
Setelah membuat kelompok dan keputusan untuk tugas masing masing kelompok kini mereka berepencar untuk mengerjakan tugasnya masing masing, untuk anak mading stay di kelas dan sesi sibuk+ isinya biang onar semua mereka beralih ke tempat the perfect nongkrong, Rooftop.
"Lo mau nyanyi lagu apaan The?" Tanya Amel pada Thea.
"Entah lah gue juga bingung"
"Yang lagi viral neh di taktak, bagus tuh" - Ali
"Apaan" tanya Thea.
"Satru telu, candu beuhh" kata Ali, si Jawa tulen.
"Ide bagus tuh cakep" seru Amel.
"Kan romantis"imbuhnya sambil menggoda Thea.
"Romantis sama siapa coba" kata Thea menepis tangan Amel di wajahnya.
"Alen lah, lo nanti sama Alen fiks no debat" - Amel
"Iya tuh, lo kan berantem mulu samanya ya kali ini aja deh lo akur biar kelas kita gak dianggap remeh" - Ara
"Tanyain noh bocahnya"
"Gue mau"
"Dih mau mau aja kagak lah" protes Thea.
"Lah udahlah trima ya, atau duit traktiran gue kembaliin lagi nih?" Ancam Amel.
"Yodah iya" pasrah Thea.
"Trus jadinya lagu apaan?" -Amel
"Dua lagu gimana?" Usul Ara.
"Yang pertama lo nyanyiin nah usulan Ali, terus lagu kedua lagu roman tapi yang pop engga jawa an?" Imbuhnya.
"Nah gue setuju banget itu mah" seru Amel.
"Serah lu pada"
"Sal ikut nimbrung lo diem diem bae"
"Canggung gue" kata Salsya menggaruk belakng telinganya.
"Alah biasa aja"
"Nah sekarang latian geh" kata Amel.
"Ck. Maksa" Thea berdecak kesal.
"Emang gimana si lagu yang jawa itu sampe kata lo candu" - Ara.
"Pokoknya beuh damagenya manteb kalo dinyanyiin secea tulus mah"
"Lah iya gimana"
"Dikit ae yak, 'Nek kangen ngomong kangen rasah tukaran wae mbok di eman eman hubungane, uwong sing tak tresnani tak gawe sandaran ati mbok ojo satru satru wae sayangku" kata Ali menirukan nyanyian dari penyanyi 'Denny CakNan itu
"Bagus juga suara lo al" puji Amel.
"Tau takpe" Amel bedecak kesal.
"Nah gimana cocok kan lagunya" - Ali
"Itu sih keknya salah liriknya harusnya gini" - Amel
"Nek seneng ngomong seneng, ojo tukaran wae mbook di eman eman hubungane" koreksi Amel tujuan meledek Thea.
"Nah itu baru cocok" - Amel.
"Pinter juga lu" - Icha.
__ADS_1
"Lagian lu berdua tengkar mulu ntar jatuh cinta nanges" ledek Amel pada Thea dan Alen.
"Ntar sama yang lain satunya nangesss" timpal Icha ikut menggoda.
"Galau nyusahne kancane" sahut Ara meniru kata kata dari tiktok.
"Hari ini full jawa ya gue perhatiin" kata Salsya yang dari tadi nyimak saja.
"Lah iya yak"
"Tak apa lah gas mawon maszehhh" - Ali.
"Yain"
"Hafalin Ya jangan ngecewain kita" - Amel.
"Iya iya ah"
"Ngamukan" cibir Ara. Thea menatap Ara sinis yang ditatap malah mencondongkan dua jari gaya colok mata, paham kan yang ituloh pokoknya huh🤣ðŸ˜
"Cha napa lu diem ae sariawan lo?" Tanya Arel pada Rasya.
"Gakpapa" kata Rasya singkat.
Sshhhh, suara ringisan dari Rasya tiba tiba.
"Heh cha napa lu" kata Alen panik.
"Pusing"
"Uks kah?" Rasya menggeleng.
"Gak usah pusing biasa doang"
"Ck. Sok kuat lu" cibir Icha menyahuti.
