RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
11. pria gila


__ADS_3

Di taman kota kini sudah ada seorang gadis cantik yang tengah sendirian duduk di bangku taman. Sepulang sekolah dia tidak langsung menuju kerumah namun ke taman untuk merilekskan diri.


"Gue kangen sama kalian, gue gak bisa tenang kalo kalian masih disana, dan disini gue gak ada yang kasih semangat lagi gue butuh kalian" lirihnya sendu menatap pepohonan hijau yang ada di hadapannya.


"Lyli, Lucas,Caesar kalian tetap penyemangat gue tapi gue lebih butuh semangat sahabat gue yang tengah berbaring di ranjang sempit itu, hmm Gres apa lo nyaman tidur disana? Enggak kan? Jadi gue mohon sadarlah tidur di kamar gue disana kasurnya lebih luas dan tidak keras. Bang Raf apalo gak kasian sama gue? Disini gue sendirian gue gak punya temen lagi selain lo, eh punya si tapi mereka masih baru di hidup gue dan itu gak bisa jamin kalo gue bisa nerima mereka ke kehidupan gue" katanya dalam hati, dengan mata terpejam menikmati semilir angin yang berhembus di taman kota ini.


"Hai?" Tiba tiba ada seseorang yang menyapanya. Saat hendak menolah Icha membelalakkan matanya dan berusaha untuk tenang, gue benci wajah itu!


"Sendirian aja?" Icha tetap tak bergeming.


"Eh aku tanya loh kok gak dijawab si" saat hendak berdiri tangan Icha di cekal oleh pria itu. Icha menoleh dan pria itu menyeringai.


"Duduk sini dulu, kalo sendirian aku temenin" kata pria itu dengan tersenyum pada Icha.


"Gue gak butuh temen dan gue mau pergi" kata Icha.


"Kok kamu berubah si? Mana Icha yang aku kenal hm?" Tanyanya sambil menaikkan satu alisnya.


"Gue bukan Icha yang dulu kalo lo tidak tau" ketus Icha pada pria yang rupanya sok dekat dengannya.


"Oh ayolah, kemarin gue khilaf dan sekarang gue sadar kalo lo cinta gue dan gak akan pernah gue lepasin" tegas pria tersebut menatap Icha dengan sangat tajam..


"Gue gak akan mau jilat ludah sendiri, lo udah jadi sampah di hidup gue jadi mohon pergi lah" ucap Icha dengan sedikit kesal. Perkataan Icha membuat pria itu kesal terhadapnya, dianggap sampah? Keterlaluan kau Icha wkw.


"Sekali lagi gue ingatkan, gak akan gue lepasin lo sebelum lo jadi milik gue" menggenggam tangan Icha dengan erat membuat sang pemilik tangan merintih kesakitan.


"Arhh lepasin bangstt" lirih Icha mencoba melepaskan tangannya,namun saat hendak melepaskan semakin keras genggaman itu.

__ADS_1


"Sshhutt baby, diamlah aku tidak akan menyakitimu jika dirimu ikut bersamaku?" Kata pria tersebut.


"Brengsek lo Rel. Lepasin gue bilang sebelum gue bertindak dengan kekerasan " tegas Icha pada pria itu .


"Oh takutt baby, jangan lakukan itu padaku" dengan nada yang dibuat buat pria itu kemudian tertawa bak psikopat yang mendapatkan mangsanya.


"Lepass Rel sakitt shhh" lirih Icha. Sakit? Tentu saja sakit,karena tenaganya sekarang masih belum ada ditambah lagi ada rasa trauma ketika melihat wajah pria itu membuat Icha gagal fokus dan lupa jika dirinya itu akan mampu melawan pria gila itu. Trauma hebat yang dia alami ? Mungkin saja.


"Ikut gue baby" dengan paksa pria itu menarik Icha entah ke arah mana.


"****, bang Raf tolongin gue" batin Icha yang sudah ditarik dengan pria tidak punya hati itu, dengan langkah yang terseret Icha sambil berusaha memberontak agar bisa lepas dari pria gila itu.


"Oh my God, gue lupa gak bawa senjata yang biasa gue pakai" batin Icha terus berusaha menemukan cara agar terlepas dari pria itu.


Cling! Icha menarik dengan sekuat tenaga pria itu, dan Slay Icha bisa membuat pria gila itu jatuh terjungkal ke belakang, genggaman dadi bisa lolos. Dengan cepat Icha melarikan diri dari tempat itu ke tempat yang menurutnya aman.


Icha tak sengaja menabrak seseorang yang tak asing baginya.


"Loh mubar?" Pekik orang itu, yang tak lain adalah si biang onar, Arel.


"Lo- lo temennya Acha kan? Bantuin gue plis gue mohon" pinta Icha pada Arel dengan mimik wajah memelas dan penuh permohonan.


"Ada apa sebenarnya" tanya Arel masih bingung dengan keadaan.


"Baby tunggu aku baby, jangan pergi" teriakan dari belakang mereka terdengar, rupanya pria gila itu masih terus mengejar Icha.


"Dia siapa baby? Apa dia kekasih barumu?" Tanya pria itu dengan penuh intimidasi dan menatap Arel dengan sangat tajam.

__ADS_1


"Bukan urusan lo dan sekarang, pergilahh!"


"Wah lo cari gara gara rupanya ya sama sahabat gue, lawan gue dulu sini"tantang Arel, memang dia tak kenal takut juga tak kenal ampun.


Bug! Bug!


Bug!


Krak! Tak!


Dag!


Dug!


Bruk!


Tinjuan demi tinjuan Arel berikan pada pria gila itu, Arel pun juga mendapatkan pukulan tetapi lebih parah pria gila itu, dan kini dia sudah lemah tak berdaya di bawah.


"Jangan pernah ganggu dia, dan kalo lo masih ngeyel lo bisa berurusan dengan gue dan gue peringatkan sekali lagi jangan usik dia sebelum ajal menjemput lo nantinya" bisik Arel pada pria itu.


"Gue tidak takut dan gue akan terus berusaha untuk mendapatkan gadisku" kekeh pria itu. Satu tendangan mendarat di kepala pria itu yang dilakukan oleh Arel. Sadis? Memangg!


"Emm siapa nama lo? Udah stop g-gue takut" kata Icha menghentikan aksi Arel.


Arel menghampiri Icha yang terlihat dari wajahnya yang tengah ketakutan, seperti trauma mungkin? Pikir Arel.


"Ke tempat gue dulu yuk sementara buat beresin luka di tangan lo" ajak Arel, tadi Arel sempat melihat ada bekas cakaran di tangan Icha itu sebabnya Arel sangat marah sekali, dia brengsek tpi gak pernah menyakiti wanita sampai membuat luka fisik, walaupun dia selalu mencari kepuasan dari wanita tetapi khusus untuk gadis yang masih bisa menjaga diri Arel akan dengan senang hati menghargai dan melindungi siapapun itu! Seperti Icha ini.

__ADS_1


__ADS_2