
Gue Nalendra Zavier Akhtar, marga yang bagus bukan? Haha kenalin nih anak sial! Ups sorry gue keceplosan haha udah gakpapa santai aja! Gue bahagia kok gak punya mereka tapi gue jauh lebih bahagia lagi kalo mereka ada dihidup gue tapi itu mustahil karena gue anak sialan? Itusih kata mereka.
Crutt!
Siraman air yang mengenai Alen dari pengendara motor sprot itu membuat baju Alen basah. Dan saat Alen memanggil sang pengendara namun tak ada jawaban Alen yang tersulut emosi dia segera menghidupkan motornya dan mengejarnya di pelindas botol air yang masih ada sedikit airnya ke arahnya, walaupun bukan salah dia tapi bisa bukan minggir dan jalanan masih luas juga, pikir Alen.
"WOYYY BERHENTI LO BRENGSEK" pekik Alen, si pengendara tampak berhenti setelah teriakan Alen tadi dengan segera Alen berhenti tepat di hadapan pengendara motor sport hitam itu.
"why you?" Tanya si pengendara.
"Lo sadar gak kalo udah nyiram gue tadi hah" sarkas Alen yang masih ingin menahan emosinya.
"Sorry, sir, I don't understand your language, can you speak English?" Kata pria itu.
"Wasing ternyata" gumam Alen.
"Ck kelemahan gue nih gak bisa bahasa Inggris" batin Alen kesal, cukup menyesal ia bolos di pelajaran ini dan sekarang dia merasakan bertemu dengan wasing ( warga asing)
"Hahaha sory bro, gue bikin lo panik ya? Tak apa gue bisa kok bahasa Indonesia tapi gak terlalu bisa juga sih" ucap pria itu dengan tawanya yang masih menghiasi wajahnya.
"Dih sok asik lu" ketus Alen.
"Sory kalo lo kesiram gue tadi juga awalnya sengaja karena gue liat dari jauh lo lagi nglamun jadi gue sadarin aja sory kalo lo emosi" kata pria itu.
"Helleh, yodah lah lagian juga air doang. Gak jadi emosi gue yang ada gue kesel lo buat" Alen mendengus kesal karena pria yang serba hitam itu.
"Nah pake baju gue sebagai gantinya" Alen cengo.
"Ck. Baru btw nah masih plastikan" kata pria itu sambil menyerahkan 1 plastik baju hitam dari saku dalam jaketnya.
"Lo bawa ginian buat apaan? Artis lo?" Ledek Alen seraya memakai kaos yang pria itu berikan.
"Buat jaga jaga aja si, oh ya ngobrol di tepi ae yok keliatan lo orangnya asik jadi kenalan disana bae cemana?" Ajak pria itu, Alen tampak berpikir dan setelah lama berpikir dia akhirnya mengangguk saja sebagai jawaban.
Dua pria itu sekarang ada di bangku di tepi jalan.
"Oh iya btw lo kenapa disini sendirian ngelamun pula" tanya pria itu mengenai penglihatannya tadi.
"Gakpapa, biasalah cari angin" jawab Alen santai.
"Nama lo siapa?" Tanya Alen.
"Kalo gue jawab bakal lo kasih apaan?" Goda pria itu.
"Ck, lo ya berani sekali malak gue padahal baru tadi kita ketemu" kesal Alen.
__ADS_1
"Lo dari mana? Dan tujuan ke Indonesia untuk apa?" Tanya Alen.
"Gue kesini ada tugas dan sekalian cari keberadaan kakak gue yang kepisah karena masalah di masa lalu" balas pria itu.
"Kalo lo bersedia gue bisa bantu lo kok" tawar Alen.
"Untuk sekarang gue belom yakin gak tau nanti, gue orangnya gak gampang percaya sama orang soalnya" Alen tampak manggut-manggut, ada benarnya juga nih anak. Gak boleh gampang percaya dengan orang yang baru kita kenal.
"Ohiya, nih buat lo sebagai tanda kita pernah ketemu" ucap Alen seraya mengambil sebuah kalung berinisial L dan memberikannya kepada pria asing itu.
( punya Alen yang sudah ia pakai)
(punya Lucas yang baru diberi Alen)
"Apa semua orang yang lo temui lo kasih ini?" Tanya pria itu, Alen tertawa mendengarnya.
"Tidak juga, kalung itu hanya ada 2 di gue dan gue berikan ke lo karena kita memiliki nasib yang sama kehilangan saudara kita, jadi mungkin kalung ini lebih cocok sama lo karena nasib kita sama" jelas Alen. Pria itu hanya mengangguk paham saja kemudian menerima kalung pemberian Alen.
