
Keesokan harinya.
"ASTAGHFIRULLAH QUEEN AND KING LO BERDUAAA HABIS NGAPAINN HAA" pekik Alen yang sudah bangun dan ingin menuju dapur untuk meminta masakan dari pelayan yang ada disana tetapi saat melewati ruang tamu melihat pemandangan yang amat sangat membuat mata pagi Alen ternodai dan tentunya bikin iri!
"Enghhh" lenguhan Icha karena pekikan Alen tadi.
"Apaan si lo Len berisik tau ga" gerutu Icha dengan mata yang tetap terpejam.
"Lo yang kenapa bisa tidur disini sama Acha hei" kata Alen yang sudah mendekat ke arah mereka berdua itu. Rasya masih tertidur.
"Hah" dengan cepat Icha terbangun dengan membelalakkan matanya dan tak sengaja tangan kecilnya itu menyenggol perut Icha.
"Awhhhh" ringis Rasya.
"ACHA/KING" pekik Icha dan Alen terkejut.
"Arhhhhhh tolong perihh" ringis Rasya, dia masih memejamkan matanya kali ini bukan tidur dia sudah bangun karena merasa kesakitan dan dia saat ini menahan sakitnya yang warbiasa. Jahitan yang belum kering sepenuhnya di tekan kasar begitu saja terbuka sudah, baju Rasya sudah berlumur Darah.
"Acha lo bertahan oke gue gue panggilin lo dokter please" kata Icha khawatir.
"Cha, gue telfon bang Rian dulu ya?" Icha mengangguk.
"Acha kenapa ya? Apa karena kemarin tapi kok gue gak tau ya? Ah sudahlah nanti gue tanya sekarang gue telfon bang Rian dulu" batin Alen lalu menelfon Bang Rian.
"Cha, bertahan oke sorry Cha maafin gue hiks"
"Don't cry baby, aku baik baik aja" lirih Rasya.
"No, kamu kayak gini gara gara aku sayang please maafin aku"
"Jangan menyalahkan dirimu sendiri, aku baik baik saja" kata Rasya sambil tersenyum.
"Baik baik saja gimana, kamu berdarah cha hiks"
*
Wajah Rasya pucat sekali, dia saat ini masih ditangani oleh Rian, menjahit ulang luka di perutnya itu, dengan obat bius membuat Rasya tak sadarkan diri kondisinya lemah. Yang lainnya memutuskan untuk tidak berangkat sekolah tetapi untuk Lyli , Grace dan Lucas yang dipaksa Icha untuk ke sekolah dan sesuai perjanjian di sekolah mereka pura pura tidak kenal.
Sementara di SMA AL sudah heboh karena kedatangan anggota inti TB, mereka sengaja membuat kehebohan di pertama ia masuk sekolah dengan gaya cool nya memakai mobil Lamborghini keluaran terbaru yang dipesan khusus untuk Tiger Bips dari rekening bank Icha haha sultinii diaa wkw.
Mereka datang beriringan, eh berurutan dari Lucas disusul Grace lalu Lyli di barengi dengan kedatangan the perfect minus Rasya dan Alen karena masih di markas untuk menemani Rasya yang tengah drop pasal tadi pagi, Ali yang tadinya memaksa untuk bolos pun tidak diizinkan oleh Alen dan harus masuk untuk menemani Raden dan Arel juga Raska ditambah Lucas nantinya, Icha pun tidak masuk sekolah.
Ternyata tidak lama mereka memarkirkan mobil dan motor mereka Squaq Girl datang juga dengan mobil mewah kesayangan mereka didahului Thea lalu Amel terakhir Ara dan Salsya yang sudah berada di Lobi untuk menunggu mereka datang karena memang sudah janjian untuk ketemu disana dan ke kelas barengan.
__ADS_1
Di parkiran heboh dengan mereka semua, ada siswa siswi yang memuja muji ketampanan dan kecantikan para MW juga idola mereka.
'anak baru cuy ganteng bangett moga jodoh gue deh kalo gak dapet the perfect
'itu yang pake bando cantik banget woi gebet ah
'ngipi lu
'yang tinggi juga gak kalah cantik woilah
'mereka cantik tapi gue tetep stay the Ara
'gantenh banget si bule
"Huffttt malu maluin" gumam Arel menghela nafas berat.
"Lebay" cibir Amel.
Sedangkan Thea menatap ke arah tiga mubar itu dengan intens. Plus pandangan pertamanya ke arah Grace yang sedang membenarkan bandonya itu.
Iya, Grace saat ini menggunakan bando dan yang tinggi itu Lyli dan si bule itu Lucas karena rambutnya yang pirang.
"Perasaan gue kok gak enak ya?" Kata Thea dalam hati.
