
Disana, lokasi Raska dikepung dan ditolong oleh Icha dan BW sudah ramai dengan pertarungan sengit, nampak mereka sama sekali tak tumbang walau hanya 5 vs ± 60 orang. Kubu musuh banyak yang tumbang, hanya menyisakan beberapa saja tapi mereka tak mau kalah.
"Apa lo Queen Liger?" Tanya si ketua itu saat menyerang Icha.
"Buat apa lo tahu gue"
"Karena lo udah dengan sadisnya ngebunuh kakak gue, dan gue sekarang akan bunuh lo dengan sadis" Icha tersenyum miring.
"Kalo lo bisa Os?" Ledek Icha.
Bugh
Sring
Tak
Ada beberapa dari mereka memakai senjata kecil seperti pisau dan BW sendiri pun sudha sedia di balik bajunya yang menempel di tubuhnya sebagai jaga jaga. Alen melawan sekitar 10 orang, Arel sekitar 15 orang dan Ali sekitar 5 orang serta Rasya dan Icha bersatu melawan beberapa dari sisanya yang sudah tumbang itu serta si ketua yang lumayan kuat juga.
Dengan sengaja sang ketua musuh menggiring Icha ke tempat yang sepi dan anak buahnya mengalihkan fokus Rasya untuk menyerang begitu banyaknya orang agar tidak menolong Icha, Raska melihat sang kembaran di kepung seperti itu tidak mau tinggal diam, dia ingin beranjak tetapi tidak bisa karena kakinya seperti terlkilir akibat ada yang menginjak kakinya sengaja.
Disisi lain, Icha yang sadar dibawa ke tempat jauh dari lokasi awal dia tetap waspada dan berhati-hati karena musuhnya kali ini sangat licik.
"Licik" cebik Icha sambil terus menyerang.
"Bukan Licik sayang tapi pintar" kata si ketua itu.
"Ck"
Bugh
Krak
Tas
Bugh
Icha sempat kualahan karena tadi sudah banyak melawan musuh dan sekarang harus melawan bosnya karena dia baru turun lapangan otomatis tenaganya masih full tidak dengan Icha yang sudah terkuras itu.
Sempat terkena goresan pisau di lengan tetapi tak membuatnya mengalah, Icha tetap menyerang dengan kekeh. Sampai akhirnya ada si penolong saat Icha akan diserang dari samping oleh musuh.
"Awas Queen" tendangan mendadak ada dari arah belakang yang menepis pisau musuh untuk menusuk Icha saat Icha sedang fokus bermain pisau arah depan.
"Lili?" Gumam Icha. Si penolong tersenyum dan mengangguk.
"Fokus Queen" kata orang yang muncul dari belakang lagi.
"Gres?" Gumam Icha. Dan lagi dia tersenyum ke arah Icha.
"Jangan bengong Queen ayo serang" kata seseorang dari samping, Lucas.
Icha mengangguk lalu dengan bersama mereka menyerang sang ketua dan ini adalah pertama kalinya mereka main keroyokan..
"GSC cabutt" teriak sang ketua itu. Lalu mereka kalang kabut, yang masih bisa mengendarai dan berlari mereka pun kabur dengan arah yang berbeda, dan yang sudah tidak berdaya BW menyuruh sebagian anak buahnya membereskan dan mengurung diruang bawah tanah untuk yang masih ada nyawa yang sudah mati akan dibawa ke markas tiga tempat penyiksaan juga macan ganas BW.
"Sialan baru juga dateng udah cabut aja tuh anak" decak Lucas.
"Makasih guys" kata Icha.
"Kalian kenapa bisa ada disini?" Tanya Icha.
__ADS_1
"Surprise?" Kata mereka bersamaan, Lyli dan Grace serta Lucas.
"Nanti kita kasih tau sekarang kita kesana yuk?" Kata Lucas mengajak untuk ke lokasi dimana yang lainnya berada.
"Lo semua gakpapa kan guys?" Tanya Icha pada anggota BW.
"Kami semua aman Cha, lo sendiri?" Jawab Arel.
"Aman, untung ditolong sama mereka" kata Icha menunjuk anggota inti TB.
"Psst Cha mereka siapa" bisik Lyli.
