RASYA : My Queen Not You Queen!

RASYA : My Queen Not You Queen!
2. mubar


__ADS_3

"Dasarr tembokk, ngeselin banget sih tu orangg! kalo ketemu lagi awas aja yaa" gerutu orang tersebut, kesal? Sangat kesal karena tidak ada sahutan dari Rasya, di abaikan tentunya sangat sakit hati bukan? Apalagi sudah berbuat salah tidak minta maaf, sangat menyebalkan! begitulah isi pikiran orang tersebut. Ia berjalan dengan menghentakkan kakinya kesal dan melanjutkan perjalanan menuju ke suatu ruangan.


Dia melenggang pergi ke ruangan kepala sekolah. Dia akan menemui kepsek untuk membahas suatu bahasan wkw.


Dia sudah berada di ruangan kepsek. Dan disana sudah ada kepsek sekaligus pemilik sekolah bersama anteknya wkw, Angga dan Dino guyss!


Tok tok!


"Permisi?" Ucapnya sopan. Ia membuka sedikit pintu dan melihat ke arah dalam.


"Masuk aja" kata kepsek.


"Terimakasih pak" kata dia.


"Duduk" ucap Angga.


"Maaf yang kepala sekolah yang mana ya?" Tanyanya berhati hati .


"Saya" kata kepsek datar.


"Baiklah, hmm saya murid pindahan dari Inggris dan saya kesini tidak dengan papa saya karena beliau sedang ada meeting sekarang jadi saya sendiri aja kesini" ucapnya tanpa jeda.


"Oke, jadi kamu maunya kelas apa?" Tanya kepsek santai. Emang orangnya santai guys haha. Enak bukan?


"Beneran nih bisa milih?" Kepsek tampak mengangguk. Angga dan Dino sedari tadi hanya diam saja.


"Iya" kaya kepsek singkat.


"Terserah sih sebenarnya tapi saya mau di kelas anak yang paling favorit di sekolah ini" ucap dia.


Kepsek menyeringai membuat Angga dan Dino bingung dengan sahabatnya ini.


"Pak jangan gitu, atau bapak jangan jangan mau berniat buruk ya sama saya? Atau bapak mau ngerjain saya? Jangan pak saya masih kecil dan masih SMA ntar bapak saya aduin ke papi saya loh kalo macem macem" cerocosnya tanpa henti.


"Nah cocok nih " kata kepsek semakin membuat ketiga orang disana bingung sebingung bingungnya.


"Maksud lo apaan sih sam?" Tanya Dino yang sudah sangat kepo.


"Cocok kalo dia mau di kelas favorit, nahh keliatan dari dia tadi nyerocos mulu" jelas Sam.


"Terserah lo dah" Dino pasrah saja dengan keputusan Sam tadi.


"Jadi gimana pak?" Tanya dia.


"Kamu masuk di kelas 11 C" kata Sam, kepsek.


"Oke pak, mungkin kelas itu yang terbaik buat saya, saya juga bosen pak sama kelas kelas yang banyak bacot kayak sekolah saya dulu " ucap dia sedikit curhat dengan ketiga pria tua di depannya.


"Kamu curhat?" Tanya Angga.

__ADS_1


"Hehe sedikit pak" ucap dia cengengesan.


"Semoga kamu suka ya sama kelas barumu, disana anaknya rajin dan baik hati" kata Sam dengan tersenyum penuh arti. Angga yang melihat hanya geleng geleng kepala, dia sudah tau maksud dari Sam ini. Jika mubar ini akan dimasukkan ke kelas anak terfavorit di AL, ya kelasnya anaknya sendiri 11 C. Kelas super duper terkenal seantero karena kebaikan hatinya dan kemurahan hatinya hingga membuat semua guru pusing menghadapi mereka, hmm sangat baik hati bukan? Kelas paling bandel namun pintar pintar! Ingat itu haha.


"Terimakasih pak kepala sekolah yang baik hati" kata dia.


"Kembali juga anak cantik" balas Sam dengan tersenyum lebar.


"Om ini siapa?" Tanya dia sebelum pergi.


"Oh iya sekalian, kenalin ini pak Angga dan pak Dino selaku pemilik SMA AL ini" jelas Sam.


"Hmm gitu, jadi malu" ucap dia dengan gaya tersipu. ngomong apa tadi dia? Malu? Haha malu maluinn!


