
Dia harus bagaimana, terima or tidak?
Thea semakin dibuat bingung dan gugup, ini diluar ekspektasinya dia benar benar dibuat terbang oleh cowok, dan cowok yang ada didepannya adalah cowok ternyebelin yang pernah Thea temui dan sekarang ? Omo dia nyatain prasaannya di hadapan semua orang daebakkk sukakkk!
"Terima"
"Terima"
"Terimaa woi, gue ikhlasss"
"KALO LO GAK TERIMA ALEN BUAT GUE AJA YA" teriak Amel dari sana membuat Thea melotot kemudian menggelengkan kepalanya cepat tanda tak mau, dengan segera dia menatap Alen lalu tersenyum dan dibalas senyuman oleh Alen.
"So?" Tanya Alen memastikan.
"Yes, I Will" Alen tersenyum bahagia, sangat manis dilihat semakin tampan cowok biang rusuh ini ketika tersenyum memperlihatkan lesung pipinya yang sangat manis itu.
"Thanks" Thea tersenyum manis
"Baby" bisik Alen ditelinga Thea dan sedikit menjauhkan mic.
"And then, lo pake ya? Sebagai tanda lo punya gue?" Thea mengangguk lalu membiarkan Alen memasangkan cincin berlian itu di jari manisnya, sangat manis seperti yang memakai.
"I love you my Enemy?" Kata Alen membuat Thea melotot dan memasang wajah masam. Baru juga dibuat baper eh sekarang udah mode jail lagi.
"Baru beberapa menit bersikap manis udah ngeselin ya lo" geram Thea ketika ia akan memukul Alen tapi dihentikan dengan dua MC penganggu itu sudah maju ke depan.
"Tegang banget ya kak Arkan? Tapi seneng banget bisa di terima jadi gak malu deh" kata Dinda sambil sedikit menyindir Alen.
"Dasar ketos cerewet" cibir Alen.
" Oke semua sekarang kita lanjutkan ke peserta selanjutnya dan untuk pasangan baru netes silahkan turun dulu ya" kata Arkan membuat Alen kesal.
"Ck. Waketosnya gak asik" cibir Alen.
*
"Wih gantle juga lo" puji Arel pada Alen.
__ADS_1
Sekarang the perfect dan girl berkumpul di rooftoop. Acara masih tetap dilakukan tetapi mereka tetap pergi karena kelompok mereka sudah tidak ada yang tampil dan cuaca juga semakin panas.
"Nalendra gitu loh" kata Alen membanggakan dirinya sendiri.
"Iyain biar seneng" kata Ali.
"Tadi sumpah ngakak gue liat mukanya Thea di bilang Alen gue rebut langsung ngomong, gak gercep lu" cibir Amel.
"Y y ya gue antisipasi aja gue tau lo orangnya gimana" kata Thea gugup.
"Yaelah ngelak lagi lu"
"Bodo amat" ujar Thea kesal.
"Udah sayang jangan debat mulu sini mending sama aku" kata Alen membuat Thea baper dan meninggalkan jejak di pipinya, kepiting rebus!
"Alah sia makkk pake acara segala bulshing lo" ledek Ara ikut menggoda Thea.
"Cieee Thea bulshing" goda Amel.
"Gue jadi ada temennya nih sekarang jadi kalo nongki nongki sama anak the perfect lo sama gue ya" kata Salsya.
"Dih lo pada ngapain si malu malu segala, iya tau udah punya pacar hahaha" kata Amel lalu tertawa.
"Garing krik krik" ledek Thea membuat Amel seketika cemberut.
"Duh segala cemberut mau gue gigit nih" batin seseorang.
"Gausah gitu muka lo ada yang gigit mampus" kata Alen.
"Lo napa sih selalu aja tiap gue gini bilangnya itu mulu" ucap Amel kesal.
"Pengen aja" kata Alen santai membuat Amel mendengus sebal.
"Eh guys, kelas kita juara 1 kan? Hadiahnya lumayan gimana kalo kita bagi jadi 4 tuh duid kan lumayan juga" kata Icha. Semuanya tampak mengangguk menanggapi.
"Boleh tuh, ada empat apa aja?" Tanya Ara.
"Kita sisihin sedikit uang itu buat anak panti setuju ga kalian" kata Icha.
__ADS_1
"Setuju sih gue" kata Thea diangguki oleh Amel dan Ara.
"Gue juga setuju itung itung ucapan syukur kita bener gak guys?" Kata Salsya.
"Gue setuju dan gue ikut nyumbang juga deh dikit" kata Arel.
"Gue juga, dan sebagai perwakilan the perfect kita semua setuju dan akan lebihin uang itu buat mereka" kata Raden.
"Okey kalau gitu, makasih ya udha bantu?" Kata Icha.
"Niat baik jadi kita dukung" Kata Alen.
Hari ini mereka tampak kompak sekali, sedikit melupakan perselisihan diantara mereka.
"Dan yang kedua buat bagiin rata sama anak mading, gue memutuskan 500.000 tiap orang gimana?"
"Boleh tuh, buat biaya usaha mereka juga kan" kata Amel diangguki oleh semuanya.
"Yang ketiga buat Mila sana Sinta yang tadi kualahan karena dia sedikit nambahin bahan tadi rame banget stand kita dan makanan kita tadi juga dari uang mereka jadi kita kasih dan ganti uang mereka gimana? Setuju gak? Jangan bilang setuju kalau emang kurang sama pendapat gue" kata Icha.
"Niat lo baik Cha,jadi kita gak bisa nolak emang mau buat apa tu duid kalau bukan buat kita lagi" kata Ara.
"Oke kalau gitu mereka kasih aja 5juta perorang" mereka mengangguk .
"Yang terkahir buat kita makan makan di mana gitu atau liburan? Party sendiri satu kelas cemana?" Amel yang mendengar kata liburan seketika matanya berbinar.
"Kita liburan ke puncak gimana? Healing kita sebelum ujian menghambat" kata Amel antusias.
"Puncak ya ? Ke villa Rasya aja kalo gitu disana luas yaaa nampung lah buat 28 orang aja" kata Arel memberi saran.
"Wihh gede banget ga tuh"
"Oke fiks, sisanya buat kita liburan jangan lupa kasih tau yang lainnya dan daftar siapa yang mau ikut usahakan semuanya ikut karena mereka yang berjuang" kata Icha. Diacungi jempol oleh Thea, dia selaku sekretaris di kelas.
"Yeayyy liburannnn" seru Amel kegirangan. Yang melihat hanya bisa geleng kepala saja.
"Seneng banget ya mau liburan? Tenang baby nanti aku ajak kamu liburan tiap minggu biar seneng terus" batin seseorang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1