RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
6. bolos pertama


__ADS_3

Hari Senin, dimana semua siswa siswi AL melaksanakan kegiatan upacara bendera. Semuanya tampak seperti menahan dahaga wkw, panas pagi dari matahari menyengat ke kulit manusia, ada yang menjerit tak mau kulitnya hitam, ada yang setia berdiri melaksanakan upacara heumm murid teladan!


Di sisi sisi barisan dari kelas 10 sampai kelas 12 ada seluruh anggota OSIS yang mengawasi agar siswa siswi disiplin dan tertib melaksanakan upacara bendera ini, terlebih pada kelas 11 barisan kelas 11 C yang terlihat ricuh dengan saf akhir, rupanya si biang rusuh AL yang melakukannya siapa lagi?


"Huh panas cok mo pingsan aja dah guee" gerutu gadis bermata sipit itu, siapa lagi kalo bukan si Icha?


"Pst sabar gue juga woi lah gak lo doang" sahut Thea dengan berbisik, dia ada di sebelah Icha.


"Gak kuat lagi gue arhhhh" kata Icha dengan nada frustasi.


"Tahan dulu woe kurang 3 acara nih" tutur Thea.


"Iyaa iya dah tahan gue" kesal Icha.


"Brisik!" Protes pria tinggi di belakang mereka. Hmm tinggi putih tampan mata biru? Acha? Haha itu dia orangnya.


"Dih apaan lu tembok diem deh brisik shutttt" balas Icha dengan ketus menempelkan jari telunjuknya di bibir. Rasya hanya memutar bola matanya jengah.


"Heh kamu bisa diem gak?" Suara terdengar dari belakang, rupanya sang anggota osis yang menegur kelas langganan ini.


"Peacee" Icha menoleh menyengir dan membentuk dua jari 'V' ke arah OSIS tersebut.


"Cih lo bel?" Dinda memutar bole matanya malas. Yap, yang tadi menegur adalah si Dinda. Masih ingat kan? Ketua OSIS cantik yang membantu Icha menuju kelas barunya?


"Hehe pis kakak cantik" Icha menyengir kuda.


Upacara yang dilakukan dengan penuh paksaan bagi murid baru yang super duper misterius ini telah usai. Legaa! Salah satu kata yang diucap semua siswa siswi tak terkecuali karena bisa merasakan hawa dingin di kelas, taman dan utama yaitu KANTIN!


setelah upacara murid diperbolehkan istirahat sejenak selama 30 menit di kantin atau dimanapun sebelum pembelajaran dimulai.


"Aussss banget gue huh panass njir gerahh" mengkibaskan tangannya ke arah wajah cantik milik Amel yang mengoceh karena terik matahari menyengat ke kulitnya. Amel dengan cepat kilat meneguk 1 botol mineral dingin hingga tandas tak tersisa. Aus banget Mel?


"Sama cokk gue juga gerahh mo pingsan" kata Icha mendramatisir.


"Yaelahh gitu doang sambat lu pada" sahut Ara yang masih setia mengkibaskan tangannya ke arah wajah yang terasa panas itu.


"Lo juga gerah kan Ra jadi diem kita semua sama okey" protes Amel.

__ADS_1


"Yain dah yain"


"Yok lah masuk dah bel nih sebelum bapak negara mengoceh seribu bahasa" ajak Thea yang sudah melegakan tenggorokan yang sempat kering itu.


"Yukla" jawab Ara dan Amel bersamaan.


"Gue gak ikut dah mo istirahatin pala yang pening ini" kata Icha,ia enggan ikut dan akan bolos! Yupp jiwa ISABELLA kembalii nih wkw.


"Yaelah Cha ,mubar udah berani bae lu" kata Ara.


"Bodo lah, gue mau ngadem dulu kalian duluan aja ke kelas gue balik jam ke 4 oke bye bye cantikku" kemudian Icha melenggang pergi meninggalkan tiga sahabat barunya itu, sebenarnya Icha masih belum bisa sepenuhnya percaya dan menerima mereka bertiga sebagai sahabatnya tapi mau gimana lagi yang mau berteman dengannya hanya mereka yang lain hanya karena Icha CANTIK!


"Ck. Gue curiga nih dia di sono juga begini kelakuannya" gumam Thea geleng geleng kepala.


"Nah itu, berani bener tuh anak bolos padahal belum genep seminggu dia sekolah di AL" kata Amel.


"Udahlah yok gas kelas" ajak Ara.


