RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
1. dasar tembok


__ADS_3

Kini nampak 5 sekawan sedang menikmati angin dari atap sekolah hmm,rooftop! Mereka tidak ke kantin karena jadwal mereka ke kantin adalah jam istirahat ke dua, dimana perut mereka sudah mulai kosong. Jam istirahat pertama mereka gunakan untuk nongkrong, latihan basket atau bikin rusuh AL.


Terdiri dari Rasya dan anggotanya yang sedang duduk di sana dengan kursi yang mereka sediakan sendiri, bebas karena sekolah itu milik keluarga Alric.


Rasya sedari tadi hanya diam menyimak dan mendengarkan ocehan dari mulut sahabatnya terutama Alen, si suka bacot.


"Heh Ali, pacar lo mana kok gak kelihatan dari kemaren?" Tanya Alen dengan nada ngegas. Ali memutar bola matanya malas. "Kepo lo" jawabnya dengan kesal.


"Bodokkkk" sinis Alen.


"Lagian elu si, pacar temen sendiri ditanyain" sahut Arel malas. Selalu saja Alen ngurusin hidup orang.


"Gak ada salahnya dongg gue nanya, kan emang bener kalo si Mila kaga keliatan dari kemaren?" Kata Alen membela diri sendiri.


"Bacot lo Len, pacar gue kenapa lo sewot sih. Demen lo ama dia(Mila)" terlihat dari nadanya jika Ali marah saat ini, hmm cemburu. Yakk tepat!


"Santai elah cemburuan amat lo ama gue?" Alen mencoba menenangkan Ali.


"Bisa diem gak sih lo Len, sumpekkk gue" kesal Arel.


Rasya dan Raden yang dari tadi hanya menyimak saja tanpa ada niatan melerai atau nimbrung kini Rasya beranjak ingin pergi entah kemana, dia tidak pamit.

__ADS_1


TUMAN!


"Nah kan pergi, lo sih berisik" kata Arel.


"Udah biasa kali" jawab Alen santai sekali seraya meminum minuman bersoda itu.


Rasya sebenarnya pergi untuk menemui seseorang, karena tadi ia mendapati pesan di handphonenya untuk segera menemui di kantor lebih tepatnya di ruangan pribadi pemilik sekolah.


Kini Rasya sudah berada di ruangan itu dan disana sudah ada dua pria paruh baya yang sedang menunggunya.


"Nah udah dateng nih anak" kata pria berjas navy itu,


"Ada apa" tanya Rasya datar. Semua sudah terbiasa dengan kedataran tuan muda Alaric.


"Terus?" Rasya menaikkan sebelah alisnya dan sudah menduga apa yang akan terjadi nanti.


"Hmm jadi..." Sebelum Dino melanjutkan penjelasannya sudah di potong terlebih dahulu oleh Rasya.


"Oke. Acha mau tapi ada satu syarat " kata Rasya.


"Apa?" Tanya Angga. Rasya menyeringai membuat Dino bergidik, ia sudah menduga pasti akan ada permintaan besar dari tuan mudanya ini.

__ADS_1


"Nanti ayah juga tahu " kata Rasya langsung beranjak dari duduknya dan keluar dari ruangan.


"Bos, syarat apa ya yang diminta tuan muda?" Tanya Dino.


"Udahlah turutin aja, yang penting dia mau dan kita bisa menjalankan misi ini dengan lancar tanpa memikirkan perusahaan dulu" kata Angga.


"Siap bos" Angga tersenyum miring, ia melihat kecerdasan Rasya dan dia bangga. Bukan berarti dia lebih memilih Rasya daripada Rafka. Ia sayang keduanya tetapi yang bisa lebih baik menjalankan perusahaan adalah Rasya walaupun sedikit bandel. Rafka bisa tapi malas, dia lebih memilih menikmati masa remajanya daripada harus bisnis bisnis dan bisnis.


