Sabar Tak Berujung

Sabar Tak Berujung
Episode 103


__ADS_3

"Kalau tidur ya tidur aja, ngak usah banyak bicara." ucap jasmine.


"Hm.. ngak enak banget begitu bu. Memangnya kemarin ibu bicara apa dengan ayah, kok ibu bersikap dingin dengan ayah." Via mencari tahu apakah ibunya sudah banyak mengetahui tentang Marcel yang sekarang memiliki hubungan khusus dengan Marni.


"Mau bagaimana lagi, ayahmu yang membuat ibu begini. Ibu rasa nya sudah tidak kuat, tapi di sisi lain ibu harus mempertahankan untuk mendapat ridho Nya. Tetangga bilang, untuk apa di pertahankan jika ia masih berbuat hal yang sama. Memang benar! Tetapi Allah itu tidak memberikan ujian kepada hambanya yang tidak mampu. jadi, ujian ini Allah berikan kepada ibu, berarti ibu mampu melewatinya meskipun dengan rasa sakit yang luar biasa. Untuk mencapai surgaNya kita harus sabar melewati tahap-tahap ujiannya. Ibu yakin ini hanya ujian untuk ibu Via. Untuk sementara ibu memilih diam dengan sikap ayahmu." tegas jasmine berharap ujian untuk nya tetap di jalani dengan sabar.


Batin Via, "Ya Allah ibu, kenapa ibu bisa sesabar ini, padahal ayah lagi-lagi menyakiti ibu hanya saja ibu belum mengetahuinya. Jika ibu tahu, aku tidak yakin ibu akan sebabar ini lagi."


"Sebenarnya hati ibu ini terbuat dari apa sih? sampai-sampai ibu bisa mempertahankan pernikahan ibu yang penuh dengan drama perselingkuhan ayah dulu." ucap Via mulai mengingatkan masa lalu.


Jasmine hanya tersenyum mendengar ucapan Via.


***


2 hari kemudian Marcel datang kembali ke toko hp tempat ia menyervice hp nya.


"Permisi mbak, saya mau ambil hp yang kemarin du service atas nama Marcel." ucap Marcel ketika di toko hp.


"Sebentar ya pak, saya cek dulu." jawab karyawan tersebut.


"Iya mbak." Marcel menunggu karyawan mengecek barang yang sudah di kerjakan.


"Yang ini ya pak hp nya." tanya karyawan sambil menunjukkan hp Marcel.


"Iya benar mbak. Bagaimana mbak apakah bisa menyala lagi?." tanya Marcel penasaran dengan kondisi hp nya.


"Bisa pak, Ini bisa di cek dulu pak." karyawan memberikan hp Marcel untuk di cek kelengkapan datanya.


"Sepertinya aman ya. Berapa mbak?." setelah mengecek datanya, tidak lupa Marcel menanyakan biayanya.


"Sudah di cek datanya pak?." tanya karyawan sebelum memulai transaksinya.


"Sudah mbak." jawab Marcel dan menunggu jawaban karyawan tentang biayanya.


"Rp.350.000 ya pak." jawab karyawan.


Marcel langsung membayarnya senilai yang di sebut di atas, saat itu Marcel sangat royal dengan uang nya, tetapi jarang sekali memberi uang belanja kepada jasmine.


"Terimakasih pak." ucap karyawan setelah menerima pembayaran dari Marcel.

__ADS_1


"Sama-sama." ketika marcel beranjak pergi ia mengecek whatsapp nya.


Ternyata marni telah mengirimkan pesan dan mengajaknya untuk pergi menemaninya ke tukang jahit baju, saat itu juga Marcel langsung menghubunginya.


"Maaf Mar, kemarin hp ku ke cemplung, jadi sekarang baru selesai di service. apa kamu sudah pergi ke tukang jahit baju?." Marcel langsung menghubungi marni.


"Oh pantes saja tidak aktif, aku kemarin belum pergi Long, kirain along tidak sempat jadi aku tunda dulu." jawab marni.


"Kalau begitu sekarang saja kita pergi, hari ini aku free." ucap Marcel menawarkan diri.


"Boleh deh kalau begitu long." marni langsung menerimanya dan mereka langsung bertemu di tempat biasa ia bertemu.


