
"Siapa lo" tanya Alen.
"Gak ada urusan sama lo" kata orang tersebut.
"Gue ada urusan sama King BW" mendengar kata itu Raden dan Ali serta Rafka dkk membawa para Ciwi ke atas terlebih dahulu karena belum saatnya mereka tau siapa King BW yang orang tersebut maksdkan.
"Ada apa lo cari gue" kata Rasya dengan nada datar. Jujur dia penasaran tapi ia tutupi itu dan hanya bersikap biasa saja.
"Ternyata lo yang di segani semua orang yang katanya lo itu sadis dan kejam" kata orang itu meremehkan.
"Jangan cari ribut lo, mau apa lo? Duel? Sini sama gue" seru Arel yang sudah berancang-ancang.
"Harus sama anak buah lo? Apa ketua mafia ini tidak jago beladiri?" Arel yang orangnya tidak bisa tahan sedikit ia kini sudah benar benar emosi tidak terima jika ada yang meremehkan gengnya.
"Tahan emosi anda tuan Fairel"
"Gak bisa dibiarin lo makin lama makin ngelunjak"
"Hahaha tenang saja gue disini bukan cari ribut gue hanya ingin bertemu dengan seseorang yaitu King BW yang terhormat" kata orang tersebut lalu membungkuk didepan Rasya kemudian secara tiba-tiba dia memeluk Rasya membuat Rasya kaget serta Alen dan Arel. Rasya yang mendapat serangan mendadak itu masih mencerna kejadian ini sebelum akhirnya dia membalas pelukan orang itu.
"Gue Raska Ardhan Daniyel Alaric kak" bisik orang yang mengaku nama itu di telinga Rasya.
Rasya kaget dan reflek dia membalas pelukan 'Raska itu dengan erat.
"I Miss you my Twins" balas Rasya dengan berbisik hanya dia yang dengar.
Yapps, dia adalah kembaran Rasya atau Caesar yang 16 tahun hilang lamanya. Dia sudah berada di Indonesia sejak Sore hari ini dan malam ini dia mendengar jika Rasya ada di hotel Alric untuk acara pesta dari Ayah Angga dan dia berniat untuk kasih surprise ke kembaran sekaligus kakak pertamanya.
Lama mereka berpelukan erat akhirnya terlepas juga dan membuat dua sahabatnya itu bingung sendiri.
"Dia siapa Cha? Apa lo mengenalnya?" Tanya Alen.
"Gausah sok kenal lo sama King Rallion, apa lo sengaja?" Kata Arel yang masih emosi.
"Mungkin kemarin kita musuhan tapi kita sekarang bisa temenan" kata Raska santai membuat Rasya tersenyum.
"Gue belum lihat lo gimana bisa tau kalo lo musuh kita aneh" kata Alen.
"Gue memang tidak pernah terlihat oleh siapapun asal kalian tau" kata Raska.
"Siapa sih lo sebenarnya? Lo kenal Cha sama dia? Kenapa juga lo balas pelukan dia? Tumben" pertanyaan beruntun Arel membuat Rasya tersenyum.
"Dia orang yang selama ini buat gue sakit tanpa sebab" kata Rasya.
"APA? JADI KARENA DIA? WAH KURANG AJAR LO YA" sarkas Arel reflek meninju wajah Raska.
Bugh
"Sshh"
"Ada apa ini hah ribut ribut segala pake acara jotos jotosan" suara bariton membuat mereka menoleh ke sumber suara ternyata dia adalah Rafka.
"Dia bang yang udah buat Rallion sakit tanpa sebab, disantet mungkin" kata Arel.
"Jaga ucapan lo Rel" kata Rasya dengan nada dingin dan membantu Raska untuk berdiri karena tersungkur tadi.
"Siapa yang lo maksud " tanya Rafka.
"Dia bang" tunjuk Arel pada Raska.
"Siapa lo?"