Fyi aja! Dino Zoff, asisten pribadi Angga ( ayah Rasya) bukan cuma menjadi bawahan Angga saja namun dia adalah sahabat sejati Angga karena mereka berteman mulai dari SMP hingga sekarang, mereka seperti amplop dan perangko kemana pun selalu berdua dan tak terpisahkan. Angga mempercayai Dino sebagai asistennya karena dia sangatlah tekun dan rajin serta bisa diandalkan, salah satu sahabat yang menemaninya dalam suka atau duka sampai Angga menjadi orang besar seperti sekarang, kalau boleh jujur Angga sangat terimakasih dan berhutang budi pada Dino karena sudah menemaninya dari nol sampai bisa menjadi orang terpandang seperti ini, namun Dino menolak setiap pemberian dari Angga dengan dalil 'makasih' dengan alasan 'lo temen gue ngga' jadi Angga akan melebihi gaji dengan alasan 'ini bonus bulan ini' dengan senang hati Dino menerima, dan dari itu Angga sering memberinya gaji lebih sebagai ucapan terimakasihnya, tidak sering hingga dini tidak mencurigainya. Dino sendiri juga sangat berterimakasih kepada Angga karena sudah mempercayainya sepenuhnya dan sudah di tanamkan dalam dirinya jika dia tidak akan sekalipun berkhianat kepada Angga.


Mereka sangatlah profesional sekali jika di kantor akan menggunakan bahasa formal namun jika diluar kantor atau di luar pekerjaan akan menggunakan bahasa informal ( lo - gue). Dino juga sudah dianggap menjadi bagian dari keluarga Alaric dan sudah dianggap menjadi adik Angga sendiri walaupun masih single haha. Iyupp, Dino Zoff, seseorang yang cukup berpengaruh di dunia bisnis masih single. Hmm dia belum mau ( wkwk bukan belum mau tuh gak lakuu) bercanda!!! Dino masih ingin mengabdi dan setia kepada Alaric sebelum ia akan menjadi kepala rumah tangga. Padahal ada salah satu karyawati yang menunggu Dino dan mengharapkannya namun tak ia respon sama sekali, bagaikan angin saja Ada tapi tak dianggap! Kejam? Bukann Dino sendiri tidak tertarik dengannya dan ia menghargai perasannya maka dari itu Dino akan menjaga jarak dengannya dari pada terlalu memberi banyak harapan pada seseorang. Angga sebenarnya sudah menyiapkan wanita yang akan bersanding dengan Dino namun belum ia temukan mereka berdua, Angga akan mencari waktu yang pas. Dia juga paham kalau Dino masih belum siap menjadi suami, menurutnya wajar dan tapi Angga sangat ingin jika wanita pilihannya menjadi pendamping Dino karena wanita ini sangat pas dengan Dino, tidak seperti wanita lainnya yang hanya mengincar harta para lelaki saja. Dino cukup kaya karena dia masih single jadi bonus bonus dari Alaric ia kumpulkan entah untuk apa. SEKIAN DULU WKW!


Rasya berjalan menyusuri lorong kelas 12 karena ruangannya berada di samping gedung kelas 12. Ia dengan santainya berjalan tanpa memperdulikan ocehan kakak kelasnya yang terkagum dengan ketampanannya. Ya, di sana ada beberapa kelas yang masih belum kedatangan guru jadi semua murid bisa bebas melakukan apapun aktivitasnya.


Kini sudah melewati gedung kelas 12 ia menapakan kaki di lorong ruang guru dan tak sengaja, BRUK!


Ditabrak atau menabrak Rasya sudah terjatuh bersamaan dengan si penabrak, menurutnya.


"Heh kalo jalan liat liat dong, nabrak kan jadinya" protes orang tersebut yang berusaha berdiri dari jatuhnya.


Rasya seolah tuli, ia tak mendengarkan ocehan orang yang dihadapannya itu dan langsung berdiri lalu melenggang pergi dari sana.

__ADS_1


"Dasarr tembokk, ngeselin banget sih tu orangg! kalo ketemu lagi awas aja yaa" gerutu orang tersebut, kesal? Sangat kesal karena tidak ada sahutan dari Rasya, di abaikan tentunya sangat sakit hati bukan? Apalagi sudah berbuat salah tidak minta maaf, sangat menyebalkan! begitulah isi pikiran orang tersebut. Ia berjalan dengan menghentakkan kakinya kesal dan melanjutkan perjalanan menuju ke suatu ruangan.


...----------------...


__ADS_2