
"Cha napa lo muka kusut gitu" tanya Amel pada Icha. Icha menggeleng lesuh.
"Mikirin apaan si"
"Gak ada mel gue gakpapa" kata Icha.
"Yaudah kalau gitu yang semangat dong" Icha tersenyum, mungkin kali ini Icha akan menerima sahabat barunya dihidupnya terlihat mereka nampak tulus sekali.
Tak lama kedua kakak beradik datang ke barisan 11C, siapa lagi kalau bukan Rasya dan Rafka.
"Udah selesai Cha" tanya Arel, Rasya mengangguk.
"Duduk dulu Cha , bang" kata Ali.
"Gak usah deh gue ke kelas gue aja gak enak kalo lama lama gue tinggal" kata Rafka.
"Yaudah kalo gitu, salam buat Galang Gilang" Rafka mengangguk.
"Kenapa lo" Rasya menunjuk ke arah depannya yang mungkin dia belum tau.
"Oh si Raden?"
"Apaan lo panggil panggil gue"
"Eh Cha udah dateng lo" Rasya mengangguk.
"Pacaran mulu Sampe gak nyadar kalo bosnya dateng" cibir Arel.
"Pacaran?" Beo Rasya.
"Iya cha mereka pacaran diam diam di belakang kita, kurang ajar gak tuh?" Kata Arel.
"Heh sya, lo kok mau sama dia ?" Tanya Rasya, oke kali ini sikap Rasya mode tengil.
"Sembarangan lo kalo ngomong" protes Raden tak terima.
"Gue mau karena gue gak mau sama lo wle" ujar salsya kemudian memeletkan lidahnya meledek.
"Gue juga ogah sama lo kali" kata Rasya.
"Stop jan ribut" lerai Arel. Kemudian mereka diam.
*
Di tempat lain, di negara asing, Inggris ada beberapa orang dewasa dan remaja sedang berkumpul di sebuah ruangan yang sedang membahas sesuatu.
"Bagaimana tuan Caesar? Apa anda sudah siap?" Tanya pria dewasa yang memiliki nama, Andrew.
Iya, Andrew adalah anak buah dari Angga yajg diutus untuk menjemput Caesar di Inggris. Saat ini disana sudah ada Caesar, ditemani Lucas, lyli dan Grace. Mereka nampak sedih dan lesuh mendengar kabar Caesar akan pindah dan menemui orang tua kandungnya.
__ADS_1
"Maaf sebelumnya apa saya bisa berbicara dulu sama ayah saya?" Kata Caesar pada Andrew.
"Silahkan tuan" kata Andrew mempersilahkan.
Caesar menemui ayah angkatnya yang sudah merawatnya sejak dini, dia kini berjalan ke arah sang ayah yang begitu berharga dalam hidupnya.
"Ayah, Kai sayang ayah" kata Caesar.
"Ayah juga sayang sama kamu, jangan jadi anak nakal disana ya? Jangan merepotkan keluarga kandung kamu, ayah disini selalu menunggu kamu tenang saja" kata ayah Caesar, abdi.
"Maafin Kai belum bisa bahagiain Ayah, Kai janji nanti kalau ada waktu Kai datang kesini buat temuin Ayah. Jangan khawatir Kai janji gak akan buat masalah disana lagian Kai udah besar jadi ayah tak perlu khawatir " Ayah Caesar tersenyum dengan raut wajah seolah tak rela.
"Ayah percaya sama kamu, sekarang berangkatlah mungkin kamu sudah ditunggu sama keluarga kamu disana, ingat jangan merepotkan mereka"
"Siap bos" Ayah Caesar terkekeh dengan kelakuan Caesar.
"Jangan bandel, hati hati dijalan ya nak?" Caesar mengangguk dengan senyum.
Caesar kembali di antara bos sekaligus sahabatnya itu dan Andrew.
"Kai, jangan lupain kita ya kalo udah kaya" kata Grace membuat Caesar terkekeh geli.
"Gak akan ,lagian disana ada Queen jadi aman bisa jadi mata matanya kalian " kata Caesar.
"Iya juga, kalo sampe lo lupa sama kita gue aduin Queen biar lo di kirim ke kandang Tiger tau rasa" ancam Grace.
"Haha iya iya, siap gak akan lupa sama kalian bos bos ku yang baik hati" kata Caesar.
