RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
R 21


__ADS_3

Keesokan harinya, tempat dimana remaja menuntut ilmu, SMA AL ( ALRIC). Ramai siswa siswi yang baru saja masuk ke gerbang sekolah untuk siap belajar. Semuanya ada yang malas, ada yang bersemangat ada juga yang dengan perasaan terpaksa mendatangi sekolah.


Satu yang membuat mereka heboh apalagi siswi siswi fanatik the perfect, yup the perfect sudah datang sampai membuat kehebohan AL dengan kedatangannya. Fans fanatiknya selalu saja heboh padahal mereka hanya biasa saja minus Alen!


Brum brumm!


Tin tin!


Gerombolan the perfect sudah memasuki gerbang dan menuju parkiran mereka disusul 1 mobil berplat R 4 FKA, siapa lagi kalo bukan putra sulung dari keluarga Alaric, Rafka Ashaz Fathan Alaric.


Rafka belum sembuh total tapi dia memaksa untuk ke sekolah karena bosan hanya di rumah saja, dengan muka andalannya akhirnya diperbolehkan oleh Bunda Mili dan Ayah Angga. Walaupun sudah bisa tidak menggunakan tongkat, Rafka tetap berangkat menggunakan mobil, dengan Senang hati Rafka menerima syarat itu yang penting bisa masuk sekolah walaupun tidak bisa memakai motor lagi untuk sementara waktu.


The perfect sekaligus Rafka sudah turun dari kendaraan masing masing. Terlihat plat N 4 LEN , F 4 REL , R 4 SYA , R 4 DEN , D 37 VIN yang sudah terpakir sejajar disana. The perfect kini berjalan beriringan dengan gaya masing masing. Alen yang sengaja genit dengan fansnya, Arel yang cuek dengan satu tangan ia gunakan untuk memegang tali tas yang hanya di sangkutkan di bahu sebelah kiri saja, Rasya dengan wajah datarnya yang memasukkan satu tangan ke saku dan yang satunya untuk memegangi tasnya di bahu sebelah kanan, Raden yang berjalan dengan gaya coolnya tanpa niat mengapa fansnya dan ada Ali yang memapah Rafka di belakang mereka berempat.


"Jangan lebay lo Al" kata Rafka yang kesal karena Ali yang memeganginya posesif seperti Rafka pincang saja padahal sudah tidak.


"Diem bang jangan banyak protes" Rafka mendengus kesal.


Setelah melewati halaman parkiran kini sudah melewati gerbang sekolah lengkap dengan osis yang bertugas dan siswi yang sengaja masih disana ingin memandangi wajah tampan the perfect.


"Hai Rasya sayang" kata salah siswi genit disana sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Dih centil banget si lo" sahut siswi lainnya yang tak suka mas crush di goda cewek lain.


"Iri mbak?" Cibir siswi tadi.


Tak dipedulikan the perfect yang sudah jalan menuju lorong kelas tapi dihentikan dengan suara nyaring dari belakang mereka, sontak mereka menoleh.


"BANGG RAFKA" teriak gadis cantik nan imut itu.


Si pemilik nama menoleh dengan senyuman mengembang di wajahnya.


"Bella?" Kata Rafka yang sedikit kaget dan juga senang.


Segera berlari ingin menghampiri si pemanggil tetapi terhenti karena lupa dengan kondisi kakinya yang masih belum benar benar sembuh.


"Shhh awhh" rintihnya, dengan Ali yang berada disampingnya segera membantunya yang hampir oleng.


Si pemanggil melihat itu segera berlari ke arah Rafka dengan wajah khawatir dan panik melanda.


"Bang, masih sakit? Trus kenapa sekolah hm" tanya gadis itu, Bella? Yappss dia Icha.


