
"Bu, tadi ayah tanya, apakah Via mau kerja di tempat Bu Marni." ucap Via.
"Terus kamu bilang apa?.tanya jasmine.
"Via bilang saja mau, dari pada ayah nanti marah, terus ngak kasih uang untuk kuliah lagi." jawab Via.
"Oh memang nya teman ayahmu itu mau kasih kerjaan ke kamu setelah kuliah nanti?." tanya jasmine sinis mendengar nama marni yang saat ini belum ia ketahui hubungan marcel dengan marni itu sebatas teman atau lebih.
"Mungkin seperti itu bu, karena kalau Via mau, nanti ayah akan mengatakan kepada nya, kata ayah sih begitu." Via merasa aman karena setelah selesai kuliah dia di jamin secepatnya mendapatkan pekerjaan.
"Ya sudah ikuti saja kemauan ayah mu selama itu benar." ucap jasmine mengizinkan karena belum tahu tentang hubungan marcel.
"Iya bu, makanya Via bilang mau tadi. Biar ayah ngak marah dengan Via." Via terpaksa mengikuti keinginan ayahnya agar uang kuliah nya selalu lancar, karena jika tidak begitu, ancaman bagi biaya kuliah nya.
"Semoga saja nanti benar bisa langsung kerja, takut nya hanya omong kosong saja." ucap jasmine tiba-tiba meragukan apa yang dikatakan marcel kepada Via.
"Kenapa omong kosong bu, kan itu teman ayah, tinggal ngomong saja kan." tanya Via yang polos.
"Tidak semudah itu Via, kamu saja sekarang belum lulus kuliah, masih lama. Jika kamu sudah selesai, pasti posisi yang saat ini kosong sudah terisi." jawab Jasmine ada benarnya.
"Iya juga sih bu, tapi ngak apa lah, yang penting ayah tidak marah." ucap Via.
"Oke lah." jawab jasmine.
Keesokan harinya, marcel mengajak Via pergi makan sate di tempat langganannya bersama teman sekerja nya.
__ADS_1
Hari itu mereka pergi bertiga untuk makan sate dan tidak lupa untuk bungkus juga untuk mista dan jasmine.
"Via, kita makan sate yuk!." ajak marcel secara tiba-tiba.
"Sekarang ya yah." tanya Via heran.
"Iya sekarang lah, bersiap lah sekarang!." pinta marcel agar Via segera bersiap.
"Oke yah, tunggu sebentar." Via pun bergegas bersiap, karena sangat jarang marcel mau mengajak Via atau misya pergi makan hanya sekedar menyenangkan anaknya.
Batin Via, "Ini benar tidak sih, tumben-tumben nya ayah mengajak makan sate."
Setelah Bersiap Via langsung menghampiri marcel dan mengira semua itu bohong.
"Via sudah siap ayah, ini benar ngak sih kita pergi makan sate?." tanya Via dan mengira marcel berbohong.
"Benar ternyata." sambil memandang jasmine dan misya.
"Kak, nanti di bungkus juga ya!." pinta misya karena ia tidak ikut pergi karena sepeda motor yang digunakan hanya bisa berdua.
"Oke siap." mereka langsung pergi dan marcel mengajak rekan kerjanya juga ikut makan sate.
Sesampainya di sana, marcel memesan 3 porsi sate dan menyantap nya bersama-sama.
"Mau tambah ngak adnan?." tanya marcel kepada temannya.
__ADS_1
"Tidak, ini sudah cukup. Ini sate nya Via makan lah!." Adnan memberikan 3 tusuk sate kepada Via, karena ia tahu kalau Via selama di kota rantauan jarang makan enak di luar.
"Terimakasih pak." jawab Via tersenyum.
"Via mau tambah ya?." marcel mencoba menawarkan Via, barang kali ia ingin tambah seporsi lagi.
"Sudah cukup yah, bungkus saja untuk ibu dan Misya." pinta Via untuk beli 2 porsi lagi untuk ibu dan adiknya.
"Ya sudah, kamu pesan dulu ya sana di depan!." pinta marcel kepada Via.
Ketika Via memesan sate untuk di bawa pulang dan menghampiri marcel kembali, Via melihat ayah nya menelpon dan seperti nya menunggu seseorang untuk bertemu di lokasi mereka berada.
"Cel, aku pulang dulu ya." ucap adnan yang mendadak ingin pulang karena ada urusan.
"Loh, kok cepat sekali?." tanya marcel.
"Ada yang harus di kerjakan Cel. aku duluan ya." ucap Adnan.
"Baiklah. Hati-hati di jalan." jawab marcel membuat Via bingung kenapa ayah dan dirinya tidak pulang setelah makan.
"Kita tunggu teman ayah sebentar ya Via." pinta marcel.
"Baiklah ayah." jawab Via.
Beberapa menit kemudian datang lah teman yang marcel tunggu itu.
__ADS_1
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