"No bos yes friend" koreksi Grace.
"Ly? Gak ada kata kata gitu sebelum Kai berangkat" tanya Grace.
"Hati hati, jangan lupain kita disini yang bakal kangen sama cowok dingin kayak lo" kata Lyli membuat Caeaar tersenyum.
"Siap tuan putri, gue gak bakal lupain lo karena lo ada disini " kata Caesar sambil menunjuk dirinya dibagian dadanya. Lyli syok tapi membuat Lucas tersenyum lebar,
"Gini kek dari kemarin kenapa baru sekarang bodoh lo" batin Lucas.
"Mm-maksud lo?"
"Lupain, yaudah sekarang gue pergi ya? Jangan kangen mulu sama gue ntar gak bisa makan lo pada "
"Lah ngeselin nih anak gue tonjok mukanya lama lama" batin Lucas menggeram kesal.
"Ngeselin lo Kai" kata Grace dengan wajah kesal.
" Ayah Kai berangkat ya?" Ayah Caesar mengangguk dan tersenyum.
"Hati hati nak, disini juga ada tuan besar jadi ayah gak sendirian tapi kamu ingat disini ada jiwamu yang masih tertinggal jadi jangan sampai sibukmu disana membuatmu lupa dengan dia" Caesar tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
"Baik yah, Kai ingat itu semua"
*
Kembali di HUT AL yang acaranya semakin seru, dengan kehebatan dan kreatifan siswa-siswi AL membuat para guru tersenyum bangga. Tak sukses namun tak gagal juga dalam membimbing mereka.
Acara bakat yang diwakilkan beberapa murid disetiap kelas sudah terlaksana, dari urutan pertama hingga terakhir dan kebetulan untuk urutan kelas bandel, 11C mendapatkan urutan tengah em 15, karena ada 10 kelas dalam satu angkatan.
Terlihat di atas panggung mereka menampilkan bakat mereka, ada yang menari, dance , drama , menyanyi, bahkan ada juga bakar yang sangat menghibur semua orang yaitu stand up komedi. Sangat kreatif sekali mereka sampai membuat acara tidak membosankan.
"Oke semua sekarang giliran kelas yang paling kalian idolakan termasuk kelas kebanggan guru bk kita bukan kak Arkan?" Kata Dinda dengan gaya mc yang terlihat sok asik walau memang asik.
"Betul sekali nih, dan gue denger peserta ini sangat amat terkenal sekali dengan adu bacotnya tapi kenapa ya mereka bisa satu kelompok untuk tampil disini? Ada apaya?" Kata Arkan menyahuti.
"Atau mungkin mereka didis?" Kata Dinda.
"Apa tu kak Dinda?"
"Diam diam suka" Dinda, Arkan dan beberapa yang lainnya tertawa sedangkan yang dibicarakan mengumpat kesal. Bukan disambut dengan baik malah digosipin, dasar!.
"****!" Umpat Thea
"Kalo ga lupa" gumam Alen sambil tersenyum miring.
"Sok asik" lirih Icha.
"Tau tuh kak Dinda, sok tau pula" sahut Icha.
"Oke guys mari kita saksikan mereka berdua inilah, Thea dan Nalendra yang akan menampilkan bakat mereka" sambut Dinda dan Arkan barengan.
Dengan gaya cool Alen menaikki panggung dan membuat fansnya ricuh, heboh sendiri sedangkan Thea memutar bola matanya jengah.
"Caper" cibir Thea dalam hati, lalu ia menyusul Alen yang sudah ada disana duluan dan sudah duduk dengan gitar di tangannya.
"Pake lagu kedua aja, gue mau tunjukin suara asli gue sekarang "bisik Alen pada Thea.
Terkejut namun tetap diam, sebelum akhirnya mengangguk Thea sempat meledek Alen.
"Kayak bagus aja suara lo" ledek Thea dengan berbisik di telinga Alen.
"Kalau sampai suara gue bagus lo harus turutin apapun keinginan gue" kata Alen sambil menyeringai.
"Duh perasaan gue gak enak nih" batin Thea.
"Terserah lo"
Alen memulai memetik gitarnya mengambil nada sebelum mengeluarkan suaranya.
jreng jreng jreng!
__ADS_1