RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
R 42


__ADS_3

Hari esok setelah acara kemarin semua murid sudah masuk sekolah secara normal dengan pembelajaran sesuai jadwal hari ini. Seperti yang dilakukan dikelas Rasya dkk.


Kali ini mereka tidak lengkap karena ada yang tidak masuk entah bolos atau alasan yang lain. Seperti Arel sekarang dia tidak masuk sekolah karena setelah dari pulang pesta kemarin dia tidak langsung ke rumah melainkan ke club malam untuk minum minum bersama teman tongkrongannya itu sampai pagi dan mungkin sekarang ini dia masih disana belum bangun juga.


"Guyss jamkoss" seru Rido selaku ketua kelas, dia baru saja diberikan informasi dari grup sekolah untuk pelajaran pertama sampai keempat akan di kosongkan karena guru rapat jadi siswa siswi bisa melakukan kegiatan apapun yang penting tidak buat rusuh.


"Yessss akhirnya ga ketemu angka beranakk" girang Thea.


"Horeee ah senangnya hatikuu" kata Amel.


"Lah cemana, gue udah susah payah kemarin ngerjain tugas malah jamkos emang anj" gerutu Raden kesal.


"Nah sifat barbarnya keluar neh" ledek Ali.


"Yank ayok kantin?" Ajak Alen pada Thea.


"Gasss ayangg" sahut Thea lalu berdiri dengan cepat.


"Ayang ayangenn iya" cibir Amel.


"Ikut kaga" kata Thea.


"Ikut lah masa engga"


"Yodah yok semuanya" seru Thea mengajak.


Mereka pun sepakat pergi ke kantin bersama, tetapi di tengah perjalanan mereka mendengar ada keributan yang terjadi pada gedung kelas 12. dengan kekepoan tingkat tinggi Amel dkk menghampiri suara gaduh itu diikuti oleh the perfect juga. Dan pada saat mereka sampai disuara gaduh itu ternyata ada kejadian labrak perlabrakan antara kelas 10 yang melabrak kelas 12, nyalinya top!


"Woii ada apa neh ribut ribut" teriak Amel dari kejauhan membuat mereka semua menoleh ke arahnya.


"Ribut ngapain kalian hah" kata Thea.


"Nih kak, nih cabe cari gara gara sama adek gue yang katanya adek gue tuh ngrebut pacar dia padahal mah engga, orang pacarnya sendiri tuh yang ganjen sama adek gue malah nyalahin adek gue" kata anak kelas 10 itu.


"Siapa pacar lo"


"Diki" kata Lusi.


"Anak kelas duabelas yang playboy itu? Dih kek dia aja di rebutin kayk gaada cowok lain" cibir Thea.


"Lo kelas sepuluh ngelabrak kelas duabelas, nyali lo top dah" puji Ara.


"Heh lo kaga bosen apa bikin ulah mulu kalo kaga bosnya ya anteknya emang klop deh lu betiga" kata Thea.


"Heh diem bisa kaga lo ikut campur segala tau apa lo hah" kata Naomi ngegas.


Yapss, dia adalah Naomi and the gang yang dilabrak oleh kelas 10. Emang dasar di cabe rawit.


"Gue ikut campur karena gue gak mau ada keributan di sekolah ini ngerti kaga lo" kata Amel tak kalah ngegas.


"Berani lo sama gue hah" sentak Naomi.


"Ngapain gue takut sama lo? Kaga ada gunanya"


"Lo juga chili, jangan pernah sekalipun lo deket sama Rafka atau lo bakal tau akibatnya" kata Naomi pada Icha.


"Gue gak takut sama lo yang hanya debu di mata gue" kata Icha santai dengan tangan yang mengejek seperti membuang debu.


"Ck. Kurang ajar lo ya"


"Stop udah si ngapa jadi melenceng, lo gak malu apa dia adek kelas kita dan lo dilabrak sama dia? Gak punya malu lo hah?" Kata Amel.


"Buat apa gue malu gue disini gak salah emang dasarnya aja adiknya tuh yang ganjen sama pacar gue" ngegas Lusi.


"Dan temen lo juga suka kecentilan sama oacar gue " kata Naomi.


"Siapa emang pacar lo"


"Ya Rafka lah siapa lagi" dengan gaya PDnya perkataan Naomi membuat gelak tawa Amel dkk dan the perfect tertawa.


"Ngipi lo anjeng" ledek Alen.


"Ck. Untung ganteng kalo gak udah gue sikat lo"


"Awww atut" mereka tertawa termasuk adik kelas itu.


"Dasar cabe, udah tua masih ada ngehalu malu kak sama kita kita yang lebih muda. Gak sekalian ngejalang lo" kata adik kelas itu.


"Kurang ajar lo ya" saat Naomi hendak menampar adik kelas itu dengan cepat Icha menepis tangan kotor Naomi itu.


"Jangan main tangan kalo gak mau tangan gue main" kata Icha kemudian memutar pergelangan tangan Naomi hingga membuat si pemilik tangan meringis kesakitan.

__ADS_1


"Lo yaa sama aja dasar sama sama ganjen" kata Naomi.


"Oh ya? Gue ganjen sama siapa? Sama bang Rafka? Abang gue sendiri? Iya? Upss sorry gak sengaja, gak sudi gue punya ipar kayak lo haha *****" kata Icha dibuat buat sedangkan Naomi hanya melongo kaget.


"Apa lo? Gak percaya?"