"Gakpaa dek, bosen di rumah mulu lagian gue juga udah bisa jalan walaupun pelan" kata Rafka sambil tersenyum, fans fanatik Rafka yang menyaksikan itu hanya mendengus sebal, cemburu sampai ada yang ingin mencakar wajah Icha yang tak bersalah.


"Yaudah aku bantu yuk? Semuanya gue boleh kan ikut kalian?" Mereka mengangguk saja minus Rasya yang masih memperhatikan kedekatan dua sahabat itu.


"Yaudah yuk" mereka berjalan beriringan, Icha yang memapah Rafka meninggalkan cibiran siswa siswi disana. Tutup telinga saja, toh Icha hanya sebatas sahabat tak lebih dan lagi pula jika Icha menginginkan dia akan bertindak secara dia 'leader kebanggaan Tiger Bips yang tak kenal ampun itu, hanya saja mereka tidak mengetahuinya.


'dasar murahan, masih baru udah deket ae sama the perfect apalagi senior kita itu' cibir siswi A.


'oh dia toh mubar, cantik sih tapi masih cantikan gue lah. Mau deketin Rafka? Oh tidak bisa tsayyyyyy' batin Siswi yang sedari tadi memperhatikan interaksi mereka dari jauh.


'cih, dibayar berapa tu anak sampe bisa gabung sama the perfect tak tau malu' cibir siswi B.


'dasar, sok cantik' cibir siswi C.


*


Kelas 11 C, kelas kebanggaan AL juga kelas kesialan bagi guru AL.


"Cha, gue kangen sama lo, kemana aja sih empat hari lo gak masuk" kata Thea mendramatisir dengan tangan didada.

__ADS_1


"Lebay lu" ketus Icha. The mencebikkan bibirnya kesal.


"Dikangenin bukannya seneng malah ngledek" kata Thea kesal.


"Iya iya maaf ,gue juga kangen kalian"


"Tau ah sebel"


"Utututu cantikku ngambekk" bujuk Icha sambil menguyel uyel pipi tembem Thea.


"Gemesin banget si lo arhh gak tahan gue" batin seseorang.


"Udah ih sakit pipi gue" ujar Thea.


"Udah ya jan ngambek"


"Ngambekan memang dia Cha" sahut Amel di bangku sebrang sana.


Posisi mereka


Meja guru• papan tulis • Layar monitor • mading


Rido - Citra Kirana - Intan Dina - Dicky


Salsya- Ella Rayhan - Izza Della - Putri


Ilma - Frans Sinta - (kosong) Putra - Raden


Ara - Amel Hilmi - (kosong) Ali - Alen


Mela - Ilham Thea - Icha Arel - Rasya


Back to topic!


"Heh nama gue Amel kalo lo lupa" protes Amel.


"Yain" Amel mencebikkan bibirnya.


"Canci banget cii" batin seseorang menjerit melihat wajah Amel yang tengah cemberut.


"Diem kalian, ada kepsek dateng nah" tutur Rido memperingati.


Tak lama pun suara derap langkah kaki terdengar dari luar.


"Assalamualaikum anak anak maaf saya menganggu waktu kalian" kata Sam, kepala sekolah.


Masih ingat kan?


"Sangat menganggu sekali" sahut salah satu siswi paling belakang di barisan tengah, Sam melihat ke arah siswi itu hanya tersenyum saja.


"Kalo menganggu ya sudah saya permisi dan kamu ikut saya ke kantor" kata Sam.


"Becanda pak elah, yaudah lanjutin pak" kata Icha, yap yang menyahuti adalah Icha si murid baru yang mulai melakukan pergerakan menjadi biang onar.


"Yaudah kalo begitu, oh iya saya kesini bukan tanpa tujuan saya kesini hanya mengantarkan murid baru pindahan dari Inggris, mungkin teman kamu Bella?" Kata Sam sambil menatap Icha, yang di sebut namanya hanya mengangakan mulutnya bingung.


"Saya tidak punya teman disana pak, kalopun mereka pindah kesini saya sudah tau siapa mereka" kata Icha.