"Adik kita " kata Rasya membuat ketiganya kaget minus Rafka yang kaget karena senang.
"CAESAR?" pekik Rafka, Rasya mengangguk.
"Lo, gakpapa kan Kai? Buka masker lo biar mereka tau" Raska membuka maskernya dan..
"Kok mirip"beo Arel dan Alen.
"Ya jelas orang mereka kembar" kata Rafka.
"Sorry gue gak tau"
"No problem, tapi sakit nih" kata Raska.
"Yaudah gue obatin sini" kata Rafka. Raska mengangguk.
"Makannya jangan pake acara ginian, gak tau aja kalo Rallion ada dua algojonya" kata Rafka membuat Raska terkekeh pelan.
"Yaudah ikut kakak ke ruangan kakak biar kakak obati" kata Rafka.
__ADS_1
Rasya mulai terdiam, dia teringat dengan kejadian beberapa hari kemarin, ada janji yang terlupakan, pikirnya.
"Yaudah lo ikut kak Rafka geh" kata Rasya dengan nada datar lalu dia melenggang pergi ke arah ruangan lumayan besar itu adalah ruang kerja Rasya di hotel.
"Ngambek nih pasti" batin Rafka.
"Kalian berdua ke atas dulu gue mau nyelesaiin urusan kembara kembar nakal ini" Arel dan Alen tertawa.
"Beginilah bang kalo punya sodara yang mandiri sama manja, sabarin aja bang bwahahaha" ledek Alen.
"Sialan lo"
"Manja?" Kata Raska.
"Lupain Kai, ikut kakak ke ruangan itu aja ada Raja yang lagi mode marmut" kata Rafka sambil terkekeh pelan.
Sedangkan di atas sudah ada mereka yang setia menunggu kedatangan Arel dan Alen.
"Lah adek kakak mana tuh"tanya Amel.
"Lagi ada urusan dikit" kata Alen.
"Lah terus gimana nih acaranya" kata Ara.
"Lanjut aja dulu, ntar mereka nyusul"
*
Di ruangan penuh kertas itu sudah ada tiga saudara, tepatnya Rafka, Rasya dam Raska.
"Awww perih bang" rintih Raska.
"Makannya jangan cari gara gara lo, disini beda sama di Inggris, lo disana disegani disini lo bukan apa apa" kata Rafka.
"Gak seru lah kalau gak gitu, gak ada ceritanya nanti awal kita bertemu" kata Raska.
"Nah udah selesai" kata Rafka menyudahi mengobati wajah lebam Raska.
"Dek?" Panggil Rafka pada Rasya yang masih setia menatap benda kotak itu.
"Apaan? Acha lagi sibuk ntar aja ngomongnya"
"Nyuruh Vano ada kerjaan buat dia"
"Lo lupa kalo bang Vano ada disini?"
"Shitt, sialan kak Rafka, gue juga lupa lagi ah ketauan kan boongnya" batin Rasya menggeram sebal.
"Yaudah apa?"
"Hadap sini Achaaaaa" kata Rafka. Rasya menatap Rafka datar.
"Yaudah apaan kak cepet yang lain pasti udah nungguin kita"
"Marah?" Rasya menggeleng.
"Ngambek?" Rasya menggeleng.
"Yakin?" Rasya menggeleng dengan mata yang akan berkaca-kaca.
"Gak malu sama Raska?"
"Malu apaan"
"Yakin gak marah sama kakak?"
"Marah kenapa sih kakkk" kata Rasya sebal.
"Gak tau, kalau kamu gak marah yaudah terserah"
"Emang kenapa si bang" tanya Raska.
"Tanya aja sama kembaran lo"
"Kenapa si hm, marah kenapa lo?" Tanya Raska pada Rasya.
"Gue gak ada marah ya"
"Lah terus kenapa bang Raf bilang gitu"
"Tau tuh kakak lo"
__ADS_1
"Kakak lo juga kale"
"Sekarang dia kakak lo"
"Hah?"
