
Mereka, Black World dan Tiger Bips saat ini masih berada di markas BW, mereka berkumpul santai dan mengobrol santai segelah pengobatan tadi.
"Eh gue mau tanya nih, kalian kok bisa ada disini?" tanya Icha.
"Hehe gue kangen sama lo dan kita semua memutuskan buat satu sekolah sama lo plus bang Lucas" kata Grace menjawab.
"Lah kalo kalian disini, berarti Jo sendirian dong disana?"
"Jo ada kok, tapi katanya mau meeting tuh sama perusahaan besar yang ada disini?"
"Perusahaan apa?"
"Ryh group" jawab Grace. Yang merasa punya perusahaan mengkerutkan keningnya lalu menoleh ke arah Alen yang meringis menampilkan deretan giginya yang putih.
"Siapa?"
"Katanya sih tuan Reno gitu" Rasya menatap Alen penuh pertanyaan sedangkan Alen hanya mengedipkan matanya.
"Yakin si Reno itu CEOnya?" Tanya Arel mencebik.
"Emang dasar si Alien hih pengen tak kurung" geram Arel dengan tangan menahan kesal ke wajah Alen.
"Hehe sorry brother" kata Alen cengengesan.
"Maksudnya?" Beo Icha.
"Lo masih gak tau Cha kalo Ryh Group itu milik Acha?" Kata Arel. Icha menggeleng.
"Jadi..
"Selamat bekerjasama sama Cha" kata Icha. Rasya mengangguk dan tersenyum.
"Semoga kerjasama ini bisa berjalan dengan lancar" Icha mengangguk.
"Tapi bukannya Ryh lo alihin ke Devano Cha?" Kata Ali.
"Bang Vano ngalihin ke Alen soalnya gue ada tugas buat dia dan ternyata si Alen ngalihn ke Reno emang sialan tu anak" kata Rasya mencebik.
"Hehe namanya juga males Cha, gue juga gak tau kalo itu pihak dari Icha kalo tau gue yang dateng sendiri" kata Alen mengelak.
"Helleh" cebik Rasya dan Arel.
"Eh guys gue ke kamar gue dulu mau ngabarin Vano" kata Rasya, diangguki oleh Mereka.
"Ternyata kalian ga sedingin di berita ya?" Decak Grace.
"Haha percaya kok sama berita " kata Alen sambil terkekeh.
"Ya bisa jadi kayak, King Rallion, Arel gitukan" kata Lyli.
"Gue aslinya ya gini kalo cuek mah sama orang yang asing"
"Heh Caesar, diem aja lo tumben" kata Grace.
"Emang gitu kan dia" kata Lucas.
"Bacot salah diem salah" dengus Raska.
"Btw lo disini panggil dia Raska atau Kai saja Gres jangan Caesar ndak laku" kata Icha.
"Ohiya udah jadi holkayy dia ya haha" mereka tertawa.
"Cocok nih" gumam Alen.
"Cocok apanya Len " kata Arel.
"Eh kalian katanya mau sekolah dikita kan?" Mereka mengangguk, lalu Alen menatap Icha dengan senyum miringnya.
"Lo tau apa yang dipikiran gue Len?" Kata Icha.
"Lo juga tau kan apa isi pikiran gue?" Kata Alen bersmirk.
"Oh gue tau gue tau, pasti ada kaitannya sama geng lo kan Cha?" Kata Arel menebak.
"Bener sekali, gandeng ma mereka nih dua curut langsung akrab apalagi pacar lo Len" kata Icha.
"Udah punya pacar toh" kata Grace.
"Kenapa lo? Suka lo sama Alen" kata Lucas.
"Mana ada" elak Grace.
"Udah ngaku aja"
"Sialan si LucLuc, tau aja pikiran gue arhh udah ada pacar beneran tuh si Allion duh kok bisa si suka sama orang yang udah berpawang" dengus Grace dalam hati.
__ADS_1
"Sorry guys lama, ada problem sedikit" kata Rasya yang baru ikut bergabung. Ia ingin duduk namun kursinya di duduki oleh Lucas, persis waktu itu.
"Hehe sorry King" kata Lucas lalu berpindah disebelah Raska.
"Ha?" Beo Lyli dan Grace.
"Jangan dipikirin" kata Icha.
"Oh ya Cha, boleh gak lo nempatin mereka di kelas si cabe itu?" Kata Icha.
"Maksud lo si Naomi dkk?" Kata Alen.
"Emang kenapa?" Tanya Rasya.
"Haha kok panik si, ini hukuman buat mereka aja gitu boleh kan Cha?" Kata Icha pada Rasya.
"Terserah lo, ntar gue ngomong sama uncle"
"Emang the bestt lo" puji Icha.
"Whatever for you baby" batin Rasya.
"Cha anterin gue ke belakang dong" pinta Grace.
"Yaudah hayuk"
"Guys ke belakang dulu ya" pamit Icha pada semuanya.
"Gue anterin ya?" Kata Arel.
"Udahlah gausah panik gitu, yang penting aman kan?" Kata Icha. Arel mengangguk.
"Emang kenapa rel?" Tanya Lyli. Sedangkan Icha dan Grace sudah menuju ke toilet.
"Ga ada lupakan" Lyli cemberut.
"Udah jangan cemberut gitu ntar tambah jelek mau lo" ledek Raska.
"Ihhhhh Caesar" rengek Lyli.
"Nama gue Raska kalo lo lupa"
"Bodo amat, apapun namalo tetap aja dimata gue dimulut gue lo itu Caesar" cebik Lyli.
"Kaiiii rusakkk nih" decak Lyli membuat Raska dan yang lain terkekeh.
"Hiburan nih, kapan lagi coba" cibir Ali.
