RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
R 63


__ADS_3

"kamu dimana" lirih Icha. Saat ini dia berada di club milik Ali. Ia ingin menenangkan pikirannya, tak bersama sang sahabat apalagi Caesar yang sekarang manjadi Raska yang akan selalu mengomel ketika dirinya menginjak kakinya di lantai Club yang dimana Raska menyebutnya tempat haram.


Icha hanya meminum satu botol saja hanya untuk pelampiasan tidak banyak karena ia sadar jika harus mencari kekasihnya, dengan sebatang rokok ia apit di sela jarinya dan menghisapnya seolah bebanya ikut keluar dan terbang bersama asap rokok itu.


"Aku kangen sama kamu sayang, kembalilah" gumam Icha, lalu kembali meneguk minuman itu yang ia tuangkan dalam gelas. Ia tidak berada di ruangan terbuka melainkan diruang VVIP yang ia pesan khusus hanya dirinya yang ada disana dengan botol juga sebungkus rokok yang selalu menamani pikirannya.


Brak!


Dobrakan pintu membuat Icha terjingkat, ia menoleh kearah pintu yang melihatkan dua pria berbadan tinggi dengan tatapan seakan siap menerkam mangsanya.


Dengan segera ia mematikan rokoknya dan membuanh botol beralkohol itu kr sembarang arah lalu berdiri dan meringis kala dua pria itu mendekat ke arahnya.


*


"Kenapa kamu kesini? Tumben sekali apa kau lupa jalan pulang?" Kata Ayah Angga menyindir anaknya yang tengah diintrogasinya.


Ruang keluarga yang biasanya dijadikan tempat berunding, disinilah Rasya di interogasi. Ayah Angga memimpin dan disebelahnya ada uncle Dicky juga ada Dino Zoff si penguntil Angga yang setia. Tidak hanya mereka tetapi Natalia dan Nathan pun ada disana.


"Gak ada dan Acha tidak lupa jalan pulang ayah" kata Rasya santai walaupun jantungnya saat ini sedang maraton melihat wajah Ayah Angga yang tidak sehangat biasanya.


"Ayah serius Cha, apa ada yang menggangu pikiran kamu?"


"Maaf kalau buat kamu tersinggung Na"


"Sebenarnya tidak ada hal yang penting hanya saja fikiran Acha dan kaki Acha menyuruh kesini"


"Acha gak tau harus gimana. Acha sendiri bingung"


"Harus percaya sama siapa, Acha ngeliat semua sahabat Acha seperti itu membuat Acha pusing"


"Mereka seperti itu hanya karena perempuan dan membuat kekacauan di markas, tidak hanya satu tapi dua sekaligus"


"Acha sempat berfikir, kalau nanti Acha dikhianati apa Acha akan seperti itu" kata Rasya.

__ADS_1


"Kenapa kamu egois sekali Ya" cibir Uncle Dicky. Rasya melirik unclenya dengan lirikan maut.


"Iya memang Yaya egois, tapi kan gak harus seperti itu, ayah sama Uncle tau sendiri kan kalau aku pernah patah hati waktu itu. Dan sekarang aku sudah mulai melupakannya tapi ada aja yang membuat Acha ragu" kata Rasya menghela nafas berat.


"Ck. Emang kamu ada kekasih? Siapa yang mau sama anak manja kayak kamu ini" kata Ayah Angga.


"Kenapa ayah semakin menyebalkan?" Angga terkekeh dengan ucapan anaknya itu.


"Ayah hanya tanya saja mafia manja" ucapan Angga membuat Nathan dan Natalia tertawa keras.


"Diam kalian atau mau kehilangan mulut kalian selamanya" ancam Rasya.


"Berani kamu sama anak uncle ya?"


"Tidak untuk Nana uncle, tapi untuk Nathan"


"Bercanda ya, sensi banget pms lo?"


"Ck. Sungguh aib yang harus ditutupi jangan sampai musuh mengetahui sifatmu yang seperti ini" decak Nathan.


"Sialan" umpat Rasya.


"Kembalilah, kasian mereka mencarimu kesana kemari" kata Ayah Angga.


"Kenapa ayah tidak mengajak mereka kesini?"


"Terserah gue dong" kata Ayah Angga membuat Rasya melengos.


"Ck"


"Acha pulang tapi besok saja, sebelum berangkat ke puncak" kata Rasya.


"Mentang mentang pemilik sekolah boloz seenaknya"sindir Dicky.

__ADS_1


"Hanya sekali"


"Iya, sekali sehari" Rasya terkekeh.


"Sudahlah, jangan bahas ini lagi"


"Apa kakak akan ke puncak?" Rasya mengangguk.


"Aku boleh ikut gak?"


"Boleh, nanti menyusul saja sama Nathan"


"Wah asyik liburan"


"Bahagia sekali rupanya kau ini sahabatku" decak Rasya.


*


"APA DENGAN SEPERTI INI LO BAKAL NEMUIN ACHA?" Sentak Raska, yapss pelaku pendobrakan itu adalah Raska dan Rafka. Mereka dapat info itu dari manager Ali yang menghubunginya jika ada perempuan yang datang kemari di ruangan VVIP dan setelah di cek dari cctv benar saja jika perempuan itu adalah Icha. Dengan informasi itu membuat kedua kakak beradik itu marah besar.


Disini, di markas Tiger Bips yang ada di Indonesia, Icha dibawa kesana oleh mereka. Sudah ada the perfect dan Tiger Bips yang menatap Icha dengan tajam.


"KENAPA LO GAK BERUBAH QUEEN KENAPA" sungut Rafka frustasi. Keadaan Icha memang mabuk tapi tidak berat hingga masih bisa duduk sendirk dengan tenang tanpa lanturan dari mulutnya.


"KALAU LO NGELAKUIN INI BISA NEMUIN KAKAK GUE, MANA KAKAK GUE HAH" bentak Raska. Tak terkendali, Lyli saja tak mempan membuat Raska tenang.


"Maaf" cicit Icha menunduk.


"Kai, bang. Udah kasian Icha" kata Lyli mencoba membujuk .


"Arhhhh, maafin gue Queen, maaf gue kelewatan" lirih Raska.


"Gue pamit dulu, bunda nyuruh gue pulang. Kalo lo tetap disini gakpapa" Raska mengangguk lalu membiarkan Rafka pergi.

__ADS_1


__ADS_2