
Semua tampak menikmati acara, lihatlah dengan gaya masing-masing menciptakan chemistry dengan pasangan mereka semuanya tampak anggun berdansa mengikuti irama. Ada juga beberapa yang berhenti dansa dan menikmati pesta di meja sambil bertukar cerita dengan bestie bestienya.
Rasya dan Ali sudah kembali ke tempat, saat mereka berdua disana dengan segera para sahabatnya menyetop dansa mereka menghampiri Rasya dan Ali meninggalkan para perempuan disana.
"Habis dari mana lo berdua" tanya Alen.
"Ada urusan" kata Rasya.
"Sejak kapan lo mau rundingan sama Ali, bukannya lo selalu melibatkan bang Vano atau Arel atau gue?" Tanya Alen.
"Apa gue gak boleh berurusan sama anggota gue sendiri tuan Nalendra?" Tanya Rasya, Alen mencebikkan bibirnya kesal.
"Boleh sih tapi tumben gitu loh biasanya lo ngasih tugas ke kita lewat bang Vano atau gak lewat Arel"
"Terserah gue, disini siapa yang bos kok jadi lo yang ngatur?"
"Mulai lagi sombongnya" gumam Arel yang masih terdengar jelas di telinga mereka.
"Gue sombong ada buktinya" kata Rasya songong.
"Semerdeka lo Cha" dengus Alen.
Mereka melanjutkan obrolan mereka di meja panjang yang sudah ada para ciwi disana. Semuanya tampak menikmati acara malam ini terlihat tidak ada kegaduhan atau apapun itu terkecuali si centil yang belum lama membuat si devil bangkit dari tubuh Icha.
"Guys, habis ini acara kita apaan?" Tanya Ara.
"Habis ini acara udah selesai Ra tapi terserah khusus hari ini mereka bebas disini asal gak cek in, Bahaya!" Jawab Rasya apa adanya, dia memang sudah memboking hotel milik Alric untuk acaranya, setelah pesta pun masih ada gratisan untuk semuanya yang masih mau menikmati suasana hotel Alric itu, bisa cek in kamar untuk istirahat dengan catatan tidak berpasangan, atau boleh makan di restoran yang ada di hotel itu sepuasnya dengan membawa kartu identitas jika mereka adalah bawaan dari pemilik hotel, atau masih menikmati di pesta ini karena setelah ini ada pertunjukan kecil kecilan seperti menyanyi ( karaoke) sudah disediakan penyanyi terkenal dan mereka juga bisa bernyanyi sepuas mereka.
"Kalo gituu ayo ke aula sini, ada kan Cha?" Tanya Amel.
"Mau ngapain ke aula" tanya Rasya.
"Kita seru seruan disana Cha, kita kita aja neh?"
"Boleh tuh, kapan lagi kita kumpul rame rame gini mumpung ada personil baru nih wakil dari kelas 12 haha" kata Ara menyindir mbak Rina.
"Siap Ra?" Tanya Arel.
__ADS_1
"Noh Nyonya Gilang"
"Ohh mbak jus, iya iya iya"
"Jangan godain Mbak Rina guys kasian kalo dia gak nyaman" kata Icha.
"Gakpapa teh Icha, kan cuma bercanda" kata Mbak Rina sambil tersenyum.
"Jangan senyum senyum sayang banyak laki laki" kata Gilang menunjukkan sisi posesifnya.
"Ck. Posesif dua" decak Alen.
"Ha!" Beo Gilang.
"Iya lah, lo orang kedua yang udah nunjukin kalo lo cemburuan kayak noh si bapak Raden tercinta" kata Alen menujuk Raden yang setia memandangi wajah cantik kekasihnya, Salsya.
"Ck. Malah pandang pandangan woi kita ada disini gue geplaj juga lama lama" kata Arel menyindir.
"Ganggu mulu lo" sungut Raden kesal karena merasa diganggu oleh sahabatnya.
"Mentang mentang udah go publik curi curi pandang lo, dulu dulu napa ngelirik aja kaga kek orang gakenal" sahut Ali.
"Raden songong gue gites juga palalu" Raden mengedikkan bahunya acuh lalu menatap kekasihnya lagi.
"Jangan dengerin kadal bicara ya yang?" Kata Raden pada Salsya.
"Wahh sumpah lo den bener bener ngeselin" kata Alen.
"Tangan gue gatel nih" kata Ali.
"Bener bener minta di cubit pake linggis dia" kata Arel ikut kesal.