"Oh iya lo ganteng juga mau ga sama gue jomblo nih gue" kata Lyli pada Ali. Ali melotot kaget dan kebingungan lain hal dengan Raska yang membelalakkan matanya mendengar ucapan Lyli dengan cepat Raska menggeser posesif Lyli ke sampingnya.
"Jangan macem macem lo" ucap Raska.
"Dih napa lo, suka suka saya lah" kata Lyli membuat Lucas tertawa terbahak-bahak.
"Lylii" geram Raska gemas.
"Makannya kalo punya perasaan dikeluarin jangan dipendem nyesel ga" goda Lucas.
"Ah mboh" mereka tertawa melihat kekesalan Raska.
"Tadi beneran apa nggak?" Tanya Raska pada lyli.
"Big no Kai, becanda" kata Lyli membuat Raska tersenyum mengacak rambut Lyli gemas.
"Paling bisa emang"
"Aska suka sama Queen Ai?" Tanya Rasya pada Raska.
"Enggak siapa juga yang suka sama nih banteng" elak Raska.
"Ceilahh segala malu lo, diembat yang laen nangis darah lo" cibir Lucas.
"Beneran Kai?" Tanya Lyli.
"Ah hem beneran apanya"
"Taukk"
"Hahahahah adek lo Cha" kata Alen.
"Eh guys, gue pamit duluan ya ada urusan" pamit Arel.
"Urusan apaan?"
"Urusan ati" kata Arel.
__ADS_1
"Urusan apa Rel?" Tanya Rasya.
"Hehe bos, urusan sama Fatth ada masalah kata Rey.
"Kalo butuh bantuan hubungi gue atau Vano" Arel mengangguk.
Mereka pun bersantai ria dengan obrolan obrolan yang absurd, seperti Lyli yang digoda terus sama Lucas hingga kesal, Candaan Alen yang membuat mereka semua tertawa tanpa beban, dan tingkah konyol Icha juga Grace yang membuat mereka semua terhibur.
Tak terasa mereka disana hingga larut malam, pergantian jam pergantian shift pergantian kelompok sampai mereka lupakan. Saking asyiknya bercanda ria dengan gangster kawan.
"Cha, gue ke kamar dulu ya?" Kata Alen diangguki Rasya.
"Gue j-jugaa arhhhh" belum selesai Ali mengucap ia terlebih dahulu meringis dan terus menjambak rambutnya frustasi.
"Al, Al lo kenapa?" Panik Alen.
"Bawa ke ruangan gue Len gue mau ke lab dulu" Alen mengangguk lalu menurut saja membawa Ali ke ruangan Rasya sesuai perintah, sedangkan Rasya menuju ke lab yang ia maksud, dan disana masih ada pihak TB yang masih belum paham maksud ini semua.
"Cha lo ngerti ga si Ali kenapa?" Kata Lucas, Icha menggeleng.
"Gue gak tau, gue juga bingung"
"Apa kita samperin aja ya?" Usul Lyli.
"Lo tau ga ruangannya dimana?" Tanya Icha mereka menggeleng tak tau.
"Tanya aja sama mereka nah yang berdiri tuh, pasti tau" saran Grace.
"Pinter juga lo" puji Icha.
Mereka pun menghampiri salah satu anak buah BW yang bernametag Rehan.
"Ruangan King Rallion dimana?" Tanya Icha.
"Mari saya antar nona" mereka mengangguk dan mengikuti langkah Rehan .
Sampailah mereka didepan ruangan bertuliskan KING RALLION.
Mereka pun masuk dengan mengetuk pintu dulu, dan disana sudah ada Ali yang mengamuk dan Alen kualahan.
"Syukur deh kalian inisiatif dateng bantuin gue please " kata Alen sambil berusaha menahan Ali agar tak mengamuk tidak jelas.
"Al, lo kenapa?" Tanya Icha.
"Pergi lo semua pergi gue mau sendiri" lirih Ali.
Tiba tiba Rasya datang lalu entah apa yang dilakukan hingga Ali langsung duduk lemas tak uring uringan seperti tadi.
"Fine?" Ali mengangguk.
Tes!
Air mata Ali menetes membuat mereka semua kebingungan.
"Cha, kenapa sama Al?" Tanya Alen pada Rasya.
"Apa Tiger Bips bisa pergi? Maaf bukan ngusir tapi ini privasi Black World" kata Rasya sopan. Diangguki Pihak TB, dan menyisakan Ali, Alen juga Rasya.
"Cha, gue gak bisa gini terus gue pengen sembuh" lirih Ali.
"Lo bisa sembuh gue yakin, tapi itu dari lo sendiri. Lo harus bisa singkirin rasa trauma lo sendiri Al" kata Rasya.
"Sebenarnya Ali kenapa Cha?" Tanya Alen.
"Lo bisa diem gak sih hah" sentak Ali.
"Lo yang kenapa Al, gue disini panik karena lo dan lo malah nyentak gue gitu, gue khawatir sama lo sebagai sahabat tujuan lo apa kyk gitu sama gue haa" bentak Alen, ia sedikit tersinggung dengan omongan Ali tadi.
"Maaf Len, tapi gue mohon jangan tanya ini itu dulu gue pusing"
"Len udah, lo tenang dulu ntar gue jelasin" Alen mengangguk.
"Lo kenapa tadi? Lo masih mikirin dia?" Ali mengangguk lesu.
"Al, kalo lo sakit karena dia udah ya jangan di paksa?"
"G-gue gak bisa Cha, gue gak bisa lupain dia"
"Lo pasti bisa Al, msih banyak cewek diluar sana yang mau nrima lo apa adanya"
"Gue maunya gitu tapi mata gue udah buta karena dia"
"Arhhhh sialan" geram Rasya.
...****************...
__ADS_1