"Tapi dia kenal dengan kamu lo bel?" Lagi lagi Icha dibuat bingung, dia mengekerutkan keningnya ingin tau siapa sosok murid baru itu.


"Siapa Cha, jangan boong lo cowok lo dia wah lo main main sama gue ya" bisik Thea. Icha menggeleng cepat.

__ADS_1


"Gak tau gue" balas Icha.


"Silahkan masuk kamu nak" Sam mempersilahkan masuk murid baru itu.


Tap tap tap!


Semuanya berseru senang karena murid baru itu bergender Cowok, sedangkan Icha deg deg an dengan murid baru itu, siapa yang mengenalinya? Sedangkan sahabatnya di Inggris saja tidak ada niatan untuk pindah negara dan satu lagi sahabatnya ada yang tengah berbaring di ranjang rumah sakit! Pikir Icha menerka nerka.


Dannn, Deg!


Jantung Icha berpacu ketika melihat siapa murid baru yang membuat kelas menjadi heboh.


"Damnitt, Liam Neeson? Oh lo ngikutin gue? Gue gak akan takut! Batin Icha dengan seringainya, Rasya yang melihat itu dibuat bingung, kenapa Icha? Pikirnya.


"Perkenalkan diri kamu" kata Sam. Murid baru itu mengangguk.


"Perkenalkan gue , Liam pindahan dari Inggris" kata Liam. Semua siswi heboh.


'ahhhhh cogan lagi'


'dih sok cakep'


'aww bule dongg bisa gak si sama gue'


Dll, masih banyak pujian juga cibiran ditujukan pada Liam yang hanya dibalas dengan senyuman saja, dia tertuju pada Icha, gadis cantik bermata sipit.


"Hai Cha, lama kita tidak bertemu, makin cantik ya? Gue bakal dapetin lo dengan cara apapun" batin Liam sambil menatap Icha.


"Cha, liat noh si Liam natap Icha lama banget mana senyum lagi, lo gak cemburu" bisik Arel pada Rasya, Rasya menggeleng sebagai jawaban, tetapi dalam hati dia sangat panas sekali.


"Apa mungkin dia kekasih Icha? Secara Icha pas dia dateng senyum tuh" batin Rasya menerka nerka.


"Silahkan duduk di bangku kosong itu nak Liam" setelah diangguki oleh Liam, Sam akhirnya keluar dari kelas perusuh itu.


"Sengaja lo duduk di depan gue? Depannya kan ada ?" Ketus Icha pada Liam yang sudah duduk di bangkunya.


"Apa lo keberatan jika gue duduk disini?" Tanya Liam pada teman di sampingnya, Hilmi.


"Tidak bro, santai aja lagian disini juga kosong" jawab Hilmi.


"Bahasa Indonesia lo masih minus ngapain lo kesini? Kurang kerjaan banget lo?" Liam menyeringai.


"Gue mau belajar makannya gue kesekolah" jawab Liam enteng.


"Bener sih, tapi diakan umurnya udah 20 taun dan dia udah kuliah kenapa harus di SMA juga, bener bener sialan ni om om" batin Icha menggeram kesal.


"Trus lo kenapa harus sekolah disini hah"


"Aku kesini untuk kamu baby" jawab Liam berbisik.


Brakk!


"Bajingan" setelah itu Icha segera pergi dari kelas dengan kekesalan di hatinya, tak habis pikir ada saja masalah datang menghampirinya. Dia berjalan dengan langkah panjang dan besar menuju ke tempat dimana dia bisa merasakan ketenangan, rooftop.


"Siapa laki laki itu?" Batin Rasya.


"Kalo dia pacarnya Icha gak mungkin dong Icha marah gajelas kek tadi" batin Arel.


"Lah napa tu si Icha"batin Thea melihat kepergian Icha heran.


"Lah gajelas tu anak" gumam Amel.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2