RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
R 43


__ADS_3

"Cha?" Panggil Icha pada si empu- Acha. Dia tidak beneran ke toilet melainkan menyusul Rasya yang sudah tau dimana keberadaannya. Icha sengaja menyusul karena dirinya memperhatikan Rasya dari tadi ada yang aneh dan juga ada niat ingin meminta maaf secara langsung kepada Rasya karena masalah kemarin.


"Cha?" Rasya menoleh dan menaikkan sebelah alisnya tanda 'apa?


"Mikirin apa?" Tanya Icha basa basi.


"Ga ada"


"Ngapain lo disini" tanya Rasya.


"Eummm gue disini mau nyamperin lo"


"Buat?"


"Gue kesini mau minta maaf sama lo" kata Icha. Rasya menatap Icha melihat tanda ketulusan Dimata Icha.


"Atas hal apa lo minta maaf sama gue?"


"Masalah gue nuduh lo, gue bener bener minta maaf gue tau gue salah gue gegabah gue mudah kemakan omongan orang lain tanpa bukti, gue minta maaf sama lo"


"Jujur gue udah maafin lo, tapi sebaiknya lo pergi di hadapan gue" kata Rasya tanpa menatap Icha.


"Kenapa?"


"Karena gue benci sama wanita dan lo udah buat hati gue semakin benci dengan wanita"


"Cha, gue bener bener minta maaf"


"Udah gue bilang gue udah maafin lo Li eh Chaa"


"Makasih Cha " Rasya mengangguk lalu beranjak tapi dicekal oleh Icha.


"Jangan pergi, gue pengen lo balik kayak dulu. Waktu lo perhatian sama gue walaupun kita baru kenal" kata Icha.


"Itu dulu, dan sekarang gak berlaku lagi hati gue udah beku buat lo. Gue gak percaya lagi sama lo atapun perempuan manapun" kata Rasya menegaskan.


"Jangan seperti ini Cha gue mohon"


"Lo minta apa dari gue hah? Maaf kan? Udah gue maafin dan sekarang lo pergi atau gue yang pergi"


"Gue mau Acha yang dulu, yang perhatian sama gue selalu support gue"


"Apa jaminannya kalo gue lakuin itu?"


"Lo mau minta apa sama gue?" Rasya menyeringai mendengar itu.


"Gue mau minta lo jadi milik gue seutuhnya" kata Rasya tersenyum miring. Sedangkan Icha sudah dibuat gelagapan oleh Rasya.


"Maksud Acha apaan ya?" Batin Icha.


"M-maksud lo?"


"Pikir sendiri, gue tunggu jawaban lo baby" kata Rasya kemudian berdiri menuju dalam ruangan meninggalkan Icha yang masih mematung di luar, sedangkan Rasya yang berada didalam melihat Icha masih berdiam diluar hanya bisa tersenyum miring.


"Kali ini gue gak akan lemah, apapun itu lo tetap jadi milik gue Li" kata Rasya dalam hati, lalu melanjutkan tujuannya, dia sebenarnya ingin menyendiri untuk menenangkan hatinya yang tadi sempat memanas tetapi Icha datang hal itu mejadi sempat tertunda dan sekarang dirinya menuju kursi panjang dan merebahkan tubuhnya di kursi dengan memejamkan matanya sambil tersenyum tidak jelas, dia hanya mengingat wajah terkejut Icha saja.


Sedangkan diluar masih ada Icha yang setia dengan lamunannya, memikirkan kalimat Rasya tadi.


"G-gue bodoh banget si, kenapa coba" gerutu Icha.


"Gue harus balik nih lama lama disini bikin gue puyeng" lalu Icha benar benar pergi dari Rooftoop dan menuju kantin dimana sahabatnya berada.


Tiba dikantin ada pemandangan yang tak mengenakkan. Dilihat dari mata kepalanya sendiri, Alen yang ingin meninju Rafka dan disana juga sudah ada Arel dan Raden yang melerai mereka namun nihil semuanya sudah sama sama terpancing emosi.


"Apa apaan ini hah" sentak Icha yang baru saja tiba dihadapan mereka, dan itulah mereka membenarkan posisi mereka seperti semula.


"Kenapa kalian, lo Len kenapa lo kau mukul bang Raf salah apa dia"


"Ga ada tuh, dia noh cari emosi gue "


"Jelasin sama gue ada apa sebenarnya hah" hardik Icha dengan mata tajamnya ia menatap Alen dan Rafka. Sedangkan Girl Squad menggidik ngeri melihatnya.


"Al bawa mereka( girl Squaq) pergi dari sini" pinta Icha.


"Lah kenapa cha"


"Nurut aja napasii"


"Iya iya" Ali pun membawa Girl Squad pergi dari kantin menuju taman sekolah.


Kembali di kantin, Icha tetap menatap keduanya dengan tajam.


"Kalo belum ada yang jelasin sama gue, gur bonyokin muka kalian berdua mau hah" ancam Icha.


"Jangan bahas disini Cha gak enak sama yang lain" kata Arel.