"Dan satu pertanyaan gue belom dijawab, gue sudah beri kalung itu sama lo ya?" Pria itu tertawa.
Masih ingat lucas bukan?
"Gue Nalendra ZA" ucap Alen.
"Kak Andra?" Alen mengkerutkan keningnya? Apa maksud pria ini? Pikirnya?
"Maksud lo?" Lucas menggeleng cepat.
"Hanya mirip Cas hanya mirip okey" batin Lucas.
"Lucas? Tapi lo bukan adik gue? Hahaha mirip doang ternyata adik gue itu namanya Lucas Leiva Akhtar oke Len dia bukan adek lo" batin Alen.
"Sorry Len gue refleks tadi"
"Santai bro"
"ohiya, kalung nya inisial nama gue bisa kebetulan banget ya?" kata Lucas.
"ya mungkin memang itu buat lo, jadi kalo lo pake kalung itu lo bakal jadi bagian di hidup gue" Lucas mengangguk.
"gue baka pakai kok apalagi spesial dari lo haha" Alen tertawa besama dengan Lucas, mereka terlihat sangat akrab padahal jarak mereka bertemu hanya beberapa jam saja sudah membuat mereka dekat seperti ini. mungkin naluri upsss....
__ADS_1
"Btw disini temen lo siapa namanya? Siapa tau gue kenal" Lucas diam dan menatap Alen.
"Gue gak bisa sebutin namanya karena itu privasi dia katanya, gue gak bisa ngelanggar karena gue bawahan dia gue disini ditugasin buat salah satu sahabat gue dan tuntasin orang yang ganggu bos gue" jelas Lucas.
"Oh gitu, gue gak maksa sih"
"Eh wait wait, tangan kanan TB? Hah? Lo?" Sebelum melanjutkan kenyataan yang Alen tau, Lucas segera menyumpal mulut Alen hingga Alen kesulitan untuk bernafas.
"Shutt diem lo, jangan teriak teriak kek toak lo" protes Lucas seraya melepaskan bekapannya.
"Iya gue tangan kanan bos gue, dari TB dan gue kesini juga karena Queen Li" Alen mengangguk paham.
"Oh gituu, sekarang lo mau kemana?" Lucas menggeleng tanda tak tau.
"Lah gak jelas nih anak"
"Gue kesasar njir, gue sebenarnya juga bingung mau kemana mana hp gue ketinggalan lagi di Inggris sial" lucas berdecak kesal.
"Lah lo kesini dadakan atau gimana sampai hplo ketinggalan segala tapi dompet aman kan?" Lucas mengangguk.
"Yaudah sekarang ikut gue, udah sore dan lo lanjut perjalanan besok bae gue tau lo capek jadi ikut gue aja dulu oke, no penolakan brother" kata Alen.
"Ck. Iyadah nurut sama orang sini" kata Lucas membuat Alen tertawa renyah.
Setelah menyetujui, Lucas pun mengikuti kemana arah teman barunya melajukan motornya.
"Kenapa gue ngerasa kalo lo itu kakak gue ya Len, tapi kakak dulu pendiem banget gak kayak lo petakilan banyak omong, gue kangen lo kak ndra" batin Lucas.
"gue gak salah liat kan? Matanya persis kayak mata mami, Lucas apa lo baik baik aja? Apa lo disana bahagia tanpa gue? Maafin gue dek kalo kita terpisah karena keadaan. Gara gara gue masa kecil lo melihat betapa kejamnya mereka ngusir gue dari rumah serta nyiksa gue" lirih Alen didalam helm full face nya.
Membelah jalanan, Alen memimpin di depan dan menuju ke markas 2 karena katanya the perfect sedang berkumpul disana jadi dia akan membawa Lucas kesana dan berkenalan dengan the perfect agar tidak merasa sendiri di negara orang.
25 menit jalanan mereka tempuh kini motor Alen sudah memasuki area BW dan Alen mengizinkan motor dibelakangnya untuk memasuki wilayah ini dan satpam pun mengangguk patuh.
"Rumah siapa nih Len?" Tanya Lucas yang sudah turun dari motornya.
"Temen gue" balas Alen.
"Gila gede banget" puji Lucas.
"Ini bukan rumah utama kalo lo mau tau" Lucas hanya berdecak kagum saja dengan kemewahan rumah di hadapannya ini.
"Lucas, ayo masuk cepetan" berlari kecil menyusul Alen. Tanpa ba-bi-bu Alen membuka pintu utama.
...----------------...
__ADS_1