RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
R 56


__ADS_3

Setelah kepergiannya, Icha memang benar benar ke toilet. Setelah menyelesaikan kegiatan buang air kecilnya ia segera keluar dari kamar mandi lalu menuju wastafel yang ada disana untuk membasuh muka yang terlihat tidak fresh itu. Saat hendak masuk tiba tiba Icha dihadang oleh pria bertopeng disana, laki laki bertubuh besar dan tinggi.


"Siapa kalian" kata Icha pada dua orang yang menghadangnya.


"Lo gak perlu tau siapa kami yang perlu lo tahu, lo harus mati" kata pria bertubuh kekar itu.


"S-siapa lo"


"Perkenalkan nama gue Oscar Wilde orang yang akan menjemput ajal lo" kata Oscar sambil membuka topengnya dan mengeluarkan pisau lipat disakunya diarahkan ke Icha.


"Pengecut lo, nyerang gue waktu gue disini kalau mau di medan sana" kata Icha yang sebenarnya takut tpi bukan Liger kalau hanya seperti ini sudah lemah.


"Ck. Gue tidak peduli asal nona tau" kata Oscar.


"Ah lama lo" kata pria tinggi itu.


"Diamlah Gal daripada lo ketahuan disini mending diam dan liat saja" kata Oscar.


"Gal? Ketahuan?" Icha menyeringai. Dia diam dengan tangan yang meraba pahanya untuk mengambil benda tajam yang sengaja ia taruh disana sewaktu waktu butuh seperti sekarang, beruntung dia memakai cincin kebanggaannya jadi masih bisa melawan walau tidak menggunakan senjata yang sepadan.


"Siapa lo sebenarnya tuan Argadana?" Kata Icha pada pria tinggi itu. Dia terdiam dan keringat dingin mengucur, dia yakin pasti setelah ini rahasianya terbongkar.


"Siapa Argadana?" Tanya pria itu.


"Nama gue Gala Hyun" kata pria yang mengaku namanya sebagai Gala.


"Oh tuan Hyun? Apakabar pengkhianat?" Kata Icha.


"Banyak bacot lo" sarkas Oscar.


"Gak disini, kita kebelakang saja jangan nyesel kalo lo kalah dari gadis kecil ini" kata Icha lalu pergi menuju gedung belakang sekolah.diikuti mereka berdua.


"Lo panggil anak buah lo, dan lo balik ke nama asli lo jangan sampe ketahuan" bisik Oscar pda Gala.


*


"****" umpat Raska.


"Ada apa Kai?" Tanya Lyli.


"Kai, jangan bilang kalo yang gue lihat iki benar" kata Grace yang sedang memandangi layar handphonenya.


"Lo benar gres dan sekarang cabut" kata Raska memerintah.


"Ada apa" tanya Lucas.


"Pgsc" kata Raska. Dengan segera Lucas, Lyli dan Grace mengikuti langkah Raska.


"Halaman belakang kak" teriak Raska. Rasya mendengar itu masih bingung.


"Kenapa Cha?" Tanya Ali.


"Gue cabut dulu"

__ADS_1


"Kita ikut"


*


"Beneran gsc kalo gini" kata Icha meledek.


"Kalo Tiger Bips mah sendiri bisa, gak mau nih sama perempuan mainnya keroyokan?" Imbuhnya.


"Jangan banyak bacot lo, Queen kayak lo gak pantes didunia. Bisanya jadi bakteri doang"


"Jauh jauh dari Inggris buat nyelakain gue? Sini kalo bisa" kata Icha tersenyum meremehkan.


Bugh


Tak


Tus


Serangan demi serangan mereka lakukan. Kini Icha sangat kelelahan sekali, terlihat diraut wajahnya dia seperti tidak mampu lagi melawan lagi. Beberapa luka sayatan ia berikan begitu juga dengan lawan ada beberapa luka yang diberikan oleh Icha.


"Mau nyerah apa mau mati lo" kata Oscar meledek.


"Gue tidak selemah itu tuan Lincoln" kata Icha sembari terus menyerang.


"Hahaha masih bisa percaya diri juga kamu" kata Oscar.


Perkelahian tetap berlanjut hingga suara bariton menghentikan mereka.


"Pengecut lo kalo lawan gak seimbang" kata Raska dengan sorot mata tajam menatap Oscar.


"Lo yang lebih pengecut, keroyokan lo" kata Oscar melihat rombongan yang Raska bawa ternyata pihak TB juga.


"Jangan banyak bacot lo"


"Seranggg" seru Raska. Lucas dan yang lainnya sudah siap melawan. Raska menghampiri Icha yang tengah meringis itu.