"Ke atap aja" kata Raden menyahuti.


"Oke, gue tunggu kalian di atap dan jelasin semuanya"


*Skip, Atap( Rooftoop)


BRAKKK


Dobrakan pintu dibuat oleh Icha membuat Rasya yang ada didalam terlonjak kaget. Dengan jantung tak karuan dia beranjak dari tidurnya dan membenarkan posisinya dari tidur jadi duduk.


"Apaan segala dobrak segala gak punya tangan lo" prots Rasya yang masih memegangi dadanya yang dag dig dug.


"Diamm kalo lo mau tau alasannya" kata Icha nada dingin, sedangkan Rasya masih tak paham dia menurut saja. Tak lama Alen dan Rafka serta Arel juga Raden dan Raska datang.


"Duduk kalian" perintah Icha pada mereka dingin dengan bersidekap dada.


"Jelasin sekarang"


"Ga ada yang perlu dijelasin kali Cha,udah jelas emang dasarnya aja dia kacang lupa kulitnya" kata Alen sinis.


"Lo jangan mulai ya Len, gak ada gue begitu gue tuh udah adil dan sekarang gue juga mau berbagi sama yang lain apa itu tidak boleh?" Kata Rafka.

__ADS_1


"Gue tau dan gue tidak peduli, kalau lo adil gak mungkin salah keluarga lo itu ada yang minggat"


"Maksud lo apa Len " kata Rasya.


"Pikir sendiri" kali ini Alen benar benar tidak takut siapapun.


"Allion" sentak Rasya.


"Gue ngerti Cha alasan lo minggat dari mansion lo, tapi apa dengan cara lo seperti ini lo bisa memperbaiki hubungan saudara kalian, dan lo bang Rafka dengn cara lo seperti ini sama aja lo bikin hubungan persaudaraan kalian hancur,dan lo Raska gue gak menyalahkan lo, lo disini juga baru dan lo pasti masih bingung tapi asal lo tau Achagak pernah sekalipun frustasi kalo nggak karena kakaknya"


"Gue bener bener gak paham maksud lo Len " kata Raden.


"Gue tadi hanya mengingatkan saja sama bang Raf, tapi dia gak terima sama saran gue terus nonjok gue duluan, ada Arel, Raden dan lo Raska saksinya"


"Tapi saran lo itu gak masuk akal banget Len, gue bener bener gak terima kalo lo menghina gue"


"Gue gak ngehina lo kalo bener bener gak lupa sama siapa yang udah naikin lo"


"Alen"


"Apa Cha? Lo masih mau ngebela kakak lo yang udah bikin lo hampir nyentuh miras itu hah?" Sarkas Alen.


"Apahh?" Pekik Rafka.


"Gak usah kaget bang, untung cuma hampir karena gue dateng tepat waktu"


"Lo sadar gak sih sama kesalahan lo? Sadar gak?" Sentak Alen.


"Alen udah cukup" kata Icha.


"Emang kalian bertiga ada problem?" Tanya Icha pada Tiga saudara itu.


"Ga ada tuh" kata Rasya.


"Jancok emang Arshadd"


"ZAVIERRRR" sentak Rasya menatap Alen tajam.


"Apa? Emang gitu kan, lo udah di tampar sama kakak lo sendiri karena adek lo ini kan shad" kata 'Zavier.


Masih ingat kan sama Zavier? Yapss dia mengambil alih Alen, dan baisanya kalo udah ada panggilan Arshad itu berarti Zavier tidak ada yang lain. Author absurd sukanya ngarang🤣🤣


"Oh itu, maafin kakak Cha, kakak gak sengaja kakak hanya emosi saja" kata Rafka.


"Dan maafin gue juga kak, karena gue hubungan kalian jadi gak baik baik saja" kata Raska sambil menatap Rasya dan dibalas oleh Rasya yang juga menatap Raska.


"maafin kakak ya?"


"Acha udah maafin kakak tenang aja"


"Makasih Cha "


"Kalau dengan kehadiran Raska dikeluarga kalian buat kalian berantem lebih baik Raska pergi saja dan tinggal di Inggris sama papa, kita tetap Saudara dan lo kakak kembar gue " kata Raska.


"Jangan pergi Kai, lo tetap disini" kata Rafka.


"Bener kata bang Raf, mereka semua nungguin lo dan setelah lo ketemu lo mau pergi dari mereka tega lo sama Tante Mili?" Kata Icha.


"Jujur gue masih belum ngerti tapi gue pamit dulu sama Arel kalian lanjutin masalah kalian disini sebelum pergantian jam" kata Raden pamit lalu keluar dan menuju dimana Ali berada.


"Zavier, balik lah" kata Rasya.


"Cha, gue pergi dulu mau ke anak anak lanjutin masalah kalian jangan bikin gue emosi lagi terutama lo bang" kata Alen lalu pergi menyusil Arel dan Raden.


"Jangan pergi ya Kai?" Pinta Rafka.


"Tapi gara gra gue kalian bertengkar" kata Raska.