"Utamain sahabat bagaimanapun juga lo disini juga karena sahabat walaupun tanpa kita lo bisa ketemu sama dia(Salsya) tapi ada waktunya buat pacar sama temen, jangan karena cewek kita ribut terus kita pisah apalagi sampai musuhan kalo bisa dengan adanya cewek atau pacar kalian persahabatan ini tetap rukun dan kalo cewek kaian gak ngertiin prinsip the perfect putusin gue gak mau lo semua jadi budak cinta, bukan untuk lo saja(Raden) tapi untuk kita semua apalagi lo Al jangan mudah percaya dulu sama cewek dan untuk lo Rel jangan dipendem terus perasaan lo hanya karena kita, kita bakal ngerti kalo lo bisa ngehargai kita dan buat lo Raden jangan sungkan berbagi cerita sama kita karena kita keluarga, dan buat kalian khusus cewek disini jangan bikin hubungan persahabatan kita bubar hanya karena kalian kalau bisa kalian bantu agar kita semua tetap rukun dan semakin kuat, kita dari depan keliatannya kuat tapi belun tentu hati kita sekuat itu, buat lo abang abang kelas kalo serius , seriusin terutama buat lo(Galang) kalo lo beneran suka sama dia gue harap lo jangan bikin orang sakit hati dan lo harus ngerti untuk pilihannya lo gak boleh egois, gue bukan ngatur tentang kalian tapi ini demi kebaikan kalian semua " kata Rasya panjang lebar, mereka mendengarkan dengan baik untuk penuturan disetiap ucapan Rasya.
"Satu lagi untuk lo cewek pengecut( Icha) gue minta maaf kalo gur ada salah, dan yang terpenting gue gak bakal pernah ngusik sebelum ketengan gue di usik jadi jangan main asal nuduh kalau belum ada buktinya, untuk masalah ini terserah tapi gue belum bisa memaafkan lo walaupun gue yang meminta maaf duluan sama lo, lo masih gue hargai karna lo sahabat kakak gue dan juga adik gue, jangan sesekali lo nyakitin mereka atau lo akan berurusan sama gue terlebih BW" kata Rasya.
"Gue juga minta maaf atas pihak TB, gue akan nyelidiki masalah ini hingga tuntas gue berharap lo bisa memaafkan kesalahan gue sepenuhnya. Tapi siapa adik lo?" Kata Icha.
__ADS_1
"Gak penting untuk gue jawab"
"Cha? Yang lo maksud untuk gue itu apa?" Tanya Galang.
"Cari tau sendiri , kalau udah tau lo pikirkan baik baik jangan bertindak diluar batas karena gue tau lo orangnya gimana" kata Rasya datar.
"Jujur gue masih belum paham" kata Galang.
"Stop oke. Sudahi dulu acara keseriusan ini mari kita happy happy " seru Amel menyudahi bahasan yang terbilang cukup serius.
"Yaudah yuk kita ke atas" ajak Rasya.
Mereka pun berjalan beriringan menuju lantai 11 tepat dimana aula berada. Saat tengah jalan mereka berhenti karena melihat ada seseorang yang memakai pakaian serba hitam lengkap masker.
"Siapa lo" tanya Alen.
"Gak ada urusan sama lo" kata orang tersebut.
"Gue ada urusan sama King BW" mendengar kata itu Raden dan Ali serta Rafka dkk membawa para Ciwi ke atas terlebih dahulu karena belum saatnya mereka tau siapa King BW yang orang tersebut maksdkan.
"Ada apa lo cari gue" kata Rasya dengan nada datar. Jujur dia penasaran tapi ia tutupi itu dan hanya bersikap biasa saja.
"Ternyata lo yang di segani semua orang yang katanya lo itu sadis dan kejam" kata orang itu meremehkan.
"Jangan cari ribut lo, mau apa lo? Duel? Sini sama gue" seru Arel yang sudah berancang-ancang.
"Harus sama anak buah lo? Apa ketua mafia ini tidak jago beladiri?" Arel yang orangnya tidak bisa tahan sedikit ia kini sudah benar benar emosi tidak terima jika ada yang meremehkan gengnya.
"Tahan emosi anda tuan Fairel"
"Gak bisa dibiarin lo makin lama makin ngelunjak"
"Hahaha tenang saja gue disini bukan cari ribut gue hanya ingin bertemu dengan seseorang yaitu King BW yang terhormat" kata orang tersebut lalu membungkuk didepan Rasya kemudian secara tiba-tiba dia memeluk Rasya membuat Rasya kaget serta Alen dan Arel. Rasya yang mendapat serangan mendadak itu masih mencerna kejadian ini sebelum akhirnya dia membalas pelukan orang itu.
"Gue Raska Ardhan Daniyel Alaric kak" bisik orang yang mengaku nama itu di telinga Rasya.
Rasya kaget dan reflek dia membalas pelukan 'Raska itu dengan erat.
__ADS_1