RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
18. kau harus mati


__ADS_3

Oke, konflik sudah agak banyak ya? Heumm konflik akan dilanjutkan ntar di tengah tengah jalan dan sekarang fokus sama Rasya hihi. Kasihan AL kalo dianggurin wkw. Oke fiks ikutin aja alurnya muachh!


*


Hari berlalu, masalah telah perlahan di lupakan. Kini di sekolah elit terdapat siswa siswi yang tengah berkumpul di lapangan untuk mendengarkan informasi dari pihak sekolah, karena jika sudah dikumpulkan semua angkatan pasti akan ada pengumuman penting atau pengumuman yang menyenangkan bagi mereka semua.


Terlihat di baris 11C ada gerombolan geng rusuh bersatu. Disana juga ada the perfect yang menjadi barisan di belakang mereka jadi 'four girl tidak di belakang banget yaa ges.


"Duh acara apaan si ini segala dilapangan, ada aula kan? Kenapa gak pake itu aja si" gerutu Icha kesal. Ia mengibaskan tangannya ke wajah karena merasa panas ditubuhnya sebab matahari pagi memang kalau panas sangat menyengat sekali.


"Ck. Om Angga gak bisa apa buat genteng di lapangan aishh panas banget swear deh" omel Icha menahan diri. Ada Rasya dibelakangnya yang menyimak ocehan Icha itu.


"Masa Queen Li yang terkenal kejam bisa kepanasan sih?" Goda Rasya yang sedikit berbisik pada Icha. Reflek Icha memukul lengan Rasya karena bicara sembarangan.


"Gue juga manusia kalee, bisa ngrasain panas dinginnya udara" sewot Icha. Rasya tersenyum mendengarnya.


"Eh shutt diem lu Cha bawel" protes Thea yang ada disebelah Icha.


"Iya lu dari tadi nyerocos mulu kek mak mak gak dapet harga murah" timpal Ara.


"Lah iya kek mak mak gak dapet jatah bulanan, nyerocos mulu elah" imbuh Amel.


Protesan dari ketiga sahabatnya itu semakin membuat Icha kesal.


"Nyebelin lu pada awas ae gak gue temenin lagi haha mampus" ucap Icha sombong dengan wajah songong.


"Gak ada lo kita bertiga juga temenan kale" sahut Thea. Icha melotot.


"We jangan elah bercanda doang dih baperan"


"Shutt diem lu pada, gue dapet informasi dari forum AL katanya bakal ada murid baru disini" sela Ara tiba tiba sambil menunjuk chat dari wakasis( wakil ketua osis)


"Kelas berapa Ra?" Tanya Amel.


"Cewek or cowok?" Tanya Thea.

__ADS_1


Malas! Selalu saja begini kalo udah bahas mubar HEBOH!


"Cowok kelas 11 gak tau kelas mana " jawab Ara.


"Semoga dikelas kita jadi cowok tampan dikelas nambah deh emmm" kata Amel dengan membayangkan wajah cowok yang sama sekali ia belum temui! Aneh kan ni anak?


"Shut diem udah mau mulai nih" kata Ara.


Mereka menghentikan percakapan tak berguna itu dan sekarang fokus ke depan karena kepsek sudah berada disana ingin menyampaikan sesuatu.


*


"Cha markas dapat teroran lagi" kata Arel yang berada di samping Rasya.


"Hah? Dari siapa?" Arel mebgedikkan bahunya tanda tak tahu. Ia dapat informasi dari asistennya, Romi.


"Sial, siapa yang berani ngusik ketenangan BW si arhh" batin Rasya mengeram.


"Tikus? Gue lupa apa arti ini huh. Tapi gue inget satu hal tikus pernah jadi hewan kesukaan Cindy, tapi tikus putih,dan gue gak bisa nyatuin masalah ini sama hewan itu mungkin ini kebetulan. Tapi firasat gue mengatakan kalo ini berkaitan sama Cindy" batin Rasya menerka nerka.


"Gue izin pamit dulu rel, titip anak anak juga jangan bolos" kemudian Rasya beranjak dari duduknya, saat ingin pergi tiba tiba.


Pingsan?


Yupsss, Icha pingsan entah kenapa. Dia jatuh pingsan tepat dimana Rasya berdiri, membuat pusat perhatian semuanya.


"Ichaa" pekik ketiga sahabatnya itu.


"Cha woi lo kenapaa segala pingsan disini?" Tanya Amel khawatir.


"Cha, heh bangun lo kenapa" tanya Rasya yang sudah siap untuk menggendong Icha.


"Bawa dia ke UKS " perintah Thea. Rasya mengangguk dan menggendong Icha menuju uks.


"Mohon maaf atas kejadian ini, dimohon melanjutkan saya pamit undur diri" teriak Thea di lapangan memohon maaf untuk kejadian di kelasnya yang sesaat menjadi pusat perhatian.

__ADS_1


"I like it" batin seseorang.


*


Di salah ruangan besar nuansa hitam dominan, dengan hiasan banyak senjata di dinding itu membuat aura mafianya ada didalam sana.


Seorang pria dengan rokok putih di sela jemarinya dan pistol di tangan kiri ia putar putar dab bersmirk khas setelah mendapatkan informasi yang menurutnya penting.


"Bagus kerja kalian. Ambil bonus kalian di biasanya jangan lupa kasih ke semua yang udah bantu kalian" perintah pria itu pada bawahannya.


Setelah bawahannya pergi dan menghilang dari pandangannya, dia melihat beberapa foto tentang kedekatan seseorang dengan orang yang sangat amat dia cintai. dia harus mati! Pikirnya.


"Oh jadi kalian dekat sekarang ini? Akan kubuat kalian menjauh dan saling membenci kemungkinan aku disini akan bersenang senang melihat peperangan yang kalian lakukan hahahaha" tawa mengglegar di ruangan itu dan hanya pria itu yang bis mendengar tawanya.


"Kamu tidak boleh bahagia kalau tidak bersamku honey, jadi akan kubuat lelakimu itu menderita" kata pria itu bersmrik lalu menghisap rokok nya yang tinggal sedikit itu lalu membuangnya ke segala arah.


*


Di Inggris dimana Lucas dan lyli berada tepat di rumah sakit tempat dimana Grace dan Caesar dirawat. Ruangan mereka bersebelahan atas perintah Icha.


"Jo? Jo engghh" lenguhan Gres terdengar oleh Lyli. Dengan segera Lyli menghampiri Gres.


"Jo? Aish lupakan. Lo udah sadar Gres? Apa yang sakit hm?" Tanya Lyli khawatir. Gres menggeleng pelan.


"Gue baik baik aja, gimana keadaan lo? Gue berapa jam disini gak sadar?" Mata lyli berkaca kaca.


"Seminggu Gres, jangan ulangi. Lagi ya? Gue gak mau sendirian hiks" kata Lyli lirih.


"G-gue koma gitu? Maafin gue ya pasti ngrepotin kan?" Menangkup wajah menggemaskan milik Lyli, Grace tidak tega melihat raut wajah yang biasanya ceria sekarang menangis.


"Tidak sama sekali, lo gak ngrepotin gue hiks" kata lyli yang sudah menangis.


"Udah ya jangan nangis, bontot TB masa nangis haha" lyli mengerucutkan bibirnya kesal. Selalu saja dibilang bontot dan lagi bocil! Dia tuh sudah dewasa wahai sahabat sahabatku!


"Haha bercanda sayang, bang Lucas mana?"

__ADS_1


"Di ruang sebelah, Caesar"


"Emm kalo gitu kita kesana yuk?"


__ADS_2