"Ga ada kita baik baik aja, kemarin hanya selisih paham saja kok ya gak Cha " terpaksa Rasya tersenyum dan mengangguk.


"Nah gitu dong jangan berantem berantem lagi. Seneng gue liatnya" kata Ichaa.


" Sa ae lo Cha " kata Raska.


"Eh gue pergi dulu ya ke kelas ada guru masuk nih" pamit Rafka.


"Iya bang, salam buat Galang Gilang " kata Icha diangguki oleh Rafka.


Dan akhirnya mereka tinggal bertiga saja.


"Gimana jawaban lo" kata Rasya.


"Jawaban apaan?" Kata Icha ketus.


"Ck. Yang tadi"


"Gatau bingung"


"Emang lo bilang apaan kak" tanya Raska.


"Tanya aja sama bos lo" Raska menatap Icha meminta jawaban.


"Memiliki gue seutuhnya itu maksudnya apaan si Kai?" Tanya Icha membuat Raska tertawa.


"Ngapa lo ketawa anj"


"Lo pinter tapi masalah ginian oon ya gini nih kelamaan nutup ati"


"Apa maksudnya sama hati coba"


"Lo ditembak Kakak gue egee" Raska menayar kepala Icha pelan.


"Ohhh ditembak toh" kata Icha manggut-manggut.


1


2

__ADS_1


3


"APAHH DITEMBAKKK?" Setalah sadar dari ketololannya langsung memekikkan telinga..


"Ssdthhhhhtt sekolah neh bukan utan" protes Raska.


"Jadi?" Kata Rasya.


"Beneran kak lo suka sama Icha?"


"Ga boleh?"


"Udah ada pawangnya dia?" Goda Raska.


"Siapa heh jangan aneh aneh lo" kata Icha.


"Siapa?"


"Ya gue lah siapa lagi bwahahah panik ga panik lah masa gak"


"Krik krik" ledek Icha.


"Lo beneran nembak gue Cha?" Tanya Icha pada Rasya.


"Iya elah"


"Yang serius dong"


"Lu ngeselin dari tadi kaga nyambung nyambung" kata Rasya kesal.


"Ck. Namanya juga syok"


"Iyo syok" cibir Rasya menye.


"Jadi lo terima kaga, kalo lo terima kakak gue bakal gue traktir lo makan sepuasnya deh" kata Raska antusias.


"Gue yang di tembak kok lo yang seneng sih "


"Yyyya biar lo gak sendiri mulu, ada yang jagain lo dari King RD bwhahaa"


"Sialan lo"


"Ada hubungan apa sama RD?" Tanya Rasya.


"Gausah kepo"


"Terima ga?" Kata Raska.


"Ntar gue jawab sekarang belum siap"


"Ck..segala malu lo sama gue"


"Kalo nanti gue tunggu lo di markas gue yang ketiga, malam nanti" kata Rasya.


"Oke gue ntar dateng"


"Gue tunggu baby" kata Rasya sambil mengedipkan mata pada Icha.


Blushh


Pipi Icha bak kepiting rebus, memerah karena satu kata itu saja. Dan sekarang menjadi bahan ledekan Raska saja. Salah satu orang kepercayaannya yang sangat berani padanya wkw.


"Nape tuh pipi" goda Raska.


"Apaan"


"Gaada apa apa gue cuma tanya aja, pipi lo pake blushon ya?" Kata Raska menggoda.


"Sialan lo" kata Icha lalu berlari ngibrit keluar ruangan.


"Dasar si Queen" gumam Raska geleng kepala.


"Eh kak, beneran lo sama si Queen?" Kata Raska.


"Yakin"


"Kata bang Rafka lo benci smaa Queen"


"Kemarin itu, sekarang gue yakin sama hati gue buat merjuangin Li"


"Semangat kak" Rasya mengangguk dan tersenyum.


"Oh ya, kalo lo keberatan gue di sini gue bisa pindah ke Inggris gakpapa" kata Raska.


"Jangan as, lo tetap disini mungkin gue yang egois tapi lo jangan pergi lagi gue masih kangen sama lo kita barenh gak lama apa lo tega sama kakak lo ini"


"Iya iya King Rallion yang terhormat" kata Raska dengan kekeham kecil.


"Lo tetap jadi Kembaran gue apapun itu, sorry sama ucapan gue waktu itu"


"Gakpapa kak santai aja, lagian gue juga salah dan gue minta maaf"


"Aska, mungkin lo baru tau sifat asli gue jangan kaget"


"Justru gue seneng kak, ternyata lo orangnya asik nggak kejam kayak Rallion"


"Gue jadi iri, lo adik kembar gue tpi lo lebih dewasa sedangkan gue kayak gini"


"Jadi diri sendiri kak, Kai tau lo kayak gini sama keluarga kita aja, dan aslinya lo itu lebih kejam dari yang dibayangkan"


"Terserah lo"


"Jangan gengsi kak, kalau mau peluk sini peluk" kata Raska membuat Rasya menoleh dan tersenyum lalu memeluk ala Laki-laki.


"Thanks" Raska mengangguk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2