RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
3. gasuka jeruk!


__ADS_3

"gimana jadi osis enak?" Tanyanya pada ketua OSIS yang saat ini akan mengantarnya ke kelas barunya.


Osis di AL ini perempuan, dikarenakan tidak ada yang mau mencalonkan diri sebagai ketua osis selain, Adinda Cempaka.


"Ya gitu deh, ada enak juga gak enak namanya juga ketua organisasi. Apalagi kalau ngadepin murid bandel pusing gue" balas Dinda sedikit curhat.


"Yang sabar ya, mungkin gue akan tobat" kata dia lalu diakhiri dengan tertawa.


"Jangan harap lo lepas dari gue yaa, tapi gue harap sih lo jadi murid baik soalnya tampang lo tampang murid tobat walaupun mungkin tobatnya sebelum punya temen" kata Dinda.


"Haha tenang ae kalau gak bikin lo pusing paling bikin lo stres" ucap dia. Dinda memutar bola matanya malas.


"Iyain,selamat bergabung di kelas terfavorit di AL. Gue harap jangan ketemu gue yaa haha" ucap Dinda dengan tawa diakhir perkataannya.


"Curiga nih gue" batin dia.


"Nah nih kelas lo, kalo gitu gue tinggal ya pergantian jam soalnya bye" kata Dinda berpamitan lalu pergi ke kelasnya.


"Iya, kenalin gue Bella" teriaknya.


"Oke, sampai ketemu lagi" balas Dinda.


Tok tok!


Ketukan pintu terdengar karena dia, memotong pembicaraan guru yang sedang mengajar di dalam karenanya.


"Permisi" ucap dia sebelum dibukakan pintu oleh salah seorang di dalam.


"Eh, masuk aja" ucap ketua kelas 11 C, Rido.


"Terimakasih, Ri- Rido" katanya sambil membaca name tag milik Rido agar mengetahui nama seseorang yang berhadapan dengannya.


Permisi, maaf mengganggu waktunya bu, saya murid baru disini, dikelas ini dan di sekolah ini" kata dia. Bu Karin mengangguk, kebetulan sekarang di kelas itu sedang belajar IPA.


"Ohya, kalau gitu silahkan perkenalkan nama kamu?" Kata Bu Karin.


"Oke gess nama gue Isabelle Siena NZ, biasa dipanggil Bella, biar lebih akrab Icha juga gakpapa. Oh iya gue pindahan dari Inggris jadi maaf kalo gue masih belum bisa sepenuhnya paham dengan bahasa Indonesia, jadi mohon maklum. Sekian dan terimakasih" ucapnya panjang lebar.


"Oke bella, silahkan kamu duduk di bangku yang kosong itu di sebelah Thea, yang namanya Thea angkat tangan" siswi yang bernama Thea tersebut angkat tangan.


Icha mengangguk kemudian ia berjalan ke arah bangku Thea. "Hah? Cowok itu? Sekelas? Omeji kenapa bisa?" Batin Icha saat melihat keberadaan Rasya di bangku paling pojok deret sebelah bangku Thea.


"Hah? Cewek itu?" Batin Rasya.


"Silahkan duduk Bella, lanjutkan perkenalan kamu nanti jam istirahat" tampak Bella mengangguk, dan kemudian ia duduk di sebelah Thea.


"Pstt, bel" desis Thea memanggil Icha bisikannn hanya sekitar saja yang mendengar.


"Hah? Apa?" Balas Icha dengan bisikan juga.

__ADS_1


"Kenalin nama gue Thea" ucap Thea memperkenalkan dirinya.


"Oh, salam kenal semoga jadi teman bangku yang baik" balas Icha dengan tersenyum.


"Haha sa ae lo"


"Wah pak kepsek ngerjain gue ternyata, udah diliat nih dari tampang kelas disini gak ada yang pendiam, perusuh semuaa wah wah harus di beri pelajaran nih si kepsek" batin Icha mengeram kesal karena merasa dikerjai dengan Sam, kepsek gaul haha.


"Besok bolos bareng? Deal?" Ajak Icha mengetes teman sebangkunya ini beneran diem atau sama bar barnya.


Gak tau aja kalo si Teh Thea ini lebih bar bar darinya wkaaa.


"Seriously?" Tanya Thea dengan mata berbinar.


Icha mengangguk. " Istirahat kedua kita ke basecamp gue sama temen gue, eh salah sahabat gue, deal" final Thea. Sudah deal berarti memang bukan anak buku hmmmmmmm kepsekkk anj! Batin Icha.


"Keliatan banget dari muka lo, dahlah emang takdir gue hidup di era orang bar bar" kata Icha pada Thea, sedangkan yang diajak berbicara hanya terkikik kecil.


