
Saat Jimmy membacakan mantra nya, Maria sedang di kamar mandi. Kemudian Jimmy membawa minumannya kepada Marcel.
"Ini di minum dulu Cel." ucap Jimmy sambil menyerahkan segelas kopi yang telah di bacakannya.
"Oh iya, terimakasih Jim." Marcel tidak mengetahui minuman tersebut sudah diberi sesuatu oleh Jimmy.
Sebelum Marcel meminumnya, mereka berbicara dengan sangat baik, sehingga akhirnya Marcel terjebak dengan meminum air yang di berikan nya.
"Jimmy, aku rasa aku harus pulang sekarang." ucap Marcel tiba-tiba merasa pusing.
"Kenapa terburu-buru?." tanya Jimmy dengan penuh kepura-puraan, padahal semua itu ulah nya.
"Tiba-tiba aku pusing, aku pulang dulu ya." ucap marcel setengah sadar.
Pikirannya mulai kemana-mana dan terbayang wajah Maria. Tetapi ia tetap pulang ke rumah untuk beristirahat.
"Apa perlu ku antar Cel." tanya Jimmy menunjukkan perhatiannya.
"Tidak. Tidak perlu Jim." jawab Marcel dengan pandangan berkunang-kunang.
"Baiklah." Jimmy tersenyum karena reaksi nya sudah bekerja dengan baik tepat di depan matanya.
__ADS_1
Setelah berhasil membuat Marcel pusing dan memikirkan Maria, saat nya Jimmy membuat Maria juga menyukai Marcel.
Setelah berhasil melakukan hal yang sama kepada Maria, ia pergi keluar sebentar berpura-pura tidak melakukan apa pun, pada saat itu juga kebetulan sekali Maria merasa haus dan minum air yang telah di beri sesuatu oleh Jimmy.
"Usaha yang tidak sia-sia, yes." Jimmy memantau dari kejauhan, tak di sangka usahanya untuk membuat Maria dan Marcel saling mencintai berhasil.
"Kenapa aku tiba-tiba pusing." ucap Maria sendirian di dapur dan terdengar oleh Jimmy sambil tersenyum.
Lalu ia ke kamar dan terjatuh tepat di kasur tidurnya. Tertidur hingga larut malam dan mengigau dengan menyebut nama Marcel berkli-kali.
Malam itu juga Jimmy menginap di rumah Maria, untuk memastikan apakah semua rencana nya berjalan dengan lancar.
Sedang kan Maria belum sadar, terus-terusan memanggil nama Marcel. Begitu juga dengan Marcel yang tiba-tiba memanggil nama maria, untungnya saat itu istri nya sedang tidak ada di kamar nya.
Jadi jasmine tidak mengetahui kalau Marcel sudah mengigau di tempat tidurnya dengan menyebut nama maria.
"Loh, kok ayah sudah tidur." ucap Via karena melihat Marcel sudah terlelap.
"Mungkin ayah mu sedang lelah, biarkan saja ayah mu Via." ucap Jasmine kepada putri keduanya.
Tidak lama setelah itu, tiba-tiba Marcel mengigau dan menyebut nama Maria.
__ADS_1
"Maria... Maria." ucap Marcel pada saat ia mengigau, untungnya saat itu Maria sedang tidak ada di dekat nya.
Begitu pun juga dengan Maria yang menyebut nama Marcel.
"Marcel.. Cel." ucap Maria dan terdengar oleh Jimmy, sambil tersenyum kalau semua yang dilakukannya telah berhasil.
Sehingga ia menyusun rencana kembali untuk menghancurkan Marcel.
Keesokan Hari nya, Maria meminta Marcel untuk ke rumahnya, tetapi saat itu tidak ada jimmy.
Tetapi Jimmy mendapat kabar bahwa Marcel sekarang sedang di rumah Maria dan hanya berdua, di sini lah kesempatan Jimmy untuk menghancurkan nya.
"Jim, sekarang kamu sedang di rumah tidak?." tanya teman Jimmy yang sedang melihat Maria berdua di rumah nya.
"Tidak. Kenapa bro?." tanya Jimmy kembali.
"Berarti Maria dan Marcel sedang berdua saja dong di rumah kalian, soalnya kan anak mu sekolah." ucap teman nya.
"O ya. Kenapa Marcel ke sana?." Tanya Jimmy seolah-olah tidak mengetahui karena tidak ingin orang lain tahu.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰
__ADS_1