"Are you okey Queen?" Kata Raska. Icha menatap Raska seolah tahu Raska menyunggingkan senyumnya.


"Mungkin sebentar lagi kakak gue datang" kata Raska, Icha tersenyum dan mengangguk.


"Thanks"


"SIAPA YANG NGIZININ KALIAN BUAT KERIBUTAN DIWILAYAH GUE" suara menggema di gedung kosong itu. Datang lima Pria dengan pakaian serba hitam tak lupa masker juga topeng mereka kenakan, dengan logo kebanggaan mereka Cakaran harimau betuliskan Black World di lengan bagian kiri serta tatapan tajam menusuk. Siapa lagi kalau bukan Rasya dan keempat sahabatnya.


"Acha" lirih Icha.


"Siapa yang mengizinkan kalian perang di wilayah gue tanpa izin dari gue" tanya Rasya dengan nada dingin, pandangan mata tak lepas dari Icha yang menatapnya dengan senyuman yang mengembang.


"Tuan Lion" kata Oscar, lalu membungkuk ke hadapan Rasya hormat. Dia menghormati Rasya karena ia tahu kedudukan Rasya didunia Gangster seperti apa, dia tak mau membuat masalah apapun dengan BW jika ingin selamat.Berpikir dua kali untuk memulai peperangan dengan Black World.


"Siapa lo" dengan pertanyaan itu membuat mereka semua ingin tertawa, haha Rasya ini ada ada saja. Seorang gangster terkenal dinegaranya Rasya pun tak mengenali itu saking banyaknya Gangster yang masih dibawahnya yang entah menjadi teman atau musuh.


"Maaf tuan, saya Ketua Greysen Crew" kata Oscar menunduk.

__ADS_1


"Ck. Punya hak apa lo sampai melakukan penyerangan di wilayah gue"


"Maaf tuan, saya tidak tau jika ini kekuasaan anda, saya hanya melakukan tugas saja untuk menyerang seseorang yang berada di sini"


"Siapa yang lo maksud?" Kata Rasya.


"Queen Tiger Bips tuan"


"Lo ingin membunuhnya tuan Lincoln?" Oscar mengangguk.


"Silahkan" seketika Oscar menatap binar ke arah Rasya. Perkataan Rasya membuat semua orang disana bingung apalagi Icha,seakan 'tega sekali kau ini.


"Tapi lawan gue dulu. Apa lo yakin ingin membunuh kekasih ku? Mempunyai nyawa kucing seperti kau ini tuan Lincoln" kata Rasya membuat Oscar terhenyak mendengar kata 'kekasih dari sang penguasa itu.


"Ke-ka-sih tu-an?" Kata Oscar terbata bata.


"Apa? Kaget? Jangan seperti itu tuan Lincoln, sekarang lo ada di bawah pengawasan gue dan wilayah gue jangan harap lo lolos dari sini" kata Rasya.


"Bawa dia ke markas gue akan bermain samanya nanti" kata Rasya. Keempat sahabatnya mengangguk dan melakukan apa sesuai perintah.


Rasya mendekati sang kekasih, Icha.


"Kamu gakpapa?" Icha menggeleng.


"Aku baik baik saja. Kamu jangan khawatir" kata Icha sambil tersenyum.


"Bereskan kekacauan ini sebelum gue marah besar, enak saja sudah membuat tempat ini berantakan" kata Rasya pada anggota Inti Tiger Bips.


"Dasar menyebalkan lo" decak Lyli.


"Bereskan atau kalian masuk kandang Lion" ancam Rasya. Mungkin bercanda namun nadanya tidak berubah membuat semuanya menganggap itu serius.


Slp


"KAKAK" pekik Raska.


"Enhhh ahhhh" Rasya merintih.


"ACHA" Icha menjerit menutup mulutnya, ia menangis sesak melihat apa yang telah ia lakukan.


"Shhh As- Aska" rintih Rasya.


"Kak bertahan ya" Raska menahan tubuh Rasya yang hendak terjatuh itu.


"C-ac-Acha" mulut Icha bergetar, ia tak menginginkan ini. Arhh ini semua salahnya.


"Sss-sayang maafin aku huaaa hikss" Icha langsung meluk tubuh Rasya yang sudah terbaring di tanah itu dengan tangis yang pecah.


"Sssttttt ini bukan salah kamu, ini kecelakaan sayang kamu jangan nangis" kata Rasya yang sudah melemah.


"Nggak Cha nggak ini semua salah aku"


"Lucas siapkan mobil sekarang juga" kata Raska. Lucas mengangguk lalu pergi untuk menyiapkan mobil sesuai perintah.

__ADS_1


__ADS_2