"Ngapain malu?" Tanya Sam dengan alis terangkat satu.


"Ya malu lah pak, saya tadi nyerocos di depan mereka kan jatuh reputasi saya" kata dia.


"Halah alasan" ujar kepsek.


"Pak jangan gitu lah kita kan bestieee" ucapnya sambil mengedipkan salah satu matanya.


"Dih sejak kapan?" Tanya Sam.


"Sejak hari ini dan seterusnya" ujarnya pede.


"Heleh mungkin kamu akan jadi sahabat sama bu Siska" ucap Sam remeh.


"Ntar kamu juga tahu" deheman Angga membuat dua orang yang asyik berbicara ini seketika berhenti.


"Udah debatnya?" Tanya Angga.


"Hehe pak, jangan marah ya? Kita kan teman" ucap dia.


"Iyain" sam tertawa terbahak-bahak, tanpa malu sedikitpun dengan mubar di depannya ini.


"Pak kenapa ketawa?" Tanyanya pada Sam, seketika Sam sadar dengan kelakuannya ia berhenti tertawa dan memasang wajah datar.


"Gakpapa"


"Gak jadi ngegoda bapak deh udah ada pawang" kata dia sambil menunjuk Angga.


"Tau dari mana kamu?" Tanya Angga.


"Dari jari manis bapak lah" ucapnya santai.


"Pinter juga kamu" puji Angga pada mubar ini.


"Jelas lah, walaupun gini orangnya tapi saya sering juara loh pak, om, om" katanya sambil menatap ketiga pria di depannya secara bergantian.

__ADS_1


"Buktikan aja" ucap Angga.


"Siap laksanakan bos" dengan gaya hormat ia layangkan pada Angga, Sam serta Dino tersenyum bangga terhadap gadis cantik di depannya ini.


"Bentar lagi pergantian jam, kamu silahkan ke kelas diantar oleh salah satu anggota osis nanti" jelas Sam diangguki oleh dia.


"Baik pak" kata dia dengan tersenyum, manis sangat manis.


"Papi kamu siapa?" Tanya Angga tiba tiba.


"Abiyasa Cleo N" Angga menyeringai, begitu juga dengan Sam dan Dino.


"Kenapa kalian senyumnya gitu? Ada yang salah?" Tanyanya sedikit kepo.


"Tidak ada, kamu ternyata pewaris tunggal Rezgroup" sontak ia terkejut dengan ucapan Angga.


"Gak usah kaget kali, kita kenal sama papi kamu bahkan kita akan kerja sama" ucap Dino menjelaskan.


"Jadi papi nanti berangkat sama kalian ?" Mereka mengangguk.


"Hmm"


"Ohh, kalau gitu titip papi ya dia sedikit nakal gak mau makan kalau kerjaannya belum selesai. Kalo gak mau makan getok aja palanya biar makan" ucapnya sedikit curhat dan terkikik kecil. Sedikit sedikit ia merasa nyaman berada di keliling ketiga pria tersebut, karena mereka menyambut dengan ramah dan merangkul tidak cuek.


"Kebiasaan" gumam Angga tak ada satupun yang mendengar.


"Cukup perhatian juga kamu sama Abi" kata Dino.


"Yaiyalah kalo gak perhatian saya nanti durhaka" ucapnya.


"Anak pintar" ucap Dino sambil mengacak rambutnya gemas.


"berantakan om" berdecak kesal karena rambutnya di acak acak oleh Dino.


"Haha udah sana kamu ke kelas, selamat berkenalan dengan murid pintar" kata Sam sambil tersenyum.


"Perasaan gue gak enak nih" batinnya.


"Yaudah kalau gitu saya permisi" katanya.


"Emang tau kelasnya?" Tanya Sam. Dia menggeleng dan cengengesan.


"Hehe gak tau" ucapnya cengengesan.


"Bentar saya panggilkan ketua OSIS" kata Sam kemudian beranjak ke suatu ruangan di sebelah ruang kepsek, ternyata ruangan panggilan. Disana Sam sudah cek cek mic untuk memanggil pihak OSIS.


"Tes tes, diperuntukkan untuk ketua OSIS AL segera ke ruangan kepala sekolah sekarang juga" ucapnya.


...----------------...

__ADS_1


...thanks for reading 🙂🤙...


__ADS_2