
Disini di markas besar kebanggaan BW khususnya Rallion, dinamakan markas tiga hanya untuk menghindari serangan musuh saja padahal markas tiga ini adalah markas utama tempat mereka berkumpul dan fasilitas lengkap.
Disini dimana Rasya sedang menyunggingkan senyumnya yang manis khas kebahagiaan, dirinya berdiri ditepi kolam menunggu kedatangan seseorang yang sudah berjanji untuk menemuinya. Tetapi tak lekas datang orang tersebut malah yang datang sipenghancur mood.
"Woi Cha udah gila lo?" Ledek Alen, yap dia yang berusaja mengacaukan mood Rasya.
"Sialan lo, ngapain lo kesini gak ke Markas sana aja" ketus Rasya.
"Ini juga markas egee, gue kesini ada urusan sama Reno ada yang salah?" Kata Alen.
"Reno di atas ngapain lo kebelakang segala"
"Yee sewot amat pak, lo juga ngapain ke sini gak pulang aja"
"Markas markas gue kenapa lo ngatur serah gue mau pulang apa ngga"
"Yain dah yain"
"Udah sono lo pergi ganggu ae" usir Rasya.
"Sialan lo Cha"
"Biarin"
"Eh Cha gue dari tadi denger Lion ngraung terus kenapa ya?"
"Amasaaa?"
"Dibilangin kaga percayaan amat, makannya jangan senyum senyum ditepi kolam lo kaga denger kan suara anak lo itu"
"Ck. Gue ga ada senyum ya Len"
"Affah iyahh" goda Alen.
"ALEN" pekik Rasya kesal kemudian mengejar Alen yang lebih dulu lari ke arah dalam.
"Boss penyusup" teriak salah bodyguard dari luar.
"Cha lo denger kan?" Kata Alen diangguki oleh Rasya.
"Atau jangan jangan?"
"Woii jangan lo apa apan tuu orangg gue gibeng lo" kata Rasya sambil berlari meninggalkan Alen yang tengah kebingungan.
"Lah ngapa tuh bocah ngelarang ngehabisin musuh" gumam Alen keheranan. Akhirnya pun dia ikut menyusul Rasya ke pintu utama.
__ADS_1
*
"Heh gue bukan penyusup anj, gue ada janji sama King kalian" kata Icha nyolot karena kesal, dia adalah Icha yang diundang Rasya tetapi salahnya dia memakai baju kebanggaan TB serta topeng diwajahnya hingga bodyguard yang jaga tak mengenainya, waktu itu Rasya memperlihatkan foto Icha pada bodyguard kalau dirinya akn kedatangan tamu yaitu gadis yang ada difoto, bodyguard mengertnya gadis tidak bertopeng dan yang datang adalah gadis bertopeng.
"Saya tidak percaya, sebaiknya anda pergi dari sini sebelum saya bertindak" kata bodyguard itu dengen sopan.
"Mau bertindak apa lo hah" sentak Icha.
"Maaf nona, jangan buat keributan disini, saya tidak mengenali anda jadi saya mohon anda pergi saja dari sini" kata bodyguard yang dikenali dengan nama Roy.
"Anj-ng lo, mana Rallion gue mau ketemu sama dia"
"Bukain Roy, dia temen gue" kata Rasya yang baru muncul.
"Astagaa Achaaaaaa nyusahin banget lo" omel Icha membuat Rasya terkekeh pelan.
"Oh ada penyusup cantik, sini cantik masuk ke dalam" kata Alen yang baru datang langsung mendapat tatapan tajam Rasya.
"Eh iya iya bos Sans hahaha cemburuan lo" kata Alen.
"Maaf bos, apa bos mengenali gadis ini" kata Roy.
"Dia yang tadi saya tunjukkan Roy, dan dia adalah Queen dari Tiger Bips" kata Rasya.
"Udahlah gakpapa, kerja lo bagus minta bonus grh sama bos lo haha" kata Icha
"Maaf Queen, silahkan masuk, maaf Tuan atas kecerobohan saya"
"Apa lo mau yang diucapkan Queen Li tadi Roy?" Tanya Alen. Roy hanya diam.
"Saya tidak meminta dan juga menerima kalau dikasih tuan"
"Oke, kalau begitu ambil nanti di Reno" kata Alen lalu menyusul Rasya dan Icha yang sudah masuk duluan.
"Mereka baik tapi kenapa gue jahat ya?" Batin Roy.
*
Kini diruang tamu sudah ada Rasya dan juga Icha hanya berdua, Alen sudah menemui Reno- asistennya sesuai tujuannya datang kemari.
Keheningan mengusai ruangan itu, tidak ada yang ingin memulai pembicaraan, keduanya tampak gugup dan gelisah campur khawatir plus malu. Rasya yang ingin sekali bertanya ia urungkan karena tak enak jika terlalu memaksa dan Icha yang ingin berbicara duluan tak enak karena tidak ditanyain, sulittt!
"Ekhemm Cha " deheman Icha memecah keheningan.
"Ah iya apa Cha?" Kata Rasya.
__ADS_1
"Gue langsung to the point aja ya?" Rasya mengangguk pelan.
"Sebelumnya gue gak maksa, kalaupun iya atau tidak itu gak masalah bagi gue so jangan ragu dan merasa tidak enak" kata Rasya.
"Oke, tapi sorry apa gue boleh jawab kalau gue udah bener bener yakin sama perasaan gue? Jujur gue bingung sama hati gue?" Kata Icha hati hati.
"Its oke, gue akan tunggu lo" kata Rasya mantap.
"Terimakasih lo udah ngertiin gue" Rasya menganggk.
"Oh iya lo kesini sama siapa?" Tanya Rasya mengalihkan topik agar tidak terus membahas itu karena dia juga ada rasa sakit dan senang sekarang ini.
"Tadinya gue dianter Kai tapi dia gak ikut mampir soalnya ada tugas dari gue sorry ya Cha?"
"Gak masalah, lo kan bosnya dia jadi apapun itu gue gak keberatan"
"Syukur kalo gitu"
"Btw lo gak ada niatan pulang gitu Cha ke rumah? Bang Rafka sering curhat ke gue katanya kangen sama lo, Kai juga kemarin curhat sama gue kalau dia ngerasa gak enak sama kalian"
"Ntaran aja, jujur gue masih sakit hati sama kak Rafka tapi mau gimana lagi, gue udah maafin dia tapi untuk kembali ke sana gue belum mau sebenarnya gue juga kangen sama kak Rafka juga bonyok tapi you know lah "
"Saran gue sih, cepet balik ya Cha gak baik lo ninggal keluarga lo"
"Iya Li"
"Good boy" kata Icha tersenyum.
*
"ARGHHHH SIALANNN KENAPA MEREKA BISA AKUR KEMBALI SIH HAH" ucap seseorang frustasi mendengar kabar tentang seseorang yang dincarnya.
"Bodoh kalian , gini aja gak becus ngerjainnya arhh sialann"
Pyarr
Membanting apapun yang ia lihat tanpa berpikir panjang, dia sangat kesal dan juga marah.
"Gue gak mau tahu, hancurin cowok brengsek itu dan bawa gadisku kesini dengan cara apapunn ngerti kalian" kata Orang itu.
"Mengerti Tuan"
"Cepat lakukann jangan lelet, akan kukasih bonus jika kalian bekerja cepat"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1