Jam pelajaran bu Kiran sudah berakhir kini beralih jam istirahat, semua siswa berhamburan keluar dari kelas menuju kantin untuk mengisi perutnya. Terutama the perfect, hmm sebutan untuk Rasya and the gank. The perfect memang cocok untuk mereka karena memang sangat perfeksionis haha.apalagi Rasya beuhhhhhh mantuliti!


"Heh bel, kantin kaga?" Tanya Thea.


"Skuy ah" ucapnya antusias.


"Woy, udah akrab bae lu pada" tak ada kabel tiba saja si Amel nyambar.


"Sirik lu?" Balas Thea.


"Heh, kenalin gue paling diem disini, Amelia Clara Adelin, panggil bae Amel" kata Amel dengan tampang songongnya. Thea memutar bola malas.


"Diem kalo foto lo?" Cibir Thea.


"Shutttt berisik"


"Okay, kenalin my name is Bella, panggil Icha aja biar akrab" kata Icha.


"Oke Cha, bule njir temen gue haha" ucap Amel.


"Kalo lo? Pasti si pendiem asli?"tebak Icha.


"Salah besar lu cha kalo bilang dia pendiem" protes Amel tak terima.


"Diem lu Mel" kata Ara ketus.


"Gue Arabella Phoebe C, panggil gue Ara kayak duo curut nih" kata Ara.


"Percaya kaga lu kalo dia pendiem" Icha menggeleng cengengesan.


"Gak di sana gak disini dapetnya yang beginian? Kuatkan hambamu ini ya tuhan" batin Icha .

__ADS_1


"Yok kantin gas?" Ajak Amel. Mereka bertiga mengangguk kemudian mereka semua segera pergi ke kantin.


Mereka berempat kini sudah berada di kantin kebanggaan AL dan sudah duduk di meja panjang yang tersedia disana.


"Lo pada pesen apaan biar gue yang pesen sekalian" tanya Ara pada mereka, sahabatnya dan juga sahabat barunya, Icha.


"Gue samain aja masih belom apal menu Disni" kata Icha.


"Gue seperti biasanya bae" kata Amel.


"Gue samain kayak lo aja Ra" kata Thea.


"Udah apal gitu yages?" Sindir Icha.


"Biasa, namanya juga temen dari orok tau lah makanan favorit aja" ucap Amel. Icha hanya menganggukkan kepalanya saja dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling kantin dan tepat saja mata Icha bertemu dengan manik mata Rasya.


Mereka saling pandang satu salam lain, Icha menatap Rasya sengit sedangan Rasya menatap Icha dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Lo liatin apaan Cha?" Tanya Thea.


"Noh" tunjuknya menggunakan dagu ke arah Rasya. Thea dan Amel mengikuti arah pandang Icha.


"Ada apaan lo liatin tu anak?" Tanya Amel. Icha mengedikkan bahunya acuh.


"Gak tau gak kenal" katanya santai.


"Tapi lo sadar kan kalo mereka satu kelas sama kita?" Icha mengangguk.


"Siapa dia? Kok gue liat banyak yang muji muji dia? Artis? Atau seleb?" Tanya Icha dengan sedikit nada remeh.


"Shuttt bicara lo sembarangan, dia tuh namanya Rasya dan mereka tuh anggotanya, bukan di sekolah saja mereka ber geng tapi diluar juga mereka badboy tak tersentuh kecuali yang itu noh ngeselinnya minta ampun" cerocos Thea sambil menunjuk Alen yang menjadi bahan curhatannya kepada sahabat barunya ini.


"Oh anak genk motor gitu toh?" Kata Icha, Amel mengangguk.


"Iyaa gitu. Hmm gak tau juga sih katanya ada yang nyebut kalo the perfect itu gangster yang kejam gitu tapi gue gak terlalu deket jadi gak tau dah" kata Amel.


"Ohh yaya"


"Nahh Ara kambek" tiba tiba saja Ara datang dengan nampan yang berisi bakso dan juga nasi goreng serta jus alpukat pesanan Amel dan jus jeruk untuk dirinya, Thea juga Icha.


"Emm maaf Ra bukan maksud apa apa ya, kopsis dimana?" Kata Icha berhati hati agar tak ada yang tersinggung atau kecewa pikirnya.


"Lah kenapa lu?" Tanya Thea.


"Hehe gue gak suka jeruk, gak tau gue kalo kalian biasanya jeruk" ucao Icha sambil cengengesan.


"Ah sorry juga gue gak tau, emm gakpapa kopsisnya ada di balik meja Acha noh" ucap Ara sambil menujuk arah meja rasya dkk, karena letak kopsis ada di balik tembok meja mereka dan di sebelah kopsis ada perpustakaan, jadi memudahkan murid yang ke perpustakaan bisa gampang membeli camilan atau minuman jadi tidak beli di kantin lagi.


"Oke gue kesana dulu ya?" Lalu Icha beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kopsis yang sudah di tunjuk Ara tadi untuk membeli air mineral saja.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2