"Oh iya, kenalin guys mereka penguasa gangster" kata Icha menatap Rasya.
"Black World?" Icha mengangguk.
"Iya Gres, jangan kaget gitu napa sih biasa aja" kata Lucas.
"Senang bertemu kalian tuan, salam kenal kita dari Tiger Bips" kata Lyli dan Grace sambil membungkuk hormat.
"Jangan seperti itu, terlalu sopan umur kita gak jauh beda" kata Arel.
"Bentar guys gue mau ngurusin sulung kalian" kata Lucas berjalan ke arah Raska.
"Sulung mata lo" decak Lyli.
"Oh ya, kenalin gue Ali" kata Ali memperkenalkan.
"Ye gercep banget lo" cibir Alen.
"Cecan bro"
"Gue Arel"
"Dan lo?"
"King Rallion" jawab Lucas yang sudah kembali ke mereka semua.
"OMO gantengg bangett " girang Grace, lalu membungkuk hormat pada Rasya dibalas bungkukkan oleh Rasua menghormati.
"Gue Riger"
"Gue Iger"
"Nama asli?" Kata Arel.
"Oh ya, Grace"
"Lyli"
"Dan gue Ciger alias Lucas"
"Dah kenal" cebik Alen, Lucas mendengus kesal.
"Gue Cager" kata Raska.
"Heh Kai, Cager paan lo bukan anggota kita kalo lo lupa" Raska cengengesan.
"Iya iya sorry Queen Iger yang terhormat" kata Raska.
__ADS_1
"Oh ya Ras, lo di TB jadi apan kalo boleh tau" tanya Ali.
"Orang kepercayaan Liger" Ali manggut-manggut.
"Kita balik yok, obati luka kalian" kata Icha.
"Ke markas gue aja, kebetulan bang Rian lagi disana" kata Rasya.
"Yaudah hayuk"
Mereka pun kembali, dan menuju ke markas dua milik Rasya untuk mengobati luka luka.
*
Markas besar kedua BW, mereka sudah ada disana dengan keadaan yang hmm lebam lebam juga ada beberapa yang terkena pisau.
"Sebenarnya mereka tuh siapa sih" kata Ali yang masih diobati oleh salah satu asisten Rian.
"GSC" jawab Rasya.
"Betul sekali, gimana lo bisa tau" kata Icha.
"Lo ngremehin Rallion Cha?" Kata Alen.
"Ya engga tapi kan kok bisa tau emang kalian ada masalah samanya?" Kata Icha.
"Ochan musuh bebuyutan Fallion" kata Ali menjawab.
"Tapi dia udah mati nah ditangan Queen kita haha" kata Alen tertawa.
"Bukan gue tapi TB" kata Icha.
"Iya dah"
"Tadi Oscar kan? Adiknya Ochan, lebih ganas ternyata " kata Arel menggelengkan kepala.
"Gimana sih sama sahabatnya sendiri masa gak tau sifatnya " goda Alen, Arel mencebik kesal.
"Ck. Bisa kebetulan gini ya" decak Lyli.
"Cha luka lo cuma itu doang?" Tanya Arel pada Rasya.
"Iya tenang aja aman kok"
"Syukur deh kalo semuanya gak terluka parah" dengus lega Arel.
"Gila memang mereka, 60an lawan kita berlima huhh menguras tenaga" keluh Ali.
"Emang gak waras tapi Alhamdulillah kita memimpin ya ges ya" kata Alen membanggakan.
"Eh wait wait, itu lo kok pake kalung yang sama kayak kalungnya bang Lucas?" Tanya Lyli yang memang melihat kalung Alen dan Alen pun saat ini bertelanjang dada karena ada luka di bagian dadanya.
"Oh ini Ly? Ini tuh kalung dari Alen buat kenang kenangan aja katanya ya gak Len" kata Lucas.
"Yoi mabro"
"Inisial?" Kata Grace.
"Dan kebetulan inisial gue sama kyak kalungnya adiknya jadi mungkin itu alasannya yang pertama" kata Lucas. Mereka mengangguk paham saja.
__ADS_1
"Sudah semuanya, dan jangan lupa untuk lo Alen ganti perbannya setiap habis mandi" kata Rian.
"Siap bang"