RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
R 65


__ADS_3

Anak perempuan ada di dapur kali ini, mereka semua sedang menyiapkan makanan untuk makan malam dengan bahan yang sudah dibeli Rasya tadi. Bagi tugas mereka ada yang memasak, menyiapkan peralatan dan sisanya membantu juga berghibah ria.


Sedangkan para cowok hanya duduk sembari menunggu makanan siap, mereka mengobrol santai diiringi dengan candaan yang membuat tertawa. Halaman belakang tepatnya mereka berada. The perfect pamit sebentar untuk berkumpul di ruangan yang khusus buat mereka. Jadi disana hanya ada anak kelas ditambah dengan Raska, Lucas juga Jo.


"Ternyata lo anaknya asyik juga" kata Dicky pada Lucas.


"Haha bisa aja lo" Lucas terkekeh.


"Belum tau ae dia siapa lo, kalo tau pasti pingsan" bisik Raska pada Lucas dengan kekehan pelan.


"Ck. Orang kayak gini asyik darimananya, ngeselin iya" sindir Jo berdecak sebal.


"Apakah kau iri Jo?" Tanya Lucas.


"Asal kalian tahu ya kalo lucas ini tuh sangat menyebalkan" kata Jo pada mereka.


"Menyebalkan gimana orang dia asik gini kok" kata Rayhan.


"Asik untuk kalian tidak untukku" Lucas dan Raska terkekeh.


"Nah ngeselin, apalagi si Kai kalo ngasih tugas kaga nanggung nanggung, capek gue" keluh Jo menatap dua orang atasannya itu kesal.


"Kalau kau ingin sedikit pekerjaan ku pindahkan sekarang kau di Inggris Jo" kata Raska berhasil membuat Jo gelagapan.


"Eh eh bos jangann, tadi hanya bercanda saja. Saya masih betah di negara ini jangan buang saya" kata Jo membuat gelak tawa.


"Pffftt, baru diancam begitu sudah ketakutan kau Jo" ledek Lucas.


"Hanya untuk Kai tidak untuk dirimu tuan Lucas" kata Jo menatap Lucas sengit.


"Emang dia (Jo) anak buah kalian? Hebat dong" kata Rayhan.

__ADS_1


"Namanya juga horkayy pasti sudah punya usaha dan anak buah Ray" kata Rido.


"Ah tidak juga, Jo hanya membantu kita saja" kata Raska.


"Kai, kenapa kau disini sangat hangat berbeda dengan di Inggris sangat dingin" kata Jo.


"Itu karena jabatanku disana tinggi kalau sekarang aku sudah miskin jadi aku mau berbaur sama sepertimu Jo" mereka tertawa mendengar jawaban Raska, wajah Jo sudah masam dibuatnya.


"Dasar anak muda"


"Hahaha sadar juga kau Jo kalau sudah tua" cibir Lucas.


"Kalian ini ada ada saja ya"


"Kalian lanjut saja kita bertiga mau ke dalam" kata Raska berpamitan.


Raska, Lucas dan Jo masuk kedalam dengan tujuan menemui The perfect.


*


"Tidak ada Fal" kata Alen.


"Haish, anak keempat ini memang susah dibilangin" decak Arel.


"Cha, apa kau akan terus diam sama Queen? Kasian loh dia" tanya Ali.


"Nanti kalian juga tahu" kata Rasya menyeringai.


"Heyyoo sahabat quhh" pekik Lucas ketika memasuki ruangan. Tanpa mengetuk pintu tanpa salam. Tatapan tajam Rasya menusuk Lucas yang menggaruk tengkuknya.


"Apa lo tidak punta tangan tuan Lucas Moura" kata Arel.

__ADS_1


"Apa sudah bosan menggunakan tangan?" Kata Raden.


"Apa kau sudah bosan hidup Tuan Moura" kata Rasya.


"Hehe maaf tuan tuan yang terhormat. Saya kesini mau mengantar tuan muda kesinim" kata Lucas mempersilahkan Raska masuk.


"Maaf semuanya, anak satu ini rada gila" kata Raska.


"Sialan kau ini kakak pertama" sungut Lucas dengan wajah masam.


"Haha bercanda Luc"


"Kak katanya kau disini tidak sendiri mana temanmu" tanya Raska.


"Bukan teman As, dia anaknya om Dicky sama satu lagi memang sahabat gue dari kota sebelah" kata Rasya.


"Nathan Cha " seru Alen, Rasya mengangguk.


"Wah lama gue gak ketemu dia"


"Sama. Terakhir ketemu SMP soalnya SMA dia pindah ke luar negeri gak tau ternyata sekarang udah di Indonesia" kata Arel.


"Emang dia siapa" tanya Raden.


"Nanti gue kenalin" kata Rasya.


"Apa dia juga orang seperti kita Cha?" Tanya Ali.


"Tidak, tapi dia pengusaha sukses" bukan Rasya yang menjawab tetapi Alen.


"Gue mau nemuin mereka, ada dimana mereka?" Tanya Arel.

__ADS_1


"Lantai 2"


"Len yok lah kapan lagi bisa godain Nana" kata Arel.


__ADS_2