RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
R 58


__ADS_3

Rumah sakit, tepat di rumah sakit 'Alric Hospital dimana Rasya dirawat. Sudah ada sahabat sahabat yang menemaninya, Angga dab Emili saat ini masih diluar negeri, setelah mendapatkan kabar anaknya dirawat di rumah sakit miliknya dengan segera mereka menyelesaikan tugas perusahaan untuk pulang ke Indonesia menemui anaknya, tetapi tidak bisa saat itu juga karena perkejaan disana sangat penting sekali, Angga meyakinkan kedua anaknya untuk menunggu dan terus menemani Rasya selama mereka masih di luar negeri.


"Cha, bangun Cha kakak disini" kata Rafka.


"Kak apa lo gak kangen sama gue sama bang Rafka, terutama sama pacar lo ini, kenapa betah sekali lo tidur mimpi apa sih hah" kata Raska, dengan kekehan pelan padahal sebenarnya dia tengah menahan air matanya yang akan jatuh itu.


"Kai yang tenang ya" kata Lyli.


"Cha" mulut Icha bergetar, dia tak banyak bicara. Dia tak sanggup untuk berbicara dihadapan Rasya dia sangat merasa bersalah sekali.


"Kak, rasanya aku sangat sakit sekali. Apa kakak tidak baik baik saja, maafkan aku kak" kata Raska sambil terus memegangi tangan Rasya.


"Cha, lo yang tenang ya gue yakin kok pasti semua baik baik saja, Acha anak yang kuat dia pasti bisa cepat sadar dan sembuh biar kita bisa liburan bareng" kata Thea menenangkan Icha, mengelus lengan Icha tanda 'lo yang tenang. Amel dan Salsya masih berada di kantin untuk membeli beberapa makanan, karena sedari tadi the perfect dan Icha belum makan bahkan Rafka dan Raska pun masih setia disamping saudaranya itu.


"Ini semua gara gara dia, gue harus temui dia" gumam Icha.


"Siapa Cha, jangan bertindak dulu. Apa lo tidak mau melihat Acha sadar nantinya" kata Thea.


"Ini semua ulah Dia, Galang ya Galang Argadana" kata Icha.


"Apa maksud lo" kata Alen.


"Gak, gue harus temuin Galang sialan" Lucas menahan Icha..


"Galang udah aman di markas lo gak perlu khawatir"


"Ara mana?" Tanya Icha.


"Diculik dia" tangan Icha terkepal kuat.


"Diculik siapa maksud lo, kenapa temen gue lo bawa bawa salah dia apa" kata Rafka.


"Galang itu nyamar jadi baik, dia ingin balas dendam sama lo dan juga Tiger Bips, karena ayahnya meninggal karena kalian dan kakaknya meninggal karena kita" kata Lucas.


"Jadi selama ini?"


"Iya, dan gue tahu karena udah curiga mulai awal dan gue terus mencari informasi tentang dia dan ternyata benar, dia bukan Gala Hyun tapi Galang Argadana" kata Lucas.


"Sialann" umpat Rafka.


"Tapi lo tenang aja bang, Dia sekarang udah gue amanin tapi kurang satu pekerjaan gue"


"Apa"


"Ara ada sama dia, karena semalam Ara pergi nemuin dia, itu juga semua salah gue" kata Lucas dengan lirih, dia menyesal tak menemani Ara menemui pengkhianat itu.


"Lo tau tempatnya dimana?"


"Markas GSc"


"Tapi ini semua gak ngerubah apapun lo tetap harus bertanggungjawab Queen Liger yang terhormat" kata Alen lalu pergi dari ruangan.


"Yank kamu mau kemana" kata Thea saat Alen ingin membuka pintu.

__ADS_1


"Tenangin dulu sahabat lo jangan urusin gue" kata Alen lalu melenggang pergi.


"Apa salah gue Cha " lirih Thea pada Icha.


Arel yang mengerti perasaan Thea pun menghampiri Thea.


"Alen emang seperti itu, lo jangan khawatir. Dia bakal kayak gini uring uringan gak jelas aslinya dia khawatir banget, dia paling gak bisa liat Acha terluka. Gue harap lo ngerti dan gak salah paham sama Alen" kata Arel. Thea mengangguk lesu.


