muda itu keluarlah seorang perempuan yang memakai dres cantik dan pas dibadannya, kesan tomboy juga feminim.
Disusul dengan mobil yang disebelahnya menampilkan tiga perempuan yang sudah cantik lengkap riasan tipis di wajah mereka membuat mereka semakin menarik perhatian para laki-laki khususnya.
"Hai Thea" sapa Amel yang baru saja turun.
Ya mereka lah orang yang membuat heboh tadi, dan si pemotor itu? Siapa lagi kalau bukan Icha.
"Hai juga Amel, hai Ra Sya" mereka tersenyum.
"Woi Cha sini lo" panggil Amel pada Icha yang masih setia di motornya, dan dia sudah melepas helmnya hanya saja belum turun, dia masih ngaca!
"Bentarr" balas Icha dengan suara nyaring.
"Ck. Lama lagian lo ngapain si ha" tak sabaran Amel membuat Icha mendengus malas. Dia segera turun dari motornya itu dan melepaskan rompi yang ia pakai tadi dan ia sampirkan di lengan tangan kanannya.
Icha berjalan santai ke arah empat sahabatnya.
(rompi Icha)
(dress Icha)
"Beuhh cantiknya subhanallah banget lo" decak kagum Amel melihat penampilan Icha yang baru kali ini ia lihat, sangat berubah.
"Ck. Biasa aja gausah gitu tuh mata" ketus Icha membuat Amel cemberut.
"Beneran ini lo Cha? Woh keren gilakkk" puji Ara.
"Gausah lebay, yok masuk kita dah ditungguin sama yang lainnya" ajak Icha, kemudian pergi mendahului sahabatnya. Icha memimpin jalan mereka, dengan langkah yang santai dan tak lupa Icha memakai kacamata hitam yang ia ambil dari saku rompinya itu. Tak lupa dengan rambut yang ia gerai dan diterpa angin membuat damage Icha semakin wah di mata laki laki
'wihh gila siapa tuh yang depan sendiri keren cuy
'iya njir apalagi pakainya itu kesanya kek mafia gak sih
'lah itu bukannya anak 11C ya?
'iya mereka anak kelas itu, dan dikelas mereka kostumnya hitam jadi ya gitu deh
'wih gila gila, si Thea juga kaga kalah cantik sama yang depan
'dih sok cantik
'sok keren, masih kerenan juga gue
Cibiran, pujian tak mereka dengarkan mereka terus saja berjalan dengan santai menuju kelas mereka.
Di pertengahan jalan mereka dihadang oleh tiga cewek centil menurut mereka.
"Kenapa lo halangin jalan kita" tanya Amel yang masih stay kalem.
"Gue gak suka liat kalian sok cantik kayak tadi" kata Cewek itu yang dikenal dengan nama Naomi dan anteknya Lusi dan Laura.
"Emang gue cantik" bahas Thea sewot dengan mengkibaskan rambutnya ke belakang.
"Ck. Dasar tebar pesona banget lo" cibir Naomi.
"Gak salah nih kita" tanya Amel dengan tangan yang bersikap dada.
"Gak usah sok cantik di depan semua laki laki apalagi pakaian lo kayak gini ck" cibir Naomi lagi.
"Yang penting kita gak ngejalang kayak lo" kata Amel nyolot dibagian 'lo nya.
"Ck, gue kesini gak bicara sama lo pada ya gue kesini buat nyamperin nih cewek murahan" kata Naomi sambil menunjuk ke wajah Icha. Icha tak suka itu! Dengan kasar ia menepis tangan Naomi tapi tak berhenti dari situ Icha memutar pergelangan tangan Naomi dengan tangan kirinya.
__ADS_1
"Awss sakit goblok" rintih Naomi yang kesakitan ditangannya.
"Jangan asal bicara kalo lo gak mau tau akibatnya " ancam Icha sambil melapas tangan Naomi dengan sedikit mendorongnya, Icha menepuk tangannya karena tangan sucinya telah menyentuh tangan busuk milik Naomi, pikir Icha.
"Rasain lo" ledek Ara melihat Naomi yang masih kesakitan disana.