Sementara di rooftop kini sudah ada gadis cantik menawan ini duduk di kursi the perfect ini. Terlihat dia memejamkan matanya dengan earphone kecil yang bertengger di telinganya dengan alunan musik yang merdu itu.


"Dah lama kaga turun, gimana ya kabar anak anak?" Batinya berkata, dikata dia sangat merindukan sosok dua perempuan cantik yang kini berbeda negara dengannya yang merupakan dua orang berperan penting di dunianya.


"Ck. Siapa yang telfon sih ganggu banget" kesalnya, namun dia tetap membuka layar handphonenya yang sudah bertulisakan panggilan masuk dari nama 'Lilicans' disana.


"Baru juga di omongin dah nongol aja nih nama" gumamnya seraya menaikkan tombol hijau tanda menerima panggilan.


Icha : dapa?


Lilicans : cuek bener lo sama gue Cha


Icha : Ekhemmm, Hallo cantikku ada apa gerangan kau menelfon diriku di pagi buta ini?


Lilicans : hehe jangan kesel lah Queen kitakan bestie


Icha : yaudah ada apa sayang hm


Lilicans : kita diserang

__ADS_1


Icha : whatt? When? Kok bisa? Siapa?


Lilicans : GSC Queen (GreySenCrew)


Icha : udah beres?


Lilicans : udah, tapi...


Tak sadar jika ada 1 pasang mata yang mendengar obrolan Icha, eh ralat bukan obrolan hanya mendengar ucapan Icha saja karena dia(Icha) memakai earphone jadi orang itu tidak mendengarkan apa yang dikatakan sang lawan bicara Icha.


Icha : tapi apa cok?


'rada sarkas karena kepo, catat! Icha tidak suka di gantung apalagi dipermainkan


Lilicans : Gres kena dan sekarang dia koma


Icha : hah? Tunggu gue dateng, berani beraninya si brengsek nyelakain Gres, arhh oke Iger tunggu gue disana secepatnya gue terbang bye


Lilicans : Queen tapi- tut.


Panggilan diputuskan secara sepihak oleh Icha dengan sangat kesal.


"Riger, lo harus tetap bertahan gue terbang sekarang oke tunggu gue" kata Icha dengan nada memohon dan menutup mata menghadap ke atas.


"Tunggu gue Riger, sorry dengan gue pindah kesini kalian gak ada yang jaga. Gue gak becus jadi sahabat kalian, pokoknya lo harus bertahan oke Liger bakal kesana" ucapnya penuh tekad tapi dengan lirih , sekarang dengan cepat dia meninggalkan atap menuju ke ruang kesiswaan untuk mengambil surat ijin tak lupa setelah selesai mendapatkan ijin cuti sekolah dia ke kelas berpamitan dengan yang lainnya. Orang yang menguping tadi sudah pergi dengan cepat setelah mendengar jika Icha akan segera turun.


Kepo dengan di penguping? Ntar juga tau kok.


Di negara asing kini terlihat ada beberapa orang yang sedang duduk dengan suasana tegang dan sangat serius karena mendengar kabar jika ketua mereka akan segera kembali dengan keadaan marah. Mereka sebenarnya senang si ketua akan datang tetapi masalah kali ini berbeda, dia( Icha) datang dengan kekesalan karena satu dari anggotanya ada yang terluka karena penyerangan kemarin.


"Gue salah ya?" Tanya gadis yang memakai gelang lengkap dengan nama yang berada disana 'Queen Iger' pada beberapa orang disana.


"Lo gak salah, udah ya jangan salahin diri lo sendiri, kita disini juga merasa bersalah atas kemarahan Queen Liger?" Sahut lelaki berparas tampan lengkap dengan baju kebanggaannya dengan tulisan ' Ciger tangan kanan Tiger Baps'


"Gue takut" lirih Iger.


"Queen, gue mohon tenang ya? Jangan kayak gini okey baby?" Ciger mencoba menenangkan sang empu agar tetap tenang dan tidak terus menerus menyalahkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Di negara kita tercinta ini sudah ada Icha yang sudah bersiap diri, dia sudah meminta izin kepada sang mama tak lupa pada papa tersayangnya. Icha diizinkan karena mereka juga mengerti kondisi Icha dan disana yang terluka adalah keponakan mereka dari adik sang mama. Maka dari itu Icha akan sangat marah bila sepupunya ini terluka karena mereka berdua sangat dekat bahkan mereka berjuang dari bawah hingga terkenal sampai sekarang walaupun hanya sebatas nama saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2