RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
R 35


__ADS_3

"Pake lagu kedua aja, gue mau tunjukin suara asli gue sekarang "bisik Alen pada Thea.


Terkejut namun tetap diam, sebelum akhirnya mengangguk Thea sempat meledek Alen.


"Kayak bagus aja suara lo" ledek Thea dengan berbisik di telinga Alen.


"Kalau sampai suara gue bagus lo harus turutin apapun keinginan gue" kata Alen sambil menyeringai.


"Duh perasaan gue gak enak nih" batin Thea.


"Terserah lo"


Alen memulai memetik gitarnya mengambil nada sebelum mengeluarkan suaranya.


(Andmesh kamaleng- cinta luar biasa)


Waktu pertama kali


Satu kalimat Alen keluarkan dengan nada pelan ia sedikit melirik Thea yang sedang terkejut dengan apa yang barusan ia dengar.


Terdengar sorak sorai kagum siswi di bawah sana.


"Damnitt, candu banget tadi ulangg dong" seru Thea menjerit dalam hatinya.


Kulihat dirimu hadir


Lanjut Alen seraya menatap manik mata Thea yang memperlihatkan sorot mata kagum, Alen tersenyum sebelum melanjutkan lirik selanjutnya.


Rasa hati ini inginkan dirimu


Thea dan Alen saling pandang, Alen tersenyum tapi tidak dengan Thea yang semakin gugup bukan main.


Hati tenang mendengar


Lanjut Thea yang sudah mulai masuk dalam permainan Alen kali ini, dia mendekat ke arah Alen sambil terus menatap Alen sangat dalam, seperti ada yang janggal dihatinya tapi entah apa itu.


Suara indah menyapa geloranya hati ini tak ku sangka


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu


Terimalah lagu ini dari orang biasa


Keduanya bernyanyi bersama dengan tangan saling merangkul satu sama lain membuat para penonton berhisteris dan heboh dengan penampilan keduanya.


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga

__ADS_1


Lanjut Alen yang sudah memelankan alunan musik dan liriknya ia perjelas sambil menatap Thea yang sudah di hadapannya.


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu


Alen menunjuk dirinya lalu menunjuk Thea dengan lembut kemudian membelai anak rambut Thea yang tak sengaja kena angin ke belakang.


Hari hari berganti


Kini cintapun hadir


Melihatmu memandangmu bagai bidadari


Lentik indah matamu


Manis senyum bibirmu


Hitam panjang rambutmu anggun terikat


Rasa ini tak tertahan


Hati ini slalu untukmu


Terimalah lagu ini


Bahkan Alen kata demi kata ia ucapkan, lirik demi lirik ia nyanyikan dengan terus mata yang memandang wajah cantik Thea.


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu


Terimalah lagu ini


Kini Alen mengambil alih, dan bisa diperhatikan jika dirinya lah yang memimpin semua lirik Thea sebenarnya bisa saja tapi dia saat ini masih shok dengan perlakuan Alen tadi.


Dari orang biasa


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cinta ku padamu luar biasa

__ADS_1


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Terimalah cintaku yang luar biasa tulus padamu


Lirik terakhir Alen sengaja pelankan untuknya bersiap berjongkok di depan Thea dengan tangan Alen menggenggam tangan Thea, Thea shok dibuat jantungan oleh Alen saat ini. Dia diam memperhatikan tingkah Alen yang cukup membuatnya malu serta bahagia campur kesal plus baper mwehe.


"Sama seperti lirik tadi, gue gak bawa bunga dan gue sekarang gak bawa apapun yang buat lo seneng tapi sekarang gue yakin dan gue sudah menetapkan ini dalam diri gue, di saksikan oleh mereka semua" kata Alen sebelum melanjutkan kalimatnya yang membuat suara deg deg-an?


Alen melanjutkan lagunya dengan alunan musik pelan dan romantis seolah tim band mendukung rencana Alen.


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Terimalah cintaku yang luar biasa tulus padamu


"Will you my girlfriend?" Thea tercengang, shok kaget tak karuan.


"Hah?" Cengo Thea. membuat Alen mengulum senyumnya dan satu tangan yang merogoh sakunya mengambil sebuah kotak yang ternyata berisi cincin berlian disana.


Thea menutup mulutnya yang tak digenggam Alen dengan rasa shok dan tak percaya.


"Shitt, bener Alen kan ini? Nalendra Zavier? Oh God manis sekali" batin Thea menjerit antara baper dan malu hufftt.


"Will you my girlfriend?" Ulang Alen seraya menyodorkan kotak yang sudah ia buka itu.


"Terima"


"Terima"


"Terima"


"TERIMA AJA YA, BIAR KALIAN KAGA BERANTEM LAGI TERUS PINDAH HALUAN JADI BUCIN" teriakan menggema di seluruh lapangan, siapa lagi kalau bukan Amel.


"TERIMA WOI, ABANG GUE TU KEREN KAN" sorak Ali.


"TERIMA AJA JANGAN BUAT ALEN MALU" Ara ikut menyoraki.


"JANGAN BUAT KAMI KECEWA" Icha juga ternyata ikut menyahuti mereka, sedangkan Thea dibuat melotot dengan semua ini. Dia harus bagaimana, terima or tidak?

__ADS_1


__ADS_2