"Udah Napa si, bukannya ngelepas rindu malah ribut" lerai Rafka yang sudah pusing dengan perdebatan ini.
"Gue kakak kalian berdua, gak ada salah satu diantara kalian paham?"
"Yain biar seneng" ketus Rasya.
"Cha, plis kali ini aja ya jangan marah sama kakak?" Mata Rasya berkaca kaca, jujur ia tak tega tapi dia tak bisa membohongi hatinya.
"Cha?"
"Terserah kakak"
"Kenapa si bang, aneh banget kalian berdua" tanya Raska yang masih bingung dengan keadaan.
"Jeles dia Kai" kata Rafka membuat serinngai di wajah Raska terbit. Ide jail muncul dalam sekejap.
"Bang Raf, sekarang kan lo bukan sahabat gue lagi, tapi saudara boleh dong gue panggil lo kakak?" Kata Raska memanas manasi, dia sengaja melakukan ini dia ingin tahu seberapa jelesnya sang kembaran ini, ingin tertawa rasanya melihat sang kembaran yang diluar saja kejam kalau didalam sudah jadi marmut, benar kata Rafka tadi wkw.
"Boleh lah, lo kan sekarang adek gue Kai"
"Nama gue Raska tapi lo gak bisa hilangin panggilan kesayangan itu ya kak?"
"Ya gimana udah terbiasa juga gue panggil lo Kai"
"Iya juga sih kak" kata Raska sambil tersenyum miring melihat mata Rasya yang memerah itu.
"Gue juga ada panggilan kesayangan dari kak Rafka bukan lo doang asal lo tau"
"Gue gak ngomong sama lo ya King Rallion yang terhormat, gue ngmng sama kakak gue" kata Raska sinis.
"Gue juga kakak lo kalo lo lupa"
"Beda 5 menit jangan di ungkit kita umurnya sama" kata Raska santai.
"Udah udah ngapa pada ribut lagi sih" kata Rafka jengah.
"Dia duluan yang mulai "
"Orang gue disini diem aja ngapa lo nyalahin gue"
"Biss diem gak " kata Rafka dengan nada sedikit tinggi.
"Gue dari tadi diem tpi adek baru lo itu yang buat gara gara"
"Dia adik kita Cha"
"Yain biar cepet"
"Kamu jangan gini Cha sama adek kamu, disini kamu juga seorang kakak walaupun kalian kembar tapi kamu juga harus bisa bersikap dewasa" kata Rafka.
"Sorry kalau gue bikin adek lo gak nyaman"
"Achaaa" Reflek Rafka membentak Rasya, seketika Raska ingin sekali menepuk jidatnya, dia merasa bersalah dengan kelakuannya ini.
"Acha ngerti Acha minta maaf" saat ingin beranjak dari duduknya Raska menghentikannya.
"Mau kemana si kak?" Kata Raska pada Rasya.
"Jangan panggil gue dengan sebutan itu kita gak seakrab itu"
"Acha dia saudara kita kembaran kamu, yang sopan" bentak Rafka pada Rasya.
"Gue kecewa sama lo kak" batin Rasya dengan air mata yang menetes pelan segera ia tepis.
"Dia bukan saudara gue bukan kembaran gue asal kakak tau" kata Rasya dengan nada tinggi, sudah cukup ia tahan akhirnya keluar juga.
"Achaaa" PLAKKK!
Reflek Rafka menampar Rasya.
"Jaga ucapan kamu Cha, ayah sama bunda gak pernah ajarin itu sama kita disini kita saudara dan kamu sama Raska itu saudara kembar" bentak Rafka.
"Gue pergi dulu ada urusan"
"Duhhh gue bodoh banget si, kenapa jadi gini arhhh" batin Raska, merasa bersalah. Karena ini semua terjadi karena dirinya yang niat awal hanya menggoda tapi malah berakibat fatal gini.
__ADS_1