"Udah ra udah Yok kelas"
Mereka pun menuju kelas tanpa hambatan. Sampai di kelas mereka duduk di bangku masing masing.
Seisi kelas dibuat kagum dengan kedatangan lima sahabat itu.
"Wih cakep gila" puji Rayhan.
"Baru nyadar lo?" Kata Amel sewot.
"Bukan lo tapi Icha" mereka semua tertawa tetapi Amel memasang wajah masamnya.
"Udah mel udah lo cantik kok" bujuk Thea.
"Kalian kesambet apaan bisa cantik gini, keliatan kalem gak bar bar kayak kemarin" kata Rido heran.
"Ck. Berulah salah kaga berulah juga salah mau gue robek tuh mulut hah" ketus Thea.
"Santai kali cuma nanya"
"Oh ya, si Acha mana kaga keliatan" tanya Amel.
"Nah gini nih masih muda udah pikun kasian gue" cibir Alen.
"Heh gue nanya apa salahnya emang kemana tu anak"
"Gausah ngegas mbak, lo lupa dia kan lagi di ruang pribadi pemilik sekolah gue ingetin nih kalo lo lupa" kata Alen.
"Oh iya ya, lupa gue"
"Nah tu nyadar" Amel menatap Alen sengit.
"Gausah natap gue gitu ada yang cemburu mati gue" Amel menyerit heran.
"Kaga usah pura pura lo dasar nenek Lampir "
"Apa lo bilang?"
"Nenek lampir" kata Alen dengan watadosnya.
"Wah ngajak tarung nih anak ternyata sini lo by one kita" tangang Amel.
"Kaga main cewek gue gak tega tapi kalo yang munafik si tega aja" kata Alen sedikit menyindir, Icha yang mendengar itu merasa sesak di dadanya kata kata itu kembali ia dengar, ia juga merasa bersalah tapi apa boleh buat.
"Jangan mulai Len kita lagi ada acara baik sekolah gausah betingkah" kata Arel mengingatkan.
"Haha sukurin dimarain sama bapak" ledek Amel tertawa puas.
"Uh gemes banget si ketawanya jadi pengen gigit" batin seseorang.
"Sek sek ges, gue ngerasa ada yang ganjel deh" kata Ali membuat semuanya menyerit bingung.
"Tu anak cewek pake baju gitu kaga takut item lo pada?" Tanya Ali pada ciwi ciwi.
"Kaga si perawatan gue mahal coy" ucap Amel menyombongkan diri.
( Amel )
"Iya percaya orangnya aja jual mahal apalagi kebutuhannya gue sanggup kok hihi" batin seseorang lagi yang memperhatikan Amel dari tadi.
"Percaya dah gue"
"Kaga melorot?" Tanya Ali lagi dengan wajah polosnya.
"Ck.. mesum lo" decak Thea.
( Thea)
"Ya kaga lah klo melorot lo semua jelalatan yang ada"
"Santai sister"
"Lo berlima make konsep apaan" tanya Ali.
"Kalo gue si lebih ke temennya si mafia gitu kan gak serem serem banget" kata Ara.
(Ara)
"Kalo gue sama kek Ara, jadi pakaiannya ya gini simpel" ujar Thea.
"Kalo gue-
"Gak nanya lo" ketus Ali membuat Amel cemberut.
"Yaampun gemes" batin seseorang.
"Dih pake cemberut segala udah jangan di imut imutin ntar ada yang gigit tau rasa lo" ledek Alen.
"Imut kan gue " narsis Amel.
"Amit amit yang ada"Amel tambah cemberut.
"Gak asik lo semua" mereka tertawa karena bisa membuat Amel kesal.
"Kalo lo sya?" Tanya Ali pada Salsya.
"Gak jauh dari mafia, gue lebih ke istrinya haha" ucapnya lalu tertawa.
__ADS_1
(Salsya)
Krik krik!
tidak ada yang menertawainya!
"Bercanda, tapi emang serius gini aja yang penting item lagian kalo pake baju kayak mereka uhhh gak bisa gue kena semprot sama-" ucap Salsya ngegantung sedikit melirik ke arah samping Ali lalu kembali menatap Ali.
