Sabar Tak Berujung

Sabar Tak Berujung
Episode 113


__ADS_3

Keesokan harinya, Marcel pergi memantau lokasi yang akan ditanaminya padi, saat itu ia pergi sendiri tanpa ada marni di lokasi.


"Sanggup apa tidak kamu jika kita nanti ke sawah bareng mar?." Marcel meragukan niat marni.


"InsyaAllah sanggup kok. Along jangan khawatir saya bisa kok." jawab marni sombong.


"Bagus deh kalau kamu sanggup. Mulai besok kita ke sawah ya." Marcel mencoba menguji kemampuan marni dalam urusan pertanian.


"Siap. ajak ibumu juga Long!." pinta Marni dan tanpa rasa ragu Marcel meminta ibunya untuk bertani di sana.


"Kenapa ajak ibu?" Marcel sempat bingung dan takut ibunya akan marah jika iya membawa wanita lain ke tanah barunya.


"Biar bisa mengajari saya sebagai pemula di sana Long." marni meyakinkan Marcel.


"Oh begitu, baiklah nanti saya akan minta ibu juga ikut." ucap Marcel tanpa ragu sedikit pun.


Tanpa menunggu lama Marcel langsung menghubungi ibunya dan meminta besok ibunya harus pergi ke sawah miliknya dengan marni.


"Bu, besok bisa tidak ke sawah milik ku?." tanya Marcel.


"Sawah yang di mana?." ibunya bertanya kembali karena belum pernah pergi ke lokasi sawah nya Marcel.


"Ibu besok aku jemput saja ya." ucap Marcel.


"Oh iya kalau begitu jemput saja, nanti ibu bisa sesat kalau pergi sendiri, kamu perlu berapa orang Cel?." tanya ibunya karena berniat akan mengajak teman nya yang lain.


"Ajak 3 orang lagi teman ibu ya bu." pinta Marcel agar sawah yang sedang di kerjaannya cepat selesai tanpa ada gangguan.


"Baiklah Cel, nanti ibu ajak teman ibu, semoga mereka tidak sibuk." jawab ibunya.


Keesokan harinya Marcel libur bekerja dan menghabiskan waktu luang nya untuk bertani bersama dengan ibu kandung nya dan marni.


Semua orang sudah berdatangan, hanya marni yang belum datang.


Marcel beserta ibunya memulai pekerjaan lebih dulu, dan marni yang datang terlambat menyusul.


Ketika marni datang pada jam mulai istirahat bekerja, dan saat itu juga Marcel memperkenalkan marni kepada ibunya tanpa sepengetahuan Jasmine.

__ADS_1


"Maaf Long, tadi mendadak ada urusan jadi saya datang nya agak siang." pinta marni ketika baru sampai di sawah milik Marcel.


"Oh iya ngak masalah." jawab Marcel kepada marni.


"Oh iya, bu ini marni teman saya, yang mau bantu kita sekarang bu, dia seorang bidan bertugas di komplek sebelah bu." ucap Marcel memperkenalkan kepada ibu kandungnya.


"Oh marni sudah lama ya bertugas di komplek itu?." tanya ibu kandung yang polos.


"Belum nyampai setahun bu, kalau suatu saat ibu perlu bantuan bilang saja bu." jawab marni.


"Oh boleh ya." tanya nya lagi.


"Boleh dong bu."


Setelah asyik mengobrol mereka melanjutkan pekerjaannya dan marni juga ikut serta.


Setelah selesai, sebelum marni pulang, marni memberi sesuatu untuk ibu kandung Marcel.


"Bu, ini saya ada sedikit rezeki untuk ibu dan kawan-kawan, terus ini ada ayam potong untuk ibu ya. Mohon di Terima ya bu." pinta marni membuat sang ibu senang setelah bekerja, pulang-pulang ia di beri sesuatu yang sulit ia dapatkan.


"Terima saja bu, ini saya berbagi rezeki sedikit." jawab marni.


"Terimasih ya mar." marni sangat senang karena ibu Marcel merespon ia dengan baik.


"Iya sama-sama bu." jawab marni bergembira.


Setelah selesai dalam seharian bekerja, mereka pulang dan jasmine sama sekali tidak mengetahui.


Marcel sendiri tidak pernah memberitahukan bahwa iya telah memiliki tanah yang lain untuk keperluannya sendiri.


