
Di aula yang lumayan luas itu sudah ada Amel dkk yang bersorak kegirangan karena tim cewek menang. Mereka kini bermain tebak tebakan yang dimana tim mereka berhasil menjawab dengan cepat dan benar mereka lah pemenangnya.
Di tengah keseruan mereka Rasya sudah datang dan ikut bergabung tetapi dengan wajah yang tidak bersahabat.
"Napa muka lo Cha? Ada masalah?" Tanya Arel. Rasya menggeleng.
"Lanjut aja gue mau numpang istirahat disini" kata Rasya.
"Gak mau ikut?"
"Emang main apaan?"
"Tebak tebakan"
"Boleh tuh"
"GIMANA LANJUT APA GAK?" pekik Amel dari kubu sebelah sana.
"Gassin"
Mereka melanjutkan permainan ini hingga mereka merasa bosan, setelah Rasya bergabung tim cowok sering menang karena Rasya yang dengan mudah menebak pertanyaan dari Mbak Rina yang sudah disiapkan terlebih dahulu.
"Guys udahlah males gue kalah mulu, ganti permainan yuk?" Kata Amel.
"Jialhhahaha kalah kasian deh lu" ledek Alen.
"Diem lo, sebelum Acha dateng kita kale yang mimpin curang kalian" kata Amel tak mau kalah.
"Lo juga curang disana ada Icha yang lebih sering jawab daripada lo"
"Ck. Dahlah males"
"Main apa dong terusan?" Kata Ali.
"Gimana kalo ToD?" Kata Ara memberi saran.
"Pake botol paan?" Tanya Amel.
"Gue ambilin dulu botolnya dibawah " kata Rasya.
Setelah itu Rasya pergi ditemani Arel untuk mengambil botol kaca yang akan digunakan untuk permainan yang mereka buat. Tak lama mereka berdua pun sudah kembali ke aula dengan membawa satu botol.
"Nih botolnya, dimulai kaga?" Kata Arel.
"Yoklahhhh"
Permainan pun dimulai, diawali dari Amel yang memutar botol 360°, botol berputar dan berhenti menunjuk arah Raden yang berarti Raden yang harus memilih Truth or Dare.
"Truth or Dare?" Kata Amel.
"Dare" kata Raden.
__ADS_1
*
Di lain tempat sudah ada dua saudara kandung yang tengah berada di caffe. Mereka sengaja keluar hotel untuk berbicara lebih banyak lagi, mereka adalah Rafka dan Raska saudara yang sudah lama tidak bertemu.
"Bang, tadi beneran Rasya kan?" Tanya Raska.
"Iya lah siapa lagi kalo bukan dia, kembaran lo" jawab Rafka santai sambil menyeruput jus alpukat miliknya.
"Ck. Kok beda ya, tadi bukannya kelihatan serem malah kek kucing imut banget" kata Raska mengingat wajah memerah Rasya.
"Nah itu dia yang harus lo tau, di luar aja kek macan di dalem rumah kek kucing"
"Tapi sorry ya bang, gara gara gue lo tadi bentak Rasya, kan niat awal gue mau manas manasi Rasya doang eh malah gagal dan lo ngebentak dia gue ngerasa bersalah banget"kata Raska.
"Tenang aja, ntar dirumah gue bujuk gampang kok caranyaa gak ribet"
"Iya bang"
"Eh gue gak nyangka loh kalo lo itu adek gue, dan dengan bodohnya gue gak ngeh kalo lo itu kembar sama Acha sorry ya?" Kata Rafka.
"Gak papa bang, yang penting sekarang udah tau kan?"
"Lo gak marah kan sama kami? Sama ayah sama bunda?" Tanya Rafka.
"Enggak bang, justru Kai seneng banget bisa ketemu ayah sama bunda walaupun Kai harus ninggalin Papa tapi Kai seneng bisa ketemu keluarga kandung Kai sendiri yang selama ini Kai cari keberadaannya"
"Thanks Kai , makasih kalo lo gak dendam sama kita"
"Iya bang"
*
"Yaaakkk sekarang lo Cha, truth or dare?" Seru Amel.
"Truth aja deh" kata Icha.
"Lo benci sama siapa?" Tanya Arel.
"Gak ada yang gue benci disini" kata Icha.
"Di luar?" Icha mengangguk.
"Siapa?"
"Apa perlu gue sebutkan?"
"Gak apa lah toh kita juga gak kenal kan" kata Arel.
"Ada, namanya Oscar" kata Icha menyeringai.
"Ck. Gak lo doang anj" kata Ali ngegas.
__ADS_1
"Nah tu dia"
"Okeh lanjut permisahh" kata Amel.
"Gue putar ya?" Icha memutar botol dan tepat berhenti di Rasya.
"Truth or Dare?" Rasya diam memikirkan.
"Truth"
"Siapa yang lo benci dan siapa yang lo suka?" Tanya Icha.
"Gue suka sama lo dan gue benci sama lo" kata Rasya menatap Icha tajam.
"Weh wehh habis menaikkan lalu menjatuhkann sakittt bro" ucap Thea mendramatisir.
"Gue pergi dulu guys ada urusan" kata Rasya berpamitan lalu berdiri.
"Vano, Alen kalian ikut gue" yang disebutkan mengangguk dan mengikuti kemana Rasya melangkah.
*
Di tempat Rasya lebih tepatnya di kantor miliknya, Ryh Group.
"Gue ada tugas buat kalian" kata Rasya pada Devano dan Alen.
"Apaan? Tumben lo gak minta Arel" ucap Alen.
"Tugas apa bos" kata Devano.
"Buat lo Len, lo urus markas utama selama gue gak kesana"
"Lah emang lo mau kemana"
"Gue sementara tinggal di Markas 3, tapi ingat jangan kasih tau siapapun dan kalo yang lain tanya gausah jawab inget jangan sampai mereka ke markas 3 apapun urusannya"
"Iya Cha gue ngerti tapi kenapa lo mau kesana. Ada masalah sama siapa lo sampai mau ke markas 3, kalo lo kesana pasti kalo gak nemuin Lion ya ada masalah"
"Gak usah banyak tanya turutin aja gue kasih bonus"
"Tugas saya apa bos?" Tanya Devano.
"Lo urus Perusahaan sama bang Ryan. Kalo keluarga gue tanya jangan kasih tau mereka gue ada dimana"
"Siap bos"
"Tapi lo masih tetep sekolah kan Cha?" Tanya Alen.
"Masih, tapi gue gak pulang"
"Yaudah terserah lo"
__ADS_1
"Oke kalau gitu, gue pergi dulu"