Jangan kepo ya wkw!
"Sama orang tua gue" lanjutnya.
"Jujur aja napa si, dilarang sama pacar lo kan? Gebetan mungkn? Makanya lo pake baku rada tertutup gini"tebak Amel diangguki reflek oleh sang empu lalu dengan cepat menggeleng gugup.
"Eh beneran di larang bonyok gue" kata Salsya gugup.
"Cie pipinya merah" goda Ara.
"Cie cie"
"Udah lah kasian noh anaknya udah malu, mana pipinya kayak kepiting rebus lagi bwahaha" kata Thea mengingatkan lalu kembali menggoda Salsya lagi. Yang di doga hanya menunduk malu saja.
"Udah ihh malu gue" rengek Salsya.
"Iya iya stop guys kasian gue liatnya"
"Lagian jujur aja nape si, siapa gebetan lo?" Tanya Amel, jiwa kekepoannya meronta saat ini.
Salsya tersenyum kikuk, dia melirik ke arah laki laki yang sudah membuatnya digoda oleh Amel dkk. Tanpa sadar Amel serta yang lainnya mengikuti arah lirikan salsya dan ternyata!
"Whatt? Si bapakk diem diem maju duluan ya" pekik Alen.
"Berisik"
"Bentar bentar, jadi gebetan lo? Si Raden? Huwaaaaa gak nyangka gue sejak kapan?" Heboh Amel.
"Iya sya, kan kita baru gabung juga udah main deket aja sama si bapak" tanya Ara.
"Udah lama" jawab Salsya tersenyum.
"Wah, lo punya cewek cantik lo diemin gue embat nangis kejer lo" kata Alen.
"Gue cincang dulu badan lo berani embat punya gue" kata Raden sambil berjalan mendekati Salsya.
"Go public coyy" seru Thea sambil bertepuk tangan.
"Kamu gak usah dengerin mereka anggap aja mereka radio" kata Raden pada Salsya.
"Wihh sekata kata lo ngomongnya, dibilang kita radio segala" Raden mengedikkan bahunya acuh membuat Ali mendengus sebal.
"Baru gau gue ternyata lo bisa ngeselin ya den" kata Alen geleng-geleng.
"Emang anj ni orang" kesal Ali.
"Eh tapi lo berdua kok jarang gue liat apel atau ngomng gitu" tanya Amel kepo.
"Gunanya hp buat apa? Ada rumah kenapa harus sekolah?" Oke kali ini Raden benar benar menyebalkan!
"Lo beneran jadian sama dia sya?" Tanya Ara yang masih belum percaya. Salsya nampak mengangguk.
"Kalo lo gak percaya nih liat " kata Raden sambil merangkul pundak Salsya dan mencium kening Salsya.
"Oke gue percaya tapi jangan tebar uwu di depan gue dong" kata Ara,
"Bodo amat" Ara mencebikkan bibirnya.
"Oh gue sekarang paham, jadi si posesif itu Raden haha takut banget cewek lo diliatin cowok cowok" ledek Alen.
"Gimana gak takut gue apalagi cowoknya modelan lo apalagi Arel nih"
"Apaan kok gue"
"Gak tau"
"Raden lo ya bener bener ngeselinn hari ini sumpah"
"Lagian udah enak enak sembunyi sembunyi malah lo bongkar segala"
"Lah orang cewek lo sendiri yang ngaku" kata Amel.
"Dia lo paksa bege"
"Santai mas, kaga usah nyolot. Lagian juga kenapa main belakang si kita kan juga kaga masalah"
"Gue menghargai ke delepan para jomblowan jomblowati ini"
"Astaghfirullah Raden lo ya ngeselin kalo sekali ngomong, dah lah kayak biasanya aja sono diem kek orang bisu" mereka tertawa karena kekesalan Amel dengan wajah masamnya.
...RASYA ARSHAD DANIYAL ALARIC...
...RAFKA ASHAZ FATHAN ALARIC...
...FAIREL ATTHARIS CHALIEF...
...NALENDRA ZAVIER AKHTAR...
...DELVIN CALIXTO ( Ali )...
...RADEN GALAN MAHENDRA...
__ADS_1