"Gak percaya setahu gue Rafka saudaranya cuma Rasya doang ga ada yang lain "


"Keluarga terpandang gak mungkin punya saudara sedikit sayang, berpikirlah jauh jangan emosi dulu"


"Sialan lo"


"Hahaha kalah kan lo, dasarnya cabe ya cabe aja gausah ngajak ngajak kita, beda level bos" kata Amel lalu tertawa terbahak-bahak.


"Nangis gue liat lo kayak gini mending sana pulang daripada disini"


"Nyerimpeti" timpal Ali.


"Lakik aja ilfiel sama lo apalagi kita, mau muntah rasanya"


"Guys cabut" Naomi dkk akhirnya pergi dari hadapan Amel dkk.


"Makasih kak udah bantu saya" kata adik kelas itu.


"Gak masalah buat gue, yaudah balik geh ke gedung lo sebelum ada osis lewat kenak lo"


"Iya kak permisi"


*


Kini Amel dkk sudah ada di kantin dan juga ada makanan dan minuman yang menemani mereka ngobrol.


"Ngakak njir gue sama tuh kakak kelas, suka seenaknya saja tapi gak mau ditindas gedek gue" kata Thea.


"Gausah di ladenin yang ada buang buang tenaga kita tau ga" kata Icha.


"Bener lo Cha"


"Lah iya itu"


"Weh Cha kakak lo noh" mereka semua menoleh ke arah yang ditunjuk Alen.


Yang benar saja, Rafka datang dengan pria tampan yang tak asing bagi mereka, Raska. Dia datang sebagai murid baru walaupun sekolah dia sudah tamat tetapi ayah Angga menyuruhnya untuk bersekolah lagi di Indonesia karena umurnya masih umur anak SMA pada umumnya bukan anak kuliahan seperti Caesar yang ada di Inggris.


"Lah bawa siapa lo bang, kok mirip Acha" kata Amel.


"Adik gue yang hilang, dan kembaran Acha"


"Mubar?" Rafka mengangguk.


"Kenalin gue Caesar, emm Raska panggil gue terserah kalian" kata Raska sambil tersenyum menatap mereka semua dan berhenti di tatapan Icha.


Raska melambaikan tangannya pada Icha.


"Bang Kai?" Raska mengangguk. Dengan antusias Icha memeluk tubuh kekar Raska dengan erat.


"Icha kangen sama bang Kai, sehat kan?"


"Sehat Queen"


"Queen?" Beo Thea. Mereka yang tau gelagapan, termasuk Icha.


"Dia kan ratu gue, jdi wajar dong gue sebut dia Queen. Satu satunya sahabat gue yang perempuan"


"Lah tuh dua cunguk lo taroh mana ege" kata Rafka memukul kepala Raska pelan.


"Hehe ada di Inggris gak da disini yaudah gk usah disebut" ringis Raska.


"Duduk dulu bang"


"Ganteng juga kembaran lo Cha" puji Ara pada Raska.


"Gantengan juga gue" kata Rasha songong.


"Percaya dah kalo gantengan lo, tapi gak dapet lo kembaran lo boleh kali ya" kata Ara sambil tersenyum genit pada Raska.


"Ck. Pantes jomblo, emang kaga berubah sifatnya" cibir Ali.


"Kenalin, nama gue Amelia, panggil gue Amel aja" kata Amel memperkenalkan dan diterima oleh Raska.


"Raska, panggil Kai aja sama kayak Icha"

__ADS_1


"Oke Kai?"


"Gue Thea"


"Raska"


"Gue Salsya"


"Raska"


"Gue Ara"


"Raska"


"Gue Alen"


"Alen?"


"Iya kenapa?"


"Nama lo? Nalendra bukan?" Tanya Raska.


"Iya, ada masalah?"


"Gak ada kok"


"Gue Ali"


"Raska"


"Gue Raden"


"Raska"


"Yang kemarin siapa namanya bang?" Tanya Raska pada Rafka.


"Arel"


"Kemana dia?"


"Ga masuk" jawan Ali.


"Jadi lo temennya Lucas? Gimana kabarnya dia?" Tanya Alen.


"Baik Len, dia katanya mau kesini mau nemuin lo"


"Buat?"


"Gak tau"


"Ekhemm" deheman Rasya membuat mereka menoleh ke arahnya.


"Lanjutin ngobrolnya sama Aska, gue pamit dulu" kata Rasya..


"Ketauan ngambek nih pasti" batin Rafka.


"Aska? Nama gue tuh? Ternyata ada panggilan juga lo buat gue dasar gengsian" batin Raska.


"Kemana Cha" kata Alen.


"Atap" jawan Rasya tanpa berbalik badan dan pergi begitu saja.


"Susulin kaga" kata Raden.


"Gausah, lagi pengen sendiri mungkin " kata Alen yang mungkin tau alasan Rasya pergi.


"Dasar bocah " cebik Rafka yang didengar oleh Alen dan Raska.


"Dan lo lebih bocah lagi bang" kata Alen.


"Apa maksud lo Len "


"Jangan karena dia lo lupa siapa yang udah bantu lo dalam suka ataupun duka" kata Alen.


"Ngapa sih bisik bisik kita disini juga mau denger loh" kata Thea.


"Guys gue pamit bentar ya ke toilet " kata Icha.


"Dianterin kaga" tawar Thea.


"Ga usah"

__ADS_1


"Okeh"


__ADS_2