***


Beberapa bulan kemudian tiba lah saat nya panen padi pertama Marcel, ia meminta orang lain untuk memanen nya dan membayar orang jika telah selesai di panen.


Pada saat itu jasmine baru tahu kalau Marcel punya tanah di komplek sebelah, dan yang memberi tahu jasmine adalah tetangganya teman dekat Marcel juga.


"Jasmine kenapa tadi tidak ikut panen padi di komplek sebelah?." tanya Rini tetangga nya yang merupakan teman Marcel juga.

__ADS_1


"Panen padi siapa memangnya Bu Rini?." tanya Jasmine heran kenapa Rini bertanya seperti itu..


"Loh, kamu tidak tahu ya, itukan padi punya Marcel, sekarang sudah bisa di panen, banyak kok yang diminta panen di sana." ucap Rini.


"Oh di situ, hari ini kebetulan aku ngak sempat Rin, jadi Marcel meminta orang lain yang panen." Jasmine berbohong untuk menutupi aib marcel, itu semua dilakukan agar orang mengira bahwarumah tangga jasmine dan Marcel baik-baik saja.


"Oh pantes saja, kamu tidak ada tadi, bagus banget padi nya di sana, kebetulan harga padi sekarang lagi tinggi, jadi Marcel bisa menjualnya pada minggu-minggu ini." ucap Rini.


"Iya juga ya, mumpung lagi mahal ya. Bu Rini dari mana?." Jasmine mengalihkan pembicaraan agar Rini tidak membahas soal itu kepadanya .


"Saya dari warung bu, Ini loh beli minyak goreng, sudah habis stok di rumah." jawab Rini.


"Iya stok memang banyak-banyak, soalnya sekarang sering kehabisan juga di warung kalau kita ngak stok di rumah." Jasmine berusaha agar Rini tidak membahas soal Marcel.


"Bener banget itu, eh saya pulang dulu ya, hampir lupa kalau saya belum selesai masak, karena kehabisan minyak goreng. Eh malah asyik ngobrol." Rini akhirnya pulang teringat ia belum selesai masak.


"Oh iya bu." jawab jasmine sambil tersenyum.


Beberapa jam kemudian Marcel pulang dari bekerja, dan di sambut kemarahan oleh Jasmine karena Marcel tidak memberitahu ia tentang tanah dan ia sekarang mulai bertani secara diam-diam.


"Long, Kenapa kamu ngak bilang kalau kamu punya tanah di komplek sebelah dan sekarang kamu bertani di sana?." Jasmine yang sudah lama menahan emosinya dan langsung meluahkan ketika Marcel baru pulang.


"Tahu dari mana kamu soal itu?." tanya Marcel kembali.


"Kamu ngak perlu tahu aku dapat info dari mana, yang terpenting sekarang adalah kamu jawab pertanyaan aku, dan kenapa kamu tidak meminta bantuan kepada ku saja. Kenapa harus orang lain dan kenapa kamu membiarkan aku tahu hal ini dari orang lain, bukan dari mulut kamu sendiri." pinta jasmine sangat marah.


"Aku tidak ingin merepotkan mu saja jasmine. Kamu lelah kan setiap hari memelihara kebun sampai detik ini." jawab Marcel mencari alasan.


"Aku kan istri mu. Kenapa harus merepotkan. Sebagai istri aku harus membantumu, baik itu susah atau pun senang. Tapi kenapa kamu malah membawa orang lain?." Jasmine mempertanyakan soal marni.


"Maksudmu orang lain siapa? Aku hanya meminta ibu dan temannya membantuku." Marcel berlagak lugu dan berpura-pura tidak tahu.


"Siapa lagi kalau bukan Bidan itu, Kemarin kamu bawa dia kan ke sawah? Sebenarnya kalian itu ada hubungan apa sih? Sampai sejauh itu ternyata? Jangan hanya karena aku tidak ke mana-mana. Kamu pikir aku bodoh, dan kamu pikir aku tidak punya mata dan telinga? Kamu salah Long. Aku tahu semua kelakuan mu di belakangku." ucap jasmine.


"Kamu ini ngomong apa Sih, Kamu itu selalu dengar omongan orang yang tidak jelas, dan di telan bulat-bulat. Ini lah jadi nya, selalu menuduh yang tidak-tidak kepada ku." Marcel menyangkal jika ia pernah membawa marni kemarin.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dentgan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰

__ADS_1


__ADS_2