Sabar Tak Berujung

Sabar Tak Berujung
Episode 99


__ADS_3

"Apa-apaan sih ayah, mau aja dengerin kata nenek lampir ini. Di ajak ke sini mau, di ajak ke situ mau. Cantik juga enggak, gendut iya." Batin Via.


Sedangkan Misya memandang dengan tatapan sinis, tidak berkata apa-apa hanya bersikap acuh tak acuh mendengar ucapan marni.


"Misya mau beli HP apa?." tanya marni.


Misya memandang Via, Misya tidak ingin menjawab pertanyaan nya tetapi Via memberikan kode agar Misya menjawab pertanyaannya.


"Misya." panggil Marcel.


"Iya yah."


"Itu di tanya ibu, mau HP mrek apa?." Marcel mengulangi pertanyaan marni kepada Misya.


"Kita lihat di sana dulu yah, Misya sih terserah ayah saja nanti, yang penting uang nya cukup." Misya menyerahkan pilihan kepada marcel.


"Loh kok begitu, kan Misya yang menggunakan nya nanti, jadi Misya dong yang harus memilih." marni menjawab ucapan Misya kepada ayahnya.


Batin Misya, "Ih kenapa sih perempuan ini, jawab terus deh. Fokus saja sama anakmu itu jangan sama anak orang lain."


Misya sangat kesal dengan marni yang sok akrab kepada mereka berdua yang bukan anak kandungnya.

__ADS_1


"Ya tidak masalah dong mau HP mrek apa yang penting uang nya cukup." jawab Misya sinis.


Batin marni, "Ni kenapa ya anak Marcel kok bersikap begitu? Apa aku salah bertanya ya? Ah sudahlah, yang penting Marcel tetap peduli dengan aku di sini."


"Oh ya sudah kalau begitu kita berangkat sekarang saja yuk long!."


Marni mengajak Marcel secepatnya ke toko yang menjual HP, agar secepatnya selesai pembeliannya.


"Ayo Via, Misya. Kita berangkat sekarang!."


Marcel menyetujui perkataan marni dan dengan cepat mengajak kedua anaknya pergi dengan kendaraan masing-masing.


Sesampainya di toko tersebut, Marcel dan Marni sibuk memilih dan bertanya kepada penjualnya tentang kelengkapan HP yang mereka pilih.


"Misya, apa kamu mau HP seperti ini?." tanya Marcel kepada Misya.


"Iya boleh yah."


"Yakin ya yang ini Mis?." marni ikut bertanya kepada Misya yang selalu sinis kepada nya.


"Iya." jawab Misya pun tetap sama sinis.

__ADS_1


"Oke, yang ini saja Long." ucap marni kepada Marcel membuat Via semakin panas mendengarnya.


Setelah itu mereka melakukan pembayaran yang diikuti oleh marni juga, ternyata uang yang Marcel punya tidak cukup untuk membeli HP, itu sebabnya marni ikut dalam transaksi mereka.


"Loh, kok ibu itu keluar uang juga kak?." Misya melihat marni mengeluarkan uang dari dompet miliknya.


"Mungkin uang ayah kurang Sya."


"Ngapain beli HP kalau uang ayah kurang kak." ucap Misya.


"Ya mungkin ayah tidak tega melihat kamu pinjam HP ke sana kemari, jadi terpaksa pinjam punya ibu itu yang berkedok teman." jawab Via yang sudah kesal melihat kedekatan Marcel dan marni.


Setelah mereka menyelesaikan transaksinya, marni mengajak Marcel dan anak-anak untuk makan di restoran yang lumayan terkenal.


"Long, gimana kalau kita makan siang dulu!." ajak marni.


"Di mana?." tanya Marcel tanpa menolak dan langsung bertanya di mana lokasinya.


"Di jalan Jend. Sudirman di situ ada restoran yang terkenal dengan sambalnya. Banyak menu lainnya, tetapi yang menjadi ciri khas nya yaitu di sambalnya. Gimana?." tanya marni kembali setelah menjelaskan.


"oh boleh deh, kita coba makan di situ." Jawab Marcel tanpa ada penolakan.

__ADS_1


Via dan Misya terpaksa juga ikut, karena mau pulang juga mereka tidak bisa, karena mereka pergi menggunakan 1 kendaraan saja.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2