"Hey guys sini" teriak Salsya yang ada disana, lumayan jauh dengan jarak parkiran makanya dia berteriak karena kehebohan yang dibuat siswa siswi disana. Thea dkk pun menoleh ke sumber suara dan mengangguk lalu menghampiri Salsya.
Sedangkan Raden menatap sendu Salsya yang sengaja menjauhinya sebab itu tidak menghampiri temannya dengan berteriak dari lobi sana.
"Gue harus gimana" batin Raden.
"Inget guys, kita pura pura gak kenal" kata Ali mengingatkan sesuai perjanjian kemarin. Lucas mengangguk.
"Kita duluan" lalu Arel berjalan menuju Lobi disusul Raden dan Ali.
"Murid sini alay alay ya?" Kata Grace.
"Yee masih baru belagu lo segala ngatain nih sekolah" cibir Lyli menoyor kepala Grace pelan.
"Gue gak ngatain sekolahnya tapi muridnya yang pada alay iya tau gue itu cantik" kata Grace narsis mengkibaskan rambutnya ke belakang hingga mengenai Lucas.
"Woi tuh rambut bisa bisanya jalan jalan sampek muka gue sakit ege" kata Lucas.
"Hehe maafin gue" Grace nyengir kuda.
__ADS_1
"Udah udah yok masuk Kitakan kudu ke ruang kepsek" sanggah Lyli diangguki keduanya lalu mereka bersama meninggalkan parkiran.
Dikelas 11C.
"Kenapa waktu gue liat tuh cewek kok buat gue takut kalo Alen ninggalin gue ya?" Batin Thea, dia saat ini tengah bengong dikelas, sedangkan Amel dan Ara saling pandang karena sedari tadi Thea hanya diam saja dan sekarang dia tengah melamun, ada apa sebenarnya? Tanya Amel dibenaknya.
"Woi The kenapa lo" tanya Ara menyadarkan lamunan Thea.
"Eh nggk papa kok Ra" kata Thea sambil tersenyum.
"Kit temenan enggak satu hari The" kata Amel.
"Iya guys, gue baik baik aja balik sono ke bangku lo" kata Thea mencoba mengalihkan perhatian.
"Ck. Iya iya" Decak Amel lalu menyeret Ara untuk ke bangkunya.
"Woi baru dateng lo" kata Ali pada Raska yang baru masuk kelas, si empu mengangguk lalu berjalan ke bangkunya menaruh tas dan duduk.
"Kok kurang tiga nih bangku" tanya Raska.
"Acha, Icha sama Alen gak masuk ada urusan katanya" jawab Arel.
"Oh gitu" kata Raska lalu menatap bangku belakang dan benar disana hanya ada Thea sendiri yang masih tetap diam dan melamun.
"Woi teh, diem aja tumben?" Tanya Raska pada Thea. Yang ditanya hanya menggeleng lesuh.
"Jangan macem macem lu disini gaada pawangnya tapi ada kita awas lu" kata Ali memperingatkan.
"Gue tau gue cuma tanya samanya" kata Raska lalu beranjak menuku bangku Rasya.
"Gue tau penyebabnya kenapa tuh anak murung" kata Raska pada Arel.
"Hah? Kenap?"
"Ya ini masalahnya sama perasaan dia sendiri, orang yang tulus itu perasaannya peka dan Thea juga tipe orang peka kata Queen si" kata Raska. Arel menoleh ke arah Thea benar yang ia lihat, Thea saat ini menunduk dengan tatapan kosong entah dibawah ada apa yang penting Arel merasa bahwa Thea sedang tidak baik baik saja.
"Mungkin dulu hanya rasa suka karena setelah lo sama sahabat gue hati gue gak merasakan apapun sakit hati atau apa itu tapi jujur gue gak bisa ngeliat lo sedih, dan gue mau ngasih tau lo kalo sekarang gue udah suka sama sahabat lo lebih dari suka tapi lo tetap pertama di hati gue Tea" batin Arel menatap Thea.
"Assalamualaikum anak anak" salam guru yang sudah memasuki kelas dan Raska sudah pindah ke bangkunya sendiri.
Pelajaran pertama dimulai dengan mapel bi.ndo.
Diruangan lain, tepatnya di ruang kepala sekolah. Lucas dan kedua Queen itu sudah ada didepan pintu kepsek saat ingin mengetuk tetapi tidak jadi karena ada seseorang yang membuka pintu dari dalam dan ternyata adalah si pemilik ruangan.
__ADS_1
Saat Sam sudah ingin keluar ruangan setelah membuka pintu dirinya kaget dengan kedatangan anak muda didepannya ini begitu juga dengan tiga pemuda itu yang tengah kaget melihat Sam yang keluar.
Ada apa? Haha nggak ada apa apa kok.