"Oke kita ketemu di tempat biasa ya!." ucap Marcel.


Pada saat di rumah tukang jahit, marni mengukur badannya sebagai proses awal pembuatan pakaian dengan ukuran badannya yang sedikit gemuk.


Lalu marni meminta tukang jahit untuk mengukur badan marcel juga, dan membayar semua biaya nya.


"Mbak, tolong ukur dia juga ya untuk buat baju teluk belanga'." pinta marni kepada tukang jahit.


"Eh, kok malah aku?." ucap Marcel heran.


"Nanti kainnya mbak pilih yang bagus ya mbak, untuk warnanya tolong cari warna putih mbak." pinta marni kepada tukang jahitnya.


"Oh iya bisa bu, berarti ini buat ibu 1 dan bapak juga 1 ya bu. Saya catat dulu." ucap si penjahit mencatat LD, PB nya dan sebagainya beserta warna baju masing-masing.


"Iya, untuk pembayarannya bagaimana bu? apakah setelah baju nya jadi? atau DP dulu?." tanya marni tentang masalah pembayarannya.


"Ibu kan sudah langganan di sini, jadi saya sangat percaya kepada ibu marni, saya menerima apapun, Mau ibu bayar nya sekarang atau DP nya dulu saya tidak masalah, yang penting pesanan ini tidak di batalkan bu." jawab si penjahit.


"Oh tentu di bayar dong. saya DP aja dulu deh, tanda jadi dulu. Ini uang nya bu!." ucap marni sambil menyerahkan uangnya kepada mbak si penjahit.


"Ini saja mbak!." Marcel juga memberikan uang kepada si penjahit.


"Eh jangan Long, ini biar saya yang bayar." marni mendorong tangan Marcel karena juga ingin membayar nya.


"Ngak papa Mar, biar sebagai DP nya." Marcel tetap menyerahkan kepada di penjahit.


"Ini mbak, tambahan DP nya." Marcel menyerahkan langsung kepada si penjahit.

__ADS_1


Si penjahit mengambil nya karena Marcel bilang sebagai tambahan DP nya.


"Baik Pak, terimakasih." ucap si penjahit.


Dengan cepat si penjahit mengambil uangnya dari tangan marni dan Marcel.


"Di bilang ngak usah, masih saja bayar." ucap marni gagal menggunakan uang nya sendiri untuk membayarnya semua potongan baju mereka.


"Ya tidak apa, ini kan sekali-sekali, kalau sering aku nya yang ngak mampu." jawab Marcel sambil tersenyum.


"Ya sudah lah, tambah saja mbak." ucap marni akhirnya menerima pemberian Marcel untuk membayar baju yang mereka buat.


"Iya bu." jawab si penjahit.


Setelah mereka pergi ke tukang jahit, Marcel mengajak marni pergi makan siang terlebih dahulu sebelum mereka pulang.


"Kita makan dulu ya sebelum pulang!." ajak Marcel.


"Mau makan di mana Long?." tanya marni.


"Kita makan masakan padang dekat sini, ada yang enak masakannya." jawab Marcel.


"Oh boleh Long, sebentar saya ambil tas dulu." maarni dengaan cepat mengambil tas nya.


"Oh iya mbak, kami pamit pulang ya, kalau sudah selesai nanti mbak kasih tahu saya saja." pinta marni kepada si penjahit.


"Iya mbak, nanti saya telpon ibu kalau sudah selesai semua." jawab si penjahit.


Mereka akhirnya pulang dari rumah si penjahit dan langsung pergi ke rumah makan dengan aneka masakan padang.


"Duluan saja Long, saya ikut dari belakang." ucap marni karena mereka pergi menggunakan motor masing-masing.


"Oke." Marcel langsung tancap gas menuju lokasi rumah makan tersebut dan berhenti depan di lokasi parkiran depan rumah makannya dan diikuti oleh marni di belakang nya.


"Oh di sini tempatnya. Emang ramai sih di sini Long." ucap marni.


Tidak lama di parkiran, mereka langsung masuk ke dalam rumah makan dan langsung memesan makanan.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰

__ADS_1


__ADS_2