"Diem lu munafik" sewot Arel.
"Udah mendingan sans"
"Dih lemah, gimana mau lawan musuh kalau tiba tiba sakit kayak gitu yang ada malah tumbang dulu" sindir Icha.
"Diem lo brengsek ah gue sumpel juga tu congor" geram Alen.
"Lo bilang kayak gitu mau buat perlawanan? Kita udah siap buat nyambut lo" kata Arel.
"Stop, diem bisa gak" tegas Rasya. Kemudian keadaan pun hening seketika.
"Pstt, lo ada masalah apa sih sama mereka" bisik Thea.
"Gak ada tuh bercanda aja kali" elak Icha.
"Serah lo deh"
Di sisi lain, Rasya sangat amat merasa tidak enak badan, em bukan sakit tapi tiba tiba ada rasa cemas saat ini Rasya rasakan entah apa itu.
"Perasaan gue kok gak enak ya, dan ini kenapa lagi atau mungkin Caesar udah sembuh trus bangun dari komanya makannya gue pusing?" Batin Rasya.
"Gue tanya ayah dulu siapa tau bener" gumam Rasya, setelah itu ia mengirim pesan kepada Angga tujuan menanyakan apa yang ada di pikirannya.
^^^Ryh^^^
^^^Yah, Acha mau tanya tentang kembaran Acha, udah sadar apa belum?^^^
Ayah
Baru sadar, ini juga ayah baru dapat kabar dari anak buah ayah
Udah gak sabar ya ketemu kembaran?
"Ck apa apaan si" decak Rasya.
"Napa Cha?" Tanya Arel.
__ADS_1
"Gak ada"
*
"Bella bel" teriak seseorang dari luar, belum sampai ditempat sudah teriak dan itu terlihat sangat antusias sekali.
"Apaan bang" tanya Icha, Rafka baru sampai.
"Kai udah sadar" mata Icha langsung melotot.
"Yang benrr lo?"
"Ck. Ngapain gue boong gue barusan dapet kabar dari Lucas kalo lo gak percaya" kata Rafka sambil melihatkan isi pesan Lucas pada Icha.
Lucas Moura
Woi bang, Caesar dah sadar kasih tau si Icha geh gue chat kaga dibales
"Kok gue gak dikasih kabar ya?"
"Udah tapi gak ada respon" kata Rafka. Icha pun mengecek handphonenya yang disana sudah tertera nama Lucas, Lilicans, Gressssssayang.
"Lah iya neh pada ngechat gue semua, ke silent ternyata"
...Lilicans ...
Woi
Woi Queen, Kai udah sadar
...Gressssssssayang...
Cha, caesar udah sadar
...12 panggilan tak terjawab...
...Bangluc...
Chaa
Icha
Queen
Woi
Akhirnya si Caesar dah sadar
Woi
Sibuk kah?
...5 panggilan tak terjawab...
.
Tanpa mereka sadar ada seseorang yang tengah mengepalkan tangannya kuat dibawah sana. Dia adalah Rasya, katakanlah dia tak suka kakaknya begitu nampak senang mendengar kabar ini walaupun sebenarnya ia senang tetapi dia merasa dilupakan sejenak oleh sang kakak.
"Acha, kakak mau-" Kalimat Rafka terhenti melihat tatapan dingin sang adik, dia seolah melupakan sesuatu yang tak ia ingat.
Arel menyadari itu, dan tanpa sengaja melihat tangan yang mengepal erat disana membuatnya bingung, aura dingin dari Rasya dapat ia rasakan.
"Cha, kenapa?" Tanya Arel. Rasya tak menjawab melirik pun tidak, pandangan Rasya hanya ke depan saja saat ini.
Dan disaat Rafka ingin menghampiri sang adik namun dengan cepat dicegah oleh Icha yang mengatakan ingin berangkat kesana.
"Bang, kita kesana yok?" Ajak Icha.
"Lah besok kan ada acara" kata Rafka. Seolah lupa Icha karena saking bahagianya.
"Yaudah deh lusa ya" Rafka mengangguk.
"Ck. Dasar" batin Rasya.
__ADS_1