"Hai guyss, gue kambekk bawain kalian makanan enak nih" kata Amel berseru menenteng kantung plastik berisi beberapa kotak makanan.


"Mel tau kondisi lo" bisik Salsya.


"Biar gak tegang"


"Queen gue sama Grace permisi dulu ya?" Kata Lyli berpamitan.


"Mau kemana" tanya Raska.


"Gatau pusing mikirin hidup kedepannya" kata Lyli lirih. Tangan Lyli diraih oleh Raska seolah mengatakan semua akan baik baik saja, tenanglah.


"Tetap disini saja ya?" Kata Raska. Lyli mengangguk.


"Gue pergi ada urusan" kata Grace lalu melenggang pergi. Thea melihat itu menjadi berprasangka buruk. Perasaannya semakin tak enak, dia memikirkan Alen kekasihnya.


"Cha" lirih Thea.


"Percaya sama gue, gue jamin Alen tetap setia sama lo"


*


"Kak. Kuat ya? Please buka mata kak" kata Raska.


"Aska" gumam Rasya nada lemah.


"Iya kak"


Raska mengerjabkan matanya, dari pandangan yang tadinya blur dan hitam semua kini menjadi terlihat lebih jelas, suasana ramai dengan ruangan bernuansa putih serta beberapa rak berisikan obat.


"Icha mana As" tanya Rasya yang sudah sadar sepenuhnya.


"Ini aku Cha, kenapa?" Kata Icha yang memang sudah ada disampingnya.


"Gimana keadaan kamu?" Kata Rasya.


"Ck. Menyebalkan, seharusnya aku yang tanya sama kamu. Gimana keadaan kamu?" Kata Icha membuat Rasya terkekeh pelan.


"Aku baik baik saja" kata Rasya sambil tersenyum.


"Syukurlah kalau begitu"


"Cha" panggil Rafka. Si empu menoleh.


"Apa kak"

__ADS_1


"Gak ada apa apa, syukur kalau kamu sudah sadar" kata Rafka.


"Rel, gue selamat dan sembuh jangan bertindak" kata Rasya pada Arel.


"Iya Cha, tapi gak tau Alen, anak itu uring uringan terus" kata Arel.


"Ck. Gak berubah" decak Rasya.


"Emang" kata Ali.


"Kapan gue bisa pulang?" Kata Rasya.


"Setelah lo sadar boleh pulang, tapi harus dicek dulu keadaan lo sama dokter memungkinkan untuk pulang atau tidak" kata Arel.


"Gue mau pulang sekarang"


"Aku panggilin dokter dulu ya" kata Icha, dicegah oleh Rasya.


"Kamu tetap disini jangan kemana mana. Biar yang lain saja" kata Rasya.


"Biar gue aja sama Amel" kata Salsya.


*


Di taman rumah sakit, ada Alen yang tengah berdiam diri menatap lurus ke depan tanpa sadar ada seorang wanita di sebelahnya.


"Sendirian aja?" Kata wanita itu. Lamunan Alen buyar ketika ada yang bersuara itu.


"Ngapain lo disini" ketus Alen.


"Ck. Gue harus bisa luluhin lo tuan Nallion" kata wanita itu bersmirk jahat, dia adalah Grace.


"Gue tadi gak sengaja liat lo disini sendirian makannya gue temenin lo, siapa tahu butuh teman cerita" kata Grace.


"Gue gak butuh dan sekarang lo pergi" kata Alen tanpa memandang wajah Grace.


"Ketus banget" gumam Grace.


"Karena lo wanita murahan, gue sudah ada yang punya jadi lo pergi dari sini sebelum gue bertindak" kata Alen, Grace semakin merasa tertantang untuk mendapatkan hati Alen. Dia akan nekat.


"Gue memang cari perhatian sama lo tapi gue gak murahan asal lo tahu"


"Nah ngaku juga kan, gue gak peduli dan jangan harap lo bisa ngehancurin hubungan gue sama Thea" kata Alen lalu meninggalkan Grace disana sendirian.


Alen kembali menuju ruangan Rasya.


"Loh heh kenapa semua pada kelua" kata Alen.


"Acha udh boleh pulang"


"Acha udah sadar?" Mereka mengangguk.


"Syukurlah"

__ADS_1


__ADS_2